SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 360. Pohon Energi


Kini yang tersisa di Istana Kekaisaran Atas Awan hanya ada Liu Ryu dan Istrinya yang pernah berendam di Air Suci serta 300 selir dan para pelayan.


Bahkan Sheng Zhishu dan yang lain juga ikut berendam di Air Suci, sehingga hanya menyisakan Xie Hua dan Nan Sian, karena mereka sedang hamil tua.


Sambil menunggu Istrinya berendam di Air Suci, Liu Ryu meminta kepada Tou Shuijing dan Jiu Tou She untuk menyiapkan beberapa prajurit untuk mengatur keberangkatan mereka untuk kembali berlayar.


Satu bulan kemudian Shang Wushuang bersaudara, Ye Shue dan 70 saudarinya, Ling Huoliang dan 69 saudarinya, Ning Xuanji dan 67 saudarinya, Sheng Zhishu dan yang lain keluar dari danau Air Suci, dimana merasakan tubuh mereka kembali menjadi lebih awet muda.


Namun hal yang sangat berharga yaitu 209 wanita yang pernah berendam di air darah pemilik Tubuh Abadi, kini pikiran mereka kembali jernih.


Liu Ryu yang melihat Istrinya itu tidak bisa berkata tidak tertarik, sehingga dia langsung membawanya ke Dunia Quzhu.


Satu minggu telah berlalu, kini Liu Ryu dan Istrinya berada di Dunia Quzhu, yang artinya mereka sudah menghabiskan waktu selama tujuh tahun.


Liu Ryu membawa Istrinya menuju ke arah tunas sumberdaya yang mereka ciptakan sebelumnya.


Kini tunas-tunas itu telah tumbuh subur dan sudah besar hingga membentuk pohon yang berwarna keemasan.


Disamping pohon tersebut memiliki akar, batang, cabang hingga ranting berwarna keemasan, daun pohon tersebut juga berwarna kristal dan memiliki bunga berwarna putih.


" Suamiku, menurutmu apa nama yang cocok untuk pohon ciptaan kita ini?" Tanya Shang Wushuang.


Sesaat Liu Ryu menatap ke arah pepohonan itu, karena sangat banyak kelebihan, dimana selalu mengeluarkan cahaya dari setiap bagian pohon.


" Pohon ini memiliki aroma yang sangat harum dan memancarkan energi yang sangat kuat."


" Bagaimana jika kita menamakannya dengan Pohon Energi?"


Liu Ryu merasa itu adalah nama yang cocok untuk pohon ciptaan mereka.


" Nama yang cocok." Jawab Istri Liu Ryu serempak.


Karena Pohon Energi memiliki banyak manfaat, Liu Ryu membagikan Pohon Energi kepada seluruh Kekaisaran Gu, Kekaisaran Han, Kekaisaran Taiyang dan Kerajaan yang berada dibawah kekuasaannya.


Dengan adanya Pohon Energi, maka tiga Kekaisaran dan Kerajaan akan terbantu dalam mencukupi kebutuhan Sumberdaya.


" Baiklah, aku akan membawa satu Pohon Energi ini ke Kerajaan Kirrin." Sheng Zhishu mengambil salah satu dari Pohon Energi, lalu berpindah tempat ke Istana Kerajaan Kirrin miliknya.


Begitupun dengan Istri Liu Ryu yang memiliki Kerajaan atau berasal dari Kekaisaran, mereka juga mengambil satu-persatu Pohon Energi dan membawanya ke tempat masing-masing.


Setelah semuanya sudah membawa Pohon Energi masing-masing, Liu Ryu menggunakan kekuatan spiritual miliknya untuk menanam Pohon Energi di sekitar Istana Kekaisaran Atas Awan agar terlihat lebih rapi.


Tentu Pohon Energi itu tidak bisa selamanya tinggal di Dunia Quzhu, karena Pohon Energi harus tumbuh di dunia yang sebenarnya.


Dengan demikian energi langit dan bumi akan menyatu dengan Pohon Energi, sehingga bisa digunakan sebagai Sumberdaya untuk menciptakan Pil Susu Awan.


Tidak hanya itu saja, Pohon Energi juga bisa membuat Sumberdaya yang berada di wilayah sekitar akan tumbuh lebih cepat.


