SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 201. Pasukan Suku Kelelawar


[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Di sisi lain Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta yang sedang melakukan pertarungan melawan pasukan Ras Org, tanpa mengalami hambatan apapun karena Kaisar dan Jenderal mereka sudah dibunuh oleh Ryu dan Istrinya.


Tidak lama kemudian semua pasukan Ras Org tidak ada yang tersisa, dimana Ryu langsung meminta kepada bawahannya untuk memasukkan mayat mereka ke Dunia Quzhu.


" Dewa Agung, apa kita akan menyusul mereka? Tanya Tou Shuijing yang ingin membantu Chaizu dan bawahannya.


" Tidak perlu... Aku rasa mereka masih mampu mengalahkan Suku Ular dan Suku Kelelawar." Ryu bicara dengan santai sambil menatap ke arah mereka.


" Baik Dewa Agung." Jawab Tou Shuijing, lalu membantu Pasukan Semesta untuk menarik semua mayat pasukan Ras Org.


Setelah semua selesai, Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta mencari tempat duduk untuk menunggu pasukan Suku Harimau yang sedang bertempur.


*******


( Markas pasukan Suku Ular )


Di markas pasukan Suku Ular, kini terlihat pasukan Suku Harimau sedang mendobrak masuk ke dalam markas tersebut.


Tanpa menunggu lama, pasukan Suku Harimau langsung berubah wujud dan membunuh pihak lawan yang berada di hadapan mereka.


Bboooom!


Tekanan dari berbagai elemen yang sangat kuat memporak porandakan markas pasukan Suku Ular.


Para pasukan Suku Ular yang berbeda di dekat kemah langsung ikut terbanting dan mati mengenaskan.


" Serang!!!" Seru Jenderal Besar dengan suara lantang.


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!


Anggota pasukan Suku Harimau langsung berlari dan menerkam pasukan Suku Ular yang kini sudah berubah wujud menjadi ular.


Jenderal Besar yang kini memimpin pasukan Suku Harimau, langsung melesat menuju ke kemah utama dimana tempat Jenderal Besar Suku Ular.


Begitupun dengan para Jenderal yang lain, mereka juga langsung berlari dan menerkam beberapa Jenderal Suku Ular yang berada di tempat itu.


Melihat kejadian tersebut, Jenderal Besar Suku Ular memasang wajah jelek, karena kekuatan tempur Suku Harimau sangat kuat.


Bahkan sekali terkaman banyak pasukan Suku Ular yang mati dalam kondisi tubuh terpotong.


" Sialan... Mengapa bisa seperti ini." Jenderal Besar Suku Ular terlihat khawatir, karena bala bantuan belum muncul.


" Apa kalian sedang menunggu pasukan Ras Org? Mereka tidak akan datang kesini, karena mereka semua sudah mati." Ucap Jenderal Besar Suku Harimau disela pertarungannya.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Jenderal Besar Suku Ular seakan tidak percaya jika pasukan Ras Org sudah dimusnahkan.


" Kamu masih tidak percaya? Lalu kenapa mereka belum juga muncul?" Jenderal Besar Suku Harimau tersenyum lebar sambil memperlihatkan taringnya yang runcing.


Meskipun sedikit tidak percaya, namun kali ini pasukan Suku Ular sedang mendapatkan situasi yang sulit, mau tidak mau mereka harus melakukan perlawanan meskipun sudah mengetahui hasilnya.


Tsaaah!


Jenderal Besar Suku Ular menyemburkan racun untuk menekan pergerakan pihak lawan,


Jenderal Besar Suku Harimau yang mendapatkan serangan tersebut, juga tidak tinggal diam, langsung melesat cepat menghindari arah serangan.


Ggooooaaarr!


Jenderal Besar Suku Harimau berlari dengan kecepatan tinggi mengitari Jenderal Besar Suku Ular yang terus menyemburkan racun miliknya.


Tentu pasukan Suku Harimau sudah mengetahui celah untuk mengalahkan pasukan Suku Ular, sehingga mereka lebih memilih untuk menghindar jika pihak lawan menyemburkan racun mereka.


Suatu kelemahan dari pasukan Suku Ular, dimana saat kehabisan racun, maka kekuatan mereka akan turun secara drastis.


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!


Saat itu terjadi, pasukan Suku Harimau langsung berlari dan menerkam pasukan Suku Ular dengan ganas.


