SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 154. Tekad Ras Peri Hutan


Ras Orc memiliki ciri khas seperti manusia berbadan kekar dan berotot memiliki taring dan telinga memanjang ke atas.


Untuk Ras Org hampir tidak mirip lagi dengan manusia, terdapat beberapa bagian, yaitu warna merah memiliki kulit seperti sisik ular, warna hijau memiliki telinga kerucut dan warna kuning memiliki dua kepala.


" Jenderal Serigala, bawa pasukan dan cari keberadaan orang yang membunuh prajurit kita! Aku yakin mereka sedang menyusup di wilayah ini." Raja Naga memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Raja." Ucap Jenderal Serigala, lalu meninggalkan tempat tersebut.


Saat Jenderal Serigala telah pergi, Raja Naga memasang wajah gelap karena pasukannya yang sangat banyak bisa dikalahkan dengan mudah.


Namun jika dibandingkan dengan pasukan Ras Org, mereka masih kalah jumlah.


*******


Di tempat lain rombongan Ryu telah berada di tempat pohon suci, dimana dari kejauhan terlihat pohon yang menjulang tinggi dengan mengeluarkan uap berwarna hijau.


" Pendekar Ryu, itu pohon suci." Gong Sifa menunjuk ke arah pohon yang terlihat berbeda dari yang lain.


Di sisi lain Ryu terus memperhatikan pohon tersebut dimana uap hijau hampir menutupi pohon suci, yang menandakan semakin mendekati pohon suci maka energinya semakin kuat.


" Apa kita akan Berkultivasi di bawah pohon suci itu?" Ryu sekedar memastikan apa mereka mampu beradaptasi di tempat tersebut.


Mendengar pertanyaan dari Ryu, Gong Sifa menggelengkan kepala yang menandakan bahwa mereka tidak mampu.


" Pendekar Ryu, kami hanya mampu mendekati pohon suci dengan jarak 10 meter. Jika terlalu dekat, maka tubuh kami akan hancur berkeping-keping." Ucap Gong Sifa, lalu menatap ke arah bawahan Ryu.


" Kita semua boleh Berkultivasi di dekat pohon suci. Jika ada yang mampu lebih dekat lagi, maka aku persilahkan. Namun aku sarankan agar tidak mengambil resiko besar." Gong Sifa melanjutkan pembicaraannya.


" Baiklah,. kita akan mencobanya." Jawab Ryu sambil berjalan mendekati pohon suci diikuti yang lain.


Saat Ryu berada dalam jarak 10 meter, dia hanya merasakan sesuatu yang sedang menggores kulitnya namun dia sama sekali tidak merasakan sakit sedikitpun.


" Sepertinya aku akan mencoba mendekati pohon suci itu." Ryu kembali melangkahkan kakinya menuju pohon suci.


Sesaat Ryu mulai merasakan seluruh kulitnya seakan digores dengan energi tidak kasat mata, namun kali ini dia sudah mengalami luka sayatan.


" Beruntung saja aku memiliki kekuatan fisik seperti sekarang. Terlebih lagi dengan bantuan Cincin pemulihan ini." Ryu sambil melirik ke arah lengannya yang terkena sayatan perlahan menutup kembali.


Tap! Tap! Tap!


Ryu kembali berjalan hingga sudah berjarak satu meter dari pohon suci, dimana dia harus mengeluarkan Qi untuk melindungi tubuhnya.


Kini mata Ryu tertuju pada sebuah pintu yang berada di pohon tersebut, dimana dia merasa penasaran.


Namun hal itu dia urungkan, karena jika terlalu dekat dengan pohon suci, maka tubuhnya akan menjadi gumpalan daging.


" Aku harus menyesuaikan diri terlebih dulu di tempat ini sebelum menuju pintu itu." Ryu bergumam dimana dia sudah diselimuti uap hijau hingga seluruh tubuhnya tidak terlihat.


Menyaksikan bahwa Ryu sudah tidak terlihat lagi, Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan hanya menggelengkan kepala karena tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Bahkan Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan hanya mampu duduk Berkultivasi dengan jarak 10 meter dari pohon suci.


" Mengerikan."