" Benar-benar sangat menakjubkan." Semua Istri Liu Ryu begitu bersemangat untuk menghirup udara segar yang memanjakan hidung mereka.


Saat semua Istri Liu Ryu sudah berkumpul, dimana hanya meninggalkan Sun Kim Ai karena dia sedang melakukan latihan tertutup, Liu Ryu meminta kepada Sheng Zhishu dan yang lain untuk menemaninya dalam bepergian.


" Suamiku, apa kamu tidak mengajak kami?" Ning Xuanji terlihat murung karena Liu Ryu meminta kepada mereka untuk tinggal di Istana Kekaisaran Atas Awan.


Begitupun dengan Ye Shue, Ling Huoliang dan yang lain juga lebih memilih untuk bersama dengan Liu Ryu, seperti para gadis yang sedang kasmaran.


" Ye Shue, Ling Huoliang, Ning Xuanji... Bukankah kita sudah menghabiskan waktu selama tujuh tahun di Dunia Quzhu. Apa itu masih belum cukup?" Liu Ryu menggelengkan kepala, karena 209 wanita itu selalu menempel kepadanya.


" Mungkin butuh seribu tahun, agar terbiasa seperti yang lain." Jawab Ling Huoliang yang tersipu malu.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala karena tidak menyangka bahwa kejadiannya harus seperti itu.


" Suamiku, ingat kata ayah dan ibu. Untuk sekarang aku tidak bisa lagi melakukan Kultivasi Ganda, karena aku ingin memiliki anak." Bisik Tan Shuying, meskipun suaranya pelan namun masih bisa didengar oleh Istri Liu Ryu yang lain.


" Aku juga setuju! Dalam beberapa hari kedepan, lebih baik kita berhubungan untuk mendapatkan keturunan." Sheng Zhishu juga merasa waktu yang tepat agar mereka kembali menimang bayi.


Satu-persatu Istri Liu Ryu juga menuntut agar Liu Ryu memberikan anak kepada mereka, membuat kepala Liu Ryu semakin pusing.


" Bagaimana dengan kalian?" Tanya Sheng Zhishu sambil menatap ke arah 209 wanita itu secara bergantian.


" Sejak kami menikah dengan Xu Tianpeng, kami hanya melakukan Kultivasi Ganda saja. Jadi aku juga menginginkan seorang anak." Ye Shue berkata jujur, sambil melirik ke arah Liu Ryu.


" Haaah, baiklah aku akan menuruti keinginan kalian. Lagi pula wilayah Kekaisaran Atas Awan ini sangat luas. Jadi masih mampu untuk menampung semua keturunanku." Sebenarnya Liu Ryu juga merindukan anak-anaknya yang berada di Dunia Abadi.


Namun mengingat jika mereka kembali ke Dunia Abadi, maka dapat dipastikan bahwa cucunya sudah pasti ada yang sudah dewasa.


Tentu hal itu membuat Liu Ryu merasa malu jika bertemu dengan anak-anaknya, kecuali menjenguk mereka hanya sesaat.


Saat mereka sudah kembali ke ruangan keluarga Istana, Liu Ryu dan Istrinya juga langsung disajikan dengan berbagai macam hidangan oleh para pelayan Istana.


" Suamiku, bagaimana kalian bisa menciptakan Istana ini yang terlihat sangat luas?" Ling Huoliang merasa heran karena dengan banyaknya jumlah mereka, ruangan keluarga Istana seakan tidak bisa penuh.


" Itu semua hasil kerja keras kami." Jawab Xie Xian, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


Dalam kebersamaan itu, terlihat 300 selir Liu Ryu merasa iri karena mereka tidak bisa berkumpul bersama suaminya.


Namun karena mereka hanya seorang selir, sehingga mereka hanya bisa melihat dari kejauhan atas kebersamaan Liu Ryu dan Istrinya.


" Kenapa kalian diam saja? Apa kalian tidak ingin bergabung bersama kami?" Xie Hua yang menyadari bahwa 300 selir Liu Ryu hanya melihat dari kejauhan, langsung memanggil mereka.


Meskipun terlihat ragu, 300 selir itupun berjalan dengan menunduk lalu duduk di lantai layaknya seorang pelayan.


Sambil menarik napas dalam-dalam, Liu Ryu meminta kepada mereka agar bisa bergabung bersama Istrinya yang lain, tanpa perlu merasa sungkan.