
Di sisi lain Han Kiang dan para prajurit Kekaisaran Han memasang wajah serius karena apa yang dilakukan oleh Long Que Zhu dan saudarinya benar-benar menentang para Kultivator dari Benua Tengah.
" Yang Mulia Kaisar, apakah ini akan menjadi pertanda buruk?" Tanya Jenderal Besar dari Kekaisaran Han.
" Ya... Kita sudah terlanjur melakukannya, jadi kita harus menerima konsekuensi ini." Han Kiang merasakan bahwa suatu hari nanti akan ada peperangan besar.
Han Kiang langsung pamit untuk kembali ke Istana Kekaisaran Han, dan berusaha untuk memperkuat semua prajurit yang dia miliki untuk menghadapi segala kemungkinan.
Dengan bantuan dari Pil Pelangi, prajurit Kekaisaran Han bisa lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi, juga memperkuat fisik mereka.
Di sisi lain semua ras Naga Langit terus berdatangan dari Benua Tengah melalui portal teleportasi yang diciptakan oleh Raja Naga Langit sebelumnya.
Kini Raja Naga Langit dan semua anggota keluarganya kini tidak bisa berkata apa-apa lagi karena satu-persatu mereka sudah menjadi budak.
Mereka hanya bisa menyaksikan ras Naga Langit yang silih berganti terkena teknik Tuan-Hamba tanpa kecuali.
" Suamiku, apa yang membuat mereka begitu membenci kita?" Tanya salah satu Istri dari Raja Naga Langit sambil menatap ke arah anak gadisnya yang juga terkena teknik Tuan-Hamba.
Bukan hanya satu, tapi puluhan Istri dari Raja Naga Langit begitu bersedih saat melihat puluhan putri Raja Naga Langit serta cucunya juga dijadikan sebagai budak.
" Maafkan aku Istriku. Ini semua karena masalah dendam masa lalu." Raja Naga Langit menceritakan sekilas tentang jutaan tahun yang lalu yang membuat ras Naga Laut diusir dari Benua Tengah.
Ditambah lagi dengan kelima putra Raja Naga Langit yang sering turun ke Dunia Abadi hanya sekedar memuaskan nafsu mereka kepada anggota ras Naga Laut.
" Jadi itu semua karena kesalahan kalian?" Tanya salah satu Istri dari Raja Naga Langit sambil menatap ke arah Raja Naga Langit, kelima putra Raja dan Ratu Naga Langit.
Meskipun puluhan wanita itu adalah Istri dari Raja Naga Langit, namun mereka tidak mengetahui apa yang terjadi di Istana, kecuali Raja dan Ratu Naga Langit itu sendiri.
" Aku pikir ras Naga Laut tidak akan pernah kembali ke Dunia Tiantang ini." Jawab Ratu Naga Langit sambil menatap ke arah putra-putri mereka dengan tatapan lesu.
" Ibu... Kami tidak ingin menjadi budak seperti ini."
" Ibu, lakukan sesuatu agar segel budak ini terlepas dari kami."
" Ibu... Kami tidak mengetahui apa permasalahan kalian."
Satu-persatu putri Raja Naga Langit merengek meminta bantuan kepada Ibu mereka masing-masing dan berharap pengampunan dari Long Que Zhu dan saudarinya.
" Baiklah nak, kami akan berusaha untuk berbicara kepada orang itu." Puluhan wanita itu tertuju kepada Liu Ryu yang sedang berdiri bersama ratusan wanita cantik.
Semua Istri dari Raja Naga Langit berpikir bahwa sosok tersebut adalah Kaisar Ryu yang diceritakan oleh Raja Naga Langit.
Sebagai seorang ibu, tentu puluhan wanita itu tidak ingin nasib malang menimpa kepada putrinya, meskipun itu semua kesalahan dari suami mereka.
Meskipun puluhan wanita itu sudah berusia ratusan hingga ribuan tahun bahkan ada beberapa sudah berusia jutaan tahun, namun penampilan mereka masih seperti wanita yang hanya berusia 20 tahun karena berkat bantuan Sumberdaya yang memadai.
