SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 379. Elena


Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung menghentakkan pinggulnya, membuat wanita yang berada di atasnya terbatuk-batuk merasakan bagian intinya diobrak-abrik hingga rasanya sampai ke ubun-ubun.


Meskipun wanita itu ingin menyerah, namun karena sebuah pekerjaan, dia harus melayani tamunya sampai puas.


Sedangkan 98 wanita penghibur yang berada di luar kamar, kini bergidik ngeri karena jeritan dari rekannya terdengar sampai ke luar.


" Apa yang kalian tunggu? Kalian boleh masuk sekarang." Petugas keamanan meminta kepada 98 wanita penghibur untuk masuk ke kamar tersebut, meskipun dirinya sendiri merasa ngeri.


" Ba... Baik." Jawab mereka serempak, lalu masuk ke kamar yang ditempati Liu Ryu.


Saat mereka berada di kamar, kini mereka disuguhkan dengan pemandangan dimana rekannya menjambak rambutnya sendiri karena sudah tidak kuat lagi.


Hingga pada saat hentakan terakhir, Liu Ryu melepaskan energi 'Yang' dimana wanita itu sudah mengeluarkan energi Yin hingga berkali-kali dimana seluruh ototnya seakan mengering.


Saat bersamaan wanita itu jatuh terkapar hingga pingsan, dimana wanita yang lain langsung menggantinya.


*******


Dua hari kemudian Liu Ryu keluar dari Istana Bordil, dimana dimana lautan Qi miliknya sudah sebesar sumur.


Sebelum pergi, Liu Ryu memberikan satu keping koin emas kepada satu-persatu wanita penghibur agar bisa mengganti rugi kerusakan yang mereka alami.


Terlebih untuk wanita yang berada di kelas S, SS dan SSS yang semuanya masih gadis, Liu Ryu memberikan 10 keping koin emas.


Petugas keamanan berkeringat dingin atas apa yang dilakukan oleh Liu Ryu terhadap wanita penghibur itu. Petugas keamanan dapat memperkirakan bahwa semua wanita itu membutuhkan waktu selama satu minggu untuk memulihkan kondisi mereka sebelum kembali bekerja.


" Duke." Petugas keamanan seakan meminta bantuan kepada pemilik Istana Bordil.


" Paling tidak pemuda itu sudah memberikan kontribusi kepada mereka. Dengan hasil yang mereka dapatkan, mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup selama dua tahun." Meskipun pemilik Istana Bordil merasa tidak rela jika semua wanita penghibur dihukum sedemikian rupa, namun karena itu adalah resiko pekerjaan.


" Untuk sementara waktu, Istana Bordil tutup untuk satu minggu sampai mereka semua pulih kembali." Pemilik Istana Bordil memberi perintah kepada bawahannya.


" Baik Duke." Jawab mereka serempak, lalu menutup pintu Istana Bordil.


Hanya satu wanita penghibur yang terlihat baik-baik saja, yaitu wanita yang bersama dengan Viktor.


Sedangkan yang lainnya harus menjalani perawatan intensif, dimana pemilik Istana Bordil harus memanggil seorang tabib.


Meskipun demikian. Pemilik Istana Bordil dan semua wanita penghibur tidak mengalami kerugian, karena batangan emas dan kepingan koin emas yang diberikan Liu Ryu jauh lebih dari cukup.


*******


Di sisi lain Liu Ryu yang sudah berada di Kyria, kini tersenyum puas karena lautan Qi miliknya sekarang sudah sebesar sumur.


" Kemana lagi aku harus mencari Sumberdaya untuk memulihkan Qi milikku?" Gumam Liu Ryu, karena masih belum menemukan kabar dari Serikat Petarung.


Saat Liu Ryu sedang memikirkan cara untuk mencari Sumberdaya, kini terlihat Elena masuk ke kamarnya dengan tatapan penuh selidik.


" Dari mana saja kamu selama dua hari ini?" Tanya Elena.


" Aku berkeliling di tempat ini untuk mencari batu alam." Jawab Liu Ryu dengan santai, karena dia tidak ingin wanita itu mengetahui apa yang dia lakukan sebelumnya.


