
( Kerajaan Awan Timur )
Di sebuah ruangan rahasia, kini terlihat lima sosok yang sedang melakukan perbincangan yang dimana sedang membahas kelangsungan hidup Ras Phoenix Awan.
Kelima penguasa awan dari kelima Benua juga membahas hal yang sama, dimana ingin kembali ke Dunia Tiantang tempat asal leluhur mereka.
Kelima penguasa awan itu memiliki pemikiran yang sama untuk mengambil salah satu dari beberapa putri mereka yang paling cantik dan sebagai pilar utama setiap Kerajaan mereka.
" Aku memiliki 12 Putri, namun hanya Huang Que Yun saja yang menjadi permata di Kerajaan Awan Timur ini." Ucap Raja Awan Timur.
" Aku juga... Dari kesekian banyak putri-putriku hanya Huang Bei Yun saja yang menjadi pilar Kerajaan Awan Barat." Ucap Raja Awan Utara.
" Aku harap Kaisar Ryu mau menerima Putri kita sebagai Istrinya. Aku tidak mau Pangeran dari Ras Harimau Langit mengambil Putriku Huang Xi Yun sebagai Istrinya. Bagaimanapun mereka telah bekerjasama dengan Ras Phoenix Langit untuk menggeser kedudukan kita di Dunia Tiantang." Ucap Raja Awan Barat.
" Kamu benar... Mereka dengan mudah melupakan kejadian ribuan tahun yang lalu setelah mendengar bahwa Putri-putri kita merupakan pilar Kerajaan kita. Hanya saja keputusan yang kita ambil terlalu beresiko." Ucap Raja Awan Selatan.
" Sejak kejadian itu kita semua tidak boleh menyebutkan nama kita sendiri dan hanya dibolehkan dengan gelar. Bukan hanya kita, tapi aku dengar Ras Naga Laut juga mengalami nasib yang sama. Ini sungguh menyakitkan." Ucap Raja Awan Tengah.
" Lalu bagaimana cara kita untuk menyampaikan keinginan kita? Bukankah ini terlalu memalukan jika kita menyerahkan Putri kita." Tanya Raja Awan Timur.
" Tradisi atau bukan Tradisi, memalukan atau tidak... Tapi jauh lebih memalukan jika kita tidak bisa mengembalikan nama baik Ras Phoenix Awan. Kalian sudah tau bagaimana cara Ras Harimau Langit memperlakukan kita jika mereka turun kesini? Mereka hanya menganggap bahwa kita hanyalah sampah." Raja Awan Tengah terlihat murung karena salah satu Putranya dijadikan budak oleh Ras Harimau Langit.
Begitupun dengan keempat Raja yang lain, Jika Pangeran dari Ras Harimau Langit atau Phoenix Langit turun ke kerajaan mereka, pasti akan memakan korban jiwa bahkan terkadang rakyat mereka akan menjadi pelampiasan nafsu bawahan dari Pangeran Ras Harimau Langit dan Ras Phoenix Langit.
" Baiklah.... Kalau begitu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Raja Awan Barat.
" Menurut salah satu pengawal ku, Jika kita langsung menemui Kaisar Ryu, mungkin kita akan mengalami penolakan. Kecuali bicara dengan Istrinya secara langsung." Ucap Raja Awan Timur.
" Ini terlalu sulit. Jika begitu, kita langsung membawa Putri kita." Ucap Raja Awan Barat.
" Baiklah... Kalau begitu kita sudahi pembicaraan ini." Raja Awan Timur menyudahi pembicaraan mereka, dimana semua kembali ke wilayah masing-masing.
*******
( Bagian terdalam di Hutan yang sangat luas )
Di sebuah bangunan yang sangat kuno, terlihat dua sosok pria dan wanita yang merupakan pasangan suami istri.
Pasangan suami-istri tersebut memiliki penampilan yang tidak layak seperti manusia pada umumnya.
Sosok Pria menggunakan pakaian dari kulit Harimau dengan memakai topeng motif naga. Sedangkan sosok wanita juga memakai pakaian dari kulit Harimau memakai topeng naga yang dimana mereka sudah mencapai Pendekar Semesta tahap awal.
Mereka juga memiliki ribuan bawahan dimana semua memakai pakaian dari kulit hewan yang sedang berkumpul di luar bangunan tersebut.
Tiba-tiba muncul lima buah Pintu Dimensi berwarna hitam pekat mengeluarkan aura kematian.
Dari dalam pintu dimensi tersebut muncul masing-masing satu sosok yang memakai topeng Harimau, topeng Serigala, topeng Singa, topeng Beruang dan topeng Rubah.
