
Dari keterangan yang diceritakan oleh Shang Wushuang, Liu Ryu dapat menyimpulkan bahwa 27 saudari mereka sudah dihasut oleh suaminya untuk mencelakai saudarinya sendiri.
" Itu terjadi setelah satu tahun semenjak kepergian mereka bersama suaminya." Shang Wushuang menutup pembicaraannya.
" Apa kalian tau siapa nama suami mereka?" Tanya Liu Ryu.
" Kami pernah melihatnya, karena Kultivator itu terlahir dari alam semesta. Dia juga berasal dari janin raksasa."
" Setiap satu juta tahun, pasti akan ada janin raksasa yang terlahir di hutan larangan. Begitupun dengan kami, akan terlahir jika ada yang berhasil mengambil janin raksasa." Shang Wushuang menjelaskan bahwa hanya terlahir tanpa disengaja.
Saat janin raksasa pertama kali berhasil diambil, pada tahun berikutnya Shang Caiyuan terlahir di ruang bawah tanah hutan larangan, kemudian tahun kedua Shang Wushuang, tahun ketiga kelahiran Shang Ningshuang hingga terlahir saudarinya yang lain.
Namun perbedaan antara janin raksasa hanya bisa tumbuh jika ada yang berhasil memasukkan benih padi janin raksasa, namun memiliki kekuatan besar.
Sedangkan untuk Shang Caiyuan, Shang Wushuang, Shang Ningshuang, Shang Nanyue dibesarkan secara alami oleh kristal energi yang berada di ruang bawah tanah hutan larangan.
" Jadi... Setelah ada yang berhasil mengambil janin raksasa, maka adik kalian akan terlahir lagi di tempat ini?" Tanya Liu Ryu.
" Aku rasa tidak bisa lagi, karena kakak kami Shang Caiyuan dan saudari kami yang lain sudah mengambil bola kristal yang berada di tengah tempat ini. Fungsi dari bola kristal itu bisa melipat gandakan kekuatan bagi Kultivator yang menyerapnya."
" Meskipun kami tidak bisa menggunakannya, namun Shang Caiyuan pasti akan memberikan bola kristal itu kepada suaminya." Shang Wushuang dan 73 saudarinya terlihat murung.
Tidak menyangka jika 27 saudari mereka benar-benar ingin membunuh mereka demi mengikuti suaminya.
Tentu Liu Ryu sudah mengetahui bahwa sosok yang menjadi suami dari 27 wanita yang mereka jelaskan adalah Kaisar Langit itu sendiri.
Karena Kaisar Langit tidak berhasil membawa Shang Wushuang dan 73 saudarinya, maka dia meminta kepada Shang Caiyuan untuk membunuh saudarinya itu.
Liu Ryu berfikir bahwa pada saat Shang Wushuang dan 73 saudarinya mati, tubuh mereka kembali ke dalam bentuk kristal energi yang berbentuk patung.
" Sepertinya Kaisar Langit memiliki ketakutan tersendiri pada para wanita ini. Karena itulah dia membunuhnya, karena tidak bisa menjadikan mereka sebagai Istrinya." Fikir Liu Ryu, meskipun dia masih belum mengetahui penyebabnya.
Sesaat Liu Ryu berfikir tentang konsep Yin-Yang yang saling bertolak belakang, namun saling berhubungan.
" Jadi seperti itu? Kaisar Langit hanya bisa dibunuh oleh keturunan para wanita ini? Karena itulah dia membunuhnya." Fikir Liu Ryu sambil menatap ke arah Shang Wushuang dan 73 saudarinya.
Sesaat Liu Ryu memperhatikan 74 wanita itu dari atas sampai bawah, dimana kecantikan mereka tidak kalah dari Istrinya.
" Apa kalian mau menjadi Istriku?" Tanya Liu Ryu.
Tanpa menjawab apapun, Shang Wushuang dan 73 saudarinya saling berpandangan karena begitu trauma pada seorang Kultivator diluar sana.
Namun saat mengingat bahwa Liu Ryu telah membangkitkan mereka, tentu Shang Wushuang dan 73 saudarinya akan menyerahkan hidup mereka kepada Liu Ryu.
" Kami akan bersedia menjadi suamimu, asalkan kamu memperlakukan kami dengan baik." Jawab Shang Wushuang yang sudah mendapatkan isyarat dari saudarinya.
