
Di sisi lain Dewi Arinia dan Elena yang mulai menyadari bahwa mereka sudah dikepung, kini langsung saling membelakangi sambil meningkatkan kewaspadaan.
Wuush! Wuush! Wuush!
Satu-persatu makhluk seperti kadal melesat ke arah kedua wanita itu, dengan menggunakan sebuah tombak.
" Makhluk ini sangat menjijikkan." Ucap Elena, sambil melepaskan serangan anak panahnya.
" Mereka adalah siluman kadal yang sangat beracun. Jangan sampai terkena serangan mereka." Dewi Arinia mengingatkan, agar Elena berhati-hati.
Jika terkena serangan mereka, maka bisa menyebabkan kematian.
Elena pun mengangguk mengerti, lalu melompat ke arah pepohonan, yang diikuti Dewi Arinia.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Satu-persatu serangan anak panah dari Dewi Arinia dan Elena, berhasil mengenai sasaran mereka.
Kyaaaak! Kyaaaak! Kyaaaak!
Satu-persatu siluman kadal bertumbangan, namun tidak menyurutkan yang lain untuk menyerang kedua wanita itu.
" Mereka banyak sekali." Kedua wanita itu terlihat panik karena siluman kadal terus berdatangan.
Bahkan kecepatan siluman kadal tidak bisa dianggap enteng. Beruntung Dewi Arinia dan Elena sudah mencapai Pendekar Semesta tahap menengah, sehingga masih mampu bertahan.
" Sepertinya kita harus menambah kekuatan serangan kita." Ucap Dewi Arinia, meskipun resikonya mereka akan banyak kehilangan Qi.
Kedua wanita itupun mengangguk, mengalirkan Qi pada busur panah untuk menciptakan anak panah yang memiliki serangan lebih kuat dari sebelumnya.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Belasan anak panah melesat ke arah siluman kadal yang mulai mendekati mereka berdua.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ledakan demi ledakan di berbagai arah, membuat puluhan siluman kadal yang terkena imbas serangan, hancur berkeping-keping.
Kyaaaak! Kyaaaak! Kyaaaak!
Puluhan siluman kadal yang lain terlihat marah, karena rekan mereka sudah banyak yang mati.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Serangan anak panah dari Dewi Arinia dan Elena memporak porandakan sekeliling mereka, membuat pepohonan yang sangat lebat, kini menjadi lahan gersang.
Meskipun sudah banyak yang mati, siluman kadal yang lain berusaha untuk menyerang kedua wanita itu.
Di sisi lain Liu Ryu yang berada di atas udara, kini menyipitkan matanya sambil menatap ke arah depan.
" Mungkin itu raja mereka." Gumam Liu Ryu sambil menatap sosok raksasa yang ukurannya menyamai bukit.
Sosok itu mirip seperti manusia, namun memiliki sirip membujur di bagian punggungnya hingga sampai ke ekor.
Dengan kedua tangannya yang memiliki cakar yang runcing, sosok itu juga mengeluarkan uap hijau dari tubuhnya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Setiap langkah kaki makhluk tersebut, membuat pepohonan yang dia lewati langsung bertumbangan.
" Tidak menyangka di dunia ini memiliki makhluk yang memiliki kekuatan besar." Gumam Liu.
Tidak ingin mengambil resiko, Liu Ryu langsung melesat ke arah makhluk raksasa itu yang sedang menuju ke arah Dewi Arinia dan Elena.
" Hmmm... Tidak menyangka bahwa ada seorang Dewa mendatangi kediaman kami." Makhluk raksasa itu menghentikan langkahnya saat merasakan kehadiran Liu Ryu yang menuju ke arahnya.
Namun makhluk raksasa itu terlihat senang, karena kali ini dia memiliki santapan yang lezat.
' Sudah lama aku tidak menikmati daging seorang Dewa. Namun kali ini sepertinya mangsa datang sendiri.' Raja siluman kadal terlihat kesenangan.
Terlebih Liu Ryu harus menghemat Qi yang dia miliki, tentu tidak mudah untuk mengalahkan makhluk raksasa itu.
