
Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya terus berfokus pada Formasi Cakar Hitam yang mereka gunakan untuk mengurung monster tersebut agar bisa mengurangi jumlah mereka sebanyak mungkin.
Sesaat Liu Ryu melirik ke arah Pagoda yang berada cukup jauh dari mereka, dimana dia merasakan ada celah untuk memasuki dimensi lain.
' Mungkin aku bisa masuk ke dimensi itu, untuk mencari tau fungsi Pagoda menyebalkan itu tanpa diketahui.' Liu Ryu secara diam-diam mengaktifkan Armor Pelangi untuk menyembunyikan keberadaannya, lalu berpindah tempat ke celah Pagoda Neraka.
Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain yang menyadari tindakan suami mereka, kini hanya menggelengkan kepala.
Sebenarnya mereka juga kesal karena ada orang lain yang mencari keuntungan dari mereka, yang sedang bersusah payah untuk menahan amukan dari gerombolan monster.
Wuush!
Liu Ryu telah berhasil menerobos masuk ke celah Pagoda Neraka tanpa diketahui oleh sang pemilik hingga terlihat sebuah hamparan hijau dimana ditengahnya terdapat sebuah Istana yang sangat megah.
" Sepertinya ada yang mereka sembunyikan di tempat itu." Liu Ryu bergumam lalu berpindah tempat ke dalam Istana tersebut.
Sesaat Liu Ryu merasakan ada aura yang sangat kuat dari balik sebuah ruangan di Istana tersebut.
Setelah Liu Ryu mempelajari situasi di Istana tersebut, dimana dia dapat merasakan bahwa tidak ada satupun yang pernah pergi ke tempat itu.
" Jadi pemilik Pagoda ini hanya menaruh berbagai jenis Sumberdaya ke dimensi ini. Tapi untuk apa?" Liu Ryu merasa heran karena banyak sekali energi yang terbuang percuma di Istana tersebut.
Liu Ryu terus melanjutkan langkahnya menuju ruangan tersebut hingga terlihat sosok pria yang berbaring di atas tempat tidur dengan menggunakan topeng.
" Jadi, mereka mengirim Sumberdaya ke tempat ini hanya untuk menghidupkan kembali sosok yang berbaring di tempat tidur." Liu Ryu memasang wajah jelek karena dia berpikir bahwa ada orang bodoh yang membuang Sumberdaya demi menghidupkan orang yang sudah mati.
Dengan penuh kehati-hatian, Liu Ryu berjalan mendekati sosok yang berbaring, dimana dibalik topengnya terdapat sebuah celah untuk memperlihatkan sebuah permata di keningnya.
" Sepertinya permata ini adalah sebuah Artefak." Liu Ryu tersenyum lebar muncul sebuah keserakahan dari hatinya untuk mengambil permata tersebut.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu membuka topeng sosok tersebut lalu mencongkel permata yang berada di kening pria tersebut.
Liu Ryu dapat memastikan bahwa mayat pria itu sudah mencapai usia ribuan tahun, meskipun masih terlihat sangat muda.
" Kalau sudah mati ya mati saja!" Liu Ryu menarik mayat tersebut ke Dunia Quzhu untuk dijadikan sebagai tumbal.
Di dalam Dunia Quzhu, mayat Kaisar Langit bertopeng kini langsung menyatu dengan tanah, dimana energi alam di Dunia Quzhu semakin bertambah padat.
" Hanya untuk satu orang saja, Dunia Quzhu bertambah luas?" Liu Ryu seakan tidak percaya jika hanya satu mayat sebanding dengan jutaan mayat lainnya.
Tanpa menunggu lama, Liu Ryu mengambil tempat duduk bersila untuk menyerap permata yang berwarna merah darah.
Buussshh!
Energi yang sangat kuat mengitari tubuh Liu Ryu, dimana permata merah melayang di udara hingga masuk ke kening Liu Ryu.
