SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 500. Daratan Muktho II


Dengan sebilah pedang di tangannya, Liu Ryu membunuh satu-persatu pasukan Iblis Merah yang mendatanginya.


" Siapa orang ini? Kenapa kemampuannya begitu besar?" Pemimpin kelompok pasukan Iblis Merah yang melihat kejadian di depan matanya, kini memasang wajah serius karena hanya ada tiga sosok yang bisa membunuh pasukan Iblis Merah.


Sesaat tatapan mata pemimpin pasukan Iblis Merah tertuju pada sebilah pedang di tangan Liu Ryu yang memiliki aura yang tidak biasa.


" Sepertinya pedang itu tidak bisa dianggap remeh." Pikir pemimpin pasukan Iblis Merah, karena tidak ada satupun senjata yang bisa membunuh pasukan Iblis Merah, kecuali senjata yang memiliki kemampuan khusus.


" Rebut pedang yang ada di tangannya!" Pemimpin pasukan Iblis Merah memberi perintah, sambil menunjuk pedang di tangan Liu Ryu.


GOOAAAH!


Semua pasukan Iblis Merah yang tersisa, meraung keras lalu melesat ke arah Liu Ryu sambil mengayunkan tangan mereka yang membentuk cakaran yang memanjang seperti benda logam.


Traaang!


Traaang!


Craaakk!


Liu Ryu menangkis semua serangan cakaran dari pasukan Iblis Merah, lalu mengayunkan pedangnya secara vertikal untuk melakukan serangan balik.


GOOAAAH!


Satu-persatu tubuh pasukan Iblis Merah terpotong ataupun terbelah menjadi beberapa bagian.


" Sialan... Kenapa di dunia ini ada seorang dewa yang memiliki kekuatan besar." Pemimpin pasukan Iblis Merah berkeringat dingin, karena sepengetahuannya tidak ada satupun yang bisa mengalahkan mereka dengan mudah.


Hanya dua sosok yang bisa membunuh pasukan Iblis Merah dengan mudah, yaitu Dewi Malam dan ratu peri merah.


Selain itu hanya beberapa raja atau ratu siluman yang mendiami beberapa wilayah hutan yang tidak bisa dianggap enteng.


Karena itulah semua pasukan Iblis Merah tidak berani mengusik kediaman raja ataupun ratu siluman, karena kemampuan mereka begitu besar.


Bahkan akibat efek aura kematian, kemampuan raja dan ratu siluman meningkat pesat, sehingga hanya komandan pasukan Iblis Merah saja yang mampu mengalahkan mereka.


" Sepertinya aku harus turun tangan." Gumam pemimpin pasukan Iblis Merah, langsung melesat ke arah Liu Ryu.


Menyadari adanya serangan dari arah samping, Liu Ryu menggeser posisi tubuhnya untuk menyambut serangan dari pemimpin pasukan Iblis Merah.


Traaang!


Benturan keras dari Pedang Naga Petir bertemu dengan cakar dari pemimpin pasukan Iblis Merah, menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.


Aarrgggh!


Mendapatkan tekanan energi dari kedua belah pihak, semua pasukan Iblis Merah yang tersisa, terpental puluhan meter hingga mati seketika.


Pemimpin pasukan Iblis Merah merapatkan giginya, karena benturan energi tersebut justru membunuh semua bawahannya.


" Pukulan Darah Iblis."


Buussshh!


Pemimpin pasukan Iblis Merah, mengepal tangan kanannya, lalu mengarahkan kepada Liu Ryu.


" Seni Naga Kehampaan, Pukulan Penghakiman."


Buussshh!


Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengayunkan tangan kanannya untuk menyambut pukulan dari pihak lawan.


Bboooom!


Kraaack!


" Aarrgggh." Pemimpin pasukan Iblis Merah berteriak kesakitan, karena tangan kanannya seakan patah tulang, hingga terpental ratusan meter.


Pemimpin pasukan Iblis Merah tidak menyangka bahwa Liu Ryu memiliki ketangkasan yang tinggi.


Pemimpin pasukan Iblis Merah dengan buru-buru bangkit berdiri, sambil menatap ke arah Liu Ryu yang masih berada di tempat semula.


Buussshh!


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu menyipitkan matanya, karena aura kematian seakan menjadi sesuatu yang berharga bagi pasukan Iblis Merah.


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Liu Ryu berpindah tempat, ke arah pemimpin pasukan Iblis Merah, seraya mengarahkan kepalan tangannya.


