
( Benua Tengah )
Tepat di Istana Kerajaan Langit Timur, terlihat satu sosok pria berpakaian mewah sambil menatap ke arah beberapa giok jiwa yang sudah meredup.
" Kekaisaran Han. Aku tidak menyangka bahwa Kultivator yang aku utus untuk mencari keberadaan Tai Bai dan saudarinya bisa mati." Xu Dongtian yang merupakan Raja Kerajaan Langit Timur terlihat geram karena bawahannya sudah mati di wilayah Kekaisaran Han.
Xu Dongtian berfikir bahwa Kekaisaran Han sudah berani menentang Kerajaan yang berasal dari Benua Tengah.
" Mereka pikir Kerajaan Langit Timur akan tinggal diam?" Xu Dongtian sama sekali tidak takut kepada Kekaisaran Han, meskipun mereka hanya berbentuk Kerajaan.
Namun untuk masalah perkembangan para Kultivator, hanya para Kultivator dari Benua Tengah saja yang memiliki kemampuan tingkat tinggi.
" Jenderal Besar, Kumpulkan para prajurit untuk menghancurkan Kekaisaran Han." Xu Dongtian memberi perintah.
" Tapi Yang Mulia Raja, apa kita tidak meminta bantuan kepada kerajaan yang lain?" Tanya Jenderal Besar.
" Tidak perlu! Dengan kekuatan kita saja, kita mampu menghancurkan Kekaisaran Han." Ucap Xu Dongtian yang begitu percaya diri dengan kemampuan pasukannya.
Tentu itu semua karena para prajurit Kerajaan Langit Timur rata-rata mencapai Bintang Alam, sedangkan Kekaisaran Han hanya memiliki para prajurit yang rata-rata mencapai Bintang Suci.
" Baik Yang Mulia Raja." Ucap Jenderal Besar, lalu meninggalkan tempat tersebut menuju kediaman para prajurit.
" Jangan sampai berita ini diketahui oleh Kaisar Langit. Ini bisa membuat malu Kultivator yang berada di Benua Tengah." Xu Dongtian mengepal kedua tangannya, karena baru pertama kali ada orang yang berani mengusik Kultivator yang berasal dari Benua Tengah.
Tidak lama kemudian beberapa sosok Jenderal muncul di tempat itu, sambil menundukkan kepala.
" Salam Yang Mulia Raja." Ucap mereka serempak.
" Mmmm... Gunakan kapal udara kerajaan untuk pergi ke Kekaisaran Han. Minta kepada pengurus gudang Sumberdaya untuk memberikan Batu Roh untuk bahan bakar kapal udara." Xu Dongtian memberi perintah.
" Baik Yang Mulia Raja." Jawab mereka serempak, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Tentu perjalanan menuju ke Benua Timur membutuhkan waktu yang cukup lama dengan berlayar, karena tidak ada yang bisa terbang saat berada di tengah lautan luas.
Sekalipun Kerajaan Langit Timur memiliki kapal udara, namun mereka juga harus berlayar terlebih dulu sebelum mencapai daratan.
*******
( Benua Timur )
Liu Ryu dan Istrinya yang sedang melakukan perjalanan, kini telah tiba di sebuah permukiman warga yang sangat ramai.
" Suamiku, kenapa tempat ini sangat ramai? Bukankah tempat ini adalah paling pinggir wilayah Kekaisaran Han." Xie Xian merasa heran karena warga di tempat itu tidak seperti biasanya.
Bahkan permukiman itu diselimuti kabut asap putih yang seakan melindungi sesuatu.
" Kita harus mencari tau, tapi kita juga harus berhati-hati." Ucap Liu Ryu, lalu membawa mereka masuk ke dalam pintu gerbang permukiman warga.
Wuush!
Saat masuk ke dalam permukiman warga, Liu Ryu dan Istrinya merasakan tingkat Kultivasi mereka semuanya disamarkan.
Bahkan Liu Ryu dan Istrinya tidak bisa mengukur tingkat Kultivasi satu sama lain, yang membuat Liu Ryu langsung meningkatkan kewaspadaan.
Namun dari beberapa warga yang mereka temui, semuanya menyapa ramah kedatangan Liu Ryu dan Istrinya, meskipun mereka menggunakan topeng.
