SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 392. Kemarahan Dewi Arinia


Mendengar penjelasan dari Dewi Arinia, Liu Ryu sedikit mengerutkan kening. Jika sosok yang mereka katakan adalah Xu Tianpeng yang berasal dari dunianya, maka dunia itu akan mengalami bahaya.


' Xu Tianpeng... Jika itu benar-benar dia, lalu apa yang dia cari di dunia ini?' Pikir Liu Ryu sambil menatap ke arah Istrinya.


" Lalu dimana mereka sekarang?" Tanya Liu Ryu.


" Mereka tinggal di daratan Muktho. Hanya saja bawahan mereka sudah tersebar di berbagai tempat. Salah satunya adalah sekelompok hewan buas yang selalu menyerang para warga." Jawab Dewi Arinia, lalu dia juga menceritakan bahwa pihak Istana Kalajengking Gurun juga salah satu bawahan Dewi Malam.


Siluman Kalajengking Gurun memiliki wilayah kekuasaan di bagian utara gurun pasir yang berdekatan dengan Istana Ular Gurun.


" Pada awalnya Siluman Kalajengking Gurun masih berada dibawah kekuasaan kami. Namun sekarang mereka semakin kuat, hingga mereka ingin menghancurkan Istanaku." Dewi Arinia menjelaskan tentang pasukan Siluman Kalajengking Gurun.


Jika pasukan Siluman Kalajengking Gurun berhasil menghancurkan Istana Ular Gurun, maka mereka akan lebih bebas untuk membunuh semua manusia yang tinggal di daratan Efhoria.


" Karena itulah aku meminta bantuanmu, karena sudah banyak rakyat kami dibunuh oleh pasukan Siluman Kalajengking Gurun." Dewi Arinia mengutarakan tujuannya, karena ini tidak hanya menyangkut kelangsungan hidup ular gurun, melainkan kelangsungan hidup manusia.


Elena yang mendengar penjelasan dari Dewi Arinia, kini terlihat khawatir. Bagaimanapun juga daratan Efhoria adalah tanah kelahirannya, sehingga dia meminta kepada Liu Ryu untuk membantu pasukan Siluman Ular Gurun sebelum melanjutkan perjalanan ke daratan Muktho.


" Baiklah, aku akan membantu kalian. Tapi sayangnya dengan kemampuanku sekarang, aku masih tidak bisa banyak membantu." Jawab Liu Ryu, membuat Dewi Arinia bernafas lega.


Dewi Arinia meminta kepada beberapa pelayan untuk mengantarkan Liu Ryu dan Elena ke kamar tamu, agar mereka bisa beristirahat sejenak.


" Jangan kecewakan tamu kehormatan kita! Untuk sementara waktu aku akan menyelesaikan pemurnian di kolam belakang Istana." Dewi Arinia memberi perintah kepada bawahannya untuk berjaga di jalan menuju kolam belakang Istana.


Kolam belakang Istana yang dimaksud adalah kolam Air Suci, yang bisa meningkatkan kualitas fisik dan mental, karena Dewi Arinia ingin melakukan pertarungan hidup dan mati kepada raja Siluman Kalajengking Gurun.


*******


Satu minggu telah berlalu, Liu Ryu dan Elena terus berada di dalam kamar, membuat mereka hanya melakukan Kultivasi Ganda sepanjang waktu.


Meskipun selama satu minggu, kebutuhan mereka selalu terpenuhi oleh para pelayan, namun Liu Ryu merasa bosan karena tidak ada aktivitas lain selain melakukan Kultivasi Ganda.


" Apa yang mereka lakukan kepada kita? Apakah mereka ingin mengurung kita selamanya disini?" Liu Ryu sedikit kesal karena perjalanannya sudah lama tertunda.


" Suamiku, bukankah itu lebih baik, karena disini kamu bisa menyerap energi Yin milikku lebih banyak lagi?" Tanya Elena yang kini kemampuannya semakin meningkat.


Berkat Inti Sel Dewa Gurun dan energi ular derik yang Elena serap, fisiknya semakin kuat, hingga bisa memberikan Yin yang lebih banyak kepada Liu Ryu.


