SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Sekte Kabut Ilusi


Mendengar nasehat tersebut, Ryu terdiam sejenak mengingat apa yang pernah dikatakan Dewa Ashura kepadanya.


" Terimakasih atas nasehat senior, aku akan selalu mengingatnya." Ryu menundukkan kepala dengan sikap hormat kepada sosok tersebut.


" Itu hanya nasehat kecil, kalau begitu aku ingin Istirahat lagi. Jangan sampai kalian mencabut pohon yang ada di sekitar kepalaku." Ucap sosok tersebut lalu membentuk cahaya dan masuk ke kepala raksasa sebelumnya.


Sesaat kemudian kepala raksasa itu seakan masuk ke suatu tempat dibawah bukit tersebut.


Karena rasa penasaran Ryu dan Li Jilan sudah terjawab, mereka pun kembali ke pondok kecil untuk melakukan aktivitas mereka dimana menghabiskan waktu bersama sebagai suami istri.


*******


Pada keesokan hari Ryu telah kembali dari rawa dan membawa pulang Li Jilan ke kediaman Klan Li.


Ryu pun langsung berpindah tempat ke Sekte Kabut Ilusi untuk menemui Lan Liwei, dimana wanita itu terlihat senang dengan kehadiran suaminya.


" Gege, apa kita akan menemui anggota Sekte Kabut Ilusi? Kebetulan hari ini adalah hari seleksi pengangkatan murid yang akan masuk ke Murid Inti maupun murid dalam." Ucap Lan Liwei sambil merangkul lengan kiri suaminya.


" Kenapa bisa kebetulan?" Ryu sedikit mengerutkan kening.


" Heheee... Para pengurus Sekte sebenarnya ingin melakukan penghormatan kepada Gege saat berkunjung kesini. Jadi kami merencanakan akan melakukan seleksi saat Gege ada disini." Itu semua usulan Lan Liwei dan pengurus Sekte yang ingin menunjukkan bakat calon jenius mereka.


" Baiklah, kita akan melihatnya." Ucap Ryu.


" Mmmm... Aku akan mengirim pesan jiwa kepada para pengurus Sekte terlebih dulu untuk mengumpulkan para murid." Lan Liwei memejamkan mata untuk mengirim pesan jiwa, lalu berjalan ke arah dapur untuk membuat secangkir teh untuk suaminya.


Sementara di sekitar arena, para pengurus Sekte tengah sibuk melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan Ryu.


Bahkan anggota Sekte Kabut Ilusi yang dengan wajah baru juga ikut mengatur segala keperluan, karena mereka sangat penasaran dengan wajah dari Kaisar Ryu dimana mereka tidak pernah bertemu dengannya.


Tidak lama kemudian Lan Liwei juga kembali dari dapur dengan membawa secangkir teh untuk suaminya.


" Terimakasih Wei'er." Ryu mengambil teh tersebut lalu meminumnya.


" Itu semua sudah kewajiban seorang istri." Ucap Lan Liwei sambil menyeruput teh miliknya.


Sambil menunggu arena disiapkan, mereka pun menikmati kebersamaan mereka meskipun hanya berbincang kecil.


Setelah menikmati secangkir teh mereka, Lan Liwei mengajak suaminya untuk melihat pemandangan di Sekte Kabut Ilusi.


" Wei'er, sepertinya tempat ini sudah banyak kemajuan." Ryu yang memperhatikan beberapa bangunan semakin banyak yang dihiasi taman di sepanjang perjalanan mereka.


" Karena Sekte Kabut Ilusi bukan lagi sebagai Sekte aliran Hitam, jadi banyak calon Murid muda yang ingin bergabung disini. Apalagi di Sekte Kabut Ilusi, mereka banyak mendapatkan Sumberdaya. Itu semua dikirimkan oleh Jenderal Heilong dari Istana." Ucap Lan Liwei sambil menemani suaminya menikmati pemandangan tersebut.


" Tetua Agung lah yang mengatur semua ini. Mereka ingin melakukan pelayanan terbaik kepada warga Kekaisaran Awan." Lanjut Lan Liwei.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di panggung yang sudah disediakan oleh para pengurus Sekte Kabut Ilusi yang tidak jauh dari arena tempat murid Sekte menunjukkan kebolehan mereka.


" Salam Yang Mulia Kaisar, Salam Yang Mulia Ratu." Ucap beberapa sosok yang berjaga di pintu masuk arena.