Melihat kemunculan Liu Ryu yang sudah berada di depannya, pemimpin pasukan Iblis Merah membuka matanya lebar-lebar, karena dia seakan tidak diberikan kesempatan untuk memulihkan diri.


" Perisai Iblis Merah."


Duuung!


Pemimpin pasukan Iblis Merah dengan buru-buru menyilangkan tangan kirinya, untuk menahan serangan tinju dari Liu Ryu.


Bboooom!


Kraaack!


" Aarrgggh!" Pemimpin pasukan Iblis Merah kembali berteriak kesakitan, karena serangan tinju dari Liu Ryu membuat tangan kirinya ikut patah.


Wuush!


Pemimpin pasukan Iblis Merah dengan buru-buru melompat ke belakang untuk menjauhi Liu Ryu yang memiliki kekuatan fisik yang sangat mengerikan.


" Sialan... Dewa ini tidak bisa dianggap remeh. Lebih baik aku melarikan diri." Pemimpin pasukan Iblis Merah yang merasakan bahwa dirinya tidak akan mampu melawan Liu Ryu, kini langsung melesat cepat ke sebuah arah untuk melarikan diri.


Terlebih dengan kedua tangannya yang tidak bisa digerakkan lagi, membuat pemimpin pasukan Iblis Merah akan kesulitan untuk bertarung.


Namun Liu Ryu sama sekali tidak pernah membebaskan musuhnya, langsung berpindah tempat ke tempat pemimpin pasukan Iblis Merah, sambil mengayunkan pedangnya.


" Apa?" Pemimpin pasukan Iblis Merah membulatkan mata, karena Liu Ryu sudah muncul di hadapannya.


Slaaash!


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung menebas leher pemimpin pasukan Iblis Merah, hingga kepalanya terpisah dari tubuhnya.


" Siapa yang mengizinkanmu untuk melarikan diri." Liu Ryu berkata dengan nada dingin, lalu mengibaskan tangannya membuat mayat pemimpin pasukan Iblis Merah langsung berpindah tempat ke sebuah lautan yang berada di Dunia Quzhu untuk dijadikan sebagai makanan bagi ras duyung.


Setelah itu, Liu Ryu juga mengambil semua mayat pasukan Iblis Merah yang juga dijadikan sebagai makanan bagi ras duyung.


" Aku harus mencari keberadaan pasukan Iblis Merah ini lagi." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke sebuah arah.


Selama dalam perjalanan, Liu Ryu terus memburu dan membunuh hewan buas yang sudah berevolusi menjadi sosok monster, karena keberadaan mereka sangat berbahaya di kemudian hari.


Selama dalam perjalanan, Liu Ryu juga terus menciptakan cincin raksasa untuk menyerap semua aura kematian di berbagai tempat yang dia kunjungi.


Setelah melakukan perjalanan selama tiga hari, kini tatapan mata Liu Ryu tertuju pada sebuah permukiman warga yang diselimuti sihir pelindung.


" Sepertinya ada dewa yang lain melindungi ras manusia disini." Gumam Liu Ryu, lalu berjalan mendekati pintu gerbang.


Melihat kedatangan Liu Ryu, para penjaga gerbang langsung meningkatkan kewaspadaan, karena mereka berpikir bahwa Liu Ryu adalah salah satu dari raja siluman.


" Berhenti!" Teriak pemimpin penjaga gerbang, sambil mengarahkan busur panahnya.


Liu Ryu menghentikan langkahnya, lalu menatap ke arah pemimpin penjaga gerbang yang berada di atas tembok pertahanan.


" Teman... Aku ini manusia. Jadi buka pintunya, karena sudah berhari-hari aku tidak beristirahat." Liu Ryu sedikit bersandiwara, karena jika dia mengatakan bahwa dia berasal dari daratan yang lain, maka akan membuat para penjaga gerbang semakin curiga.


Mendengar ucapan dari Liu Ryu, pemimpin penjaga dan bawahannya saling berpandangan, lalu menoleh ke arah Liu Ryu mulai dari kepala hingga ujung kaki.


Setelah merasa yakin bahwa sosok yang berada di depan pintu gerbang adalah manusia, pemimpin penjaga itupun memberi Isyarat kepada bawahannya untuk membuka pintu gerbang.


" Terimakasih teman." Liu Ryu mengangguk kecil, lalu berjalan menuju kota tersebut.