
Untung saja Hutan Angin dilindungi Formasi yang hanya bisa dilewati oleh Hewan Buas, dengan begitu mereka akan tetap aman.
" Lao Tze, apa kalian akan tinggal disini?" Tanya Lanshan.
" Aku akan ikut bersama kalian." Ucap Lao Tze, karena tujuannya pergi ke Dunia Abadi untuk membantu Ryu sesuai perintah Pelindung Dunia Fana yaitu Wu Kong.
Mereka pun satu-persatu menuju ke arah Zi Mayi dan bawahannya, lalu menatap ke arah tiga Penguasa Hutan Angin.
" Teman, terimakasih telah memberi tumpangan kepada Ras kami. Suatu saat kami akan membalas kebaikan kalian." Ucap Lao Tze sambil menundukkan kepala sebagai rasa hormat.
" Tidak masalah teman. Mohon maaf sebelumnya, kami tidak memiliki apapun yang bisa kami berikan untuk kalian." Ucap Raja Elang Batu yang memiliki ukuran sangat besar.
" Dengan memberi tumpangan itu sudah cukup." Ucap Lao Tze.
" Hmmm... Sepertinya Ras Naga Gunung memiliki darah panas. Aku yakin kalian menyukai pertarungan. Mungkin aku sedikit meminta bantuan kalian. Jika kalian pergi ke arah utara dari tempat ini, kalian akan menemukan keberadaan Sekte Iblis Neraka. Sepuluh tahun yang lalu, mereka sudah banyak membunuh Ras kami saat keluar dari Hutan Angin ini. Namun setelah itu mereka tidak berani lagi untuk melakukan kekacauan secara terbuka. Mungkin itu ada kaitannya dengan Kaisar Ryu. Di kedalaman Hutan bagian sana mereka sangat banyak." Ucap Raja Singa yang sejak awal terus memperhatikan.
" Sekte Iblis Neraka? Aku tidak menyangka bahwa mereka masih berada di wilayah Kekaisaran Awan." Ucap Zi Mayi yang sudah lama mencari keberadaan mereka.
" Mereka tidak lagi tinggal di wilayah Kekaisaran Awan, melainkan sudah pindah ke wilayah Kekaisaran Han. Hutan ini sangatlah luas, jadi keberadaan mereka sulit diketahui." Ucap Raja Elang Batu.
" Untuk masalah ini biar kami yang menghadapi mereka. Hanya saja, jangan sampai menyentuh Pedang mereka. Jenderal Li Chun mengatakan bahwa Pedang tersebut bisa mengendalikan pikiran yang memakainya.
" Kalian tidak bisa menemukan keberadaan mereka jika tanpa bantuan kami. Karena tempat itu dilindungi Formasi penyamaran yang sangat sempurna. Meskipun aku tau kalian memiliki kekuatan besar, namun kami memiliki kemampuan khusus." Ucap Raja Banteng.
" Kalau begitu, kami memerlukan bantuan kalian." Ucap Zi Mayi.
" Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang." Tou Shuijing kembali ke wujud Hydra raksasa untuk membawa anggota Pasukan Semesta bawahan Zi Mayi dan Zi Mifeng.
Begitupun dengan yang lain, mereka langsung meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah yang ditunjukkan oleh ketiga Penguasa Hutan Angin.
*******
Dua hari kemudian, kini Ryu sudah berada di Sekte Lembah Es dimana tempat tinggal Bing Ruyue.
Tidak lupa, Bing Ruyue memperkenalkan suaminya kepada anggota Sekte Lembah Es dimana dia hanya memperkenalkan kepada pengurus Sekte Lembah Es saja, tetapi tidak dengan Matriak mereka.
Seperti tradisi turun-temurun, Matriak Sekte Lembah Es harus masih suci. Begitupun dengan Tetua Agung dan Guru Agung.
Beruntung Tetua Agung dan Guru Agung adalah seorang Pria, jadi Bing Ruyue tidak perlu khawatir.
" Senior Bing Ruyue... Pantas saja kamu melepaskan jabatanmu sebagai Matriak, ternyata suamimu memiliki kharisma yang mampu membuat lawan jenis langsung terpikat." Goda Tetua Agung sambil tersenyum menatap ke arah Ryu dan Bing Ruyue.
" Tetua Agung bisa saja. Itulah kenapa aku tidak ingin memperkenalkan suamiku kepada Matriak Bing Yixia." Ucap Bing Ruyue sambil memegang lengan suaminya.
