
Setelah semua manusia berkepala hewan yang berada di tempat itu sudah habis, Ryu melanjutkan perjalanan ke wilayah yang lain untuk mencari keberadaan mereka.
Setiap berjalan seratus meter dari tempat semula, Ryu terus disambut gerombolan manusia berkepala hewan yang seakan tidak ada habisnya.
Namun kali ini Ryu hanya menggunakan Aura Dewa Agung untuk membunuh mereka semua, dimana mereka sangat lemah jika terkena imbas Aura Dewa Agung, karena hanya mengandalkan kekuatan fisik.
Meskipun demikian, Ryu dapat memperkirakan bahwa kekuatan manusia berkepala hewan setara dengan Pendekar Langit tahap awal hingga Pendekar Langit tahap akhir.
Tidak jarang Ryu juga menemukan beberapa sosok manusia berkepala hewan yang setara dengan Pendekar Surgawi tahap awal hingga akhir.
" Sungguh diluar dugaan. Kekuatan fisik mereka sangat mengerikan, meskipun aku tidak menemukan tingkat Kultivasinya." Ryu sangat kagum dengan kekuatan fisik mereka, meskipun kekuatan jiwanya sangat lemah.
Hal itulah yang membuat mereka dengan mudah dihancurkan hanya dengan Aura Dewa Agung.
*******
Hari demi hari telah berlalu, Ryu terus melakukan perjalanan untuk mencari keberadaan Xie Xian sekaligus membunuh semua manusia berkepala hewan yang dia lewati.
Ryu sempat berfikir untuk membersihkan semua manusia berkepala hewan di Benua Pembantaian, agar bisa ditempati oleh manusia yang berada di dalam perlindungan asap racun Kultivasi.
Menurut Ryu, jika tidak ada lagi manusia berkepala hewan, maka tanah yang ada di tempat tersebut akan cepat ditumbuhi tunas baru.
" Sepertinya tanah ini sangat subur. Hanya saja perlu dipoles sedikit." Ryu menatap tempat pijakannya dimana tanah yang pernah dia temui semuanya berwarna hitam.
Bahkan beberapa pepohonan juga berwarna hitam, sehingga tidak bisa tumbuh dengan baik.
" Aku yakin pasti ada sesuatu yang menarik di tempat ini." Ryu membatin sambil menatap gerombolan manusia berkepala hewan.
Dengan tekad yang kuat untuk membersihkan Benua Pembantaian, Ryu harus membunuh semua manusia berkepala hewan.
Tanpa menunggu lama, Ryu terus melanjutkan langkahnya untuk mencari manusia berkepala hewan di berbagai tempat dimana dia tidak melewatkan sedikitpun wilayah tertinggal.
*******
Satu tahun telah berlalu, Ryu terus melakukan perburuan kepada manusia berkepala hewan, namun masih belum menemukan keberadaan Xie Xian.
Namun Ryu sama sekali tidak pernah menyerah, karena dia yakin bahwa Xie Xian berdiam di suatu tempat.
( Wilayah lain di luar asap racun Kultivasi )
Terlihat sosok yang mengerikan, dimana seluruh tubuhnya diselimuti api merah sehingga tidak diketahui wajahnya dengan jelas.
Meskipun demikian, sosok tersebut terlihat seperti seorang wanita, karena dapat dilihat dari lekuk tubuhnya dimana hanya terlihat seperti api yang memadat.
Sosok itu juga memiliki sepasang sayap seperti burung, namun semuanya terbuat dari api.
Tatapan sosok tersebut begitu tajam, membuat siapapun yang melihatnya pasti akan lari ketakutan.
Dengan sepasang sayap burung, sosok tersebut memegang sebuah bunga yang kelopaknya berwarna putih.
Bunga tersebut seakan tidak bisa terbakar, meskipun wanita yang memegangnya terbentuk dari api merah.
Sosok tersebut tidak lain adalah Xie Xian yang tidak mengenal dirinya sendiri atau siapapun.
Dengan wujudnya terbentuk dari api merah, Xie Xian juga terus memburu dan membunuh siapapun yang dia lihat.
Selama lebih dari sepuluh tahun, Xie Xian hanya melakukan pembantaian terhadap manusia berkepala hewan.
Semakin banyak Xie Xian membunuh manusia berkepala hewan, maka dirinya akan semakin kuat.
