SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 159. Kematian Raja Ras Orc


Di sisi lain Ryu yang sedang bertarung melawan Raja Naga, kini terlihat serius karena sosok yang menjadi lawannya sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir.


Namun Ryu sama sekali tidak merasa takut, justru dia terlihat bersemangat untuk mengalahkan sosok yang meskipun jauh lebih kuat darinya.


" Kamu telah salah memilih lawan, Manusia. Hanya Pendekar Surgawi tahap akhir begitu percaya diri melawanku." Raja Naga tersenyum lebar karena dia sangat yakin bisa mengalahkan Ryu dengan mudah.


" Kita buktikan saja Jelek. Aku sangat yakin jika wajahmu sangat jelek, karena ditutupi topeng seperti itu." Ryu sengaja memprovokasi Raja Naga dengan sebuah senyuman di wajahnya.


" Kurang ajar... Aku akan mencabik-cabik tubuhmu." Raja Naga yang terlihat marah, langsung melesat cepat ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi layaknya meteor.


Wuush!


Ryu langsung terbang ke udara, dimana di diikuti Raja Naga yang menggunakan Kapak di kedua tangannya.


Traaang!


Bboooom!


Pertemuan Pedang Naga Petir dan kedua Kapak menciptakan gelombang kejut yang menyapu bersih pepohonan yang berada di bawah mereka.


Ras Orc yang memiliki temperamen pemarah, tentu saja cepat terpancing dan berniat untuk memotong tubuh Ryu hingga menjadi beberapa bagian.


Kini pertarungan antara Ryu dan Raja Naga yang berada di udara, membuat kerusakan besar di bawah mereka dimana pepohonan yang tumbuh lebat, kini membentuk kawah besar.


" Manusia... Kamu telah memancing kemarahan Orc. Kemarahan adalah sumber kekuatan para Ras Orc." Raja Naga terlihat geram, langsung melesat ke belakang.


" Kebangkitan Darah Orc : Mode Tempur"


Raja Naga menyilangkan kedua Kapaknya, hingga tercipta sebuah baju Zirah yang ditumbuhi duri runcing dari elemen tanah dimana kekuatannya dua kali lebih kuat dari sebelumnya.


Klaaang! Klaaang! Klaaang!


Raja Naga membentur kedua Kapaknya, lalu melesat ke arah Ryu layaknya meteor sambil mengayunkan Kapaknya.


" Aku tidak menyangka bahwa Ras Orc memiliki kemampuan seperti ini." Ryu memasang wajah serius sambil menyipitkan matanya lalu mengalirkan elemen Kehampaan di Pedang Naga Petir.


" Teleportasi."


Ryu langsung berpindah tempat ke arah belakang Raja Naga, lalu mengayunkan pedangnya.


" Hmmm." Raja Naga yang merasakan ancaman dari arah belakang, langsung memutar badannya sambil mengayunkan pedangnya.


Traaang!


Pertemuan Pedang Naga Petir dan kedua Kapak membentuk gelombang kejut yang mampu membunuh seorang Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah.


Bboooom!


Kedua belah pihak ke tempat yang sangat jauh.


Bboooom!


Kedua belah pihak terjatuh ke tanah, hingga membentuk kawah besar.


" Kebangkitan Darah Orc: Mode Mengamuk "


Kini Raja Naga diselimuti elemen tanah, hingga membentuk Humanoid Naga, lalu melesat ke udara.


" Aku tidak menyangka bahwa ada seorang manusia yang mampu mengimbangi kekuatanku. Tapi sekarang tidak lama lagi kamu akan mati." Raja Naga menatap tajam ke arah Ryu dengan niat membunuh yang sangat kuat.


Di sisi lain Ryu juga merasa efek penekanan dari aura yang berasal dari Raja Naga, sehingga Aura Dewa Agung yang dilepaskan seakan tidak berfungsi.


Tidak hanya Ryu, Tou Shuijing, Jiu Tou She,Xie Shui dan Pasukan Semesta yang sedang melakukan pertarungan di tempat yang jauh juga merasakan penekanan tersebut.


Bahkan beberapa pasukan Ras Peri Hutan banyak yang tidak sadarkan diri hingga memuntahkan darah segar karena efek aura dari Raja Naga.


Xie Xian dan Istri Ryu yang lain juga terlihat khawatir karena, sosok yang menjadi lawan suami mereka sangat kuat.


