SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Tulisan Kuno


Begitupun dengan 70 Naga Kerang, saat mereka melihat Ryu menggunakan kedua teknik tersebut sekaligus, mereka juga melakukan hal yang sama.


Meskipun 70 Naga Kerang bisa menggabungkan kedua teknik tersebut, namun mereka juga menyadari bahwa mereka harus membutuhkan Qi yang lebih besar lagi.


" Ternyata 70 Naga Kerang itu dengan mudah meniru teknik yang aku gunakan." Ryu bergumam sambil melirik ke arah mereka di sela pertarungannya.


Di sisi lain Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta terlihat heran karena 70 Naga Kerang bisa menggunakan teknik yang dimiliki Ryu.


Namun mereka sedikit heran karena 26 Naga Kerang yang lain tidak bisa melakukannya dan hanya menggunakan kekuatan bawaan dari Auman.


Seandainya Pasukan Semesta mengetahui bahwa Ryu memberikan perlakuan khusus kepada 70 Naga Kerang yang berjenis kelamin wanita, mungkin mereka akan mengutuknya menjadi babi hingga tujuh turunan karena tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk memiliki keindahan yang lain.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


26 Naga Kerang yang lain juga tidak mau kalah. Meskipun tidak memiliki teknik seperti 70 Naga Kerang rekan mereka, namun kekuatan mereka tidak bisa dianggap enteng.


Buussshh!


Buussshh!


Buussshh!


70 Naga Kerang menggunakan sepasang sayap mereka seakan menghisap pihak lawan, hingga tubuh mereka mengering ataupun menghilang.


Duaarr!


Duaarr!


Duaarr!


Ryu menjatuhkan Hujan Petir untuk membantu anggota Pasukan Semesta yang terlihat terdesak oleh pihak lawan.


Wuush!


Karena tidak ingin adanya korban dari pihak mereka, Ryu melepaskan Aura Dewa Agung untuk menekan pergerakan pihak lawan.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga mengaum keras, membuat gelombang Hewan Roh banyak mengalami luka.


Meskipun wujud raksasa mereka tidak berkurang, namun pergerakan Tou Shuijing dan Jiu Tou She seakan melambat dari biasanya.


Tentu mereka juga terlihat kesulitan untuk menghadapi kelompok Hewan Roh yang begitu banyak, sehingga mereka berdua juga mengalami luka.


Kraaack!


Kraaack!


Karena semakin terdesak, Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang sudah marah, kini langsung menelan dan melahap apapun yang ada di depan mereka.


Melihat kejadian tersebut, kelompok Hewan Roh sedikit ketakutan, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk melakukan serangan.


Beruntung 96 Naga Kerang bisa menghalau gelombang Hewan Roh tersebut, sehingga Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta tidak ada yang mati, meskipun banyak mengalami luka berat.


Setelah melakukan pertarungan hingga sampai malam hari, kini Ryu dan bawahannya berhasil membunuh semua kelompok Hewan Roh di daratan tersebut.


" Sembuhkan diri kalian! Setelah itu kalian mengambil semua Inti Roh ini." Ryu memberi perintah sambil menatap ke arah Pasukan Semesta yang banyak mengalami luka berat.


" Haaahh... Beruntung saja ketiga Istriku bisa membantuku untuk membuat Pil." Ryu merasa tertolong dengan adanya She Ling, She Bing dan She Zhilin yang bisa membuat Pil.


Ryu pun menoleh ke arah tumpukan mayat Hewan Roh, dimana 96 Naga Kerang sedang mengambil Inti Roh mereka.


Setelah selesai memulihkan diri, Pasukan Semesta juga langsung ikut membantu untuk mengumpulkan Inti Roh dimana Ryu juga ikut membantu.


Memakan waktu yang cukup lama, kini mereka telah selesai mengumpulkan semua Inti Roh dan mayat mereka dibawa ke Dunia Quzhu.


Sedangkan 70 Naga Kerang langsung kembali ke Istana Kristal saat pekerjaan mereka telah selesai.


" Salam Dewa Agung." Ucap semua Pasukan Semesta.


