SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 179. Penguasa Hutan


Raja Ras Peri Hewan yang melihat hal itu, kini memasang wajah jelek. Sangat tidak mungkin baginya untuk menghindar, karena sudah banyak mengeluarkan Qi.


" Pelindung Api."


Raja Ras Peri Hewan mengeluarkan semua sisa Qi miliknya untuk menciptakan pelindung mengelilingi tubuhnya.


Wuush!


Bola elemen Kehampaan melesat ke arah Raja Ras Peri Hewan dengan kecepatan tinggi layaknya meteor.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat membuat pelindung api yang dimiliki Raja Ras Peri Hewan hancur berkeping-keping.


Aaarrrggghhhh!


Raja Ras Peri Hewan berteriak keras merasakan seluruh tubuhnya seperti dicabik-cabik.


" Ka... Kau...." Di sisa akhir hidupnya, Raja Ras Peri Hewan menunjuk ke arah Ryu. Merasa tidak percaya bahwa dia bisa terbunuh oleh pemuda tersebut.


Wuush!


Tubuh Raja Ras Peri Hewan terjatuh dari udara, karena sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan.


Bboooom!


Mayat Raja Ras Peri Hewan membentur tanah lapang, hingga tercipta kawah kecil.


" Yang Mulia Raja." Teriak beberapa Jenderal saat melihat Raja mereka sudah kehilangan nyawa.


Straaing!


Ryu langsung berpindah tempat di samping mayat tersebut lalu mengambil Cincin Ruang milik Raja Ras Peri Hewan dan menyimpan di Cincin miliknya.


Straaing!


Ryu kembali berpindah tempat untuk membantu Pasukan Semesta membereskan sisa-sisa pasukan Ras Peri Hewan.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Setiap tebasan Pedang Naga Petir mampu membunuh satu pihak lawan, karena mereka sudah tidak memiliki semangat untuk bertarung.


Tidak lama kemudian semua Ras Peri Hewan tidak ada yang tersisa, dimana Ryu meminta kepada bawahannya untuk mengambil sesuatu yang berharga dari Istana Kerajaan Shun.


Setelah beberapa saat kini Pasukan Semesta sudah keluar dari Istana Kerajaan Shun, lalu berjalan mendekati Ryu.


" Salam Dewa Agung." Semua anggota Pasukan Semesta memberi hormat.


" Mmmm... Sekarang urusan kita sudah selesai di dunia ini. Waktunya kita pergi ke Dunia Dongwu." Ryu mengangguk lalu mengeluarkan Artefak yang dia dapatkan dari Raja Ras Orc.


Sesaat Ryu mengarahkan Artefak teleportasi hingga tercipta sebuah portal teleportasi yang membentuk cincin raksasa.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung mengeluarkan Batu Roh sebanyak mungkin, lalu mengarahkan kepada portal teleportasi.


Wuush!


Tumpukan Batu Roh langsung dilahap habis oleh portal teleportasi, hingga beberapa saat mengeluarkan sebuah cahaya yang menandakan portal teleportasi telah aktif.


" Masuklah ke dalam portal teleportasi itu! Sekarang kita tidak lagi mengalami penurunan Kultivasi." Ucap Ryu sambil menatap ke arah mereka.


Tanpa menjawab apapun semua Pasukan Semesta satu-persatu masuk ke dalam portal teleportasi, meskipun sedikit heran karena Ryu mengatakan bahwa mereka tidak akan mengalami penurunan Kultivasi.


Tentu Ryu sudah meningkatkan fungsi dari Artefak teleportasi agar tidak terkena hukum alam semesta.


Meskipun Artefak teleportasi hanya bisa digunakan untuk pergi ke Dunia Abadi, Dunia Nuse dan Dunia Dongwu, tapi sudah cukup membantu.


Saat mereka semua sudah masuk ke dalam portal teleportasi, Ryu juga ikut masuk dimana dia hanya melihat lautan kaca yang tidak berujung.


Sesaat lautan kaca secara perlahan mulai memudar, hingga terlihat sekelilingnya terdapat langit biru.


" Hmmm... Apa akan terjadi pendaratan yang tidak diinginkan lagi?" Ryu memasang wajah masam karena merasakan tubuhnya ditarik ke bawah dengan kekuatan gravitasi yang sangat kuat.


" Pelindung Kehampaan."


Ryu menyelimuti tubuhnya dengan elemen yang dia miliki, dimana kecepatan turun layaknya meteor.


