SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 146. Tamu Istimewa


Namun apa yang ditunggu oleh Ryu, 70 Peri cahaya belum juga muncul. Tapi Ryu merasakan Qi miliknya mulai meningkat.


" Hmmm... Sepertinya mereka hanya menyalurkan Qi untukku dari Pagoda Jiwa." Ryu bergumam sambil merasakan Qi yang masuk ke dalam tubuhnya.


" Dewa Agung, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Tou Shuijing sambil melirik ke dua kelompok tersebut.


" Kalian tangani manusia berkaki empat itu, dan 26 Naga Kerang akan membantu butiran cahaya itu. Biar aku sendiri yang merobek mulut kelompok pendek itu." Ryu berasumsi bahwa keempat kelompok tersebut saling bermusuhan satu sama lain.


Karena bawahannya ada yang berasal dari Ras Peri cahaya, tentu Ryu membela Ras Peri cahaya, meskipun tidak tau harus siapa yang benar dan salah.


Entah mengapa Ryu begitu benci saat melihat Goblin yang memiliki postur tubuh seperti itu, sehingga dia ingin sekali merobek mulut Goblin tersebut.


" Sekarang majulah si pendek!" Ryu tersenyum lebar sambil menatap ke arah kelompok Goblin.


" Kurang ajar, bunuh manusia itu!" Pemimpin kelompok Goblin memberi perintah.


Straaing!


Ryu berpindah tempat ke arah kelompok Goblin, langsung mengalirkan elemen Petir Hitam di kepalan tangannya.


" Apa?" Pemimpin Goblin memutar bola matanya ke arah Ryu yang sudah berada di sampingnya langsung mengayunkan Kapaknya ke arah Ryu.


Baaam!


Sebelum Kapak milik pemimpin Goblin menyentuh Ryu, kepalan tangan Ryu sudah bersarang di kepala pemimpin Goblin hingga membuatnya terpental.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Kelompok Goblin yang lain membulatkan mata saat pemimpin mereka bisa dikalahkan dengan mudah.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Ryu menjatuhkan Hujan Petir Hitam mengarah kepada kelompok Goblin.


Namun apa yang diharapkan Ryu, ternyata serangan petir tersebut bisa dinetralkan dengan senjata alat pertanian yang ada di tangan kelompok Goblin.


" Petir macam apa itu?" Gumam kelompok Goblin yang merasakan tubuh mereka nyeri.


Meskipun Ras Goblin kebal terhadap serangan elemen, namun kali ini mereka dapat merasakan kekuatan elemen yang dilepaskan oleh Ryu.


" Hmmm... Ternyata kelompok pendek ini tidak sesederhana yang aku pikirkan." Ryu menyipitkan matanya karena serangan Petir Hitam seakan tidak berfungsi bagi kelompok Goblin.


Jika saja itu dilakukan pada manusia yang ada di Dunia Abadi, dapat dipastikan mereka sudah menjadi kabut darah.


" Hahaha... Apa kamu pikir dengan serangan seperti itu bisa membunuh kami?" Pemimpin Goblin yang awalnya terpental jauh, kini melesat cepat ke arah Ryu meskipun merasakan tulangnya seakan remuk.


" Baiklah, kita lanjutkan lagi." Ryu langsung melesat cepat ke arah kelompok Goblin dan menciptakan pukulan dengan kekuatan penuh.


Baaam! Baaam! Baaam!


Dengan ketangkasannya Ryu menghujam pukulannya terhadap kelompok Goblin yang berusaha untuk menyerangnya.


" Kalian boleh menahan serangan Petir Hitam dariku, tapi tidak untuk yang ini." Dengan ketangkasan yang luar biasa, Ryu terus memukul mundur kelompok Goblin.


Ryu memang mengakui kecepatan gerakan dari kelompok Goblin, namun untuk kekuatan fisiknya sekarang dia masih mampu mengimbangi kecepatan lawan.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Setelah pukulan yang dilepaskan Ryu, membuat kelompok Goblin terpental puluhan meter.


" Sialan... Bagaimana mungkin ada orang lain yang mampu mengimbangi kecepatan Ras Goblin?" Pemimpin Goblin memasang wajah jelek karena bawahannya banyak yang mati.


" Lari!" Pemimpin Goblin yang terlihat frustrasi, langsung memberi perintah kepada bawahannya.


Wuush! Wuush! Wuush! Wuush!


Saat mendengar perintah tersebut, kelompok Goblin berlari menjauhi tempat tersebut ke arah tertentu.