Tentu semua batu alam sudah dijual ke Serikat Petarung, yang tujuannya untuk Liu Ryu sendiri.


Saat mereka sedang berbincang, kini terlihat sosok wanita muncul di halaman depan kediaman Liu Ryu.


Cleo Ellen langsung memberikan sisa harga hewan buas yang Liu Ryu berikan sebelumnya.


" Aku tidak tau untuk apa kamu memerlukan batu alam sebanyak ini, lima keluarga besar di Kyria hanya mampu memberikan batu alam sebanyak ini." Elena meminta kepada kedua bawahannya untuk mengangkat batu alam dari gerobak.


Kedua sosok itupun harus bersusah payah untuk mengangkat semua batu alam dan menaruhnya di sudut ruangan tersebut.


" Besok pagi kamu bisa berangkat ke Ludya. Kebetulan keluarga Lockhart ingin menikahkan putrinya Nina Lockhart kepada salah satu keluarga Rosell di Ludya." Cleo Ellen menjelaskan bahwa Duke Lockhart meminta bantuan kepada Serikat Petarung untuk mengawal keluarganya.


Duke Lockhart juga berjanji akan memberikan batu alam kepada Liu Ryu ketika berada di Ludya, karena stok di Kyria sudah habis.


" Baiklah, besok pagi aku akan pergi ke Serikat Petarung." Jawab Liu Ryu.


Setelah kedua bawahannya sudah menyelesaikan tugas, Cleo Ellen langsung berpamitan kepada Liu Ryu dan kembali ke Serikat Petarung.


Di sisi lain Elena berdiam mematung, karena perjalanan Liu Ryu kali ini tidak akan kembali lagi ke Kyria.


Meskipun pertemuan antara keduanya begitu singkat, namun ada perasaan yang asing bagi Elena sehingga dia seakan tidak mau jika Liu Ryu meninggalkan dirinya.


" Apa kali ini kamu tidak akan kembali lagi kesini?" Tanya Elena yang merasakan hatinya begitu berat untuk berpisah dari Liu Ryu.


" Ya... Dunia ini sangat asing bagiku. Aku harus secepat mungkin kembali ke duniaku dan bertemu kembali dengan semua Istriku." Jawab Liu Ryu, meskipun dia mengetahui bahwa gadis berambut merah itu menyukainya.


Tanpa berkata apapun, Elena membuang muka lalu meninggalkan tempat itu, sambil menyeka air matanya.


" Kenapa aku mencintai orang yang salah." Elena yang sudah berlari ke kediamannya, karena tidak mampu membendung air matanya.


Di sisi lain Liu Ryu beranjak dari tempat duduknya, lalu menyentuh batu alam satu-persatu, hingga mengurai menjadi butiran debu.


" Aku harus mencari keberadaan orang yang bernama Ling Tian itu. Aku harap bisa membawanya ke Dunia Tiantang, jika benar dia adalah ayah mertuaku." Gumam Liu Ryu, sambil menyerap energi dari batu alam hingga tidak ada satupun yang tersisa.


*******


Pada keesokan pagi, Liu Ryu keluar dari kediamannya, dimana Elena sudah berdiri di depannya.


" Aku sudah memutuskan untuk pergi bersamamu, apapun yang terjadi nantinya." Elena yang sudah menggunakan kerudung seperti seorang penyihir biasanya.


Liu Ryu menggelengkan kepala, karena wanita itu benar-benar keras kepala. " Kamu tau, sendiri bahwa aku bukan berasal dari dunia ini. Itu artinya aku tidak bisa kembali lagi."


Sesaat terlihat sosok pria paruh baya berjalan mendekati keduanya yang masih berada di halaman depan kediaman Elena.


Pria paruh baya tersenyum pahit karena, dia sudah mengetahui bahwa Liu Ryu bukan berasal dari dunia itu.


Namun karena tekad Elena sudah bulat, Pria paruh baya tidak bisa menghalangi keinginan putrinya.


" Nak... Meskipun aku tidak tau darimana asalmu, namun bawalah putriku bersamamu. Pria tua ini hanya berharap agar Elena bisa mendapatkan kebahagiaan yang dia inginkan." Pria paruh baya berlutut di hadapan Liu Ryu.