
Kini muncul mahkota berwarna keemasan di kepala Xie Xian dengan sebuah permata merah di tengahnya.
Di tangan kanan Xie Xian juga muncul bunga yang persis dengan bunga yang Ryu ambil sebelumnya dari wanita itu.
Namun memiliki sedikit perbedaan dimana seluruh tangkainya berwarna keemasan.
" Gege, aku berhasil." Seru Xie Xian yang kegirangan langsung memeluk suaminya.
" Xian'er, apa kamu bisa melepaskan pakaian ini lagi?" Tanya Ryu seraya menggoda Xie Xian.
" Itu mudah saja! Hanya dengan menggunakan kekuatan pikiran, pakaian ini akan menghilang." Ucap Xie Xian yang terus memeluk suaminya.
Dengan sedikit menaikkan alisnya, Ryu yang awalnya hanya bercanda, namun ditanggapi dengan serius oleh Xie Xian.
" Gege, Sekarang biar aku yang membawamu terbang mengitari tempat ini." Xie Xian merangkul pinggang suaminya, hingga muncul sepasang sayap berwarna keemasan.
Tanpa menunggu lama, Xie Xian membawa Ryu keluar dari ruangan tersebut langsung terbang ke udara.
Mendapatkan perlakuan dari Xie Xian, Ryu hanya tersenyum sambil menikmati terpaan angin di wajahnya.
" Xian'er, bagaimana dengan tingkat Kultivasimu? Aku sama sekali tidak merasakannya." Tanya Ryu sambil memperhatikan pepohonan di bawah mereka.
" Aku menggunakan Teknik Kultivasi Terbalik. Sangat sulit untuk mencari Sumberdaya, kecuali asap racun Kultivasi. Untuk sekarang aku sudah mencapai Pendekar Semesta tahap awal. Itupun karena proses penyerapan di Danau itu tadi." Jawab Xie Xian sambil membawa mereka terbang.
Xie Xian tidak menyangka bahwa danau Air Embun Surgawi bisa membuatnya naik satu tingkat, dimana awalnya dia hanya mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir.
" Lalu bagaimana caranya jika aku membawamu ke Dunia Abadi? Bukankah asap racun Kultivasi hanya ada di Benua ini?" Tanya Ryu yang terlihat serius.
" Aku juga tidak tau. Mau tidak mau aku harus membawa asap racun Kultivasi bersamaku. Bagaimanapun caranya." Jawab Xie Xian sambil menggelengkan kepala karena sangat tidak mungkin bisa membawa asap racun Kultivasi.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu kembali berpikir mencari cara untuk membawa asap racun Kultivasi tersebut ke Dunia Quzhu.
" Semoga saja Pagoda Jiwa bisa membawa asap racun Kultivasi." Ryu bergumam dan berharap penuh dengan Pagoda Jiwa miliknya.
" Tapi Gege tenang saja, sepertinya Gege memiliki 'Yang' Matahari. Mungkin cukup membantu, meskipun aku membutuhkannya sangat banyak." Ucap Xie Xian, dimana dia dapat merasakan sesuatu yang unik di tubuh Ryu.
" Gluug." Ryu menelan ludah membayangkan bagaimana jika mereka melakukan ritual tersebut, dimana wanita yang di sampingnya sekarang memiliki kekuatan fisik yang mengerikan.
Dari penilaian Ryu, Xie Xian melebihi kemampuan fisik dari Sheng Zhishu dan yang lain dibalik kelembutan kulitnya.
Bahkan saat mereka bertarung sebelumnya. Jika Ryu tidak memiliki anugerah dari Penguasa elemen, maka dapat dipastikan dia akan terlebih dulu kewalahan.
Dengan melakukan pertarungan lebih dari dua minggu, tentu saja Ryu dapat membayangkan kekuatan fisik Xie Xian.
Hal itu memang wajar, karena Xie Xian melakukan perburuan kepada manusia berkepala hewan lebih dari sepuluh tahun untuk meningkatkan kekuatan fisik.
" Aku akan membantumu semampuku." Jawab Ryu dengan cepat.
" Mmmm." Xie Xian mengangguk kecil lalu membawa mereka kembali ke Istana Kristal.
Meskipun Ryu bisa membawa mereka hanya dengan satu kedipan mata, namun dia tidak ingin melakukannya karena Xie Xian begitu menikmati sayapnya yang baru.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di Istana Kristal, dimana sayap Xie Xian kembali mengecil dan masuk ke dalam tulang punggungnya.
