
Satu-persatu tetesan darah Naga Kuno jatuh ke atas kepala Liu Ryu dan Istrinya dan meresap ke dalam tubuh mereka.
Saat itu juga terdengar suara teriakan dari Liu Ryu dan Istrinya saat darah Naga Kuno menyatu dengan darah mereka.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Raungan demi raungan keras dari 204 sosok naga dengan berbagai macam jenis yang merupakan wujud dari Liu Ryu dan Istrinya.
Bahkan alam di sekitar menjadi gelap diikuti terpaan angin kencang yang bergerak liar ke berbagai arah.
Hujan petir dan kobaran api juga seakan membumi hanguskan wilayah tersebut, namun tidak memiliki efek sedikitpun bagi Liu Ryu dan Istrinya.
Semakin lama semakin kuat raungan tersebut diikuti tubuh ratusan naga semakin membesar.
Dari semua ratusan naga tersebut, ada yang memiliki sepasang sayap, memiliki keempat kaki, ada yang memiliki ukuran memanjang dan ada yang memiliki ukuran raksasa, sesuai dengan darah bawaan dari Liu Ryu dan Istrinya.
Wuush! Wuush! Wuush! Wuush!
Saat tetesan darah Naga Kuno telah habis, ratusan naga tersebut berubah menjadi cahaya dan melesat ke atas langit.
Sesaat ratusan cahaya tersebut kembali ke pinggir jurang dimana tempat awal Liu Ryu dan Istrinya berada.
Tidak lama kemudian ratusan cahaya tersebut kembali ke wujud semula, dimana Liu Ryu dan Istrinya kembali ke wujud manusia.
" Penyerapan darah Naga Kuno itu benar-benar menyakitkan." Gumam Sheng Zhishu, sambil menyeka keringatnya.
Tentu siksaan dari darah Naga Kuno membuat mereka seakan berada di ambang kematian.
" Ya... Aku tidak mau lagi menyerap darah Naga Kuno itu." Huli Yue merasa ngeri, karena siksaan tersebut lebih menyakitkan daripada kematian.
" Tapi itu tidak akan terjadi lagi, karena penyerapan itu hanya satu kali." Ucap Liu Ryu sambil menatap ke arah Istrinya.
Dengan bantuan darah Naga Kuno, kini Liu Ryu sudah mencapai Bintang Kaisar. Begitupun dengan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain, juga sudah mencapai Bintang Kaisar.
Tentu Liu Ryu memfokuskan kepada Istrinya untuk menyerap darah Naga Kuno lebih banyak darinya, agar mereka setara dengannya.
" Ya... Dengan begini, satu tahap lagi kita akan mencapai puncak Kultivator yang berada di Dunia Tiantang ini." Tai Bai seakan bermimpi karena bisa mencapai Bintang Kaisar dalam waktu singkat.
Bahkan sebelum bertemu dengan Liu Ryu, untuk mencapai Bintang Alam saja membutuhkan waktu selama ribuan tahun.
" Istriku, apa kamu tau kira-kira tingkat Kultivasi Kaisar Langit mencapai berapa sekarang?" Tanya Liu Ryu kepada Tai Lung.
" Satu juta tahun yang lalu, tingkat Kultivasi Kaisar Langit sudah mencapai Bintang Kaisar. Mungkin sekarang dia sudah mencapai Bintang Dewa."
" Dia juga menggunakan teknik penguatan fisik seperti kita. Ditambah lagi dengan tujuh Artefak khusus, kekuatannya hingga berkali-kali lipat." Tai Lung menjelaskan tentang kemampuan Kaisar Langit.
Disamping memiliki garis darah Ilahi pemurnian dari Air Nektar Alam, Kaisar Langit juga mempelajari teknik Qi Sembilan Dewa, Darah Pembunuh Langit, Otot Penyangga Bumi, Tulang Sang Abadi, Sum-sum YIN-YANG, dan Organ Lima Pagoda hingga mencapai tahap sempurna.
Begitupun dengan tujuh Artefak yang dia miliki, yaitu Artefak teleportasi, Artefak Kekosongan, Artefak Kekacauan, Artefak tujuh Elemen, Artefak Pelindung Ganda, Artefak Sembilan Pagoda, dan Artefak Seribu Nyawa.
" Dari semua tujuh Artefak khusus itu, bisa dikatakan kebal terhadap serangan elemen, dan memiliki seribu nyawa." Tai Lung menjelaskan kemampuan dari Kaisar Langit.