" Untuk masalah itu, kalian tidak perlu khawatir. Hanya saja aku juga memiliki 129 Istri yang lain." Liu Ryu berkata jujur.
Mendengar ucapan tersebut, Shang Wushuang dan 73 tersenyum hangat, karena dapat dipastikan bahwa calon suami mereka memiliki tanggung jawab yang besar.
Dengan demikian Shang Wushuang dan 73 saudarinya tidak bisa dipisahkan, karena mereka juga ingin menikmati hidup secara bersamaan.
" Karena sekarang kami akan menjadi Istrimu, maka kristal energi di tempat ini akan kami bawa." Shang Wushuang dan 73 saudarinya memejamkan mata.
Tidak lama kemudian hamparan kristal energi langsung masuk ke dalam telapak tangan Shang Wushuang dan 73 saudarinya yang kini digantikan dengan lahan tandus.
" Kenapa sebelumnya aku tidak bisa memindahkan Istana ini?" Tanya Liu Ryu.
" Itu karena jiwa kami masih ada di dalamnya." Jawab Shang Ningshuang.
Liu Ryu pun mengangguk mengerti, lalu mengirim pesan jiwa kepada Istrinya, karena tidak ada lagi yang mereka lakukan di tempat itu.
Tidak lama kemudian Sheng Zhishu dan yang lainnya bermunculan sambil menatap ke arah Shang Wushuang dan 73 saudarinya.
Sheng Zhishu dan yang lain merasa heran karena pakaian yang digunakan oleh Shang Wushuang dan 73 saudarinya adalah milik mereka.
" Kenapa pakaian kami ada pada kalian?" Tanya Jiu Wei Hu sambil menatap tajam ke arah Shang Wushuang dan 73 saudarinya.
" Maaf... Ceritanya sangat panjang." Jawab Shang Wushuang, meskipun merasa tidak enak.
Shang Wushuang dan saudarinya tidak menyangka bahwa pakaian yang melekat di tubuh mereka adalah milik Istri Liu Ryu yang lain.
" Suamiku, siapa mereka?" Tanya Xie Hua sambil menatap ke arah 74 wanita yang terlihat sangat cantik menyamai mereka.
" Tidak lama lagi mereka akan menjadi Istriku." Jawab Liu Ryu dengan singkat, karena belum saatnya untuk menceritakan panjang lebar.
Tentu ada hal yang lain yang harus mereka lakukan di hutan larangan, yaitu mencari Sumberdaya.
" Kalau begitu mereka harus menceritakan kepada kami." Ucap Huli Yue, lalu membawa Shang Wushuang dan 73 saudarinya ke Dunia Quzhu, namun tidak berhasil.
" Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa membawa mereka?" Huli Yue merasa heran karena kibasan tangannya tidak berfungsi sama sekali.
" Kalian ingin membawa kami kemana?" Shang Wushuang merasa heran karena belum mengetahui apa yang Sheng Zhishu dan yang lain rencanakan kepada mereka.
" Oh..." Shang Wushuang mengangguk mengerti, lalu memejamkan matanya diikuti saudarinya.
Setelah beberapa saat, Shang Wushuang dan saudarinya kembali membuka mata lalu meminta kepada Sheng Zhishu dan yang lain untuk membawa mereka.
" Suamiku, kami pergi dulu." Ucap Sheng Zhishu, lalu membawa mereka ke Dunia Quzhu.
Liu Ryu yang kini seorang diri, kini kembali ke goa sebelumnya untuk menemui Kalajengking raksasa.
" Tuan... Dimana yang lain?" Tanya Kalajengking raksasa, saat melihat Liu Ryu hanya seorang diri.
" Mereka tinggal di alam jiwaku." Jawab Liu Ryu.
Mendengar perkataan dari Liu Ryu, Kalajengking raksasa menghela nafas lega, lalu meminta kepada Liu Ryu untuk naik ke punggungnya.
Kalajengking raksasa itupun membawa Liu Ryu kembali ke hutan larangan yang berada di atas mereka.
" Kalajengking... Apa kamu tau tempat lain yang memiliki banyak Sumberdaya?" Tanya Liu Ryu sambil menatap ke arah depan.
Tanpa menjawab apapun, Kalajengking raksasa tengah berfikir untuk mengingat beberapa tempat yang pernah dia kunjungi di hutan larangan.