
Elena menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh ke arah suaminya, berusaha untuk menahan diri.
" Mohon maaf Duke Rosell, bukankah anda sudah mengetahui bahwa aku sudah memiliki suami. Jadi aku menolaknya." Jawab Elena, sambil menatap ke arah Duke Rosell.
" Hei nona, kamu kira kamu sedang berhadapan dengan siapa? Kamu tau sendiri bagaimana kekuatan keluarga Rosell?" Kedua pengawal pribadi Duke Rosell terlihat geram, karena Elena menolak mentah-mentah tawaran dari majikan mereka.
Meskipun keduanya tidak yakin bisa mengalahkan Elena, namun dengan bantuan dari para petarung yang bekerja di keluarga Rosell, maka sekuat apapun Elena, pasti akan kewalahan menghadapi mereka.
Buussshh!
Liu Ryu mengeluarkan Aura Dewa Agung, membuat kedua pengawal itu muntah darah hingga pingsan.
" Apa ini cara kalian mengucapkan terimakasih?" Tanya Liu Ryu dengan tatapan dingin kepada Duke Rosell.
Melihat kedua pengawal pribadinya tidak sadarkan diri, Duke Rosell berkeringat dingin, karena dia tidak menyangka bahwa suami dari Elena memiliki kemampuan yang aneh.
" Master, tolong jangan sakiti mereka." Komandan Celine langsung berlutut di hadapan Liu Ryu, karena bagaimanapun keluarga Rosell adalah ujung tombak kota Ludya.
Jika keluarga Rosell mati, maka perekonomian di Ludya akan lumpuh total, yang membuat para warga akan jatuh miskin hingga kelaparan akan terjadi di kota Ludya.
Melihat komandan Celine yang berlutut di hadapan Liu Ryu, Duke Rosell mendapatkan firasat buruk, hingga dengan buru-buru meminta maaf.
" Maafkan atas kelancangan kami, master. Aku akan memberikan kontribusi kepada kalian berdua." Duke Rosell yang berlutut di hadapan Liu Ryu, kini mengutuk keras perbuatannya sendiri.
Liu Ryu menghela nafas panjang, karena membunuh mereka sama sekali tidak ada keuntungan.
" Baiklah, kali ini aku akan memaafkan kalian." Jawab Liu Ryu.
" Terimakasih master." Duke Rosell bernafas lega, dengan buru-buru berpamitan kepada Liu Ryu.
Duke Rosell mengambil semua batu alam milik keluarga Rosell, lalu memberikan kepada Liu Ryu.
Meskipun batu alam sangat berharga bagi keluarga Rosell, namun jika dia tidak memberinya, maka keluarga Rosell akan tinggal nama di Ludya.
" Istriku, ambil semua peti itu!" Liu Ryu meminta kepada Elena, untuk mengambil peti yang diberikan oleh Duke Rosell.
Dengan sebuah anggukan, Elena memasukkan semua peti yang berisi batu alam, sementara Duke Rosell berkeringat dingin, karena harus membutuhkan kekuatan penuh untuk mengangkat belasan peti itu.
Jika bukan karena ketakutannya, Duke Rosell tidak mungkin bisa membawa belasan peti tersebut ke hadapan Liu Ryu.
" Terimakasih Duke Rosell, kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Liu Ryu, lalu meninggalkan ruangan tersebut bersama Elena.
Saat Liu Ryu dan Elena sudah tidak terlihat lagi, Duke Rosell menatap ke arah komandan Celine, seakan meminta penjelasan tentang siapa sosok yang mengerikan itu.
" Tuan Duke Rosell... Pemuda yang kamu singgung tadi adalah orang yang tidak bisa disinggung. Beruntung tuan Duke cepat mengambil tindakan. Jika tidak, maka Istana ini akan rata dengan tanah." Komandan Celine menceritakan bahwa perjalanan mereka bisa selamat berkat bantuan dari Liu Ryu.
Komandan Celine juga menceritakan bahwa Liu Ryu bisa membuat Dewa Gunung bisa menuruti perkataannya.
Juga jumlah hewan buas yang mati di tangannya sudah tidak terhitung jumlahnya, bahkan Siluman sekalipun.