Itulah yang ada di benak Gong Sifa sambil menatap ke arah 93 Istri Ryu yang juga tidak kalah menunjukkan kemampuan mereka.


Kini semua Istri Ryu telah berada dalam jarak kurang dari dua meter dari pohon suci, dimana tubuh mereka juga diselimuti uap hijau yang membuat mereka tidak terlihat oleh Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan.


Dengan jarak tiga meter, Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Xie Shui juga menunjukkan kemampuan fisik mereka.


Sedangkan Pasukan Semesta juga sedang duduk Berkultivasi dengan jarak empat meter dari pohon suci.


" Yang Mulia Ratu." Sang Jenderal memasang wajah masam karena Sumberdaya yang merupakan milik Ras Peri Hutan bisa ditaklukkan oleh Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta.


Bukan karena sang Jenderal marah, namun lebih tepatnya dia merasa Jenderal paling lemah yang seharusnya memiliki kekuatan besar.


" Bersabarlah Jenderal... Sepertinya tamu kita ini sangat istimewa." Gong Sifa mulai mengerti bahwa sebuah kekuatan bukan hanya dilihat dari segi Kultivasi, melainkan akan hal-hal yang lebih penting.


Baik itu dari tingkat Fondasi, maupun pemahaman-pemahaman yang lain agar memiliki kekuatan fisik yang besar.


" Seharusnya sebagai seorang Jenderal, akulah yang bertanggung jawab untuk melindungi Kerajaan Gong. Aku tidak ingin terlihat lemah seperti ini." Sang Jenderal membulatkan tekad, lalu bangkit berdiri ingin mencoba batasan fisiknya.


Melihat hal itu, semua anggota Ras Peri Hutan juga bangkit kembali untuk mengikuti Jenderal mereka.


" Sialan... Bagaimana mereka bisa mencapai tempat itu dengan mudah." Sang Jenderal menggertakkan gigi berusaha menahan energi liar yang seakan mencabik-cabik tubuhnya saat berada dalam jarak sembilan meter dari pohon suci.


" Tidak... Aku tidak mau kalah. Pendekar Ryu, kamu adalah inspirasiku." Sang Jenderal kembali melangkahkan kakinya hingga mampu berada dalam jarak delapan meter dari pohon suci.


Melihat hal itu, Gong Sifa juga ingin menunjukkan kemampuannya, lalu bangkit berdiri untuk mendekati pohon suci.


" Sebagai seorang Ratu, akulah yang bertanggung jawab untuk melindungi Ras Peri Hutan. Aku tidak boleh kalah dari Istri Pendekar Ryu." Gong Sifa juga merasakan hal yang sama, dimana semua Istri Ryu sebagai inspirasi untuknya.


" Peri Hutan memiliki Qi yang sangat besar, aku juga harus melampaui batasanku." Selangkah demi selangkah, Gong Sifa menyalurkan Qi untuk melindungi tubuhnya agar tidak mengalami goncangan hebat.


Kraaack! Kraaack! Kraaack!


Terdengar suara tulang yang seakan remuk di dalam tubuh Gong Sifa, namun dia masih berusaha untuk mengendalikan diri agar tidak jatuh.


Tanpa Gong Sifa sadari bahwa tulang-tulang yang awalnya remuk, kini mulai tumbuh tulang yang baru dan lebih kuat dari sebelumnya.


Saat merasa sudah mampu mengendalikan diri dari tekanan tersebut, Gong Sifa kembali melanjutkan langkahnya secara perlahan.


Inilah kemampuan khusus Ras Peri Hutan sebenarnya, dimana uap hijau tersebut bisa memperkuat Fondasi milik mereka dan mampu meregenerasi sel-sel tubuh mereka dengan cepat.


" Ini?" Gong Sifa membulatkan mata saat luka sayatan di tubuhnya secara perlahan menutup kembali.


Kini Gong Sifa dan sang Jenderal mampu berada dalam jarak empat meter tepat dimana Pasukan Semesta berada.


" Sepertinya hanya sampai disini batasanku." Gumam Gong Sifa dimana tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa, bahwa pandangannya sedikit kabur.


Namun Gong Sifa dan sang Jenderal sangat puas dengan pencapaian mereka yang mampu berada di dalam jarak seperti sekarang.