
Ryu yang melihat sosok pria tersebut merasa kagum karena memiliki aura kebijaksanaan.
" Yang Mulia Raja, aku telah membawa manusia itu" Sosok Jenderal menundukkan kepala.
" Terimakasih Jenderal Tung. " Ucap sang Raja lalu menoleh ke arah Ryu.
" Anak muda, kalau boleh tau siapa namamu? Oh ya... Namaku Tan Bai atau Tanlan putih. Kamu bisa memanggilku Raja Bai atau Bai saja. " Tan Bai memperkenalkan diri sambil menundukkan kepala.
" Yang Mulia. Perkenalkan namaku Liu Ryu." Ryu memperkenalkan diri merasa heran dengan sikap Tan Bai.
" Aku tidak pantas dipanggil Yang Mulia olehmu. Dewa Agung memiliki derajat yang lebih tinggi dariku. Terimalah hormat kami Dewa Agung." Ucap Tan Bai sambil berlutut diikuti oleh seluruh bawahannya.
" Berdirilah! Kalian tidak perlu melakukan seperti itu." Ryu merasa heran karena Tan Bai mengetahui dirinya.
" Terimakasih Dewa Agung." Tan Bai kembali berdiri diikuti bawahannya.
" Baik Raja Bai jika saya boleh tau mengapa kamu memanggilku kesini? Dan mengapa kamu memanggilku Dewa Agung?"
" Dewa Agung... Mungkin kamu sudah mengetahui hal tentang Dunia ini yaitu Dunia Tanlan dimana Ras campuran tinggal."
" Disini kami dibagi menjadi Empat Klan, yaitu Tanlan Emas, Tanlan Merah, Tanlan Hitam dan Tanlan Putih seperti kami."
" Pada awalnya kami Hidup Damai Selama seribu tahun. Namun ketika Klan Tanlan Hitam dan Tanlan Merah berganti Raja Baru seratus tahun yang lalu, semua kini terbalik."
" Klan Tanlan Merah dan Tanlan Hitam bersaing untuk menguasai Dunia Ini. Hal itulah membuat kami anggota Klan Tanlan Emas dan Tanlan Putih merasa terhimpit, karena mereka sangat kuat." Tan Bai menjelaskan tentang dunia yang mereka tinggali sekarang.
Mendengar hal itu, Ryu sedikit mengerutkan kening karena keterangan tersebut tidak seperti apa yang dikatakan oleh Jenderal Gong.
" Bukankah Tanlan itu tercipta dari Ras Iblis dengan Hewan Iblis? Tapi aku dapat merasakan bahwa kalian memiliki darah campuran dari Ras manusia." Tanya Ryu penuh selidik.
" Benar Dewa Agung. Leluhur kami berasal dari Ras manusia yang sudah mencapai puncak Kultivator. Pada saat itu leluhur kami diusir dari Dunia Yuzhou, lalu menciptakan Dunia ini."
" Karena kecintaannya terhadap penelitian baru, leluhur kami menggabungkan darahnya dengan berbagai jenis Ras yang ada, lalu menciptakan sebuah Pil dan diberikan kepada seluruh anggota keluarganya."
" Namun ada beberapa dari mereka yang tidak mampu mengendalikan diri, sehingga mereka pergi ke Dunia Yuzhou dan membuat kekacauan karena haus akan kekuatan."
" Mereka berkembang pesat, hampir menguasai setengah Dunia Yuzhou. Sedangkan leluhur kami yang masih tinggal di Dunia Tanlan membentuk empat wilayah, hingga menemukan metode masing-masing."
" Pada saat itulah terbentuk Klan baru yang memiliki metode masing-masing, sehingga kami terlihat sangat berbeda dari satu sama lain. Untuk Klan Tanlan Putih sendiri memiliki wujud seperti manusia, Tanlan Merah memiliki wujud manusia berkepala hewan bersisik naga, Tanlan Hitam memiliki wujud seperti Ras Iblis dan Tanlan Emas memiliki wujud seperti Ras Iblis, namun memiliki sepasang tanduk dan ekor runcing berwarna keemasan." Tan Bai kembali menjelaskan.
Mendengar keterangan dari Tan Bai, kini Ryu mulai mengerti lalu mengingat kembali apa yang dia lihat sebelumnya.
