SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 448. Kematian Dewa Pulau


Namun retakan dari kulit dewa pulau yang begitu keras dan tebal, seakan kembali menutup, karena efek regenerasinya sangat kuat.


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu menyipitkan matanya, karena tidak mudah untuk mengalahkan dewa pulau, sehingga dia memikirkan cara untuk mengambil Inti Roh makhluk raksasa itu terlebih dulu.


Liu Ryu kembali mengeluarkan Pedang Naga Petir, lalu mengarahkan pedangnya ke depan, hingga seluruh tubuhnya yang berwujud Naga Agung, diselimuti Qi unsur Kehampaan.


" Naga Kehampaan, Pemecah Kekosongan."


Wuush!


Liu Ryu melesat ke arah kepala bagian atas dewa pulau, lalu menjadikan dirinya sebagai senjata.


Craaakk!


Seperti sebuah tombak, Liu Ryu menembus kulit dewa pulau, hingga tubuhnya seakan masuk ke dalam tubuh makhluk raksasa itu.


Ggooooaaarr!


Dewa pulau meraung keras, karena Liu Ryu memaksa untuk masuk ke dalam tubuhnya, yang membuat lobang yang sangat dalam di bagian kulit dan dagingnya.


Di sisi lain Liu Ryu yang berusaha menahan efek regenerasi tubuh dewa pulau dengan Qi unsur Kehampaan miliknya, kini tatapannya tertuju pada sebuah benda raksasa berwarna hijau.


" Harta yang sangat bagus." Gumam Liu Ryu, lalu menyentuh benda tersebut dengan kedua tangannya.


Sriiiiiing!


Tubuh Liu Ryu langsung berpindah tempat ke atas udara, dengan membawa Inti Roh dewa pulau yang memiliki ukuran besar tiga kali lipat dari kapal yang mereka tumpangi.


Buussshh!


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu menarik Inti Roh tersebut ke Dunia Quzhu, karena ukurannya terlalu besar, sehingga sangat kesulitan untuk membawanya.


" MAKHLUK RENDAHAN."


Dewa pulau yang sangat marah karena Inti Roh miliknya telah diambil, kini langsung mengamuk sehingga seisi lautan membentuk pusaran air.


Wuush!


Dewa pulau menembakkan air laut yang diselimuti elemen petir ke arah Liu Ryu yang melayang di udara.


Sriiiiiing!


Liu Ryu berpindah tempat, lalu muncul di belakang kepala dewa pulau, sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.


" Naga Kehampaan, Tebasan Sang Agung."


Creeessh!


Qi unsur Kehampaan membentuk siluet pedang raksasa, keluar dari Pedang Naga Petir, mengarah kepada kepala dewa pulau.


Craaakk!


Kepala raksasa dewa pulau terbelah menjadi dua bagian, hingga mencapai punggungnya dengan berada di dalam air laut.


Ggooooaaarr!


Meskipun kepalanya sudah terbelah, dewa pulau masih mampu bertahan, hingga secara perlahan kepalanya mulai menyatu dengan sempurna.


Namun Liu Ryu sama sekali tidak memberi kesempatan kepada dewa pulau, dimana Liu terus membelah kepalanya dari berbagai arah, sehingga tubuh raksasa dewa pulau secara perlahan mulai menyusut menjadi sosok naga hijau sepanjang 20 meter.


Dewa pulau menatap ke arah Liu Ryu penuh dengan kebencian, karena pemuda itu telah mengambil Intisari dari kekuatannya.


Dewa pulau merasa menyesal karena telah berani mengganggu perjalanan Liu Ryu, sehingga dirinya sekarang hanya menjadi naga hijau biasa, meskipun masih bisa bertahan hidup di lautan lepas.


Meskipun sangat marah, dewa pulau memilih untuk melarikan diri, karena kondisinya sekarang tidak mungkin bisa menghadapi Liu Ryu.


" Kamu pikir aku akan membebaskan mu?" Liu Ryu yang tiba-tiba muncul di hadapan dewa pulau, kini menatap ke arah sosok tersebut.


" Jika aku membiarkanmu hidup lebih lama lagi, maka kamu akan mengganggu kehidupan manusia disini."


Craaakk! Craaakk


Liu Ryu memotong tubuh dewa pulau hingga menjadi lima bagian, sehingga harus meregang nyawa karena efek regenerasinya sudah tidak berfungsi lagi.