Kejadian itu terus berulang-ulang, namun yang membuat Liu Ryu merasa heran, para warga tidak memiliki niat untuk mencelakai mereka.
Rumah para warga juga berjejer rumah panggung dengan ukiran yang sangat unik hampir di seluruh rumah mereka.
Karena rasa penasaran, Liu Ryu mendatangi salah satu sosok pria sepuh yang sedang berpapasan dengan mereka.
" Permisi paman, apa tempat ini ada sebuah penginapan?" Tanya Liu Ryu.
" Oh itu... Jika tuan ingin mencari penginapan disini, tidak ada. Tapi tuan dan nona bisa menginap di tempatku, atau di rumah kepala desa." Ucap pria sepuh sambil menundukkan kepala.
Tentu hal itu membuat Liu Ryu dan Istrinya semakin heran, karena desa tersebut tidak seperti desa yang lain.
Namun dibalik tatapan ramah para warga, Liu Ryu dapat merasakan bahwa para warga tersebut menyimpan kekuatan besar.
" Baiklah paman. Kalau begitu bisa tunjukkan dimana tempat kepala desa?" Tanya Liu Ryu.
" Tuan bisa melewati jalan ini, disana ada sebuah rumah panggung paling besar dan tinggi. Disanalah tempat tinggal kepala desa." Pria sepuh menunjuk ke sebuah arah.
" Terimakasih paman. Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan ke arah yang ditunjukkan.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di sebuah rumah panggung yang paling tinggi dan besar, dimana mereka langsung disambut baik oleh kepala desa.
Kepala desa itupun membawa mereka masuk ke dalam rumah, dimana di tempat itu ada seorang anak kecil seusia 10 tahun.
Anak kecil itupun langsung menatap ke arah Liu Ryu dan Istrinya secara bergantian, lalu berjalan mendekati kepala desa.
" Kakek, sepertinya kita kedatangan tamu dari hewan buas dan para peri. Bahkan ada yang terlahir dari alam semesta. Tapi mereka terlihat baik." Anak kecil tersebut berbisik kepada kepala desa sambil menggoyangkan lengan kakeknya.
Meskipun suara tersebut sangat pelan, namun masih bisa didengar oleh Liu Ryu dan Istrinya yang membuat mereka sontak kaget.
" Cucuku, lebih baik kamu main diluar sana. Tidak baik bicara seperti itu kepada tamu." Kepala desa memberi isyarat kepada anak kecil tersebut agar tidak menggangu pembicaraan mereka.
" Baik kakek." Jawab anak kecil, lalu berjalan keluar melalui pintu yang lain.
" Tuan, nona... Mohon maaf atas kelancangan cucuku. Cucuku memang asal bicara saja." Kepala desa tersenyum canggung sambil menundukkan kepala.
" Paman... Sepertinya cucumu memiliki kemampuan khusus." Sheng Zhishu sama sekali tidak mengambil hati, karena apa yang dikatakan anak kecil sebelumnya memang benar.
Sesaat muncul sosok wanita yang menyuguhkan secangkir teh hangat juga berbagai macam hidangan.
Setelah itu wanita tersebut berpamitan untuk meninggalkan tempat tersebut kembali melanjutkan pekerjaannya.
" Tuan, nona... Jika kalian ingin bermalam disini, nanti aku akan membersihkan beberapa kamar di bagian sana. Hanya saja beginilah keadaan tempat kami." Ucap kepala desa yang seakan menghindar jika Liu Ryu menanyakan nama mereka.
Suatu pertanyaan di benak Liu Ryu dan Istrinya, bagaimana mungkin sosok tersebut bisa mengetahui bahwa mereka memiliki hubungan suami-isteri.
Dan yang paling penting, ruangan yang ditunjukkan oleh kepala desa, tidak bisa menampung jumlah Liu Ryu dan Istrinya. Apakah kepala desa mengetahui bahwa Liu Ryu memiliki Dunia kecil?
" Baiklah paman. Untuk sementara waktu kami meminta izin untuk tinggal disini untuk beberapa hari." Karena rasa penasaran, Liu Ryu ingin mencari tau keanehan dari para warga di tempat itu.
Dengan senyuman hangat, kepala desa itupun mempersilahkan kepada Liu Ryu dan Istrinya tinggal di kamar yang telah disediakan.