SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Penempa Ilahi


Tidak lama kemudian, Tou Shuijing membawa tumpukan sisik berwarna putih mengkilap dan berwarna merah darah.


Ryu tidak menyangka bahwa sisik mereka berdua sangatlah banyak. Apalagi setelah Jiu Tou She menjelaskan jika sisik yang mengelupas tersebut semakin lama semakin keras jika berada di bawah air laut.


" Jika Dewa Agung ingin mengambilnya, katakan saja kepada kami!" Ucap Tou Shuijing.


" Baiklah, aku tidak sungkan lagi. Kalau begitu aku pergi dulu." Ryu terlihat senang karena kualitas sisik tersebut sangat kuat.


Ryu memang berniat untuk membuat baju Zirah untuk Pasukan Semesta. Tentu untuk dirinya sendiri dan 22 Istrinya, karena saat berada di tempat yang aneh tersebut kekuatan mereka berkurang drastis.


Ryu pun meninggalkan tempat tersebut menuju ruang Penempa untuk membuat baju Zirah. Tentu untuk mempraktekkan pengetahuan Penempa Ilahi yang sudah dia pelajari.


Tidak ada salahnya jika aku mengukur kemampuanku dalam menempa Senjata Roh." Ryu bergumam sambil menatap beberapa bahan dan Sumberdaya yang dia butuhkan untuk membuat Pedang baru dan baju Zirah.


Di dalam ruang Penempa, Ryu membuat Formasi Ruang kemudian Besi Awan dengan elemen Api.


Ryu juga menambah batu Pelangi Dan Mutiara kerang langit hingga tercampur menjadi satu lalu, membuat puluhan Formasi Ruang untuk menuangkan campuran tersebut hingga terbentuk Pedang yang baru.


" Dengan adanya mutiara kerang langit ini, Senjata Roh akan lebih mudah untuk disalurkan Qi." Ryu bergumam sambil menatap campuran bahan tersebut.


Setelah semua selesai, Ryu menyimpan ratusan bilah pedang yang baru dibuatnya di sudut ruangan.


Ryu pun kembali mengeluarkan kedua jenis sisik dan mutiara kerang langit untuk membuat baju Zirah.


Seperti sebelumnya, Ryu melebur ketiga jenis benda tersebut kemudian kembali membuat Formasi Ruang yang membentuk baju Zirah dalam jumlah ratusan.


Tanpa menunggu lama, Ryu kembali menuangkan leburan dari ketiga jenis benda tersebut dengan menggunakan kekuatan pikirannya di dalam Formasi Ruang yang kini terlihat sebuah baju Zirah berwarna putih mengkilap lembut namun sangat Kuat.


Selama lebih dari satu bulan yang sudah dilewati oleh Ryu untuk membuat semua senjata di ruang Penempa sampai pada proses akhir.


" Penggabungan Sumberdaya." Ryu bergumam sambil mengeluarkan berbagai jenis Sumberdaya, lalu mencampur semua bahan di dalam bak besar yang sudah diisi Air Embun Surgawi.


" Haaahh... Sekarang tinggal menunggu proses penyempurnaan." Ryu kembali memfokuskan pikiran, dengan merapalkan sebuah mantra Penempa Ilahi.


Seketika seisi ruangan bergetar hebat, mengeluarkan Aura yang sangat kuat dimana Pedang, baju Zirah dan Bak besar seakan dimasuki Aura dari mantra Penempa Ilahi.


Tepat dua bulan Ryu menyelesaikan mantra Penempa Ilahi, lalu mengeluarkan bak besar yang kini airnya berubah menjadi sebuah cairan pekat berwarna keemasan.


Tanpa menunggu lama, Ryu mengeluarkan semua Pedang dan baju Zirah ke dalam bak besar.


" Sentuhan akhir." Ryu kembali meneteskan darah dari Phoenix raksasa di dalam bak tersebut kemudian menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura serta Formasi Ruang dan Waktu di sekitar Bak Besar.


Setelah itu Ryu langsung keluar menuju Istana Kristal masuk ke kamarnya membersihkan diri lalu mengganti pakaiannya yang mulai bau akibat keringat yang bercucuran.


Kini 22 Istrinya juga terlihat di kamarnya sedang menunggu suami mereka untuk makan bersama.


" Suamiku... Mari kita makan! kamu sudah lama tidak makan." Ucap Qing Yun sambil menatap suaminya yang baru keluar dari kamar mandi.


