
Mendapatkan situasi tersebut, Liu Ryu memutar otaknya untuk mencari solusi agar tidak mengecewakan keempat Tetua itu.
" Tuan Ryu, berapapun harga yang ditawarkan. Kami akan membelinya." Lang Zuge juga ikut bersuara dengan nada tinggi.
Sesaat Liu Ryu tersenyum lebar, karena dia sudah memperkirakan bahwa semua Klan akan kehilangan banyak Batu Roh saat Liu Ryu membuka segel portal dimensi.
Dengan demikian yang tersisa hanya Sumberdaya yang dimiliki setiap Klan.
" Baiklah! Aku akan menjual senjata kepada kalian. Tapi yang aku butuhkan bukan Batu Roh, melainkan Sumberdaya." Ucap Liu Ryu sambil menatap mereka secara bergantian.
Sesaat keempat Tetua terdiam sejenak sambil memikirkan tujuan dari Liu Ryu yang lebih memilih mengambil Sumberdaya dibandingkan Batu Roh.
" Jika kalian tidak mampu, maka Assosiasi Senjata tidak akan sesuatu kepada kalian." Ucap Liu Ryu sambil membocorkan Aura Dewa Agung miliknya.
Sesaat keempat Tetua tersebut merasakan sesuatu yang aneh pada tubuh mereka, karena aura yang dimiliki Liu Ryu lebih kuat dari aura Kaisar Han Kiang.
" Siapa orang ini sebenarnya?" Batin keempat Tetua tersebut, mencoba mencari latar belakang Liu Ryu, dimana mereka berfikir bahwa pemuda yang didepan mereka adalah memiliki status yang lebih tinggi.
" Baiklah tuan Ryu. Klan Huan akan membeli senjata dengan menggunakan Sumberdaya." Huan Cayi merasa lebih baik menggunakan Sumberdaya dibandingkan Batu Roh yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk melindungi wilayah Klan.
Begitupun dengan ketiga Tetua yang lain, dimana mereka juga setuju dengan persyaratan tersebut, meskipun sedikit heran dengan keputusan tersebut.
Keputusan itupun telah disepakati bersama, dimana keempat Tetua tersebut memberikan sebuah lembaran yang menerangkan jumlah senjata yang mereka beli.
Melihat keempat lembaran kertas tersebut, Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya karena Klan Huan lebih banyak membelikan senjata dibandingkan ketiga Klan lain.
Bahkan yang lebih mengejutkan, senjata yang dibeli Klan Huan melebihi jumlah pesanan dari pihak Istana Kekaisaran Han.
" Apa yang mereka rencanakan? Tapi aku tidak peduli, yang penting bisnis tetap berjalan lancar." Pikir Liu Ryu sambil menatap ke arah mereka.
" Bagaimana tuan Ryu? Apa Assosiasi Senjata bisa menyanggupinya?" Tanya Chi Qua yang membeli senjata dalam jumlah sedikit dibandingkan dengan yang lain.
" Tentu saja. Namun kami membutuhkan waktu untuk mengumpulkan pesanan kalian, agar tidak ada kesalahan. Juga untuk mengurangi kecurigaan orang lain." Liu Ryu sengaja mengulur waktu, karena mereka belum memberikan Sumberdaya kepada Assosiasi Senjata.
" Tuan Ryu tenang saja! Dua hari lagi pihak Klan Huan akan datang kesini untuk memberikan Sumberdaya sesuai dengan harga yang ditentukan. Aku harap pesanan kami juga bisa dibawa saat itu juga." Huan Cayi beranggapan bahwa Assosiasi Senjata membutuhkan waktu untuk membuat senjata yang lain lagi.
" Sepertinya anda lebih mengerti." Ucap Liu Ryu.
Setelah perbincangan telah selesai, keempat Tetua itupun meninggalkan Assosiasi Senjata, menuju ke Klan masing-masing untuk melaporkan hasil yang mereka sepakati sebelumnya.
Begitupun dengan Liu Ryu, langsung kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan dan mengumpulkan Cincin pemulihan milik anggota pasukan Semesta, karena Cincin tersebut sudah tidak cocok untuk mereka.