" Ba... Baik Matriak." Para penjaga memperbaiki sikapnya, karena mereka juga mengetahui Lan Liwei lebih suka dipanggil 'Matriak' ketika di Sekte.


" Mmmm." Lan Liwei mengangguk lalu menggandeng tangan Ryu dan membawanya ke atas panggung yang tersedia.


" Eh siapa yang bersama Matriak? Pemuda itu sangat tampan." Bisik beberapa sosok pengurus Sekte yang belum mengetahui bahwa Lan Liwei sudah memiliki Suami seorang Kaisar.


Hal itu memang wajar, karena mereka baru beberapa tahun bergabung dengan Sekte Kabut Ilusi.


Hanya beberapa hari terakhir mereka baru mengetahui Matriak Sekte Kabut Ilusi, yang dimana para anggota Sekte yang sudah lama tidak ingin menceritakan masalah pribadi pemimpin mereka.


Bahkan beberapa murid Sekte Kabut Ilusi belum mengetahui Matriak mereka, karena hanya diumumkan kepada para pengurus Sekte saja.


" Entahlah Saudara... Apa mungkin Pemuda itu adalah calon suami Matriak." Jawab yang lain.


Di sisi lain para Murid yang sedang berkumpul di kursi peserta turnamen juga bertanya-tanya siapa kedua sosok tersebut dimana terlihat masih muda.


" Saudara, apa kamu tau siapa kedua orang itu? Kenapa mereka begitu berani berada di tempat Matriak?" Tanya beberapa sosok yang duduk di kursi peserta.


" Saya juga tidak tau saudara. Mungkin mereka adalah murid baru yang belum mengetahui aturan Sekte ini." Ucap yang lain berasumsi.


" Malang sekali nasib mereka. Bukankah itu pelanggaran berat." ucap yang lain.


" Semoga saja tidak terjadi sesuatu pada mereka. Terlebih untuk gadis itu, dia sangat cantik layaknya bidadari." Beberapa Pemuda mengagumi kecantikan Lan Liwei yang mereka kira masih seumuran dengan mereka.


" Pemuda itu juga sangat tampan dan berwibawa. Semoga saja pemuda itu satu Guru denganku. Aku ingin menjadi kekasihnya." Ucap beberapa murid wanita.


" Bukan hanya kamu saja, sekalipun pemuda itu mendapatkan hukuman nantinya. Aku tidak keberatan selalu bersamanya." Ucap yang lain.


Semua murid yang duduk di kursi peserta tersebut memiliki pemikiran masing-masing, dimana begitu tertarik kepada Ryu maupun Lan Liwei.


Di saat bersamaan, salah satu Tetua berjalan dari panggung para pengurus Sekte langsung maju ke mimbar saat Ryu dan Lan Liwei hampir mendekati Kursi mereka yang sudah disediakan.


Saat Ryu dan Lan Liwei sudah duduk di kursi mereka, para pengurus yang lain langsung bangkit berdiri sambil memberi hormat kepada kedua sosok tersebut.


Setelah melihat para pengurus Sekte Kabut Ilusi begitu hormat kepada kedua sosok tersebut, para murid yang berada di kursi peserta langsung memasang wajah murung karena kedua sosok tersebut adalah orang penting di Sekte Kabut Ilusi.


Suatu pertanyaan dari pikiran mereka, siapa sebenarnya kedua sosok itu.


" Salam Yang Mulia Kaisar, Salam Matriak." Tetua yang sudah berada di atas mimbar langsung memberi sambutan diikuti para pengurus yang lain.


Dengan sebuah anggukan kecil Ryu dan Lan Liwei mengangkat tangan kanannya untuk menyapa ramah.


" Apa? Jadi gadis itu adalah Matriak? Aku tidak menyangka bahwa Matriak Sekte Kabut Ilusi. Bahkan Pemuda itu adalah Yang Mulia Kaisar itu sendiri." Para murid tidak menyangka bahwa kedua sosok yang terlihat masih muda adalah orang yang memiliki latar belakang yang kuat.


Bahkan mereka yang sama sekali tidak mengenal Kaisar Ryu, kini seakan tidak percaya bahwa sosok Kaisar Ryu terlihat masih muda.


Begitu dengan Lan Liwei yang sebagai Matriak Sekte Kabut Ilusi, mereka sebelumnya menganggap wanita itu masih sebaya dengan mereka, kini merasa sesak saat mengetahui latar belakangnya.