Dengan anggukan kecil, Ryu langsung menuju meja makan untuk makan bersama 22 Istrinya.


" Suamiku, kamu jangan terlalu memaksakan diri. Kesehatanmu lebih penting." Feng Quinlan terlihat khawatir karena Ryu sudah lama di ruang Penempa tanpa beristirahat.


" Istriku, aku ingin menyiapkan beberapa Senjata dan baju Zirah. Itu semua aku lakukan untuk mengurangi jatuhnya korban dari pihak kita nantinya." Ryu dapat merasakan bahwa di perjalanan nantinya akan jauh lebih sulit.


" Suamiku, Apa kamu lupa anak kita juga memerlukan perhatian dari ayahnya. meskipun masih dalam kandungan. Aku yakin mereka akan merasakan keberadaan ayahnya." Ucap Long Que Zhu sambil mengelus perutnya yang masih kecil.


Ryu memang mengetahui bahwa itu hanya alasan Istrinya. Feng bersaudara, Long bersaudara, Huang bersaudara dan She Xia memang sengaja menunda kehamilan. Karena mereka masih melakukan perjalanan jauh.


Begitupun dengan Xie Xian, She bersaudara, Jiu Wei Hu dan Qing Yun. Meskipun ingin cepat memiliki anak, namun mereka juga memahami situasi mereka sekarang.


" Istriku, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi." Ryu mengartikan dalam hal lain. Tentu 22 Istrinya ingin mendapatkan perhatian dari Ryu.


" Suamiku, tidak usah fikirkan lagi yang sudah terjadi. Tapi sebaiknya kamu harus minta maaf sendiri pada anak Kita." Ucap Huang Que Yun dengan dalih anaknya yang membuat Ryu hampir terbatuk.


Melihat tingkah 22 Istrinya, Ryu hanya tersenyum kemudian duduk mencium Perut masing-masing dari 22 Istrinya yang sebenarnya masih kosong.


" Anakku, kalian jangan nakal seperti Ibu kalian." Bisik Ryu kemudian mendekatkan telinganya seolah ingin mendengarkan sesuatu dari perut 22 Istrinya.


Tentu 22 Istrinya tau maksud dari Ryu, sehingga wajah mereka langsung memerah karena ketahuan berbohong. Namun tetap saja dengan alih-alih anak.


" Hari mulai gelap, lebih baik kita istirahat. Besok pagi kalian harus Berkultivasi." Ucap Ryu lalu beranjak dari tempat tersebut menuju kamar utama.


Begitupun dengan 22 Istrinya, mereka juga kembali ke kamar masing-masing. Namun kali ini, giliran Huang Nan Yun dan Huang Hong Yun yang menemani suami mereka.


Tentu Ryu sedikit menaikkan alisnya, karena Istrinya menggantikan rekan tim mereka.


" Suamiku, mengapa kamu menatap kami seperti itu?" Tanya Huang Nan Yun dimana mereka berdua sudah masuk ke kamar Ryu.


" Tidak ada." Jawab Ryu dengan singkat, lalu membaringkan tubuhnya di atas Ranjang.


" Kami berganti tim, agar bisa merasakan suasana yang berbeda." Huang Hong Yun mengetahui apa yang ada di pikiran Ryu, lalu membaringkan tubuhnya di samping Ryu dan diikuti Huang Nan Yun.


" Aku minta maaf karena tidak banyak waktu untuk kalian. Tapi beberapa hari kedepan, aku akan melayani keinginan kalian." Ucap Ryu sambil mencium kening kedua Istrinya itu.


Dengan sebuah senyuman, Huang Nan Yun dan Huang Hong Yun mengangguk kecil lalu memeluk suami mereka.


*******


Pada keesokan pagi, Ryu lebih cepat bangun dari Istrinya. Dimana dia langsung memasak untuk 22 Istrinya.


Xie Xian dan Istri Ryu yang lain saling berpandangan karena saat mereka turun ke lantai dasar Istana Kristal, makanan telah disediakan di atas meja makan.


" Silahkan dinikmati Tuan Putri." Ryu memecahkan keheningan 22 Istrinya.


Tentu Xie Xian dan Istri Ryu yang lain sangat senang dengan perhatian suami mereka, meskipun mereka tidak mengharapkan hal seperti itu.