SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 177. Kerajaan Shun


Tempat lain di dasar lautan dimana Tou Shuijing dan Jiu Tou She sedang berendam, kini langsung membuka mata karena dapat merasakan aura tersebut.


" Shuijing, apa kamu merasakan aura ini?" Tanya Jiu Tou She.


" Ya... Aku merasakan aura ini berasal dari Dewa Agung." Ucap Tou Shuijing yang merasakan hal yang sama.


" Aku tidak menyangka bahwa Dewa Agung bisa memiliki garis darah sekuat ini." Jiu Tou She yang memiliki wujud Naga berkepala tujuh juga merasakan aura penindasan dari perubahan wujud Ryu.


" Kamu tau sendiri bahwa Dewa Agung memiliki banyak penemuan yang tidak masuk akal. Contohnya Pil Pelangi yang dia berikan kepada kita." Tou Shuijing tidak terlalu heran jika Ryu bisa menciptakan sesuatu yang berharga.


Untuk semua Istrinya saja memiliki kemampuan yang tidak dimiliki orang lain, apalagi untuk Ryu itu sendiri.


Di kediaman anggota Pasukan Semesta juga merasakan hal yang sama, meskipun aura Intimidasi tidak menekan mereka, namun keagungan dari aura tersebut dapat mereka rasakan.


Di sisi lain Ryu yang sudah dalam wujud Naga, kini berusaha mengontrol elemen Kehampaan miliknya agar tidak menjadi bencana bagi pasukannya sendiri saat bertarung.


Dengan kata lain Ryu harus mengendalikan elemen Kehampaan agar bisa memiliki mata dan pikiran sendiri.


Ggooooaaarr!


Raungan Naga Agung menggema di udara membuat Hewan Roh yang berada di Dunia Quzhu terlihat ketakutan.


" Apa kita akan mendatangi suami kita?" Tanya Huang Que Yun yang merasa khawatir.


" Tidak perlu. Suami kita sedang mengontrol elemen Kehampaan miliknya. Jika kita kesana, kita bisa terkena imbas sambaran elemen Kehampaan itu." Ucap Jiu Wei Hu sambil menatap ke arah Ryu dari kejauhan.


Meskipun mereka melihat dari kejauhan, namun sangat jelas bahwa ada dua bola berukuran kepalan yang melayang di tengah masing-masing sayap Naga yang merupakan wujud dari Ryu.


Dari dua bola yang berwarna abu-abu itulah pusat dari elemen Kehampaan yang bergerak liar menyambar ke berbagai arah.


" Kalau begitu kita harus menunggu prosesnya sampai selesai." Ucap Feng Quinlan.


" Mungkin akan membutuhkan waktu selama berhari-hari. Lebih baik kita melakukan kegiatan lainnya." She Xia berspekulasi bahwa Ryu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengontrol elemen Kehampaan.


" Mmmm." Xie Xian dan yang lain mengangguk lalu kembali ke Istana Kristal.


Di sisi lain Ryu terus mengontrol elemen Kehampaan miliknya dimana banyak sekali Hewan Roh memilih untuk bersembunyi akibat tekanan aura tersebut.


*******


Tiga hari kemudian kini Ryu telah berhasil mengendalikan elemen Kehampaan tersebut, sehingga tidak terlihat lagi elemen yang bergerak liar di sekelilingnya.


Wuush!


Naga Agung melesat dengan kecepatan tinggi layaknya meteor yang terbang ke berbagai tempat mengelilingi Dunia Quzhu.


" Hanya dengan beberapa sentuhan lagi, seluruh alam semesta akan tunduk di hadapanku." Ryu bergumam sambil terbang ke arah tertentu untuk melihat kemampuan barunya tersebut.


Setelah cukup puas menjelajahi seluruh Dunia Quzhu, Ryu kembali ke Istana Kristal yang masih dengan wujud Naga Agung tersebut.


" Jadi begini rasanya jika berada di puncak Kultivator dengan wujud Naga ini." Ryu yang terbang dengan kecepatan tinggi seakan merobek ruang kosong di udara.


Tentu Ryu memiliki kekuatan tidak terbatas jika berada di Dunia Quzhu, sehingga dia bisa merasakan kekuatannya jika berada di puncak Kultivator di seluruh alam semesta.


Tap!


