SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 400. Ketajaman Pedang Sabit


Semua pasukan Siluman Ular Gurun yang menyaksikan kejadian itu, kini memasang wajah serius, sambil memperkirakan seberapa besar kekuatan Liu Ryu.


Bahkan Dewi Arinia dan Elena juga tidak mampu menciptakan anak panah sebesar itu, meski harus menggabungkan kekuatan mereka.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat, membuat pintu gerbang serta tembok yang berada di sekitarnya hancur berkeping-keping.


Aarrgggh!


Aarrgggh!


Aarrgggh!


Jeritan demi jeritan terdengar dari mulut pasukan Siluman Kalajengking Gurun yang terkena imbas serangan anak panah yang meledak.


" Bagaimana mungkin? Siapa manusia itu sebenarnya?" Raja Siluman Kalajengking Gurun memasang wajah serius sambil menatap ke arah Liu Ryu.


Raja Siluman Kalajengking Gurun tidak menyangka bahwa ada satu sosok yang memiliki kemampuan besar di pihak lawannya.


Di sisi lain Liu Ryu yang sudah mengembalikan busur panah kepada Dewi Arinia, kini langsung meminta kepada Dewi Arinia untuk memberi perintah kepada bawahannya.


" Serang!" Dewi Arinia bersuara dengan lantang, sambil mengangkat busur panahnya.


" Serang!" Teriak semua pasukan Siluman Ular Gurun, lalu berlari ke arah pintu gerbang yang telah dihancurkan.


Jleeep! Jleeep!


Sambil berlari, Dewi Arinia dan Elena melancarkan serangan anak panah ke arah pasukan Siluman Kalajengking Gurun yang berdiri di atas benteng pertahanan.


Bboooom!


Bboooom!


Ledakan dari serangan anak panah keduanya, membuat pasukan yang berdiri di wilayah serangan berjatuhan, diikuti runtuhnya benteng pertahanan, karena sihir pelindung sebelumnya sudah dihancurkan oleh Liu Ryu.


Kejadian itu terus berulang-ulang, hingga pasukan Siluman Kalajengking Gurun berkurang secara drastis akibat serangan anak panah dari Dewi Arinia dan Elena.


"Berlindung!" Teriak raja Siluman Kalajengking Gurun, saat menyaksikan bawahannya mati sebelum melakukan pertarungan.


Bahkan pasukan pemanah yang berada di pihak mereka seakan tidak berkutik, karena konsentrasi mereka pecah akibat goncangan yang ditimbulkan oleh ledakan anak panah milik Dewi Arinia dan Elena.


Di sisi lain Liu Ryu hanya berjalan dengan santai, sambil memperhatikan jalannya pertarungan.


Sesuai dengan permintaan Dewi Arinia, Liu Ryu hanya berdiam diri lalu terbang ke atas awan.


Tidak lama kemudian suara deru pertarungan langsung pecah, dimana pasukan Siluman Kalajengking Gurun tidak berani berada di atas benteng pertahanan, karena serangan anak panah dari Dewi Arinia dan Elena sangat merepotkan.


" Jenderal... Kamu hadapi wanita itu! Biar aku yang menghadapi Dewi Arinia." Ucap raja Siluman Kalajengking Gurun sambil menunjuk ke arah kedua wanita yang menggunakan baju Zirah.


Tentu jika mereka tidak menghentikan Dewi Arinia dan Elena, maka jumlah korban dari pihak pasukan Siluman Kalajengking Gurun akan bertambah.


" Baik Yang Mulia Raja." Jawab salah satu sosok, lalu melesat ke arah Elena.


" Aku harus merebut senjata Dewa milik Dewi Arinia. Panah itu sangat berbahaya." Gumam raja Siluman Kalajengking Gurun, lalu melesat ke arah Dewi Arinia.


Melihat sosok yang dia cari sudah berada di depannya, Dewi Arinia tersenyum lebar sambil menatap ke arah raja Siluman Kalajengking Gurun.


" Dewi Arinia... Lebih baik kamu menikah denganku! Dengan demikian kita akan menjadi penguasa di daratan ini." Raja Siluman Kalajengking Gurun mencoba untuk bernegosiasi kepada Dewi Arinia, karena sudah ratusan tahun dia mengagumi wanita itu.


" Kamu jangan bermimpi! Lagi pula aku sudah memiliki suami." Ucap Dewi Arinia sambil mencari keberadaan Liu Ryu yang sudah tidak berada di tempat.


' Kemana suamiku pergi?' Pikir Dewi Arinia, karena dia tidak bisa melihat Liu Ryu yang sudah berada di atas awan.