" Tapi kita harus melanjutkan perjalanan. Jika seperti ini terus, maka tujuanku pulang ke Dunia Tiantang akan lebih lama lagi." Liu Ryu tidak ingin terlalu lama di tempat itu, karena dia sangat merindukan keluarganya.


Melihat Liu Ryu yang sedang marah, Elena tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain mengikuti keinginan suaminya.


Liu Ryu langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu keluar dari kamar, dimana langsung disambut oleh enam penjaga.


" Salam tuan." Keenam penjaga menundukkan kepala.


" Aku ingin bertemu dengan Ratu kalian." Tanpa basa-basi, Liu Ryu langsung mengutarakan tujuannya, karena dia sudah merasa bosan berdiam diri di kamar.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu dengan nada tinggi, keenam penjaga saling berpandangan, karena tidak tau apa yang harus mereka lakukan.


" Cepat katakan, dimana Ratu kalian?" Liu Ryu semakin kesal karena keenam pengawal itu masih belum menjawab pertanyaannya.


" Tuan... Ratu Arinia sedang melakukan pemurnian diri." Jawab salah satu pengawal dengan gugup.


" Tunjukkan padaku dimana dia sekarang!" Liu Ryu tidak mau dirinya seakan dipermainkan.


Keenam penjaga itupun dengan terpaksa harus memberitahukan keberadaan Dewi Arinia, meskipun kali ini mereka pasti akan mendapatkan hukuman.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung bergegas menuju belakang Istana, tanpa memperdulikan beberapa penjaga yang berusaha untuk mencegahnya.


Saat berada di wilayah kolam Air Suci, para penjaga menghentikan langkah mereka, karena tempat itu adalah wilayah terlarang untuk mereka, karena hanya Dewi Arinia saja yang bisa masuk ke tempat itu.


Liu Ryu yang sudah berada di wilayah kolam Air Suci, kini berjalan dengan mengendap saat merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


Tidak lama kemudian, mata Liu Ryu tertuju pada sosok wanita yang sedang menari dibawah sinar bulan.


" Air di kolam itu memiliki energi alam yang sangat padat. Jika aku berendam di kolam itu, maka Qi milikku bisa pulih dengan cepat." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah kolam.


Di sisi lain Dewi Arinia yang sedang menari dibawah sinar bulan tanpa menggunakan busana, kini memasang wajah memerah padam karena ada sosok yang berani mendekati wilayah suci miliknya.


" Cepat keluar! Atau aku akan membunuhmu." Dewi Arinia yang merasa sudah terlanjur mengekspos bagian tubuhnya, kini tatapan matanya tertuju pada Liu Ryu yang sedang bersembunyi.


Karena keberadaannya diketahui, Liu Ryu langsung keluar dari persembunyiannya, lalu berjalan mendekati Dewi Arinia yang sudah berwujud manusia seutuhnya.


" Kamu adalah tamuku, beraninya kamu menginjakkan kaki di wilayah terlarang milikku." Dewi Arinia menatap ke arah Liu Ryu penuh dengan kebencian.


" Jujur saja, aku sangat membutuhkan energi yang berada di kolam ini." Ucap Liu Ryu dengan nada santai, tanpa memperdulikan tatapan Dewi Arinia yang seakan ingin membunuhnya.


" Lancang." Bersamaan dengan ucapannya, Dewi Arinia langsung melesat ke arah Liu Ryu sambil mengarahkan tangannya ke depan.


Mendapatkan sambutan yang tidak ramah, Liu Ryu menyipitkan matanya, langsung menyambut serangan dari Dewi Arinia.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Pertukaran serangan dari kedua belah pihak, membuat wilayah sekitar menciptakan gempa.


" Apa kamu ingin bertarung denganku dengan tubuhmu seperti ini?" Liu Ryu merasa heran karena Dewi Arinia tidak memperdulikan dirinya yang telanjang bulat.


" Kamu sendiri yang membuatku marah. Kamu tau, aku tidak bisa menyelesaikan proses pemurnian jika kamu menginjakkan kaki di wilayah ini." Dewi Arinia yang semakin geram, terus melancarkan serangannya, dengan niat membunuh yang sangat kuat.


Untuk menyikapi situasi tersebut, Liu Ryu dengan terpaksa harus mengerahkan semua kemampuannya untuk mengalahkan Dewi Arinia yang terus menyerangnya.