" Mau kemana?"


Straaing!


Dengan senyuman lebar, Ryu langsung berpindah tempat ke arah depan kelompok Goblin yang ingin melarikan diri.


" Pelindung Yin-Yang Kura-kura"


Wuush!


Ryu langsung menciptakan untuk pelindung transparan mengelilingi kelompok Goblin, hingga membuat mereka tidak bisa meninggalkan tempat tersebut.


Kini pandangan para Goblin menjadi gelap diikuti keringat dingin menatap ke arah Ryu dengan tangan gemetar.


Kali ini Ryu memang sengaja menyiksa kelompok Goblin tersebut hingga membuat wajah mereka tidak berbentuk karena banyak mendapatkan luka lebam di sekujur tubuh mereka.


Di pertarungan lain juga Tou Shuijing, Jiu Tou She, Xie Shui dan Pasukan Semesta juga tidak kalah kalah hebat.


Dimana Pasukan Semesta banyak yang mengalami luka sayatan di sekujur tubuh mereka, karena senjata yang digunakan Ras Peri Hewan sangatlah tajam.


Jika saja Pasukan Semesta tidak menggunakan Baju Zirah dan fisik yang kuat, dapat dipastikan tubuh mereka akan terbelah hanya dalam satu kali tebasan.


Beruntung Pasukan Semesta juga memiliki ketangkasan dan kecepatan bergerak sangat tinggi. Jika tidak, mereka akan mengalami kekalahan.


Begitupun dengan 26 Naga Kerang yang membantu Ras Peri Cahaya Jika saja kekuatan jiwa mereka tidak kuat, dapat dipastikan mereka akan terbunuh hanya dengan Aura kematian dari Ras Peri Kegelapan.


Setelah melakukan pertarungan cukup lama, akhirnya prajurit Kerajaan Hen, Kerajaan Shun dan Kerajaan Gen berhasil dikalahkan meskipun banyak anggota Pasukan Semesta yang mengalami luka berat.


Berbeda dengan Ryu yang melawan prajurit Kerajaan Gen yang merupakan Ras Goblin. Ryu benar-benar menyiksa mereka sampai ada yang memilih bunuh diri akibat penyiksaan yang dilakukan Ryu.


Ryu seperti memiliki dendam pribadi terhadap Kerajaan Gen, meskipun baru pertama kali bertemu.


" Terimakasih atas bantuan kalian semua." Ucap pemimpin Peri Cahaya.


Meskipun tubuh mereka tidak terlihat oleh Ryu dan Pasukan Semesta yang lain, namun mereka masih bisa mendengar suara dari butiran cahaya tersebut.


" Tidak masalah... Lagi pula beberapa bawahanku, leluhur mereka berasal dari Ras Peri Cahaya." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah 26 Naga Kerang.


Mendengar perkataan dari Ryu, Pemimpin Peri Cahaya menoleh ke arah 26 Naga Kerang sambil menyipitkan matanya.


Tentu Pemimpin Peri Cahaya dapat merasakan Aura familiar dari 26 sosok tersebut, namun bentuk fisik mereka sangat berbeda.


" Di dalam darah kalian ada mengalir darah Ras Peri Cahaya, tapi kenapa bentuk kalian seperti Naga?" Tanya Pemimpin Peri Cahaya.


" Ceritanya sangat panjang. Beruntung kami bertemu dengan Dewa Agung, jadi kami bisa seperti sekarang." Jawab salah satu dari Naga Kerang.


" Oh begitu. Sepertinya kalian bukan berasal dari Dunia Nuse ini." Pemimpin Peri Cahaya masih penasaran sambil menoleh ke arah Ryu, lalu menoleh ke arah Pasukan Semesta.


" Benar... Kami memang bukan berasal dari Dunia Nuse. Kami pergi ke Dunia ini karena ada hal yang ingin kami cari." Ryu berkata jujur karena menurutnya Peri Cahaya tidak memiliki niat jahat.


" Jadi begitu? Baiklah, mari kita pergi dari tempat ini. Aku akan mempertemukan kalian kepada Yang Mulia Ratu." Meskipun sedikit ragu, Pemimpin Peri Cahaya membawa mereka ke tempat tinggal Kerajaan Guang.


Mengingat Ryu dan kelompoknya sudah membantu mereka, Pemimpin Peri Cahaya tidak keberatan jika Ryu dan kelompoknya dianggap sebagai tamu istimewa.