
Setelah mengatakan itu, Kaisar Qing Jihai membawa Ryu dan Qing Yun menuju ke sebuah ruangan rahasia keluarga Kekaisaran Qing.
" Istrimu yang lain sudah mempelajari teknik teleportasi di tempat ini, aku tidak menyangka mereka lebih mudah menguasai teknik itu. Bahkan kami keluarga Klan Qing saja belum mampu mencapai tahap sempurna." Kaisar Qing Jihai hanya tersenyum pahit karena sebelumnya Sheng Zhishu dan yang lain lebih mudah menguasai teknik yang merupakan teknik rahasia Klan Qing.
Mereka pun terus berjalan mengikuti lorong yang diberikan bebatuan bercahaya untuk menerangi lorong tersebut.
Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah ruangan yang terlihat sangat luas. Di tempat itu juga terdapat sebuah meja yang terbuat dari batu besar yang diatasnya terdapat sebuah Kitab.
" Ryu'er... Berkat bantuan Istrimu, putriku juga bisa menguasai teknik teleportasi itu. Bahkan kekuatan fisiknya juga sangat kuat." Kaisar Qing Jihai tidak menyangka jika Putri Mahkota Qing Yun memiliki kekuatan fisik berkali-kali lipat dari sebelumnya, namun dia tidak mengetahui dengan jelas. Teknik apa yang diajarkan oleh Sheng Zhishu dan yang lain kepadanya.
Mendengar perkataan dari Kaisar Qing Jihai, Ryu sedikit mengerutkan kening karena sudah tentu Istrinya yang lain akan mengajarkan teknik Tubuh Dewi Emas Suci kepada Qing Yun.
" Tidak hanya itu, mereka juga memberikan Sumber daya dan harta langit yang begitu berharga dalam jumlah yang tidak sedikit." Kaisar Qing Jihai tidak menyangka jika Kekaisaran Awan memiliki banyak Sumberdaya dan Harta langit.
Hal itu tentu saja membuat Kekaisaran Beruang Putih akan mengalami peningkatan yang signifikan.
" Sekarang pelajarilah Kitab teknik teleportasi itu! Hanya itu saja peninggalan leluhur Klan Qing yang paling berharga." Ucap Kaisar Qing Jihai sambil menunjuk sebuah Kitab yang berada di atas meja batu.
" Terimakasih Ayah Mertua." Ryu berjalan mendekati Kitab tersebut, lalu membacanya halaman demi halaman.
" Kalau begitu, aku pamit dulu. Yun'er, temani suamimu di tempat ini!" Ucap Kaisar Qing Jihai sambil menatap ke arah Qing Yun, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Dengan sebuah anggukan kecil, Qing Yun melihat ayahnya keluar dari ruangan tersebut, lalu berjalan mendekati Ryu.
Dengan sedikit gugup, Qing Yun duduk di samping Ryu, namun tidak berani berkata apapun karena hatinya sedang berkecamuk dan hanya mencuri pandangan kepada calon suaminya.
Melihat tingkah wanita tersebut, Ryu tersenyum seraya mengusap rambut Qing Yun dengan lembut.
" Yun'er, kamu tidak perlu seperti itu." Ryu menatap wanita itu dengan suara lembut.
" Gege, aku tidak terbiasa dekat dengan seorang Pria." Qing Yun berkata jujur, secara perlahan menyandarkan kepalanya di bahu Ryu penuh kehati-hatian.
" Nanti kamu akan terbiasa. Semoga saja kamu tidak agresif seperti Istriku yang lain." Ryu mencium kening wanita itu, lalu kembali mempelajari Kitab tersebut.
Mendapatkan perlakuan tersebut detak jantung Qing Yun berdegup kencang, namun berusaha untuk menguasai diri dengan memeluk Ryu dengan lembut.
Sambil mempelajari tiap-tiap halaman dari Kitab tersebut, Ryu tidak keberatan jika Qing Yun memeluknya karena dengan demikian wanita itu akan terbiasa.
Butuh waktu lama agar Ryu bisa menguasai semua yang ada di dalam Kitab tersebut, hingga Qing Yun yang bersandar di bahunya tertidur dengan lelap karena perasaannya mulai hangat saat berada di samping pujaan hatinya.