" Jadi karena itu kenapa kalian membuat tembok besar. Agar tidak diserang oleh Klan Tanlan Merah dan Tanlan Hitam?" Tanya Ryu
" Benar Dewa Agung. Tapi itu hanya untuk bertahan sementara. Aku dengar mereka telah menyusun rencana untuk menghancurkan Klan Tanlan Emas dan Tanlan Putih. Itulah mengapa kami tidak ada yang berani meninggalkan tembok besar ini. Saat kami berada di luar, maka mereka tidak segan membunuh Rakyatku." Tan Bai terlihat serius sambil menatap ke arah Ryu.
Tan Bai juga menceritakan bahwa seribu tahun yang lalu leluhur mereka pernah mengatakan bahwa akan ada orang dari Ras manusia yang mampu memasuki Dunia Yuzhou yang diberi julukan Dewa Agung.
Mendengar perkataan dari Tan Bai, Ryu sedikit menaikkan alisnya, karena untuk melihat masa depan bukanlah perkara mudah.
" Jadi itulah kenapa aku meminta bantuanmu! Jika tidak, dunia ini akan hanya tersisa dua Klan saja, yaitu Tanlan Merah dan Tanlan Hitam." Ucap Tan Bai sambil berlutut di hadapan Ryu.
" Baiklah... Aku akan membantu kalian semampuku" Ucap Ryu.
" Terimakasih Dewa Agung." Tan Bai memberi isyarat kepada beberapa pelayan yang ada di tempat itu.
Mendapatkan Isyarat dari Tan Bai, empat pelayan memberi hormat lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Tidak lama kemudian muncul beberapa sosok yang menggunakan pakaian layaknya seorang bangsawan dengan menggunakan pakaian kebesaran mereka.
" Salam Yang Mulia Raja."
" Salam Kakek."
Beberapa sosok tersebut memberi hormat lalu menoleh ke arah Ryu dengan wajah penasaran.
Ryu yang melihat hal itu sedikit menaikkan alisnya, karena diantara mereka terdapat dua sosok pria dan 25 wanita.
" Mmmm." Tan Bai mengangkat tangan kanannya untuk menyapa ramah kepada mereka, lalu memberi isyarat agar ikut duduk.
Mendapatkan isyarat tersebut, beberapa sosok langsung mengambil tempat untuk duduk di kursi yang kosong.
" Dewa Agung... Saat kamu datang ke dunia ini, aku sudah merasakan kehadiranmu. Karena itulah aku menyiapkan mereka dari seluruh Klan Tanlan Putih agar ikut bersamamu kembali ke Dunia asal leluhur kami."
" Aku harap agar mereka bisa menjadi manusia seutuhnya, sesuai dengan perintah leluhur kami. Kedua pemuda itu adalah cucuku, Tan Hu dan Tan Zhi. Satu wanita itu adalah cucuku Tan Shuying. Dia adalah cucuku yang paling cantik diantara yang lainnya." Tan Bai memperkenalkan kedua cucunya.
" Salam Dewa Agung." Ketiga sosok tersebut memberi hormat.
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu menatap 24 wanita lainnya yang terlihat cantik.
" Dan 24 gadis yang lain adalah wanita terbaik di Klan Tanlan Putih. Tidak hanya cantik, tapi juga berbakat. Mohon Dewa Agung agar menjadikan mereka sebagai Istri, termasuk cucuku Tan Shuying." Tan Bai mengutarakan tujuannya yang membuat 25 wanita itu tertunduk malu dengan wajah memerah.
" Mohon maaf Raja Bai, aku tidak bisa melakukannya. Aku sudah memiliki banyak Istri." Ryu menggelengkan kepala atas keputusan dari Tan Bai.
Ryu memang mengakui kecantikan 25 wanita itu, tentu Tan Bai sudah menyeleksi semua dari seluruh rakyatnya untuk mencari yang tercantik.
Namun bagi Ryu sendiri sudah memiliki banyak Istri, tentu dia ingin membahagiakan Istrinya yang sudah ada.
Mendengar perkataan dari Ryu, 25 wanita itu terlihat murung. Menurut mereka Ryu adalah sosok yang layak sebagai suami mereka, karena terlihat tampan dan berwibawa.
Terlebih saat mendengar sosok tersebut adalah Dewa Agung yang memiliki latar belakang kuat, tentu wanita manapun pasti ingin menjadi Istrinya.