
Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain yang sudah memulihkan diri, kini langsung melesat ke arah 209 Istri Xu Tianpeng yang tertinggal.
Pertarungan itupun kembali menggema di udara, membuat Dewa Ashura menggelengkan kepala.
Sebenarnya 209 wanita itu tidak ingin bertarung lagi, karena mereka sudah terkena efek teknik pesona, sehingga semua yang memiliki ikatan kepada Liu Ryu, mereka anggap sebagai rekan mereka sendiri.
" Sangat disayangkan jika mereka dibunuh. Dengan kemampuan mereka sekarang, kalian akan menjadi kuat lagi." Ucap Dewa Ashura kepada Istri Liu Ryu yang sedang bertarung.
" Maksudnya?" Tanya Huli Yue, penuh selidik.
" Mereka sudah terkena efek teknik pesona. Jadi mereka akan tertarik dan tunduk kepada suami kalian." Dewa Ashura menjelaskan tentang apa yang terjadi pada 209 wanita itu.
Meskipun 209 wanita itu adalah Istri dari Xu Tianpeng dan sudah banyak melakukan kejahatan, namun kemampuan mereka masih bisa digunakan untuk memperkuat pertahanan Kekaisaran Atas Awan.
Di Dunia Yuzhou, 209 wanita itu hanya mencapai Pendekar Semesta tahap akhir, karena aturan alam semesta, dimana puncak Kultivator di Dunia Yuzhou.
Namun ketika sudah berada di Dunia Tiantang, mereka semua sudah mencapai Bintang Dewa.
" Jika suami kalian melakukan Kultivasi Ganda kepada mereka, justru akan membantu suami kalian agar bisa lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi." Dewa Ashura mengingatkan kepada Istri Liu Ryu, karena untuk mencapai puncak Kultivator di Dunia Tiantang bukanlah perkara mudah.
Itulah kenapa Xu Tianpeng mencari Istri lebih banyak lagi, karena dengan bantuan Istrinya sebanyak itu, dia bisa mencapai Bintang Dewa di Dunia Tiantang.
" Kalian harus tau, Kaisar Langit memiliki banyak Sumberdaya yang sudah tidak terhitung. Namun itu masih tidak cukup untuk mencapai Bintang Dewa, jika tidak melakukan Kultivasi Ganda bersama ribuan Istrinya." Dewa Ashura menceritakan bahwa begitu banyaknya Istri Xu Tianpeng.
Mendengar ucapan tersebut Istri Liu Ryu langsung menghentikan pertarungan, dimana 209 wanita itu juga langsung berdiri sambil menoleh ke arah Liu Ryu yang sedang memulihkan diri.
" Apa mereka bisa dipercaya?" Tanya Liu Jiang Yu, sambil menunjuk ke arah 209 wanita tersebut.
" Teknik pesona milik Kaisar Langit sangat kuat. Jika kalian terkena efek teknik pesona, maka kalian akan tunduk kepadanya, meskipun kesadaran kalian tidak terganggu."
" Begitupun dengan 209 wanita itu. Mereka juga akan mengikuti keinginan suami kalian, meskipun dengan nyawa mereka sebagai taruhannya." Jawab Dewa Ashura.
Itulah kenapa Istri Xu Tianpeng yang lain tidak membawa 209 wanita itu, karena bukan bagian dari mereka lagi.
Mendengar ucapan tersebut, Sheng Zhishu dan yang lain menghela nafas berat, karena sangat sulit bagi mereka untuk menerima 209 wanita itu.
Namun mengingat kemampuan 209 itu, tentu akan berguna agar Liu Ryu bisa mencapai Bintang Dewa.
" Tanpa melakukan Kultivasi Ganda, kita membutuhkan 10 miliar Pil Susu Awan agar bisa menerobos Bintang Dewa. Tidak ada salahnya dengan keberadaan mereka, suami kita sedikit terbantu." Pada akhirnya Xie Xian mengeluarkan pendapatnya.
Dengan kata lain, jika Liu Ryu sudah mencapai Bintang Dewa, maka secara tidak langsung semua Istri Liu Ryu juga terbantu untuk menerobos Bintang Dewa, sehingga Pil Susu Awan yang mereka gunakan, kurang dari 10 miliar.