Melihat Qing Yun yang tertidur pulas, Ryu membaringkan tubuh wanita itu di pangkuannya lalu mulai mempraktekkan teknik teleportasi di alam jiwanya.
Waktu terus berjalan, kini Ryu sudah menguasai teknik teleportasi dimana di alam jiwa dia bisa melakukan perpindahan tempat hanya dengan satu kedipan mata sesuai keinginannya.
Teknik teleportasi itu hampir mirip dengan teknik teleportasi yang dimiliki Ryu sebelumnya, hanya saja sedikit perbedaan dimana tanpa menggunakan Batu Bintang.
Namun teknik teleportasi tersebut hanya bekerja dengan jangkauan mata memandang den memerlukan Qi dan kekuatan fisik dan lebih besar.
Tidak ingin mengganggu wanita itu, Ryu memindahkan mereka ke Dunia Quzhu tepat di kamar utama Istana Kristal.
Ryu pun membaringkan tubuh Qing Yun di atas Ranjang, dimana dia juga ikut beristirahat karena perjalanannya dari Dunia Setengah Abadi belum sempat istirahat.
*******
Hari-hari terus berjalan, Ryu dan Qing Yun berada di Dunia Quzhu dimana wanita itu sudah terbiasa dengan keberadaan calon suaminya.
Bahkan Qing Yun tidak segan untuk bersikap manja kepada calon suaminya, dimana Ryu juga menjelaskan tentang apa saja yang ada di Dunia Quzhu.
Kini tepat hari kedua di waktu yang sebenarnya, mereka keluar dari Dunia Quzhu untuk kembali ke Istana Kekaisaran Beruang Putih.
Pada keesokan harinya, mereka melangsungkan pernikahan dimana para tamu undangan juga ikut menikmati kebahagiaan itu.
Tentu saja hal itu karena pihak Istana menyajikan hidangan mewah dan disuguhkan hiburan, mulai tarian yang diiringi alunan musik.
Saat hari sudah malam, dimana acara pernikahan sudah selesai, Ryu juga berpamitan kepada tamu undangan dimana Qing Yun juga mengikutinya.
" Ryu'er, jagalah putriku dengan baik! Aku juga tidak sabar ingin menimang cucu." Kaisar Qing Yun terlihat senang dengan keanggunan putrinya yang menggunakan gaun pengantin yang membuatnya layak seperti Dewi-Dewi.
" Ayah mertua, aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah Kaisar Qing Jihai yang sedang menikmati arak bersama para petinggi Istana.
" Mmmm." Kaisar Qing Jihai mengangguk lalu mempersilahkan kepada mereka melanjutkan langkahnya.
Ryu pun membawa Qing Yun menuju kamar pengantin mereka, dimana disuguhkan dengan aroma wewangian dan dihiasi dengan berbagai dekorasi pelaminan yang menambah suasana romantis.
" Gege, apa kita akan langsung pergi ke kediaman Istrimu yang lain?" Tanya Qing Yun dengan memasang wajah memerah dimana sebenarnya dia juga tidak ingin menikmati malam pertama diganggu oleh siapapun.
" Mungkin besok pagi saja. Apa kamu tidak ingin menikmati malam pertama kita?" Ucap Ryu seraya menggendong Qing Yun lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
" Ini adalah malam pertama kita, aku harap Gege melakukannya dengan cara lembut." Ucap Qing Yun sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Ryu.
" Tentu saja." Jawab Ryu sambil mencium kening Istrinya tersebut.
Kini pasangan pengantin tersebut hanyut dalam kesenangan mereka untuk menikmati malam pertama hingga tertidur pulas dengan perasaan penuh kebahagiaan.
*******
Pada keesokan pagi Ryu dan Qing Yun berpamitan kepada Kaisar Qing Jihai untuk pergi ke Istana Yexuan.
Setelah berpamitan, Ryu dan Qing Yun langsung berpindah tempat di Istana Yexuan dimana Sheng Zhishu dan yang lain juga terlihat sedang bersantai di lantai dasar Istana Yexuan.
" Waaahhh, sepertinya ada yang baru saja menikmati malam pertama." Ucap Huli Yue sambil menggoda Suaminya dan Qing Yun.
Kini wajah She Ling, She Bing dan She Zhilin terlihat buruk karena mereka sendiri belum menikmati malam bersama suaminya.