
Setelah berjalan cukup lama, kini Ryu telah mencapai dimana portal dimensi berada.
Dari kejauhan, kini terlihat rombongan prajurit Kekaisaran Sun dan beberapa kelompok dari berbagai sekte yang awalnya sangat banyak, kini hanya tersisa kurang dari separuh.
" Pendekar Ryu... Syukurlah kamu selamat. dimana kelompokmu?" Tanya Sun Kim Ai yang terlihat senang dengan kedatangan Ryu.
" Mereka juga selamat, dan mereka juga akan menyusul kembali kesini. Sepertinya kalian mengalami masalah. Ada apa dengan kelompok kalian?" Tanya Ryu sambil menatap prajurit yang ada di tempat itu terlihat semakin sedikit dan banyak mengalami luka.
" Sebelumnya kami dikejar oleh gerombolan Tanlan. Syukurlah para Kultivator yang lain datang membantu. Jika tidak, mungkin kami semua mendapat nasib buruk." Ucap Jenderal Gong sambil menghela nafas berat.
" Apa kalian menemukan apa yang kalian cari?" Tanya Ryu kepada mereka.
" Kami juga menemukan beberapa harta dan Sumberdaya" Ucap Jenderal seraya tersenyum pahit karena banyak kehilangan prajurit.
" Lalu bagaimana dengan kalian?" Ryu menatap ke arah pria paruh baya.
Tentu Ryu dapat merasakan bahwa mereka adalah orang baik, karena masih bisa saling membantu.
Hal itu memang jarang terjadi pada saat Ryu berada di Dunia Abadi.
" Kami juga berhasil menemukan beberapa harta dan Sumberdaya. Tapi kami tidak berhasil menerobos sebuah bangunan tua di sebelah timur dari sini." Pria paruh baya memasang wajah masam karena mereka juga banyak kehilangan anggota.
" Waktu kita memang sisa sehari lagi, namun kami tidak ingin mengambil resiko besar. Kami takut gerombolan Tanlan memburu kami lagi." Yang lain ikut menimpal.
" Aku sangat penasaran dengan bangunan itu. Aku yakin disanalah yang paling banyak menyimpan Sumberdaya." Ucap Salah satu Kultivator muda.
" Benar sekali saudara. Aku rasa ini kesempatan emas kita untuk memberi yang terbaik kepada Sekte." Ucap yang lain ikut menimpal.
" Kalian tau dimana letaknya?" Tanya Ryu yang terlihat sedikit penasaran.
" Letaknya tidak jauh dari sini dan hanya berjalan beberapa jam." Ucap pemuda tersebut.
" Baiklah kalian tunggu disini, aku akan menjemput kelompokku." Ucap Ryu seraya meninggalkan mereka melesat di balik pepohonan.
Melihat tindakan Ryu yang seakan tidak ada rasa takut sedikit pun membuat mereka sangat heran.
" Tuan Putri... Apa kamu tau seberapa kuat pemuda itu?" Tanya pria paruh baya yang penasaran dengan Ryu.
" Aku juga tidak tau persis. Tapi kami pernah melihat pemuda tampan itu dengan mudah melenyapkan gerombolan Tanlan." Sun Kim Ai menatap kagum kepada Ryu.
" Apa? Bagaimana mungkin?" Semua yang berada di tempat itu merasa tidak yakin.
" Bukan itu saja... Sebelum kami bertemu dengannya, kami merasakan adanya pertempuran hebat dan Aura mereka mencapai ratusan. Namun saat kami mendatanginya kami hanya melihat pemuda itu sedang berdiri dengan Santai " Ucap salah satu pengawal Putri Sun Kim Ai.
" Benar-benar misterius." Gumam mereka sambil menatap ke arah Ryu yang sudah tidak terlihat lagi.
Di tempat lain Ryu yang merasa sudah aman, kini mengeluarkan Xie Xian dan Jiu Wei Hu yang sudah terdaftar sebagai kelompoknya.
" Suamiku, apa ada pekerjaan untuk kami?" Tanya Jiu Wei Hu sambil menggoda suaminya.
" Ada beberapa hal yang harus kita lakukan." Jawab Ryu lalu membawa mereka menemui rombongan.
Setelah Ryu dan Istrinya sudah sampai, semua orang merasa segan karena setelah mendengar cerita dari Sun Kim Ai dan prajurit.