" Aku pikir tidak lama lagi akan melepaskan jabatanku juga. Dengan usiaku sekarang sudah mencapai 150 tahun, sudah selayaknya mencari keturunan." Ucap Tetua Agung yang memiliki selera humor seperti orang muda pada umumnya.
" Kalian semua adalah juniorku, aku melepaskan Jabatan Matriak lebih dari 160 tahun. Kalian memang sangat payah. Lagi pula sebelum kamu melepaskan jabatanmu, kamu harus memiliki calon penerusmu." Ucap Bing Ruyue yang tidak lagi seperti dulu dimana terus berdiam diri dan terus berlatih.
" Yang Mulia Kaisar, sebelumnya kami mengucapkan terimakasih atas bantuan Sumberdaya yang kalian berikan. Dengan bantuan itu, anggota Sekte Lembah Es banyak mengalami peningkatan." Ucap Guru Agung, sambil memberi hormat.
" Tidak masalah Guru Agung. Lagi pula kalian adalah keluarga Istriku. Sudah sepantasnya sebagai bagian dari keluarga Sekte Lembah Es, aku akan memberikan yang terbaik." Ryu memakup kedua tangannya.
Tiba-tiba muncul sosok wanita ke ruangan tersebut langsung menatap ke arah Bing Ruyue lalu tertuju pada sosok pemuda yang terlihat asing.
" Ada apa ini? Mengapa kalian melakukan rapat tanpa mengundangku?" Bing Yixia mencari alasan karena dia sudah mendengar kabar bahwa Kaisar Ryu berkunjung ke Sekte Lembah Es.
Bing Yixia sangat penasaran dengan Pemuda yang bernama Liu Ryu yang membuat Seniornya Bing Ruyue melepaskan jabatannya sebagai Matriak.
" Salam Matriak. Maaf sebelumnya, kami hanya bersilaturahmi dimana Yang Mulia Kaisar berkunjung kesini." Tetua Agung dan yang lain memberi hormat kepada wanita tersebut.
" Eh... Maaf atas ketidak tahuanku." Bing Yixia berpura-pura memperbaiki sikapnya lalu melirik ke arah Ryu.
" Salam Yang Mulia Kaisar. Mohon maaf karena tidak mengetahui kedatangan Yang Mulia." Bing Yixia memberi hormat dengan perasaan kagum kepada sosok tersebut.
" Salam Matriak. Mohon maaf kedatanganku begitu tiba-tiba." Ryu juga memberi hormat kepada wanita tersebut.
' Pantas saja Senior sampai melepaskan jabatannya. Kaisar Ryu memang sangat tampan dan berwibawa. Sayangnya aku sudah terlambat.' Bing Yixia mencuri pandangan kepada Ryu agar kelakuannya tidak diketahui.
Namun hal itu tidak lepas dari pandangan Bing Ruyue, sehingga dia berinisiatif untuk membawa suaminya meninggalkan tempat tersebut.
" Gege, sepertinya kita ada pekerjaan lain." Bing Ruyue menarik tangan suaminya, namun itu langsung dicegah oleh Bing Yixia.
" Mohon maaf Yang Mulia Kaisar, Senior Bing Ruyue. Tidak seharusnya seorang Kaisar tidak mendapatkan jamuan khusus." Bing Yixia memberi isyarat kepada kedua pelayan yang berada di tempat itu dimana telah dia rencanakan sebelumnya.
Kedua Pelayan itupun menundukkan kepala lalu meninggalkan ruangan untuk mengambil hidangan.
Melihat tingkah Juniornya, Bing Ruyue sedikit menaikkan alisnya tidak menyangka bahwa wanita itu menggunakan jabatannya untuk melakukan hal yang sepele.
Meskipun Bing Ruyue sedikit kesal, namun dia membawa kembali suaminya untuk mengambil tempat duduk.
" Tetua Agung, bagaimana dengan kedua penyusup itu? Apa mereka memberikan keterangan." Tanya Bing Yixia sambil mencairkan suasana.
" Mohon maaf Matriak. Kedua penyusup itu hanya mengatakan bahwa mereka berasal dari Benua Utara. Lebih tepatnya berasal dari Kekaisaran Beruang Putih. Hanya saja mereka tidak ingin menceritakan tujuan mereka datang kesini." Ucap Tetua Agung yang sebelumnya mendapat laporan bahwa ada dua sosok yang terlihat mencurigakan saat melewati wilayah Sekte Lembah Es.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu sedikit penasaran karena dia berpikir bahwa kedua sosok itu adalah orang yang sedang mencarinya.