Ryu berpijak di halaman depan Istana Kristal dengan lembut, sehingga tidak menimbulkan kerusakan di tempat itu.


Xie Xian dan yang lain yang merasakan kehadiran suami mereka, kini langsung menuju ke halaman depan Istana Kristal untuk menemui Ryu.


" Suamiku, sepertinya kamu telah berhasil." Xie Xian dan yang lain terlihat senang atas keberhasilan suami mereka.


" Ya... Tapi membutuhkan Qi yang sangat besar saat melakukan perubahan wujud. Itu artinya jika aku melakukan perubahan wujud, maka Qi milikku akan disedot oleh perubahan wujud itu sendiri." Ryu menjelaskan kekurangan dari perubahan wujud Naga Agung, meskipun memiliki kekuatan besar.


" Apa ada cara agar tidak menyedot Qi dalam jumlah besar?" Tanya Jiu Wei Hu yang sangat menyayangkan jika teknik perubahan wujud suami mereka memiliki kekurangan.


" Tentu... Dengan adanya Inti Jiwa dari makhluk kuno, maka semua bisa teratasi. Tapi tidak masalah, dengan begini saja sudah cukup." Ryu tidak terlalu memikirkan hal tersebut karena dengan perubahan wujud sekarang sudah cukup membantunya.


" Lalu bagaimana dengan Inti Jiwa dari makhluk kuno?" Tanya She Ling.


" Sekarang aku sudah memiliki sembilan Inti Jiwa makhluk kuno. Sisanya ada tiga, yang kemungkinan mereka tinggal di Dunia Dongwu dan Dunia Tiantang. Tapi tidak perlu terburu-buru." Ryu bicara dengan santai sambil mengirimkan pesan jiwa kepada Pasukan Semesta.


" Jika 12 Inti Jiwa makhluk kuno sudah terkumpul, maka tidak ada lagi yang bisa menghentikanku. Sekalipun itu Dewa penguasa alam semesta." Ryu tersenyum lebar tidak sabar ingin memberi perhitungan kepada pelindung Dunia juga Dewi Nuwa.


Tentu Ryu menyadari bahwa penguasa alam semesta tidak akan tinggal diam jika terjadi peperangan di Dunia Tiantang.


Lebih baik kita lanjutkan perjalanan." Ucap Ryu seraya berpindah tempat ke Dunia Nuse.


Sesaat kemudian Tou Shuijing, Jiu Tou She, Xie Shui dan Pasukan Semesta juga muncul di depan Ryu yang sudah menunggu kedatangan mereka.


" Salam Dewa Agung." Semua anggota Pasukan Semesta memberi hormat.


" Mmmm. Sekarang tujuan kita disini hanya tersisa satu, yaitu menghancurkan Kerajaan Shun." Ucap Ryu sambil menatap ke arah mereka.


" Baik Dewa Agung." Ucap mereka serempak.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung terbang ke sebuah arah yang diikuti Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang membawa Pasukan Semesta.


*******


( Istana Kerajaan Shun )


Atas udara di dekat Istana Kerajaan Shun, kini Ryu dan bawahannya sedang memperhatikan Istana Kerajaan Shun yang sudah menyadari kedatangan mereka.


" Dewa Agung, sepertinya wilayah Istana mereka ada pelindung." Ucap Jiu Tou She yang ingin menghancurkan pelindung tersebut terlebih dulu.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu hanya tersenyum lebar lalu menatap ke arah pelindung Istana Kerajaan Shun.


" Transformasi."


Ryu langsung berubah wujud menjadi Naga Agung.


Wuush!


Ryu melesat turun ke Istana Kerajaan Shun dengan kecepatan tinggi.


Para prajurit Ras Peri Hewan yang melihat benda besar yang seakan menabrak pelindung tersebut, langsung mengeluarkan Qi untuk menambah kekuatan pertahanan pelindung Istana.


" Tingkatkan pertahanan pelindung Istana!" Jenderal Besar memberi perintah sambil mengeluarkan Qi miliknya.


" Baik." Ratusan pasukan Ras Peri Hewan langsung mengeluarkan Qi untuk menambah kekuatan pertahanan pelindung Istana.


Kini Ryu yang terus melesat kebawah layaknya meteor, tanpa ragu sedikitpun ingin menghancurkan pelindung tersebut seorang diri.