Puluhan wanita itupun berjalan mendekati Liu Ryu sambil memberi hormat, yang diikuti putri mereka.
Bahkan beberapa putra Raja Naga Langit yang lain juga ikut memberi hormat kepada Liu Ryu dan Istrinya.
" Yang Mulia Kaisar, kiranya anda memberikan pengampunan kepada putra-putri kami. Meskipun kami harus menjadi budak, namun setidaknya anak-anak kami bisa mendapatkan kehidupan yang layak." Puluhan wanita itu berlutut di hadapan Liu Ryu, tanpa memperdulikan harga diri mereka.
Suara isak tangis puluhan wanita itu kini menjadi bahan perhatian para prajurit yang sedang mengatur dan berbaris rapi untuk menyekap ras Naga Langit yang keluar dari portal teleportasi.
" Tangkap dan jebloskan ke penjara." Untuk menyikapi situasi tersebut, Li Chun langsung memberi perintah untuk membawa para tawanan menjauhi Liu Ryu dan Istrinya.
" Baik Jenderal." Jawab beberapa prajurit, lalu berjalan mendekati Liu Ryu dan Istrinya untuk menyeret para tawanan tersebut.
Melihat kejadian itu, Xie Hua dan Nan Sian langsung menghentikan para prajurit, karena merasa tidak enak.
Bahkan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga merasa tidak tega, karena naluri seorang ibu, tentu akan melindungi anak-anaknya.
" Kalian boleh menjaga mereka agar tidak mendekati suami kami, sampai proses ini berakhir." Xie Hua memberi perintah.
" Baik Yang Mulia Permaisuri." Jawab para prajurit, lalu membentuk barisan untuk menghalangi para tawanan yang berusaha untuk mendekati Liu Ryu.
Meskipun para prajurit sudah menyeret mereka, namun puluhan wanita itu terus memohon kepada Liu Ryu agar membebaskan putra-putri mereka agar bisa dibebaskan dari segel budak.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini semua ras Naga Langit telah berhasil ditanamkan segel budak, dimana Raja Naga Langit dan semua putranya yang lain memasang wajah jelek.
" Terimakasih telah menunggu." Long Que Zhu dan saudarinya terlihat senang sambil berjalan mendekati Liu Ryu, lalu menoleh ke arah puluhan wanita yang menangis histeris.
" Apa kita terlalu berlebihan?" Tanya Long Xi Zhu, sambil menatap ke arah mereka.
Untuk menyikapi situasi tersebut, Long Que Zhu dan saudarinya memanggil ayah mereka masing-masing agar bisa datang ke tempat itu.
Tidak lama kemudian muncul lima sosok yang merupakan kelima Raja Naga Laut.
Kelima Raja itupun menatap ke arah beberapa sosok yang masih mereka kenal sejak jutaan tahun yang lalu.
Sosok yang mereka kenal, tidak lain adalah Raja dan Ratu Naga Langit serta beberapa Putranya.
" Ayah, kami telah berhasil membalas dendam kepada ras Naga Langit yang pernah mengusir ras kita." Long Que Zhu dan saudarinya menjelaskan bahwa mereka sudah membuat segel Tuan-Hamba kepada semua ras Naga Langit.
Mendengar ucapan tersebut, kelima Raja Naga Laut menarik napas dalam-dalam karena kelakuan putri mereka terlalu berlebihan.
Meskipun kelima Raja Naga Laut masih menyimpan dendam kepada ras Naga Langit, namun tidak semua ras Naga Langit yang melakukan kesalahan.
" Menantuku, apa kami boleh memberi usul?" Tanya Long Mubai, mewakili keempat Raja yang lain.
" Silahkan ayah mertua." Jawab Liu Ryu, karena dia berfikir bahwa merekalah yang berhak untuk mengambil sikap.
Mendengar ucapan tersebut, puluhan wanita itupun berlutut di hadapan kelima Raja Naga Laut, agar diberikan keringanan dan membebaskan putra-putri mereka dari segel budak.
Kelima Raja Naga Laut itupun menoleh ke arah mereka seperti memiliki rencana tersendiri untuk membalas dendam kepada Raja Naga Langit.