Di sisi lain Ryu yang merasakan kekuatan Raja Naga jauh lebih kuat dari sebelumnya, kini memasang sikap waspada.


" Transformasi."


Ggooooaaarr!


Ryu yang juga melakukan perubahan wujud menjadi Harimau bersisik naga juga melepaskan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.


Sambaran elemen Kehampaan menciptakan kerusakan di sekeliling Ryu, dimana layaknya hujan yang tidak ada hentinya.


Melihat perubahan wujud dari Ryu, Raja Naga langsung meningkatkan kewaspadaan karena di sekeliling Ryu telah dilindungi elemen Kehampaan yang tidak pernah berhenti untuk menyambar siapapun yang berani mendekatinya.


" Kau fikir bahwa kamu saja yang memiliki teknik seperti itu?" Ryu yang sudah berwujud kombinasi Harimau dan Naga, langsung melesat ke udara.


" Bagaimana mungkin?" Gumam Raja Naga yang kini merasa enggan untuk mendekati Ryu.


Tentu Raja Naga dapat merasakan bahwa elemen yang terlihat aneh tersebut bisa melukai tubuhnya.


Wuush!


Ryu melesat ke arah Raja Naga dengan kecepatan tinggi layaknya meteor, langsung menerkam ke arah Raja Naga.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Pertemuan serangan antara Ryu dan Raja Naga membuat seisi wilayah tersebut bergetar hebat, dimana tercipta sebuah gempa bumi.


Aaarrrggghhhh!


Raja Naga berteriak kesakitan karena sambaran elemen Kehampaan tidak hentinya bersarang di tubuhnya saat berada di dekat Ryu.


" Sialan... Jika elemen aneh ini selalu menyambar tubuhku, aku bisa mati." Raja Naga terlihat panik karena sebuah dilema yang merasuki pikirannya.


Tentu jika Raja Naga melakukan pertarungan jarak dekat, maka dia mengorbankan tubuh terkena sambaran elemen Kehampaan.


Namun Jika dia melarikan diri, sama saja dia dengan mudah dikalahkan.


Melihat pihak lawan yang terlihat kebingungan, Ryu tersenyum lebar tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut.


" Malapetaka."


Ryu yang dalam wujud Harimau, membuka mulutnya lebar-lebar untuk mengumpulkan Qi dalam bentuk elemen Kehampaan.


Wuush!


Ryu melepaskan bola warna-warni tersebut yang tercipta dari elemen yang dia miliki, mengarah kepada Raja Naga.


Merasakan arah serangan tersebut, Raja Naga memasang wajah gelap karena tidak sempat menghindar langsung menciptakan pelindung dengan kekuatan penuh.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat, membentur pelindung yang diciptakan Raja Naga.


Aaarrrggghhhh!


Raja Naga merasakan tubuhnya panas dingin disertai retakan dari pelindung yang dia ciptakan.


Kraaack!


Pelindung tersebut mengalami retakan, membuat Raja Naga merasakan hidupnya diambang pintu kematian.


Bboooom!


Tubuh Raja Naga hancur berkeping-keping, seakan tidak percaya jika seorang Kultivator yang masih mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir bisa membunuhnya.


" Hmmm" Ryu yang kini berwujud manusia, langsung menyipitkan matanya sambil menatap ke sebuah benda berkilauan yang jatuh dari udara.


Wuush!


Dengan sisa Qi yang dia miliki, Ryu menangkap benda tersebut yang tidak lain adalah Cincin Ruang milik Raja Naga.


" Ternyata dia sangat kaya." Ryu memeriksa Cincin tersebut langsung tertuju pada Inti Jiwa dari makhluk kuno.


Tidak hanya itu, di Cincin Ruang tersebut juga terdapat sebuah Artefak yang bisa digunakan untuk menjelajahi Dunia yang lain.


Hanya saja Artefak tersebut bisa digunakan untuk pergi ke Dunia Abadi, Dunia Nuse dan Dunia Dongwu.


" Tidak masalah... Suatu saat aku akan menyempurnakannya." Ryu tersenyum lebar lalu mengambil Inti Jiwa yang berada di Cincin Ruang tersebut.


" Jika begini hanya ada satu makhluk kuno yang tersisa disini." Ryu bergumam sambil menatap Inti Jiwa tersebut yang kemungkinan dari makhluk kuno Chimera.