" Bagaimana kami bisa menjelaskan, sedangkan untuk bernafas saja kami harus dengan pelan." Jawab komandan Celine, karena saat Liu Ryu berada di rombongan mereka, semuanya hampir lupa untuk bernafas dengan baik.
Sesaat Duke Rosell melirik ke arah kedua pengawalnya yang masih pingsan, dimana dia sudah mulai mengerti mengapa Nina Lockhart dan komandan Celine tidak berani bicara dengan baik saat Liu Ryu berada di dekat mereka.
*******
Di sisi lain Liu Ryu dan Elena harus mencari cara agar bisa pergi ke Negara Westland, karena hanya beberapa orang saja yang mengetahui jalan menuju Ibukota Negara Westland.
Tentu saja yang mengetahuinya adalah para pedagang atau para bangsawan. Sedangkan warga biasa tidak berani keluar kota.
Liu Ryu dan Elena juga pergi ke Serikat Petarung yang berada di Ludya, agar mereka bisa kembali melanjutkan perjalanan.
" Maaf tuan, yang mengetahui jalur menuju Ibukota Negara Westland hanya keluarga Barley. Selain itu kami tidak mengetahuinya, karena para Petarung disini sudah banyak yang mati." Jawab Pria paruh baya yang merupakan bagian administrasi Serikat Petarung menjelaskan kepada Liu Ryu.
Di dalam bangunan Serikat Petarung, kini hanya tersisa belasan orang, akibat serangan hewan buas yang membuat para Petarung atau para petualang yang mengetahui jalur menuju Ibukota Negara Westland tidak ada satupun yang selamat.
" Apa disini ada sebuah peta?" Tanya Liu Ryu.
" Tuan muda... Sekalipun kami memiliki peta, namun karena portal sihir sudah lama hancur, jadi semuanya harus mengambil jalur yang lain." Pria paruh baya menjelaskan apa yang terjadi.
Pria paruh baya sangat segan kepada Liu Ryu, karena Plakat yang dimiliki Liu Ryu memiliki tanda khusus, meskipun hanya kelas D.
Jika anggota Serikat Petarung memiliki tanda khusus di Plakat miliknya, maka orang itu tidak bisa disinggung.
Mendengar percakapan antara Liu Ryu dan admin Serikat Petarung, salah satu pria botak berbadan kekar dari anggota Serikat Petarung menoleh ke arah Liu Ryu.
" Apakah tuan Petarung ingin pergi ke Ibukota Negara Westland?" Tanya pria botak tersebut kepada Liu Ryu.
" Benar... Apa saudara bisa membantuku?" Tanya Liu Ryu, karena dia dapat melihat bahwa sosok itu begitu tertarik untuk pergi ke Ibukota Negara Westland.
" Sebenarnya aku juga ingin pergi ke Ibukota Negara Westland, agar bisa berkumpul kembali dengan keluargaku. Sayangnya jalur utama sudah terputus, sehingga sudah sepuluh tahun lebih aku tidak bisa bertemu dengan anak dan istriku di Ibukota." Pria Botak itu terlihat murung karena sudah lama meninggalkan rumahnya.
Pria Botak itu memperkenalkan diri dengan nama Jackson. Jackson menceritakan bahwa ada satu cara agar bisa kembali ke Ibukota Negara Westland.
Cara itu memang sangat berbahaya, karena disamping melewati hutan, mereka juga harus melewati padang pasir yang sangat luas.
Untuk melewati padang pasir, seseorang harus menggunakan kapal yang memiliki sirip seperti seekor burung yang mereka sebut dengan Sandflier.
Jika harus berjalan kaki, maka disamping memiliki cuaca panas yang ekstrim, ada beberapa tempat yang memiliki pasir hisap gravitasi.
" Sandflier?" Gumam Liu Ryu, karena baru pertama kali mendengarnya.
" Benar tuan Petarung... Sayangnya harga Sandflier yang berada di Ludya hanya ada satu, yaitu milik keluarga Barley." Jawab Jackson, karena Sandflier hanya dijual di Ibukota Negara Westland, dengan harga yang sangat mahal.
" Kalau begitu, aku harus bertemu dengan keluarga Barley." Jawab Liu Ryu, karena dia tidak memiliki pilihan lain, kecuali harus membutuhkan bantuan keluarga Barley.