
Terlebih semua Hewan Kontrak milik Xie Xian dan yang lain semuanya mati terbunuh oleh pasukan Suku Rubah Langit, tentu sekuat apapun mereka pasti akan mati karena pihak lawan terlalu banyak.
" Meskipun kita tidak ada yang mati, tapi Hewan Kontrak kita yang menjadi korban." Ucap Long Que Zhu.
" Paling tidak, mereka mati dengan terhormat." Feng Quinlan menghela nafas berat karena semua Hewan kontrak mereka harus menjadi korban keganasan pasukan Suku Rubah Langit.
" Sepertinya untuk sementara waktu kita tidak bisa melanjutkan perjalanan. Meskipun tenaga kita bisa pilih, tapi kekuatan kita tidak bisa digunakan secara sempurna karena perbedaan energi alam." Ucap Ryu sambil menatap ke arah mereka.
" Ya... Itu memang wajar, karena Pil Pelangi masih belum bekerja dengan sempurna karena kita baru saja datang kesini." Ucap Xie Xian yang mengetahui bahwa mereka belum terbiasa dengan energi yang berada di Dunia Dongwu.
Jika saja mereka bertarung satu lawan satu dengan tingkat Kultivasi yang sama, Tentu mereka dengan mudah untuk mengalahkan mereka.
Setelah semua selesai, Ryu dan Istrinya kembali ke Istana Kristal untuk menyetarakan kemampuan mereka dengan energi alam yang ada di Dunia Dongwu juga untuk memulihkan diri.
Tanpa menunggu lama Ryu dan Istrinya langsung mengambil tempat duduk bersila untuk memulihkan organ dalam mereka yang sempat terguncang.
Tiga hari kemudian kini Ryu dan Istrinya kembali membuka mata dimana kondisi mereka sudah pulih total. Juga beberapa luka sayatan telah menutup seperti semula.
" Suamiku, apa kita akan melanjutkan perjalanan?" Tanya Tan Shuying sambil menatap ke arah Ryu.
" Tidak perlu terburu-buru. Setelah melakukan pertarungan yang hebat, sebaiknya kita bertarung disini melawan suami kita." Ucap Jiu Wei Hu sambil menggoda suaminya.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun karena sebagai seorang suami, dia juga harus memenuhi kebutuhan istrinya.
" Benar juga... Ada waktunya kita harus menikmati kebersamaan kita." Ucap Xie Xian sambil menggoda suaminya.
" Asal kalian tidak menyerangku secara bersamaan saja." Ucap Ryu yang tidak ingin melakukan hal itu seperti dikeroyok.
" Tidak masalah. Untuk malam ini, biar aku dan Huang Que Yun yang terlebih dulu." Ucap Long Que Zhu sambil menggandeng tangan suaminya, lalu membawanya ke kamar utama.
" Untuk malam ini biar yang muda terlebih dulu." Huang Que Yun juga berjalan mengikuti Ryu dan Long Que Zhu.
Sesaat kemudian mereka telah berada di kamar utama, dimana Ryu terlebih dulu membersihkan diri juga diikuti Long Que Zhu dan Huang Que Yun.
Setelah selesai mandi, Ryu langsung mengganti pakaiannya lalu duduk di sebuah kursi.
Tidak lama kemudian Long Que Zhu dan Huang Que Yun juga keluar dari kamar mandi yang lain, dimana mereka hanya diselimuti kain tipis.
Melihat keindahan dari kedua Istrinya, Ryu langsung menghampiri mereka dimana Long Que Zhu dan Huang Que Yun juga dengan sengaja melepaskan benang yang melilit tubuh mereka.
" Gluug." Ryu menelan ludah.
Meskipun sudah sering menjelajahi kedua istrinya itu, namun Ryu tetap saja sangat menikmati keindahan tubuh istrinya yang bisa membuat seseorang bisa kehilangan kendali.
" Ah... Suamiku." Desah Long Que Zhu sambil mendorong tubuh Ryu ke tempat tidur.
Tidak ingin kalah dari Long Que Zhu, Huang Que Yun langsung menindih tubuh suaminya yang sudah tidak menggunakan sehelai kain pun.
