
( Istana Kekaisaran Shin )
Ryu yang sudah menemani Istrinya di Istana Teratai, kini langsung berpindah tempat ke Istana Kekaisaran Shin untuk menemui Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying.
Di kamar utama Istana Kekaisaran Shin, kini Ryu telah disambut oleh Istrinya.
Melihat kedatangan Suaminya tersebut, Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying terlihat senang langsung memeluk suami mereka.
" Sian'er... Bagaimana dengan keadaan Kekaisaran Shin?" Tanya Ryu sambil membalas pelukan ketiga Istrinya tersebut.
" Tidak ada yang dikhawatirkan. Hanya saja Perdana Menteri mengatakan dalam satu Bulan yang lalu ada dua sosok Pria sepuh utusan dari Kekaisaran Beruang Putih sedang mencari Gege." Ucap Nan Sian.
" Kekaisaran Beruang Putih? Berarti mereka berasal dari Benua Utara? Lalu apa yang mereka katakan?" Tanya Ryu sedikit penasaran.
" Mereka juga tidak mengatakan apa-apa. Mereka hanya ingin bertemu dengan Gege. Tapi Jenderal Jintao mengatakan bahwa ' Kaisar Ryu memang suami dari Permaisuri dan Ratu dari Kekaisaran Shin, namun tinggal di Istana Kekaisaran Awan.' Jenderal Jintao tidak berani mengatakan bahwa kita sedang melakukan perjalanan jauh." Nan Sian menjelaskan apa yang dikatakan Perdana Menteri.
" Gege... Apa ini ada hubungannya dengan Putri Mahkota Qing Yun yang pernah melakukan sayembara itu?" Tanya Zhou Luyi.
" Aku juga tidak tau. Tapi sebelumnya aku sudah mengatakan bahwa aku tidak ingin mengikuti sayembara itu. Dan Pangeran Qing Sun juga menyetujuinya." Ucap Ryu.
Ryu memang pernah mengatakan hal itu kepada semua Istrinya, namun yang menjadi pertanyaan dari Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying apa tujuan dari kedua utusan tersebut sampai pergi ke Benua Timur.
" Lalu apa perdana Menteri tau kemana perginya kedua utusan itu?" Ryu kembali bertanya.
" Setelah Jenderal Jintao mengatakan hal itu, mereka langsung pamit dan melanjutkan perjalanan." Jawab Zhao Liying.
" Haaahh, sudahlah... Aku tidak ingin membahasnya lagi." Ucap Ryu.
" Gege... Temani kami melihat taman Istana." Ucap Nan Sian sambil membawa mereka keluar kamar.
Di dalam Istana, banyak para Pelayan yang berpapasan dengan Ryu dan Istrinya. Mereka pun menyambut kedatangan Ryu dengan penuh hormat.
Di samping Istana, kini terlihat taman bunga yang memanjakan mata. Bahkan di tempat itu juga terdapat beberapa kolam ikan yang semakin menambah keindahan pemandangan tersebut.
Ryu yang belum pernah mengunjungi taman bunga sebelumnya, kini menyayangkan karena tidak sempat ke tempat tersebut.
" Sian'er... Apa taman ini sudah lama seperti ini?" Tanya Ryu.
" Mmmm... Tapi dulu tidak seindah ini. Sebelum kita melakukan perjalanan ke berbagai Benua, Aku Yi'yi dan Ying'ying selalu merawat taman bunga ini." Ucap Nan Sian sambil berjalan menuju tengah taman yang ada sebuah Gazebo yang cukup besar.
Beberapa Pelayan yang kebetulan melihat mereka, langsung berinisiatif membawa beberapa buah-buahan dan makanan di gazebo itu.
" Aku ingin membawa beberapa bunga ini ke Dunia Quzhu dan membuat seperti ini juga." Ucap Nan Sian yang kini sudah duduk di tempat itu sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ryu.
Tidak lama kemudian dua Pelayan datang mengantarkan makanan ke tempat mereka, lalu kembali melanjutkan pekerjaan yang lain.
Setelah cukup lama menikmati taman bunga, Ryu dan ketiga Istrinya pergi ke dalam Istana untuk menyapa para pengurus Istana Kekaisaran Awan.
*******
( Di Dasar Lautan terdalam )
Terlihat Sosok Bersisik yang memiliki jenggot memanjang bergerak liar dibawah Dagu mereka.
Mereka adalah perkumpulan para Raja penguasa laut terdalam dari berbagai Benua yang sedang berkumpul dari berbagai tempat di bawah lautan paling dalam.
" Raja Laut Barat, Raja Laut Utara, Raja Laut Selatan... Apa kalian tidak menyadari kekuatan kerajaan Laut Timur dan pasukannya?" Tanya Naga Laut Barat.
" Ya... Aku menyadari saat pertemuan kita beberapa bulan yang lalu. Raja Laut Timur jauh lebih kuat dari sepuluh tahun yang lalu saat pertemuan antar penguasa lautan." Ucap Raja Laut Selatan.