" Salam Yang Mulia Raja, Salam Yang Mulia Ratu." Kelima sosok tersebut memberi hormat.
" Mmmm... Apa yang kalian temukan di Benua Utara, Benua Barat, Benua Selatan dan Benua Tengah?" Tanya Sosok memakai topeng naga yang mereka panggil sebagai Raja.
" Maaf Yang Mulia Raja. Kami Tidak menemukan keberadaan Makhluk Kuno itu. Sepertinya ada orang lain yang mendahului kami." Ucap Sosok yang memakai topeng Harimau.
" Sialan... Bagaimana ini bisa terjadi? Bahkan di Benua Timur ini juga sudah tidak ditemukan." Ucap Raja Manusia Rawa.
" Sudahlah Suamiku... Lebih baik kita kembali ke Dunia Dongwu. Kita susun kembali rencana kita. Tempat ini sepertinya sudah tidak layak lagi untuk kita." Ucap Ratu Manusia Rawa.
" Haaahh... Aku tidak menyangka di dunia ini kita kesulitan untuk melebarkan sayap. Bahkan semua pasukan terbaikku sudah banyak terbunuh oleh Kaisar itu." Raja Manusia Rawa terlihat kesal, karena rencananya untuk menguasai Benua Timur telah digagalkan oleh Ryu dan bawahannya.
Saat kejadian pertempuran sepuluh tahun yang lalu, anggota manusia rawa banyak sekali terbunuh.
Itulah sebabnya kelompok Manusia Rawa tidak berani lagi untuk bertindak seperti sebelumnya, dimana mereka terang-terangan melakukan penyerangan di berbagai tempat.
Sebuah kerugian yang besar dialami kelompok manusia rawa, membuat mereka semakin terdesak.
" Jika kita berhasil menemukan Kitab itu, kita bisa melebarkan sayap di Nuse tempat para peri itu. Sayangnya Yang Mulia Kaisar tidak memberitahukan tempat keberadaan Kitab itu." Ucap Raja Manusia Rawa.
" Lalu apa yang harus kita lakukan Yang Mulia Raja? Jika kita terus berada di Benua Timur ini, cepat atau lambat persembunyian kita akan diketahui." Ucap sosok yang memakai topeng Singa.
" Ya... Aku tau itu. Jika kita terlalu lama disini, kekuatan kita semakin melemah. Hanya satu harapan kita, Kita harus mencari keberadaan Makhluk Kuno yang lain di Dunia Dongwu, Dunia Yuzhou, Dunia Nuse bahkan Dunia Tiantang. Dengan demikian kita bisa kembali ke Benua Timur ini." Ucap Raja Manusia Rawa.
" Jenderal Singa, Jenderal Harimau... Kumpulkan semua anggota kita! Kita harus kembali ke Dunia Dongwu untuk menyusun kekuatan kembali." Ucap Raja Manusia Rawa.
" Baik Yang Mulia Raja." Kedua sosok tersebut langsung meninggalkan bangunan menuju ketempat para prajurit mereka.
" Haaahh.... Semoga saja Batu Roh ini cukup untuk membawa kita kembali." Raja Manusia Rawa langsung menciptakan sebuah Teleportasi, lalu melemparkan tumpukan Batu Roh di dalam rune yang telah dia sediakan sebelumnya.
Seketika terlihat sebuah pintu muncul di atas rune tersebut yang kini semakin besar.
" Jenderal Beruang... Kami akan pergi lebih dulu. Pastikan semua anggota kita tidak ada yang tertinggal. Dan jangan lupa, hancurkan bangunan ini agar tidak meninggalkan jejak." Ucap Raja Manusia Rawa.
" Baik Yang Mulia Raja." Ucap sosok yang memakai topeng Beruang.
Sepasang suami-isteri itupun langsung masuk ke dalam portal dimensi untuk kembali ke Dunia Dongwu.
Tidak lama kemudian seluruh anggota manusia rawa memasuki bangunan tersebut dengan membentuk barisan yang rapi.
Kelima Jenderal itupun meminta kepada mereka agar terlebih dulu masuk ke dalam pintu dimensi.
Mereka pun satu-persatu masuk, hingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Kini hanya tersisa kelima Jenderal yang masih berada di tempat itu.
Tanpa menunggu lama, Jenderal Beruang langsung menciptakan Bola Api menghancurkan bangunan tersebut lalu melompat ke arah pintu dimensi diikuti keempat Jenderal yang lain.