Tetapi ketika Xie Xian kehabisan tenaga, maka dia masuk ke dalam asap racun Kultivasi untuk memulihkan diri ataupun meningkatkan Kultivasi.
Sejak Xie Xian bangkit dari kematian, dia yang tidak mengenal dirinya langsung pergi ke asap racun Kultivasi.
Namun pada saat itu, jasadnya langsung hancur sehingga dia hanya berbentuk roh.
Untuk membentuk tubuh barunya, Xie Xian harus membunuh manusia berkepala hewan dimana hanya bisa membunuh satu lalu berlindung di asap racun Kultivasi agar tubuh yang baru dia bentuk tidak hancur.
Hal itu terus Xie Xian lakukan hingga dia semakin kuat dan tidak pernah lagi masuk ke dalam asap racun Kultivasi.
Selamat lebih dari sepuluh tahun terakhir, mata Xie Xian tidak pernah terpejam dimana dia terus melakukan pembantaian terhadap manusia berkepala hewan.
*******
Di sisi lain Ryu juga terus melakukan perburuan hingga suatu ketika dia merasakan Aura yang sangat kuat dari kejauhan.
" Aura ini sangat mengerikan." Ryu bergindik ngeri merasakan Aura yang mampu menekan pergerakannya, meskipun masih jauh.
" Sepertinya aku harus berhati-hati. Sosok ini jauh lebih kuat dariku." Ryu bergumam, baru kali ini dia begitu gelisah.
Wuush!
Sebuah benda membentuk bola api merah melesat cepat ke arah Ryu.
Bboooom!
Ryu yang tidak sempat menghindar, harus terlempar puluhan meter sambil mengusap mulutnya yang mengeluarkan darah segar.
Wuush!
Sebuah benda membentuk bola api merah kembali menyerang Ryu tanpa peringatan apapun.
" Sialan... Gerakannya sangat cepat." Merasakan kehadiran serangan tersebut, Ryu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir untuk menghindar.
Bboooom!
Bola api merah membentur tanah dimana tempat Ryu berpijak sebelumnya.
Beruntung Ryu masih sempat menghindar, jika tidak, dapat dipastikan bahwa Ryu akan terluka parah.
Kraaack! Kraaack! Kraaack!
Semua manusia berkepala hewan yang berada di wilayah serangan menjadi kabut darah.
Terlihat sosok yang mengerikan berdiri di tempat Ryu sebelumnya.
" Siapa orang ini? Penampilannya sangat mengerikan." Ryu merasa ngeri saat melihat sosok seperti wanita yang terbentuk dari api merah.
Sesaat Ryu memperhatikan sosok tersebut sehingga matanya tertuju pada sekuntum bunga yang memiliki kelopak berwarna putih.
" Xian'er." Ryu sontak kaget saat melihat sekuntum bunga yang berada di tangan sosok tersebut.
Meskipun Ryu tidak mengenal wujud dan bentuk wajah dari sosok tersebut, namun dia sangat yakin bahwa sosok tersebut adalah Xie Xian karena sama persis dengan bunga yang pernah dia berikan di peti mati tempat Xie Xian berbaring.
Wuush!
Tanpa mendengar suara dari Ryu, sosok yang terbentuk dari api merah langsung menyerang Ryu dengan kecepatan tinggi.
" Ternyata dia benar-benar kehilangan kesadarannya." Ryu bergumam, mau tidak mau harus bertarung melawan sosok tersebut.
BAAAM!
Pertukaran pertarungan tidak bisa dihindarkan lagi, menciptakan gelombang kejut yang seakan menyapu bersih semua yang ada di tempat itu.
Begitupun dengan gerombolan manusia berkepala hewan, mereka semua seakan ingin memburu kedua sosok yang sedang bertarung.
Namun sebelum mendekati Ryu dan Xie Xian, tubuh mereka hancur berkeping-keping akibat gelombang kejut dari pertemuan serangan kedua belah pihak.
Wuush!
Xie Xian melepaskan Aura Pembunuh yang sangat kuat membuat gerombolan manusia berkepala hewan yang mendekati mereka menjadi gumpalan daging.
Ryu yang terkena imbas tekanan Aura dari Xie Xian juga hampir kehilangan keseimbangan.