" Apa kamu mengetahui bagaimana mereka bisa sekuat itu dalam waktu singkat? Apa ada Dewa tertinggi yang membantu mereka?" Tanya Raja Laut Utara.
" Apa kalian tidak menyadari bahwa ada seorang pemuda dari Ras Manusia yang melewati wilayah kalian saat pemuda itu berlayar?" Raja Laut Tengah kembali bertanya kepada mereka.
" Benar... Aku merasakan kehadiran mereka saat melewati wilayah Kerajaan Laut Utara. Bahkan mereka juga berhasil membunuh Putri Duyung yang merupakan Makhluk Kuno itu. Bahkan seluruh Prajurit terbaikku tidak mampu melawan Putri Duyung itu." Ucap Raja Laut Utara.
Mendengar ucapan tersebut kedua Raja yang lain sontak kaget berkeringat dingin karena mereka mengetahui bagaimana kuatnya Makhluk Kuno.
Namun Raja Laut Tengah masih terlihat tenang karena dia sudah mengetahui kekuatan dari Pemuda yang sedang mereka bahas, meskipun sedikit kaget.
" Raja Laut Tengah, mengapa kamu masih bisa setenang itu?" Tanya Raja Laut Barat sedikit heran.
" Ya... Bukan hanya Makhluk Kuno yang dia bunuh. Tapi juga Dewa Racun, Dewa Ilusi, Iblis Utara dan Dewa Kelinci. Bahkan pemuda itu mengalahkan mereka seorang diri." Ucap Raja Laut Tengah.
" Apa?" Ketiga Raja yang lain sontak kaget.
Mereka semua sudah mengetahui tentang sepak terjang keempat sosok tersebut. Beruntung saja mereka tidak bisa menyelam ke dalam air. Jika tidak, maka kerajaan mereka dapat dipastikan akan hancur.
" Karena kita adalah saudara, jadi aku harap kita semua memilih kebijakan yang tepat. Kalian tau sendiri bahwa kita hanya Ras Naga yang terendah." Ucap Raja Laut Tengah.
" Raja Laut Tengah, lalu bagaimana pendapatmu?" Tanya Raja Laut Barat.
" Dari setiap kerajaan kita, pasti memiliki pilar sebagai daya tarik kerajaan. Dari 20 Putriku hanya Long Hong Zhu yang memiliki kecantikan yang tidak ada bandingannya di kerajaan laut tengah dan paling jenius. Kalian tau keinginanku?" Ucap Raja Laut Tengah sambil melirik ke arah ketiga raja yang lain.
" Maksudmu kita akan menjodohkan Putri kita kepada Pemuda itu?" Tanya Raja Laut Utara.
" Benar... Bukankah kalian sudah tau bahwa pilar kita masing-masing ingin dipersunting oleh Pangeran dari Ras Naga Langit?" Tanya Raja Laut Tengah.
" Tapi itu terlalu berbahaya bagi kelangsungan hidup Ras kita jika kita menolaknya." Raja Laut Barat merasa khawatir.
Jika mereka menolak lamaran dari Dewa Naga Langit, maka dapat dipastikan kehancuran di kerajaan mereka.
Terlebih lagi Ras Naga Langit adalah kasta tertinggi dari semua Ras Naga yang merupakan paling dekat dengan Kaisar Langit.
" Justru mereka akan lebih aman jika berada dibawah perlindungan Pemuda itu. Bukankah karena mereka kita terdampar di tempat ini?" Ucap Raja Laut Tengah.
Dia masih mengingat jelas bahwa Ras Naga Langit menggulingkan kekuasaan Ras mereka dari Dunia Tiantang sehingga membuat mereka semakin melemah dan mengalami penurunan Kultivasi.
" Tapi apakah Pemuda itu mau menerima Putri kita? Bukankah dia sudah memiliki Istri yang sudah banyak?" Tanya Raja Laut Utara.
" Aku tidak peduli jika Pemuda itu sudah memiliki 24 Istri bahkan seratus pun. Yang penting bagaimana cara kita agar bisa kembali ke tanah leluhur kita di Dunia Tiantang. Hanya melewati Pemuda itulah kita bisa kembali. Aku ingin membalas atas penghinaan dari Naga Langit bahkan Kaisar Langit. Kita harus mengembalikan nama baik leluhur kita." Ucap Raja Laut Tengah tanpa disadari melepaskan Aura Pembunuh yang pekat.
Melihat tingkah Raja Laut Tengah yang begitu menaruh dendam kepada Ras Naga Langit, mereka hanya menggelengkan kepala.
Mereka memahami kesedihan dari Saudara mereka, kejadian ribuan tahun yang lalu membuat Ras mereka diasingkan.
Mereka pun mengangguk setuju, lalu pergi menuju Kerajaan Laut Timur untuk meminta bantuan kepada Raja Laut Timur agar bisa dipertemukan kepada sosok Pemuda yang mereka bicarakan.