Wuush!


Sebuah benda yang turun dari langit, melesat cepat ke bawah, dimana benda tersebut tidak lain adalah Ryu sendiri.


Bboooom!


Sebuah retakan tanah dimana tempat Ryu terjatuh, hingga tercipta kawah kecil.


" Pffttt..." Ryu tersenyum pahit sambil mengibaskan pakaiannya.


Sesaat Ryu memeriksa keadaan sekitar dimana seluruh anggota Pasukan Semesta tidak ada di tempat tersebut.


" Jadi Teleportasi ini membawa seseorang secara acak." Ryu bergumam sambil mengirimkan pesan jiwa kepada bawahannya.


' Dewa Agung, Sepertinya kita berteleportasi secara acak." Tou Shuijing mengirim pesan jiwa kepada Ryu.


' Tidak masalah... Lakukan saja penelusuran di dunia ini! Jika sudah menemukan keberadaan Chaizu, maka kirimkan pesan untukku.' Ryu membalas pesan jiwa dari Tou Shuijing.


' Baik Dewa Agung. Aku akan mengirim pesan jiwa kepada yang lainnya.' Tou Shuijing kembali mengirim pesan jiwa kepada Ryu.


Setelah selesai berkomunikasi dengan bawahannya, Ryu melangkahkan kakinya menuju ke sebuah arah.


Meskipun Ryu bisa melakukan perjalanan dengan terbang, namun dia lebih memilih untuk berjalan sambil menikmati pemandangan di Dunia Dongwu.


Dari kejauhan Ryu melihat beberapa sosok penghuni Dunia Dongwu yang tidak memiliki kemiripan dengan manusia normal.


" Apa yang terjadi? Bukankah di dunia manusia, semua Hewan Roh bisa melakukan perubahan wujud seperti manusia?" Ryu mengerutkan kening karena di Dunia Dongwu tidak seperti yang dia harapkan.


Di kejauhan terlihat tiga sosok berwajah manusia dengan sepasang kuping serigala juga memiliki ekor serigala.


Meskipun mereka menggunakan pakaian layaknya manusia, namun beberapa anggota tubuh mereka memiliki ciri khas masing-masing.


' Shuijing, Jiu dan kalian semua. Jangan dulu bertemu dengan penghuni di Dunia Dongwu ini. Kalian harus berburu hewan buas dan ambil darah mereka lalu gabungkan dengan Pil yang pernah aku berikan kepada kalian.' Ryu kembali mengirim pesan jiwa kepada bawahannya.


Kini satu-persatu Pasukan Semesta membalas pesan jiwa dari tuan mereka, dan mengikuti arahan dari Ryu.


" Sebaiknya aku berburu hewan buas terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan." Ryu bergumam sambil melesat ke arah Hutan.


Membutuhkan waktu selama setengah hari, kini Ryu telah bertemu dengan hewan buas yang dia inginkan.


Di depan Ryu sudah ada seekor Harimau yang memiliki ukuran sepuluh meter juga tingkat Kultivasinya setara dengan Pendekar Semesta tahap akhir.


Tentu Ryu sudah banyak bertemu dengan hewan buas yang lain, namun tidak ingin mengambil darah mereka karena menurutnya sangat lemah.


" Hmmm... Baru kali ini ada orang yang mampu masuk ke bagian terdalam Hutan ini." Sosok Harimau tersebut merasakan kehadiran Ryu yang sedang menuju ke arahnya.


" Apa? Manusia? Kenapa ada Ras manusia di dunia ini?" Harimau tersebut menyipitkan matanya sambil menatap ke arah Ryu berada.


" Hah... Akhirnya ketemu juga." Ryu tersenyum lebar sambil menatap ke arah sosok Harimau.


Mendengar ucapan tersebut, sosok Harimau ingin sekali mencabik-cabik tubuh Ryu karena menganggapnya sebagai mainan.


" Manusia... Kamu tidak tahu bahwa kamu sedang berhadapan dengan siapa? Asal kamu tau bahwa aku adalah Dewa di Hutan ini. Tidak ada makhluk yang berani mendekati wilayahku bahkan menginjakkan kakinya di pinggir Hutan ini." Harimau tersebut mengambil sikap waspada karena sosok yang ada di depannya sekarang bukan orang sembarangan.


Jika tidak, mana mungkin Ryu bisa berada di depannya sekarang, karena banyak sekali hewan buas yang dia lewati.