Cukup lama mereka melakukan pemanasan, dimana Long Que Zhu tidak diberikan kesempatan oleh Huang Que Yun agar bisa berada di atas suami mereka.
Karena sudah tidak tahan lagi, Huang Que Yun langsung mengarahkan pusakanya pada pusaka milik Ryu hingga terdengar suara lembut dari mulutnya.
Pada malam itupun mereka menikmati kebersamaan mereka dengan penuh kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Pada malam berikutnya Xie Xian dan Istri Ryu yang lain juga tidak ingin ketinggalan bagian dimana Ryu dengan senang hati melayani keinginan Istrinya tanpa mengeluh sedikitpun.
******
Pada keesokan harinya, Ryu dan Istrinya keluar dari Dunia Quzhu untuk melanjutkan perjalanan.
Di setiap perjalanan mereka, Ryu dan Istrinya sering melakukan pertarungan melawan Suku yang lain yang seakan tidak ingin mereka melewati wilayah kekuasaannya.
Namun Ryu dan Istrinya tidak mengalami kendala apapun karena kondisi mereka sudah mengimbangi energi yang berada di Dunia Dongwu.
Hal yang paling diuntungkan adalah sekelompok Hudie yang sudah menjadi bawahan Ryu, dimana mereka mendapatkan banyak sekali asupan darah dari korban Ryu dan Istrinya.
Setelah melakukan perjalanan yang panjang, kini Ryu dan Istrinya berada di hutan yang sangat lebat.
" Suamiku, tempat apa ini? Sepertinya hutan ini tidak seperti hutan lainnya." Ucap Xie Xian sambil menatap ke arah depan dimana terdapat hutan yang sangat lebat.
" Hanya dengan melewati hutan ini kita bisa sampai di daratan yang lain. Jika berjalan memutar, maka akan membutuhkan waktu selama berbulan-bulan meskipun dengan terbang." Ucap Ryu sambil melangkahkan kakinya.
" Tidak masalah... Lagi pula dengan kekuatan kita sekarang, yang mampu mengimbangi kekuatan kita bisa dihitung dengan jari." Ucap Jiu Wei Hu.
Sambil berbincang kecil, Ryu dan Istrinya berjalan melewati hutan tersebut seperti menikmati taman bunga, tanpa memperdulikan banyak sekali hewan buas yang mereka lewati.
Begitupun dengan hewan buas yang berada di hutan tersebut, juga lebih memilih untuk menghindar dari Ryu dan Istrinya.
Tentu para hewan buas tersebut tidak ingin mengambil resiko karena insting mereka mengatakan bahwa Ryu dan Istrinya tidak bisa diganggu.
" Hewan buas disini sangat lucu." Xie Xian tertawa kecil sambil menutup mulutnya karena hewan buas langsung berlarian saat mendekati mereka.
" Terlalu kuat juga salah, karena mereka langsung kabur. Jika terlalu lemah, maka kita yang akan menjadi santapan mereka." Ucap Jiu Wei Hu yang juga melihat kejadian tersebut.
" Meskipun sekarang kita sudah kuat, tapi masih ada beberapa sosok yang memiliki kekuatan yang tidak masuk akal." Ryu teringat saat dia berhadapan dengan beberapa sosok yang memiliki kemampuan khusus.
Saat berada di kedalaman hutan, kini mereka telah berada di kaki gunung yang menjulang tinggi seakan menembus awan.
" Suamiku, sepertinya hewan buas disini sangat kuat dan banyak. Apa kami boleh bermain dengan mereka?" Tanya Xie Xian yang ingin melakukan pemanasan terhadap hewan buas yang berada di gunung tersebut.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Sebelum Ryu menjawab pertanyaan Xie Xian, kini terdengar raungan keras dari beberapa hewan buas yang mendiami gunung tersebut.
" Suamiku, biarkan kami saja yang melawan mereka. Sepertinya di puncak gunung ini ada sosok yang sangat kuat." Ucap Xie Xian lalu melesat terbang ke arah hewan buas yang berada di tengah gunung tersebut diikuti Istri Ryu yang lain.