Wuush!


Liu Ryu mengibaskan tangannya untuk menarik potongan tubuh dewa pulau, ke Dunia Quzhu.


Saat itu juga Liu Ryu kembali ke arah ketiga Istrinya yang menunggu dari kejauhan, lalu meninggalkan tempat tersebut menuju kapal yang mereka tumpangi.


" Master... Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Zhiggy, saat keempat sosok itu sudah berada di atas kapal.


Tentu ketiga bersaudara, serta Staid dan Priscilla mendengar raungan keras dari kejauhan yang jaraknya sekitar puluhan kilometer.


" Aku sudah berbicara dengan dewa pulau. Dia tidak akan menggangu perjalanan kita lagi." Liu Ryu tidak ingin menceritakan hal yang sebenarnya, karena akan membuat mereka semakin ketakutan.


Bersamaan dengan ucapan Liu Ryu, kini angin mulai berhembus, yang menandakan bahwa kapal yang mereka tumpangi bisa bergerak lagi.


Meskipun seakan tidak percaya, semua yang berada di dalam kapal mengangguk pelan, lalu membubarkan diri untuk menjalankan tugas masing-masing.


" Angin sudah kembali normal, lepaskan layar kapal kita lagi." Zhiggy langsung memberi perintah kepada bawahannya.


" Baik."


Semua anak buah kapal, kembali menarik tali untuk mengibarkan layar kapal, dimana kapal tersebut mulai berlayar menjauhi teluk naga.


Di sisi lain, Liu Ryu dan ketiga istrinya memilih untuk kembali ke kamarnya, lalu masuk ke Dunia Quzhu sambil menunggu kapal mereka berlabuh di daratan Kwunko.


" Suamiku, apa kamu menyadari sesuatu yang terjadi di dunia ini?" Tanya Liu Yunxia, saat mereka sudah berada di Istana Kristal.


Tentu ketiga Istrinya mulai menyadari bahwa ada aura kematian yang menyelimuti langit, yang kini berubah menjadi merah.


Tidak hanya mereka saja, tapi semua makhluk hidup yang tinggal di dunia itu, karena efek aura kematian bisa mengendalikan makhluk hidup, meskipun tidak terlalu berdampak kepada manusia selagi mereka memiliki pemikiran sehat.


Namun tidak untuk hewan buas, karena efek aura kematian bisa mengendalikan pikiran mereka sehingga membuat hewan buas semakin ganas.


" Aku tidak bisa menebak secara pasti. Namun sepertinya aura ini berasal dari kebencian dan dendam."


" Kemungkinan besar berasal dari sebuah daratan yang masih jauh dari tempat ini." Liu Ryu berasumsi bahwa ada malapetaka yang sedang menimpa makhluk hidup yang berada di sebuah daratan.


Sambil mengisi waktu mereka, Liu Ryu dan ketiga Istrinya keluar dari Istana Kristal, untuk menyerap Inti Roh dewa pulau yang ukurannya tidak muat di Istana.


Wuush!


Liu Ryu memindahkan Inti Roh dari dewa pulau hingga muncul di halaman depan Istana Kristal.


" Inti Roh yang sangat besar." Ketiga Istri Liu Ryu membuka matanya lebar-lebar, karena benda raksasa berwarna hijau menyamai gunung besar.


" Kita akan menggunakan Inti Roh ini untuk meningkatkan Kultivasi." Ucap Liu Ryu, lalu mengambil tempat di dekat Inti Roh tersebut.


Ketiga Istri Liu Ryu pun mengangguk kecil, lalu mengambil tempat untuk menyerap Inti Roh yang berada di depan mereka.


Buussshh!


Energi yang sangat kuat menyelimuti tubuh Liu Ryu dan ketiga Istrinya yang sedang menyerap Inti Roh dewa pulau.


Membutuhkan waktu selama satu minggu, mereka baru bisa menghabiskan energi yang berada di Inti Roh tersebut.


Selama satu minggu itu juga, Dewi Arinia dan Elena berhasil menerobos Bintang Berlian, sedangkan Liu Yunxia juga hampir mengalami penerobosan.


Hanya Liu Ryu seorang diri yang belum ada tanda-tanda penerobosan, karena dia membutuhkan Sumberdaya yang lebih besar dari ketiga Istrinya.