" Semua cincin yang ada pada pasukan Semesta hanya tingkat Langit. Dengan kemampuanku sekarang, aku bisa menciptakan Cincin pemulihan Bintang Berlian." Liu Ryu berencana untuk meningkatkan kualitas Cincin pemulihan, bahkan ingin menjual secara bebas.
Namun Liu Ryu hanya akan menjual Cincin pemulihan tingkat Bintang Emas saja, karena dia tidak mungkin menjual sesuatu yang setara dengan milik pasukan Semesta.
Dengan kata lain, Cincin pemulihan yang diciptakan oleh Liu Ryu dapat dipastikan akan banyak peminatnya.
" Anggap saja cincin ini sebagai hadiah untuk keempat Tetua itu." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah Cincin pemulihan tingkat Bintang Emas ciptaannya.
Tentu Liu Ryu bisa menciptakan Cincin pemulihan, karena dia mendapatkan anugerah dari penguasa elemen, terlebih untuk penguasa elemen kehidupan.
" Suamiku, bagaimana kamu bisa menciptakan Cincin pemulihan seperti ini? Bahkan aku yang sebagai ahli Alkemis juga tidak bisa melakukannya?" Sun Yueyue merasa heran, karena jika dilihat Formasi didalam Cincin pemulihan terlihat sederhana.
Namun didalam Formasi tersebut menyimpan energi penyembuhan yang cukup membantu para Kultivator.
Tentu Liu Ryu menyalurkan Qi dalam bentuk elemen kehidupan didalam Cincin pemulihan, lalu menguncinya dengan sebuah Formasi khusus agar bisa digunakan.
Meskipun demikian, Cincin pemulihan juga tidak menjamin seorang Kultivator bisa selamat dari kematian, karena jika berhadapan dengan sosok yang lebih kuat, Cincin pemulihan juga tidak mampu memulihkan kondisi mereka dengan cepat.
" Untuk Cincin pemulihan, sepertinya hanya aku saja yang bisa membuatnya. Kalian tau sendiri bahwa setiap makhluk hidup pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah Istrinya.
Setelah selesai melakukan pekerjaannya, Liu Ryu kembali ke Assosiasi Senjata yang berada di kota Lanshui untuk memberikan keempat Cincin pemulihan yang berisi pesanan dari keempat Tetua sebelumnya kepada Jiang Caiping.
Tidak lama kemudian terdengar keributan di lantai dasar Assosiasi Senjata, dimana salah satu pelayan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Liu Ryu dan Istrinya.
" Tuan muda... Di lantai dasar, ada orang berkelahi." Ucap pelayan tersebut dengan nafas memburu.
" Baiklah, aku akan memeriksanya." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan menuju lantai dasar Assosiasi Senjata.
Di lantai dasar Assosiasi Senjata, terlihat dua sosok pria yang sedang adu mulut, dimana saling menyalahkan satu sama lain.
" Mohon perhatian kalian berdua. Jika ingin menyelesaikan masalah, jangan bertarung di tempat ini." Liu Ryu menatap ke arah kedua sosok tersebut secara bergantian.
" Tuan muda... Kamu tidak tau permasalahannya. Orang itu tertangkap basah sedang masuk ke dalam kamar Istriku." Ucap Pria yang berpakaian corak berwarna merah menunjuk ke arah pria berpakaian corak hijau.
" Aku sudah katakan sebelumnya, aku tidak tau kalau kamar itu milik Istrimu. Aku kira kamar itu milik kakak iparmu." Pria berpakaian hijau mengelak dari tuduhan tersebut.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya. Muncul sebuah ide untuk menguras harta mereka.
Tentu saja dengan tujuan agar Assosiasi Senjata lebih dikenal lagi.
Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta yang datang ke tempat itu, kini ingin bergerak, namun langsung dihentikan oleh Liu Ryu.
Sesaat Liu Ryu mengirim pesan jiwa kepada kedua anggota Pasukan Semesta untuk menjalankan rencana mereka.
" Jika kalian ingin bertarung, silahkan diluar sana." Liu Ryu melepaskan Aura Dewa Agung untuk menekan pergerakan kedua pria tersebut.
Sesaat kedua pria itu sontak kaget, dengan buru-buru keluar dari Assosiasi Senjata menuju ke arah halaman depan yang cukup luas.