SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
402. Dewi Malam


Setelah berhasil membunuh semua pasukan Siluman Kalajengking Gurun, Dewi Arinia meminta kepada bawahannya untuk mengumpulkan mayat mereka.


Dewi Arinia juga memberi perintah kepada bawahannya untuk mengumpulkan benda berharga lainnya yang berada di Istana Siluman Kalajengking Gurun.


Liu Ryu yang mengawasi dari atas awan, kini langsung turun mendekati Dewi Arinia dan Elena yang membuat keduanya sontak kaget.


" Suamiku." Kedua wanita itu berlari kecil ke arah Liu Ryu, lalu menggenggam tangannya.


" Suamiku, kemana saja kamu tadi? Apa kamu melihat pertarungan ku?" Dewi Arinia melemparkan pertanyaan kepada Liu Ryu, karena sebelumnya dia tidak melihat suaminya.


" Aku sudah melihat pertarungan kalian. Kalian bertarung dengan baik." Jawab Liu Ryu, sambil mengusap rambut kedua Istrinya.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Dewi Arinia dan Elena semakin bangga kepada suaminya. Kedua wanita itupun langsung mencium kedua pipi Liu Ryu dengan penuh kebahagiaan.


" Ternyata wanita yang sebelumnya keras kepala, kini semakin jinak." Bisik Liu Ryu di telinga Dewi Arinia, membuat wanita itu memasang wajah memerah.


" Itu dulu. Sekarang aku sudah mendapatkan sesuatu yang berharga." Dewi Arinia kembali berbisik di telinga Liu Ryu.


Di sisi lain pasukan Siluman Ular Gurun yang sudah menyelesaikan tugas mereka, kini langsung melaporkan kepada Dewi Arinia tentang apa yang mereka dapatkan.


Dewi Arinia melepaskan genggamannya pada Liu Ryu, lalu berjalan mendekati tumpukan benda yang bawahannya kumpulkan.


Sementara Elena juga mengibaskan tangannya untuk menarik semua mayat pasukan Siluman Kalajengking Gurun yang sudah dikumpulkan.


" Aku hanya mengambil batu alam ini saja." Ucap Dewi Arinia, karena dia mengetahui bahwa Liu Ryu sangat membutuhkan benda tersebut.


Saat itu juga Dewi Arinia mengutarakan tujuannya untuk pergi bersama Liu Ryu dan menjalani kehidupan baru.


Mendengar ucapan dari Dewi Arinia, semua pasukan Siluman Ular Gurun begitu bersedih karena itu artinya mereka kehilangan seorang Ratu.


" Kalian tidak perlu khawatir. Suatu saat akan terlahir penguasa yang baru untuk kalian, karena kami sudah melakukan ritual itu." Dewi Arinia menjelaskan bahwa di dalam kamarnya sudah terdapat sebuah telur yang nantinya akan menetas.


" Terimakasih Yang Mulia Ratu. Kami berjanji akan merawat keturunan kalian." Semua pasukan Siluman Ular Gurun terlihat senang karena Dewi Arinia tidak meninggalkan mereka begitu saja.


Jika Dewi Arinia dan Elena sudah melakukan ritual khusus kepada Liu Ryu untuk menaruh benih di kolam khusus, maka mereka berpikir bahwa calon pemimpin mereka akan jauh lebih kuat lagi.


" Baik, kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Dewi Arinia, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


" Yang Mulia Ratu. Izinkan kami mengantar kalian sampai ke perbatasan."


Semua pasukan Siluman Ular Gurun memohon kepada Dewi Arinia, agar mereka bisa melihat kepergian ratunya pergi ke alam manusia.


" Baiklah, tapi setelah itu kalian harus kembali ke Istana dan melakukan aktifitas seperti biasa." Ucap Dewi Arinia.


Semua pasukan Siluman Ular mengangguk pelan, lalu menciptakan sebuah sihir teleportasi.


Liu Ryu, Dewi Arinia dan Elena pun masuk ke sihir teleportasi, dimana semua pasukan juga ikut menyusul.


Tidak lama kemudian mereka telah berpindah tempat di perbatasan antara alam manusia dan alam siluman.


Di pinggir padang pasir, ketiganya langsung berjalan menuju ke Ibukota Negara Westland dengan berjalan kaki.