Beberapa jam kemudian kini pasukan Suku Ular telah berhasil dimusnahkan, dimana Jenderal Besar Suku Harimau langsung meminta kepada bawahannya untuk memulihkan diri.


Tidak lama kemudian satu-persatu pasukan Suku Harimau membuka mata, lalu berjalan mendekati Jenderal Besar.


" Jenderal Besar, bagaimana dengan Ratu Suku Ular?" Tanya salah satu Jenderal yang lain.


" Sepertinya dia masih berada di Istana Suku Ular. Sekarang kita hancurkan Istana mereka. Dulu kita pernah mengampuni mereka, namun mereka berulah lagi." Jenderal Besar memasang wajah serius karena tidak menutup kemungkinan Ratu Suku Ular kembali menghimpun kekuatan jika tidak dimusnahkan.


" Baik Jenderal Besar." Semua pasukan Suku Harimau langsung bergegas menuju Istana Suku Ular.


Tentu pasukan Suku Harimau merasa yakin bisa menghancurkan Istana Suku Ular, karena kekuatan mereka berkurang secara signifikan akibat pertarungan sebelumnya.


*******


( Markas pasukan Suku Kelelawar )


Chaizu yang memimpin secara langsung pasukan Suku Harimau, kini langsung mendobrak masuk ke dalam markas pasukan Suku Kelelawar.


" Ada serangan!!!" Pasukan Suku Kelelawar berlarian karena mendapatkan serangan dadakan dari pihak Suku Harimau.


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!


Semua pasukan Suku Harimau langsung berubah wujud menjadi sosok Harimau, lalu berlari dan menerkam pasukan Suku Kelelawar.


Di dalam kemah besar milik Raja Suku Kelelawar, kini terlihat beberapa sosok yang terlihat serius.


" Yang Mulia Raja, pasukan Suku Harimau telah sampai di markas kita." Ucap salah satu Jenderal yang melaporkan kejadian di luar tenda.


" Perintahkan kepada pasukan kita untuk bertahan sambil menunggu kedatangan pasukan Ras Org." Raja Suku Kelelawar terlihat panik karena utusan yang sedang mengawasi markas pasukan Ras Org belum muncul.


" Baik Yang Mulia Raja." Ucap Jenderal tersebut, lalu meninggalkan tenda utama.


Tidak lama kemudian terlihat dua sosok yang sedang terburu-buru, lalu berlutut di hadapan Raja Suku Kelelawar.


" Yang Mulia Raja, pasukan Ras Org telah berhasil dihancurkan oleh pasukan Suku Harimau." Ucap sosok tersebut dengan tangan gemetar.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Raja Suku Kelelawar dan beberapa Jenderal yang berada di tempat itu sontak kaget.


Mereka merasa tidak percaya jika pasukan Ras Org bisa dikalahkan dengan mudah oleh pasukan Suku Harimau.


" Lalu bagaimana dengan pasukan Suku Ular?" Tanya Raja Suku Kelelawar sambil menatap ke arah satu utusannya.


" Yang Mulia Raja, pasukan Suku Ular juga diserang oleh pasukan Suku Harimau." Ucap sosok tersebut sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.


Mendengar ucapan tersebut, semua langsung terdiam sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi yang terjadi pada pasukan Suku Kelelawar.


Raja Suku Kelelawar merasa menyesal karena telah membantu Suku Ular, dimana pasukannya juga ikut mendapat imbasnya.


" Tidak ada cara lain, kita harus melawan mereka dengan seluruh kemampuan kita." Meskipun sedikit ragu, Raja Suku Kelelawar mau tidak mau harus melakukan perlawanan terhadap pasukan Suku Harimau.


" Baik Yang Mulia Raja." Semua para Jenderal langsung keluar dari dalam tenda utama, menuju ke arah pertarungan.


Begitupun dengan Raja Suku Kelelawar, dia langsung melesat terbang ke arah pertarungan dengan kecepatan tinggi.


" Oh..." Chaizu yang melihat hal itu, langsung melesat ke arah Raja Suku Kelelawar.


" Apa yang kalian lakukan? Apa kalian ingin memusnahkan Suku Kelelawar?" Raja Suku Kelelawar terlihat geram karena sudah banyak bawahannya mati terbunuh.