Di sisi lain Liu Ryu hanya tertawa dalam hati karena jika dia turun tangan, dapat dipastikan seluruh Istana Siluman Kalajengking Gurun akan musnah dalam satu kali kibasan.


" Dimana orang itu? Aku akan menguliti tubuhnya." Raja Siluman Kalajengking Gurun yang tersulut emosi, kini mencari keberadaan sosok yang Dewi Arinia katakan.


Namun seberapa lama raja Siluman Kalajengking Gurun mencari keberadaan Liu Ryu, dia tidak berhasil menemukannya.


" Kamu tidak pantas bertemu dengan suamiku! Karena baginya, kamu hanyalah seekor semut." Dewi Arinia terlihat senang, karena raja Siluman Kalajengking Gurun sangat frustasi saat mengetahui bahwa Dewi Arinia sudah menikah.


Tidak hanya raja Siluman Kalajengking Gurun. Jika para Raja Siluman lain atau para Dewa mengetahui bahwa Dewi Arinia sudah menikah, maka mereka akan mencari keberadaan Liu Ryu sampai ke ujung dunia.


" Kalau begitu aku tidak segan lagi untuk membunuhmu." Raja Siluman Kalajengking Gurun yang terbakar api cemburu, kini melampiaskan kemarahannya kepada Dewi Arinia.


Cintanya yang berlebihan, kini raja Siluman Kalajengking Gurun menatap ke arah Dewi Arinia penuh dengan kebencian, langsung melesat ke arahnya.


Dewi Arinia juga tidak tinggal diam, langsung memisahkan busur panahnya, hingga menjadi dua bilah pedang sabit, lalu menyambut serangan dari pihak lawan.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Raja Siluman Kalajengking Gurun sontak kaget karena busur panah milik Dewi Arinia bisa menjadi pedang sabit.


Dengan tombak di genggamannya, raja Siluman Kalajengking Gurun mengarahkan kepada Dewi Arinia yang juga menyerangnya dengan mengayunkan sepasang pedang sabit.


Traaang!


Dengan ketajaman pedang sabit, tombak yang berada di genggaman raja Siluman Kalajengking Gurun langsung terpotong.


" Setajam itu?" Dewi Arinia seakan tidak percaya dengan kemampuan pedang yang dia miliki.


Bahkan raja Siluman Kalajengking Gurun juga memasang sikap waspada dengan mundur beberapa langkah ke belakang, karena senjata yang dimiliki Dewi Arinia bisa kapan saja membunuhnya.


" Kenapa kamu terus menghindar?" Dewi Arinia seakan mengejek, karena raja Siluman Kalajengking Gurun tidak berani mendekatinya.


" Pedang itu sangat menakutkan." Raja Siluman Kalajengking Gurun memasang wajah jelek karena dia berpikir bahwa sihir pelindung yang melindungi tubuhnya tidak mampu menahan sayatan pedang dari Dewi Arinia.


Raja Siluman Kalajengking Gurun tidak memperdulikan ejekan dari Dewi Arinia, karena salah sedikit, maka nyawanya akan menjadi taruhannya.


Karena raja Siluman Kalajengking Gurun terus menghindar, Dewi Arinia menambah kecepatannya, lalu melesat ke arah pihak lawan sambil mengayunkan pedangnya.


Melihat kecepatan Dewi Arinia meningkat, raja Siluman Kalajengking Gurun yang tidak sempat menghindar, kini langsung mengarahkan ekornya untuk menangkis serangan.


Craaash!


Aarrgggh!


Sebuah tebasan pedang dari Dewi Arinia, membuat ekor kalajengking langsung terputus hingga membuat raja Siluman Kalajengking Gurun berteriak kesakitan.


Karena tidak ada pilihan lain, dengan terpaksa raja Siluman Kalajengking Gurun harus bertarung hidup dan mati.


Buussshh!


Raja Siluman Kalajengking Gurun menyatukan kedua telapak tangannya, hingga tercipta bola hitam menyelimuti tubuhnya.


" Cukup menarik." Gumam Dewi Arinia, lalu menggunakan gerakan memutar, sambil mengayunkan kedua pedangnya.


Craaash! Craaash!


Bola hitam yang melindungi tubuh pihak lawan, seakan tidak mampu menahan ketajaman pedang sabit, membuat raja Siluman Kalajengking Gurun semakin frustasi.


Craaash!


Saat putaran terakhir, Dewi Arinia berhasil memotong leher raja Siluman Kalajengking Gurun hingga menyemburkan darah berwarna hitam pekat.