SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 287. 74 Patung


Bahkan jika Liu Ryu terus menjatuhkan Hujan Kehampaan, maka hidup Kalajengking raksasa akan terancam.


" Tuan... Di bawah tanah hutan larangan ada tumpukan kristal energi. Namun tempat itu dilindungi oleh sebuah Formasi."


" Aku akan mengantar tuan, jika tuan mengampuniku." Ucap Kalajengking raksasa yang tidak peduli lagi dengan kehormatannya.


" Kristal energi?" Liu Ryu tidak menyangka bahwa di dalam hutan larangan terdapat benda yang sangat langka.


Kristal energi memiliki fungsi untuk mengumpulkan energi alam semesta, agar bisa mempercepat proses Kultivasi.


Tidak hanya itu saja,. kristal energi juga berfungsi untuk mempercepat tumbuhnya Sumberdaya yang berada di sekitarnya.


" Jika seperti ini, aku tidak perlu lagi mencari Sumberdaya di berbagai tempat." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah Kalajengking raksasa.


" Baiklah, aku akan mengampunimu. Tapi antarkan kami ke tempat itu." Ucap Liu Ryu.


" Baik tuan." Kalajengking raksasa terlihat senang karena kali ini dia masih bisa hidup.


Liu Ryu pun memanggil Istrinya untuk menghentikan Istrinya agar tidak mengambil Sumberdaya yang dijaga oleh Kalajengking raksasa.


Tidak lama kemudian Sheng Zhishu dan yang lain mulai berdatangan, merasa heran karena suami mereka menghentikan apa yang mereka lakukan.


" Suamiku, apa yang terjadi? Mengapa kamu melarang kami untuk mengambil Sumberdaya disana? Sumberdaya disana banyak sekali." Ucap Xin Chie, sambil menunjuk ke arah lembah.


" Sisakan untuk Kalajengking raksasa ini. Dia akan membawa kita ke tempat yang lebih berharga." Ucap Liu Ryu


Mendengar ucapan dari Liu Ryu, Kalajengking raksasa terlihat senang karena mereka tidak berniat untuk mengambil Sumberdaya yang dia miliki.


Bahkan Liu Ryu juga menciptakan pelindung mengelilingi lembah tersebut agar tidak ada yang memasuki wilayah tersebut, kecuali Kalajengking raksasa.


" Terimakasih tuan. Sekarang naiklah ke punggungku." Kalajengking raksasa meminta kepada Liu Ryu dan Istrinya untuk naik ke punggungnya.


Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu dan Istrinya melompat ke punggung Kalajengking raksasa, dimana mereka dibawa ke sebuah tempat.


Jalur yang dilewati Kalajengking raksasa tidak bisa dilewati oleh para Kultivator, karena harus melewati jalan curam dan tidak bisa menggunakan Qi.


Itu artinya jika para Kultivator yang ingin melewati tempat tersebut, hanya mengandalkan kekuatan fisik.


" Kenapa di tempat ini sangat aneh." Tanya Liu Ryu sambil meningkatkan kewaspadaan karena Kalajengking raksasa membawa mereka ke tempat yang bisa menekan Qi.


" Tuan tenang saja. Aku tidak berniat buruk kepada kalian. Kalian telah melindungi kediamanku, jadi aku akan membalas kebaikan tuan." Ucap Kalajengking raksasa sambil membawa mereka menuruni tebing yang curam.


Setelah melakukan perjalanan cukup lama, kini Kalajengking raksasa menghentikan langkahnya, lalu meminta kepada Liu Ryu dan Istrinya untuk turun dari punggungnya.


" Tuan... Di dalam goa ini terhubung dengan bawah tanah hutan larangan."


" Aku hanya menunggu kalian sampai disini. Di dalam goa itu banyak dilindungi Formasi." Ucap Kalajengking raksasa.


Melihat Kalajengking raksasa tidak ada kebohongan, Liu Ryu dan Istrinya langsung masuk ke dalam goa tersebut, dimana Qi mereka pulih kembali.


Satu-persatu Formasi yang melindungi goa tersebut berhasil Liu Ryu patahkan, hingga perjalanan mereka memakan waktu selama dua hari.


" Sepertinya kita sudah berada di bawah tanah hutan larangan." Ucap Liu Ryu, sambil memperhatikan keadaan sekitar.