Meskipun rombongan Ryu hanya ada tiga orang dan duanya adalah wanita, namun mereka tidak berani mengusik mereka.
Tentu mereka berfikir kedua wanita itu bukanlah orang sembarangan, karena saat terpisah dari Ryu saja mereka masih selamat.
Sedangkan untuk mereka sendiri ada yang mencapai seratus orang, sudah banyak yang mati akibat serangan dari Tanlan.
" Mari Tuan Pendekar. Kami akan menuntun mu kesana." Ucap sosok pemuda sebelumnya.
Mereka pun berjalan ke arah timur menuju sebuah bangunan tua dimana diceritakan sebelumnya.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka telah mencapai tempat tersebut dimana bangunan masih terlihat kokoh.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung berjalan di depan untuk memeriksa bangunan tersebut yang diikuti Xie Xian dan Jiu Wei Hu.
Begitupun dengan yang lain, mereka mengambil jarak dari kelompok Ryu karena sangat segan terhadap mereka.
Setelah mendekati pintu, Ryu hanya tersenyum karena pintu tersebut dilindungi sebuah Formasi.
Wuush!
Formasi tersebut terbuka. Saat pintu itu terbuka, semua terpana saat melihat isi dari bangunan tersebut, namun tidak ada yang berani bertindak mendahului rombongan Ryu.
Saat itu juga Ryu langsung membawa mereka masuk sambil mematahkan Formasi yang banyak pada tiap sudut ruangan.
Setelah mencapai di sudut ruangan, mereka menemukan beberapa peti yang berisi Batu Roh dan berbagai Senjata Roh.
" Kalian ambil saja harta itu!" Ryu menunjuk ke arah tumpukan harta tersebut.
" Baik Tuan Pendekar." Jawab mereka serempak lalu mengambil Sumberdaya tersebut secara bersamaan.
Di sisi lain, Ryu dan Istrinya teru melanjutkan penelusuran hingga sampai di ruangan paling ujung.
" Suamiku." Jiu Wei Hu menunjuk ke sebuah Tungku Emas yang memancarkan Aura sangat kuat setingkat Pusaka tingkat Surgawi.
" Tungku ini sangat cocok untuk She Ling, She Bing dan She Zhilin." Ryu mengambil Tungku Emas tersebut.
Meski tidak berguna untuknya, namun itu tetaplah benda Pusaka yang diimpikan Para Alkemis sehingga Ryu berniat memberikan kepada tiga Istrinya yang memahami tentang Alkemis.
Setelah memasukkan Tungku Emas tersebut, Ryu dan Istrinya kembali melanjutkan penelusuran pada ruangan tersebut hingga menemukan sebuah Pintu yang terbuat dari Batu.
Duaarr!
Sebuah sambaran Petir Hitam seukuran manusia dewasa membuat pintu dari batu besar tersebut hancur berkeping-keping.
Wuush! Wuush!
Xie Xian dan Jiu Wei Hu langsung terbang mendahului Ryu, karena mereka berdua dapat merasakan ada sesuatu yang berharga.
" Tanaman roh lima warna." Gumam Ryu sambil menatap kedua istrinya sedang memungut tanaman tersebut.
Wuush!
Ryu berniat ingin menarik tanaman roh lima warna dengan menggunakan kekuatan spiritual miliknya, namun sama sekali tidak berpengaruh.
" Suamiku, tanaman roh lima warna hanya bisa dipungut langsung dengan tangan." Jiu Wei Hu menggelengkan kepala atas tindakan suaminya.
Mendengar perkataan dari Jiu Wei Hu, Ryu langsung memasang wajah masam lalu memungut tanaman tersebut dengan menggunakan tangan dan menyimpannya di ruang Sumberdaya di Dunia Quzhu.
Di sisi lain Xie Xian tersenyum puas karena Ryu memasang ekspresi seperti itu.
Sebenarnya Xie Xian juga tidak mengetahui cara mengambil tanaman roh lima warna jika Jiu Wei Hu tidak memberitahukan hal itu melalui pesan jiwa.
Setelah selesai memungut tanaman roh lima warna, Ryu dan Istrinya kembali menyusuri Ruangan tersebut hingga mencapai Ruangan yang sangat sempit.