Karena Xie Xian sudah pernah berada di Istana Kristal, jadi dia langsung menarik tangan Ryu dan membawanya ke kamar utama.
Mendapatkan perlakuan tersebut, Ryu hanya tersenyum karena dia mengetahui tujuan Xie Xian.
Saat berada di dalam kamar utama, Xie Xian langsung membaringkan tubuh mereka di atas Ranjang.
Entah siapa yang memulainya, Ryu dan Xie Xian begitu menikmati ritual menyenangkan tersebut.
Seperti dugaan Ryu sebelumnya, dibalik kulit lembut dan halus Xie Xian, wanita itu mampu mengimbangi keperkasaan Ryu hingga berhari-hari sudah tidak terhitung lagi melakukan pelepasan Yin-Yang.
Berkat bantuan Xie Xian juga, Ryu mampu menerobos Pendekar Semesta tahap awal sehingga Ryu tersenyum puas dengan pencapaiannya.
Di sela ritual menyenangkan tersebut, Ryu berpikir akan lebih sulit lagi untuk naik tingkat, dimana membutuhkan Sumberdaya puluhan kali lipat dari sebelumnya.
" Haaahh... Tubuh Dewa Agung ini begitu rakus dengan Sumberdaya." Ryu bergumam sambil melakukan ritualnya.
Pada hari ketujuh dimana mereka berdua sama-sama kelelahan, namun tergambar jelas dari raut wajah Ryu dan Xie Xian penuh kebahagiaan.
" Gege, kamu sangat kuat sekali." Xie Xian sambil menatap suaminya dengan penuh haru.
" Mmmm... Sepertinya aku butuh waktu untuk beristirahat." Ryu tersenyum pahit sambil memeluk istrinya.
Hal yang Ryu takutkan adalah jika Sheng Zhishu dan yang lain bertanya kepada Xie Xian tentang kekuatan fisiknya, maka dapat dipastikan Ryu akan kesulitan untuk mengimbangi istrinya yang begitu banyak.
Apalagi dengan Ide-ide baru dari Sheng Zhishu dan yang lain, bukan tidak mungkin mereka menggabungkan teknik Tubuh Dewi Emas Suci dengan teknik yang dimiliki Xie Xian.
' Semoga saja mereka tidak bisa melakukannya.' Ryu membatin sambil mencium kening Xie Xian lalu menutup mata untuk beristirahat.
Keduanya pun sama-sama menutup mata dalam posisi saling berpelukan hingga sampai tertidur pulas.
*******
Sambil menunggu proses penyerapan asap hitam ke Pagoda Jiwa, Ryu dan Xie Xian menikmati kebersamaan mereka.
Sesekali Ryu keluar dari Dunia Quzhu untuk memeriksa keadaan Pagoda Jiwa, sedangkan Xie Xian juga keluar dari Dunia Quzhu untuk Berkultivasi di asap racun Kultivasi.
Butuh waktu selama dua bulan, kini tanah yang ada di seluruh Benua Pembantaian bagian luar telah bersih dari asap hitam, dimana Ryu dan Xie Xian berjalan mendekati asap racun Kultivasi.
" Gege, apa kamu yakin dengan Pagoda Jiwa ini kamu bisa memindahkan asap racun Kultivasi ke Dunia Quzhu?" Tanya Xie Xian yang merasa sedikit ragu.
" Aku juga tidak tau, tapi aku harus mencobanya." Ucap Ryu seraya memindahkan Pagoda Jiwa di tengah kabut asap racun Kultivasi.
Sesaat terlihat Pagoda Jiwa seakan menimbulkan respon dimana asap racun Kultivasi di sekitarnya mulai menipis.
" Gege, sepertinya kita berhasil." Xie Xian terlihat kegirangan sambil menatap ke arah Pagoda Jiwa yang mulai menyerap asap racun Kultivasi.
" Mmmm... Aku akan menaruh asap racun Kultivasi ini di tempat yang cukup aman." Ryu kembali membawa Xie Xian ke Dunia Quzhu hingga berdiri di atas awan.
Karena Dunia Quzhu sudah terdapat tiga daratan, Ryu mengambil daratan yang dia dapatkan dari Dunia kecil saat bertemu dengan pasukan Naga Gunung sebagai tempat menyimpan asap racun Kultivasi.
" Xian'er, bagaimana menurutmu tempat ini?" Tanya Ryu sambil menunjuk daratan di bawah mereka.