Di bawah tanah hutan larangan tidak seperti yang difikirkan oleh Liu Ryu dan Istrinya, dimana tempat itu sangatlah luas seperti dunia kecil.


" Jadi seperti ini bentuk bawah tanah hutan larangan?" Gumam Liu Ryu yang tidak henti dengan kekagumannya.


Tentu Liu Ryu dapat merasakan bahwa energi di tempat itu sangatlah padat.


" Pantas saja di hutan larangan, banyak sekali Sumberdaya yang seakan tidak pernah habis." Liu Ryu memperkirakan bahwa rahasia hutan larangan berasal dari kristal energi.


" Suamiku sepertinya kristal energi ini bisa kita manfaatkan di danau yang ada di Istana Kekaisaran Atas Awan." Sheng Zhishu berniat untuk membawa kristal energi sebanyak mungkin.


Tanpa membuang waktu, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain langsung menyebar ke berbagai arah untuk mengambil kristal energi.


Sedangkan Liu Ryu mencari arah lain, karena dia sangat penasaran dengan samar-samar dari kejauhan terlihat seperti sebuah Istana.


" Istriku, aku akan pergi kesana." Ucap Liu Ryu, lalu melesat ke arah depan.


Sedangkan Sheng Zhishu dan yang lain terus memungut kristal energi, karena harus tidak bisa menggunakan kekuatan spiritual.


Dengan kata lain Sheng Zhishu dan yang lain hanya memungutnya dengan tangan, yang tentu membutuhkan waktu yang sangat lama.


Di sisi lain Liu Ryu yang sudah berada di depan Istana yang terbuat dari kristal energi, kini hanya menghela nafas panjang karena bahan yang sangat langka hanya dijadikan sebagai Istana.


" Sangat disayangkan jika kristal energi dibiarkan seperti ini." Liu Ryu memiliki pemikiran lain, karena dia ingin membawa Istana tersebut ke Dunia Quzhu.


Namun sebelumnya Liu Ryu harus memeriksa keadaan di dalam Istana tersebut, karena masih penasaran dengan isi dari Istana tersebut.


Tidak lama kemudian Liu Ryu yang sudah masuk ke dalam Istana, kini disambut dengan pemandangan ukiran patung yang sangat indah.


" Patung apa ini? Kenapa auranya sangat kuat?" Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah patung wanita yang memperlihatkan bagian tubuhnya.


Patung wanita itu terdiri dari 74 patung yang berdiri membentuk lingkaran, seakan ingin menciptakan sebuah Formasi.


Meskipun terlihat cantik dan anggun, tatapan mata patung tersebut begitu tajam memiliki keagungan layaknya seorang dewi.


" Sangat cantik." Gumam Liu Ryu yang seakan terhipnotis dengan penampilan 74 patung tersebut.


Liu Ryu dapat membayangkan jika 74 patung tersebut adalah seorang manusia, maka kecantikan mereka tiada duanya.


Sesaat tatapan Liu Ryu tertuju pada beberapa garis lingkaran yang berada di dekat patung tersebut.


" Sepertinya jumlah patung ini ada 101. Tapi kemana patung yang lain?" Liu Ryu memperhatikan bahwa ada 26 lingkaran yang tidak diisi oleh patung wanita dan satu lingkaran di tengahnya juga kosong.


Karena begitu penasaran, Liu Ryu menyentuh salah satu dari patung tersebut, dimana patung itu sangat lunak layaknya menyentuh kulit manusia.


" Sepertinya patung-patung ini diciptakan dengan bahan khusus." Gumam Liu Ryu sambil menyentuh patung yang lain karena masih penasaran.


Sesaat muncul di fikiran Liu Ryu untuk mengetahui apa yang terjadi pada 74 patung tersebut, lalu mengeluarkan darahnya.


Tetesan darah itupun terbagi menjadi 74, lalu melayang ke kening masing-masing 74 patung.


Setelah menunggu beberapa saat, 74 patung tersebut tidak menunjukkan reaksi apapun membuat Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya.


" Tidak berfungsi?" Ucap Liu Ryu sambil memeriksa seluruh ruangan tersebut karena dia berharap ada sesuatu yang berharga bisa muncul di tempat itu.


Namun apa yang diharapkan oleh Liu Ryu, tidak seperti keinginannya, dimana dia langsung memeriksa ke berbagai ruangan yang lain.