
Dengan bantuan Lin Jia, Long bersaudara dan Huang bersaudara, Liu Ryu dengan mudah membuat senjata yang dipesan oleh Kekaisaran Han.
Sedangkan Jiang Caiping yang sangat pandai dalam berbisnis, kini pergi ke Assosiasi Senjata bersama Tai Bai dan Tai Lung.
Untuk Sun Yueyue, Xian Yin, Xun Quan dan Qu Jian, mereka langsung membawa Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang pergi ke bagian utara Kota Lanshui dimana tempat Assosiasi Senjata yang sedang dibangun.
Tentu kepergian mereka menggunakan Kereta Assosiasi Senjata, dimana dikawal oleh prajurit Kekaisaran Atas Awan yang dipimpin Zi Mayi dan Wu Tian.
Sedangkan Xie Hua dan Nan Sian yang merupakan Permaisuri Kekaisaran Atas Awan, juga mengatur keperluan Istana Kekaisaran Atas Awan yang sedang diperluas wilayahnya.
Berdirinya Kekaisaran Atas Awan dengan berkedok Assosiasi Senjata, tidak ada yang curiga, karena semua sudah diatur sebaik mungkin.
Kali ini Liu Ryu tidak lagi membeli tanah atupun bangunan milik warga, yang pasti akan menimbulkan kecurigaan pihak Istana Kekaisaran Han.
Di sisi lain Liu Ryu yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, kini langsung menuju ke Istana Kekaisaran Atas Awan bersama dengan Istrinya yang lain.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Heilong dan Li Chun memberi hormat.
" Mmmm... Heilong, Li Chun... Aku minta kepada kalian untuk pergi ke Istana Kekaisaran Taiyang."
" Kalian harus bernegosiasi kepada Kaisar Haguro, agar mereka menjual wilayah kabut beracun di bagian barat tempat ini." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisi lima jenis Harta langit.
Tentu Liu Ryu tidak ingin memberikan senjata, karena hal itu bisa diketahui oleh pihak Istana Kekaisaran Han.
" Kalian tau sendiri kan apa yang aku maksud?" Tanya Liu Ryu.
" Tentu Yang Mulia Kaisar. Akan kupastikan mereka akan menjual wilayah kabut beracun" Jawab Heilong.
Dengan banyaknya Batu Roh, Assosiasi Senjata akan membeli berapapun harga yang ditawarkan oleh Kaisar Haguro.
Terlebih pihak Istana Kekaisaran Taiyang sangat membutuhkan dana yang sangat besar untuk menginvasi wilayah Kekaisaran Han. Dengan demikian, rencana mereka bisa berjalan dengan lancar.
" Baiklah, kalau begitu kalian boleh berangkat sekarang." Ucap Liu Ryu.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Setelah kepergian mereka, Liu Ryu kembali berpindah tempat ke Assosiasi Senjata yang berada di kota Lanshui untuk memberikan pesanan dari pihak Istana Kekaisaran Han.
Saat berada di Assosiasi Senjata, Liu Ryu langsung turun ke lantai dasar untuk melihat para pelayan yang sedang bekerja.
Jiang Caiping, Tai Bai dan Tai Lung yang kebetulan berada di lantai dua, kini langsung menyambut kedatangan suami mereka.
" Suamiku." Sambut mereka serempak.
" Mmmm... Bagaimana perkembangannya?" Liu Ryu mengangguk lalu bertanya kepada mereka.
" Empat Klan besar ingin membeli senjata dalam jumlah besar. Tapi kami menolaknya, karena sudah bekerjasama dengan Istana Kekaisaran Han." Jawab Jiang Caiping.
Jiang Caiping menjelaskan bahwa keempat Tetua dari Klan tersebut sangat marah karena menolak tawaran mereka.
" Tidak masalah... Yang kita butuhkan bukan Batu Roh, melainkan Sumberdaya. Apa mereka sudah pergi?" Tanya Liu Ryu.
" Mereka tidak ingin pergi sebelum bertemu denganmu." Tai Bai menjelaskan bahwa di lantai dasar masih ada empat Tetua yang sedang menunggu.
" Pelayan... Panggil keempat Tetua itu agar bisa bertemu denganku di lantai tiga." Liu Ryu memberi perintah kepada salah satu pelayan yang ada di tempat itu.