" Pantas saja manusia tidak berani membuat jalan menuju kota pelabuhan." Gumam Liu Ryu, karena dia dapat memastikan bahwa sebanyak apapun para petarung yang mencoba melewati hutan itu, tidak ada satupun yang selamat.
Craaash!
Raja siluman kadal menjulurkan lidahnya dengan kecepatan tinggi, untuk menangkap mangsanya.
Wuush!
Liu Ryu juga langsung menghindar dari arah serangan, lalu mengayunkan pedangnya, untuk memotong lidah raja siluman kadal.
Traaang!
Benturan pedang dari Liu Ryu bersarang pada lidah raja siluman kadal, seperti membentur benda logam.
" Kuat sekali." Gumam Liu Ryu, sambil melompat ke sebuah arah.
" Kamu pikir bisa memotong lidahku semudah itu? Bahkan sudah ratusan Dewa tertinggi yang mati dengan lidahku ini." Raja siluman kadal penuh percaya diri, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Tanpa berkata apapun, Liu Ryu hanya tersenyum sambil menyalurkan Qi pada Pedang Naga Petir miliknya.
Zzzrrrttt! Zzzrrrttt! Zzzrrrttt!
Elemen Kehampaan menyelimuti Pedang Naga Petir, membuat raja siluman kadal memasang sikap waspada.
' Kemampuan Dewa ini sangat tidak biasa.' Raja siluman kadal menyipitkan matanya, lalu menambah kekuatan uap berwarna hijau di seluruh tubuhnya.
" Sraaiiingg!
Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping raja siluman kadal, sambil mengayunkan pedangnya.
Craaash! Craaash! Craaash!
Tebasan demi tebasan dari Liu Ryu, membuat raja siluman kadal tidak bisa menghindar karena badannya terlalu besar.
Meskipun raja siluman kadal banyak mendapatkan luka sayatan, namun luka yang dia alami sama sekali tidak fatal.
Disamping kulitnya sangat keras dan tebal, raja siluman kadal juga memiliki efek regenerasi yang sangat tinggi, sehingga luka sayatan dari Pedang Naga Petir menutup kembali.
" Baru kali ini ada seorang Dewa tertinggi yang mampu melukai kulitku. Tapi itu tidak cukup untuk membunuhku." Raja siluman kadal mengakui kemampuan Liu Ryu, namun dia sama sekali tidak gentar.
Di sisi lain, Liu Ryu memasang wajah serius, karena luka sayatan yang dia berikan kepada raja siluman kadal kembali menutup secara sempurna.
Buussshh!
Raja siluman kadal mengeluarkan gelembung udara berwarna hijau dari tubuhnya, melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Liu Ryu.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai tempat. Meskipun Liu Ryu masih mampu menghindar, namun efek ledakan dari gelembung udara membuat kerusakan di berbagai tempat.
Ctaaaak!
Bersamaan dengan puluhan gelembung udara menyerang Liu Ryu, raja siluman kadal kembali menjulurkan lidahnya untuk menyerang Liu Ryu.
Traaang!
Liu Ryu yang tidak sempat menghindar, langsung mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan dari raja siluman kadal.
Sraaiiingg!
Sambil memanfaatkan situasi, Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah raja siluman kadal.
Craaash! Craaash! Craaash!
Tebasan demi tebasan dari Liu Ryu, kembali bersarang pada tubuh raja siluman kadal, hingga menimbulkan luka sayatan yang sangat dalam dan lebih banyak lagi.
Namun hanya dalam hitungan detik, luka sayatan yang ditimbulkan, kembali menutup lagi.
Meskipun Liu Ryu bisa bergerak dengan bebas untuk melancarkan serangan, namun Liu Ryu mengalami kendala untuk membunuh raja siluman kadal.
" Jika kejadian ini terus terulang, maka Qi milikku bisa habis terkuras." Liu Ryu memikirkan cara untuk membunuh raja siluman kadal secepat mungkin.
" Sudah aku katakan sebelumnya, kamu tidak mampu membunuhku. Bahkan ratusan para Dewa juga tidak mampu membunuhku." Meskipun merasa kesakitan, namun serangan tebasan dari Liu Ryu hanya membuat raja siluman kadal harus menggunakan manna lebih banyak lagi.