Artefak Kekosongan, bisa digunakan untuk bersembunyi di ruang hampa, sehingga tidak ada yang bisa mengetahui keberadaannya.
Artefak Kekacauan, digunakan untuk mengendalikan prajurit yang sudah mati dan menghidupkan kembali sesuai keinginannya.
Artefak tujuh Elemen, bisa membuat Kaisar Langit kebal terhadap serangan elemen.
Artefak Pelindung Ganda, meningkatkan pertahanan dan serangan dua kali lipat.
Artefak Sembilan Pagoda, menarik pihak lawan hingga ribuan ke dunia kecil miliknya hingga dibawah kendalinya.
Artefak Seribu Nyawa, bisa membuat seseorang pemakai bisa hidup kembali sebanyak seribu kali saat mengalami kematian.
" Itulah yang terakhir aku ketahui, sejak 800.000 tahun yang lalu." Tai Lung menjelaskan tentang yang dia ketahui dari Kaisar Langit.
" Itu sudah aku ketahui dari ingatan guru kalian sebelumnya. Yang aku tanyakan hanya tingkat Kultivasinya saja saat terakhir kali bertemu." Liu Ryu menggelengkan kepala, karena Tai Lung menjelaskan panjang lebar.
" Hehehe... Aku terlalu bersemangat." Tai Lung tersenyum canggung, karena dia lupa bahwa Liu Ryu telah mengambil permata merah milik guru mereka.
" Kemungkinan besar dia sudah mencapai Bintang Dewa, karena itu terjadi sejak ribuan tahun yang lalu." Lanjut Tai Lung.
Kini Liu Ryu terdiam sejenak, untuk mengalahkan Kaisar Langit, bukanlah perkara mudah karena disamping memiliki tujuh Artefak khusus, dia juga adalah wujud dari janin raksasa.
Tidak menutup kemungkinan bahwa Kaisar Langit memiliki kemampuan yang lain, salah satunya karena dia sudah menyerap bola kristal dari Shang Caiyuan.
Sebenarnya Liu Ryu sudah mengetahui bahwa Kaisar Langit tidak bisa menggunakan tujuh Artefak tersebut di benua yang lain, karena aturan alam semesta.
Meskipun demikian, Kaisar Langit juga memiliki kemampuan khusus yang lain, sehingga dia masih bisa bertarung di benua lainnya.
" Sebaiknya kita kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan. Setelah itu kita akan mengatur rencana selanjutnya." Ucap Liu Ryu, lalu menghilang dari pandangan diikuti Istrinya.
*******
( Istana Kekaisaran Han )
Kini terlihat beberapa sosok yang sedang melakukan perbincangan mengenai penyerangan dari Kerajaan Langit Timur terhadap Kekaisaran Han.
Tentu Kaisar Han Kiang dan seluruh petinggi Istana Kekaisaran Han terlihat ketakutan, karena untuk menghadapi prajurit Kerajaan Langit Timur bukanlah perkara mudah.
" Yang Mulia Kaisar, apa yang harus kita lakukan sekarang? Tidak lama lagi prajurit Kerajaan Langit Timur akan sampai di kota Lanshui." Perdana menteri terlihat pucat karena tidak mengetahui sebab Kerajaan Langit Timur menyerang mereka.
Begitupun dengan Han Kiang yang tidak mengetahui apapun, namun tidak mudah untuk bernegosiasi kepada Kerajaan Langit Timur, karena mereka tidak akan menarik pasukan mereka kembali sebelum menghancurkan Kekaisaran Han.
" Yang Mulia Kaisar, lebih baik kita meminta bantuan kepada pihak Kekaisaran Atas Awan. Semoga saja mereka mau membantu kita." Salah satu Jenderal Besar memberi usul.
Mendengar ucapan tersebut Han Kiang memasang wajah serius, karena meminta bantuan kepada Kekaisaran yang lain pasti ada hubungan timbal balik.
" Ayah... Apa yang dikatakan Jenderal Besar ada benarnya." Han Juan ikut menimpal.
" Jika kita meminta bantuan kepada Kekaisaran Atas Awan, lalu apa yang harus kita berikan kepada mereka?" Tanya Han Kiang.
" Bagaimana jika ayah memberikan adik ke-217 sebagai menantu Kekaisaran Atas Awan?" Han Juan bertanya kembali kepada ayahnya.
Kini Han Kiang memijat keningnya, karena Kekaisaran Han sedang berada di ujung tanduk.