" Mmmm... Gunakan waktu kalian untuk menyerap Inti Roh ini. Dengan adanya Inti Roh ini, kekuatan kalian berangsur pulih kembali." Ucap Ryu sambil menatap ke arah mereka.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga tidak ingin ketinggalan bagian, mereka juga sangat membutuhkan Inti Roh untuk memulihkan kekuatan mereka.


Tanpa menunggu lama, Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta langsung kembali ke Dunia Quzhu untuk menyerap Inti Roh tersebut.


Setelah mereka sudah pergi, Ryu juga kembali ke Istana Kristal untuk menemui istrinya yang sedang mencoba untuk menerobos Pendekar Semesta tahap awal.


*******


Hari demi hari terus berlalu, Ryu dan bawahannya terus melanjutkan perjalanan, dimana setiap tingkatan daratan mereka selalu disambut Hewan Roh yang tidak terhitung jumlahnya.


Begitupun dengan Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta. Mereka juga secara perlahan semakin kuat dengan bantuan Inti Roh yang mereka kumpulkan.


Kini Ryu dan bawahannya sudah berada di puncak daratan tersebut dimana terlihat ada empat Pintu yang memiliki Aura kuno.


" Dewa Agung, sepertinya kita telah berhasil melewati semua halangan itu." Jiu Tou She terlihat senang, sekaligus merasa ngeri karena Hewan Roh di tempat itu memiliki jumlah dan kekuatan yang tidak masuk akal.


" Dewa Agung, kami akan menunggu di Alam Jiwa." Jin Niu memberi hormat diikuti 69 Naga Kerang yang lain.


" Baiklah, kalian boleh pergi." Ryu mengangguk kecil karena mengetahui tujuan dari 70 Naga Kerang tersebut lalu mengibaskan tangannya kepada mereka.


" Aku ingin melihat dimana Portal Teleportasi untuk menuju Dunia Yuzhou." Ryu berjalan mendekati Pintu Dimensi tersebut.


Ryu pun memeriksa keempat Portal Teleportasi satu-persatu, hingga dalam beberapa saat Ryu sedikit mengerutkan kening.


" Dewa Agung, apa yang terjadi?" Tou Shuijing merasa heran karena melihat Ryu sedikit kesulitan untuk memahami keempat Portal Teleportasi tersebut.


" Tidak ada.... Hanya saja aku tidak bisa mempelajari tulisan-tulisan kuno yang berada di Portal Teleportasi ini." Ryu sedikit penasaran karena ukiran yang berbentuk tulisan tersebut tidak pernah dia temukan di berbagai Kitab yang pernah dia baca.


" Shuijing, Jiu, Dao Luo, Yan Ran... Coba kalian perhatikan baik-baik! Apa kalian mengenal tulisan ini?" Ryu sambil menunjuk ke arah ukiran yang berada di Portal Teleportasi.


" Baik Dewa Agung." Keempat sosok tersebut langsung berjalan mendekati Portal Teleportasi, dimana mereka juga tidak bisa memahami bentuk tulisan tersebut.


" Maaf Dewa Agung, aku tidak mengerti tulisan ini." Tou Shuijing tersenyum pahit sambil menggelengkan kepala.


" Aku juga tidak mengerti Dewa Agung." Jiu Tou She,Dao Luo dan Yan Ran juga menggelengkan kepala.


Ryu memang memahami secara kasar cara menggunakan Portal Teleportasi tersebut dan masing-masing tujuannya.


Namun Ryu memiliki pemikiran lain dimana dia ingin mempelajari dan membuat sendiri Portal Teleportasi itu saat kembali ke Benua Timur.


Bahkan Ryu juga meminta kepada seluruh bawahannya untuk mempelajari bentuk tulisan tersebut, namun semuanya tidak ada yang mengerti sama sekali.


" Sepertinya aku harus bertanya kepada Jin Niu." Ryu mengirim pesan jiwa kepada Jin Niu, hingga beberapa saat sosok Naga Kerang muncul di depan mereka.


" Salam Dewa Agung." Jin Niu memberi hormat.


" Jin Niu, aku ingin kamu mempelajari tulisan ini! Apa kamu bisa membantuku?" Ryu menunjuk ke arah ukiran yang berada di Portal Teleportasi.