Semua Istri Liu Ryu mengangguk, lalu menoleh ke arah 209 wanita yang terlihat masih muda, namun sebenarnya usia mereka lebih dari satu milyar tahun.
Di sisi lain Liu Ryu yang baru saja memulihkan diri, kini menoleh ke arah Dewa Ashura.
" Senior, apa Kaisar Langit sudah mati?" Tanya Liu Ryu.
Jika saja Liu Ryu dan Istrinya tidak memiliki spiritual yang sangat kuat, dapat dipastikan mereka langsung muntah darah hingga pingsan, karena aura kematian dari Pedang Ashura sangat mengintimidasi.
" Tapi berkat bantuan kalian, aku bisa merebut kembali pedang milikku dari tangan Kaisar Langit." Dewa Ashura terlihat senang, karena Pedang Ashura sudah lama tidak ada di tangannya selama jutaan tahun.
Dewa Ashura juga meminta kepada Liu Ryu agar menerima 209 wanita itu sebagai Istrinya. Dengan demikian Kekaisaran Atas Awan akan bertambah kuat.
" Sepertinya kalian memiliki Tetesan Embun Surgawi dan Danau Pemurnian Darah. Kamu bisa meminta kepada mereka untuk berendam di kedua Danau itu." Dewa Ashura tersenyum penuh makna, sambil menatap ke arah para wanita yang sedang berkumpul, meskipun sedikit canggung.
" Suamiku, kami akan membawa mereka ke Dunia Quzhu." Ucap Sheng Zhishu dan yang lain.
Tanpa menunggu jawaban dari Liu Ryu, kini mereka langsung berpindah tempat ke Dunia Quzhu, dimana hanya meninggalkan Tan Shuying, karena dia berasal dari Dunia Yuzhou.
" Datanglah ke bagian utara dari tempat ini, sebelum kalian kembali ke Dunia Tiantang. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan." Ucap Dewa Ashura, saat melihat peperangan sudah selesai.
Saat itu juga Dewa Ashura menghilang dari pandangan yang diikuti semua pengikutnya.
Liu Ryu pun berjalan mendekati mayat Dewa Perang yang dia bunuh sebelumnya, lalu mengambil Cincin Ruang milik sosok tersebut.
" Ternyata tidak mudah untuk mengalahkan Kaisar Langit dan pengikutnya." Liu Ryu tersenyum pahit, karena kemampuan Kaisar Langit dan pengikutnya diluar dugaannya.
Beruntung mereka bertemu di Dunia Yuzhou, jika tidak, maka hanya kekalahan yang dialami oleh Liu Ryu dan Istrinya.
Di sisi lain, Kaisar Sun Gozi, Raja Tan Bai, Raja Tan Tanjing meminta kepada seluruh pasukannya untuk membersihkan tempat itu dari mayat yang bertebaran dimana-mana.
Ketiga sosok itupun berjalan menuju ke arah Liu Ryu dan Tan Shuying yang masih menggunakan topeng.
" Sang Dewa Agung, Dewi Agung... Terimakasih atas bantuan kalian semua." Ketiganya langsung menunduk sambil memberi hormat.
Raja Tan Bai sedikit curiga dengan sosok yang berada di depannya, karena wajah itu begitu familiar. Namun Tan Bai tidak berani bertanya, karena takut akan menyinggung sosok tersebut yang mereka anggap sebagai Dewa penolong di Dunia Yuzhou.
" Salam kakek."
Liu Ryu dan Tan Shuying memberi hormat kepada Raja Tan Bai, membuat sosok itu sontak kaget dan merasa sesak nafas.
Tan Shuying pun langsung membuka topengnya, membuat Raja Tan Bai membuka matanya lebar-lebar.
" Cucuku..." Raja Tan Bai seakan tidak percaya bahwa sosok yang menjadi penolong mereka adalah cucu dan Liu Ryu.
Tanpa ragu, Raja Tan Bai langsung memeluk cucunya, karena mereka sudah lama tidak bertemu.
Melihat kehangatan pertemuan keluarga itu, Kaisar Sun Gozi teringat saat sosok pemuda di depannya yang pernah mendatangi Istana Kekaisaran Sun.
Namun Kaisar Sun Gozi tidak berani berkata apapun, karena perbedaan mereka sangatlah jauh.