" Baik tuan muda." Ucap pelayan, lalu turun ke lantai dasar.
Liu Ryu juga langsung kembali ke lantai tiga untuk menyambut tamunya tersebut, sambil memikirkan cara untuk menangani situasi tersebut.
Tidak lama kemudian, terlihat dua sosok pria dan dua sosok wanita yang berjalan mendekati Liu Ryu.
" Apakah anda adalah pemilik Assosiasi Senjata?" Tanya salah satu dari Tetua, dimana mereka sedikit kaget karena sosok yang memiliki Assosiasi Senjata terlihat tampan dan berwibawa.
Bahkan keempat Tetua tersebut dapat merasakan aura yang dimiliki Liu Ryu melebihi seorang Kaisar.
" Benar! Silahkan duduk!" Ucap Liu Ryu, sambil mempersilahkan mereka.
Keempat Tetua itupun langsung duduk di kursi yang tersedia, dimana salah satu pelayan langsung menyuguhkan secangkir teh hijau.
" Tidak menyangka bahwa Assosiasi Senjata yang berdiri lebih dari sebulan yang lalu berkembang pesat." Salah satu Tetua yang berada di tempat itu menatap ke arah Liu Ryu dengan penuh kekaguman.
Keempat Tetua itupun memperkenalkan diri. Chi Qua berasal dari Klan Chi, Huan Cayi berasal dari Klan Huan, Lu Bu berasal dari Klan Lu, dan Lang Zuge berasal dari Klan Lang.
Keempat Tetua tersebut terlihat masih muda, namun Liu Ryu dapat memperkirakan bahwa usia mereka lebih dari 2000 tahun.
Lu Bu memiliki perawakan tinggi kekar dimana kedua lengannya terlihat berotot, sedangkan Lang Zuge tatapan matanya sangat tajam layaknya mata serigala yang mampu mengintimidasi siapapun yang melihatnya.
Namun itu tidak termasuk bagi Liu Ryu, sehingga dia tidak terpengaruh sama sekali dengan tatapan dari Lang Zuge.
Untuk Chi Qua yang merupakan seorang wanita, memiliki tubuh langsing ideal dan kulit putih, namun terlihat memiliki tipu muslihat dari tatapan matanya.
Huan Cayi adalah seorang wanita yang terlihat tegas dan keras kepala, dimana tatapan matanya terlihat dingin tanpa ekspresi, namun tidak mengurangi kecantikannya.
" Ah... Langsung saja, tuan Ryu, tujuan kami kesini untuk membeli senjata dalam jumlah banyak." Lu Bu langsung mengutarakan tujuannya sambil melirik ke arah ketiga Tetua yang lain.
Tentu kedatangan mereka hanya kebetulan, karena baru saja mengetahui tujuan masing-masing untuk melakukan kerjasama dengan Assosiasi Senjata.
" Kalian tau sendiri bahwa pihak Assosiasi Senjata sudah bekerjasama dengan pihak Istana Kekaisaran Han. Kalian tau sendiri resikonya jika hal ini diketahui oleh pihak Istana Kekaisaran Han." Ucap Liu Ryu dengan nada sedikit menyesal karena membuang pelanggan yang lain.
" Tuan Ryu... Klan Huan memang berada di wilayah Kekaisaran Han, namun selama ini kami tidak pernah bersinggungan dengan Kekaisaran. Aku datang kesini untuk mewakili Klan Huan, karena kami ingin membeli senjata untuk perkembangan Kultivator muda dari Klan Huan." Huan Cayi merasa tidak puas karena sudah pergi jauh-jauh, namun tidak membuahkan hasil.
" Tuan Ryu... Salah satu anggota Klan kami yaitu Chi Leng telah menjual bangunan ini dengan harga yang sangat murah. Kamu tau sendiri apa artinya? Itu artinya Klan Chi sangat mendukung Assosiasi Senjata berdiri di Kekaisaran Han." Chi Qua juga mengeluarkan suara dengan menunjukkan bahwa Klan Chi adalah orang pertama yang menyambut baik Assosiasi Senjata.
Di sisi lain Liu Ryu tidak beranggapan seperti itu, karena dia sudah mengetahui bahwa Chi Leng sangat membutuhkan Batu Roh untuk membayar karyawannya.