Mereka berharap agar keturunan Liu Ryu dan Dewi Arinia juga Elena bisa menjadi pemimpin yang kuat, agar bisa menjaga kelangsungan hidup ular gurun.


*******


( Daratan Muktho )


Di sebuah puncak gunung tertinggi di daratan Muktho, kini terlihat dua sosok yang saling berpandangan karena salah satu Kerajaan Siluman telah dimusnahkan.


" Siapa yang melakukannya?" Tanya sosok yang menamakan dirinya sebagai Xu Tianpeng.


Sosok itu tidak mirip dengan Xu Tianpeng yang aslinya, karena dia hanyalah utusan dari Xu Tianpeng agar bisa menguasai dunia itu dengan bantuan Dewi Malam.


" Aku juga tidak tau. Sepertinya di daratan Efhoria ada orang yang sangat kuat." Ucap wanita yang menggunakan pakaian berbentuk bulu burung yang hanya menutupi bagian Intim dan kedua belahan dadanya.


Wanita itu memiliki paras yang cantik dengan kulit kuning langsat membuat utusan dari Xu Tianpeng selalu tertegun ketika melihat Dewi Malam.


Sayangnya pria itu tidak berani mengutarakan perasaannya, karena Dewi Malam jauh lebih kuat darinya.


" Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya pria itu sambil menelan ludah kasar, berusaha menahan diri karena paras cantik Dewi Malam selalu membuatnya kehilangan kendali.


' Sialan... Kenapa wanita ini begitu menggairahkan. Padahal aku sendiri sudah memiliki banyak Istri.' Pria itu menggerutu dalam hati, karena tidak bisa menyentuh tubuh Dewi Malam.


Jika saja kemampuan pria itu berada di atas Dewi Malam, maka dapat dipastikan dia sudah memperkosa wanita itu.


" Kita tidak bisa pergi ke daratan Efhoria, karena sihir penghubung antar daratan sudah hancur. Yang kita lakukan hanyalah mencari pengikut lebih banyak lagi dan mereka harus memberikan darah sebanyak mungkin untukku." Ucap Dewi Malam sambil berjalan mendekati batu besar yang terlihat seperti kursi.


Dewi Malam tersebut penuh misteri, karena senyumannya mampu menggetarkan hati lawan jenis.


' Untung saja Yang Mulia Kaisar tidak bisa pergi ke dunia ini. Jika tidak, maka dia akan menikmati keindahan tubuh wanita ini. Dengan begitu aku masih memiliki kesempatan untuk menikmati wanita ini.' Pikir pria itu yang sudah tidak kuasa menahan hasratnya lalu berjalan mendekati Dewi Malam.


" Jangan macam-macam! Atau aku tidak segan untuk membunuhmu." Ucap Dewi Malam sambil mengeluarkan aura Intimidasi yang sangat kuat, membuat pria itu harus mundur beberapa langkah ke belakang.


Dewi Malam memberi perintah kepada pria itu untuk menculik pemuda yang masih perjaka, karena dia ingin menghisap darah mereka untuk menambah kekuatanya.


Pria itu masih belum bergegas, karena dia masih memikirkan cara untuk menaklukkan hati Dewi Malam.


" Dewi Malam... Bagaimana jika aku menciptakan sebuah Istana di tempat ini?" Pria itu memberi usul agar bisa menarik perhatian Dewi Malam.


" Bagaimana caramu melakukannya?" Tanya Dewi Malam.


" Itu mudah saja. Aku akan mengumpulkan para pengikut kita untuk membangun sebuah Istana. Untuk masalah bahan, aku banyak memiliki harta." Pria itu tersenyum lebar, karena dengan terciptanya sebuah Istana, maka Dewi Malam akan tertarik dengannya.


" Baiklah, aku percayakan kepadamu. Sekarang lakukan perintahku!" Ucap Dewi Malam, karena dia sudah tidak sabar ingin mendapatkan darah dari pemuda perjaka.


Dengan sebuah anggukan, pria itupun langsung turun dari puncak gunung, untuk mencari apa yang diinginkan Dewi Malam.


Dewi Malam adalah salah satu penyihir yang mampu menciptakan sihir ilusi yang membuat korbannya kehilangan kendali, seakan sedang bersetubuh dengan Dewi Malam itu sendiri, sehingga mereka harus mati dalam keadaan tersenyum penuh kebahagiaan.