Bersamaan dengan permata merah menempel di kening Liu Ryu, semua energi yang berada di tempat itu masuk melalui permata merah hingga menuju ke dantian milik Liu Ryu.
" Jadi fungsi permata merah ini untuk menyerap energi dalam waktu singkat?" Liu Ryu tersenyum puas karena telah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.
" Ternyata pria itu adalah guru cabul?" Liu Ryu terbatuk-batuk membuatnya hampir kehilangan konsentrasi saat menyerap energi yang berada di tempat itu.
Dari ingatan pria bertopeng, Liu Ryu mengetahui bahwa pria bertopeng menculik tujuh bayi merah dan menjadikan mereka sebagai muridnya.
Pria bertopeng itu menamakan dirinya sebagai Kaisar Langit, namun sebenarnya dia adalah adik seperguruan Kaisar Langit yang sesungguhnya.
Sedangkan ketujuh bayi yang dia culik memiliki kemampuan khusus, dan merencanakan untuk menjadikan tujuh muridnya sebagai pemuas nafsunya.
Sayangnya sebelum menikmati tujuh muridnya, pria bertopeng harus mati di tangan Kaisar Langit, karena tubuh muridnya belum mencapai Bintang Bumi.
Jika saja ketujuh murid pria bertopeng sudah mencapai Bintang Bumi, maka dia akan menyerap energi mereka untuk menggulingkan kekuasaan Kekaisaran Langit.
Setelah memakan waktu yang sangat lama, kini Liu Ryu berhasil menyerap semua energi di tempat itu, lalu kembali keluar dari dunia dimensi.
" Sepertinya aku sudah melewatkan waktu selama satu hari." Ucap Liu Ryu yang merasakan bahwa dunia dimensi itu memiliki kecepatan waktu seperti Dunia Quzhu.
Itu artinya Liu Ryu telah menyerap energi dari dunia dimensi selama satu tahun, meskipun belum bisa menerobos.
Merasakan kehadiran suami mereka, Sheng Zhishu dan yang lain melirik ke arah Liu Ryu sambil mengerutkan kening karena di kening suami mereka terdapat sebuah permata merah.
" Suamiku, apa yang kamu temukan? Dan apa yang ada di keningmu?" Tanya Sheng Zhishu sambil menunjuk ke arah kening Liu Ryu.
" Aku menemukan permata merah ini di celah Pagoda Neraka itu." Ucap Liu Ryu yang sudah mengetahui tentang latar belakang tujuh murid pria bertopeng sebelumnya.
Mendengar ucapan tersebut, Sheng Zhishu dan yang lain hanya menghela nafas, karena Liu Ryu memiliki sesuatu yang unik di keningnya.
Begitu banyak pertanyaan di benak Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain, namun bukan waktu yang tepat untuk bertanya.
" Ternyata selama satu hari gerombolan monster itu sudah berhasil menghancurkan lima Formasi Cakar Hitam?" Liu Ryu tidak menyangka bahwa semenjak kepergiannya hanya ada satu Formasi Cakar Hitam yang tersisa.
" Ya... Untung saja kamu datang pada waktu yang tepat." Ucap Xin Chie sambil menumpuk Batu Roh di lingkaran tersebut.
Meskipun Sheng Zhishu dan yang lain tidak perlu mengeluarkan tenaga dan hanya duduk mengisi Batu Roh, namun Liu Ryu merasa tidak enak karena terlalu lama meninggalkan mereka.
" Aku yakin gerombolan monster ini sudah kehilangan lebih 80% dari jumlah mereka." Sheng Zhishu memperkirakan bahwa miliaran pasukan monster yang sudah mati akibat Formasi Cakar Hitam.
" Tapi tetap saja mereka masih terlalu banyak." Ucap Liu Ryu sambil menatap ke arah Formasi Cakar Hitam.
Sesaat Liu Ryu memasang wajah masam karena Batu Roh yang seakan tidak terhitung jumlahnya bahkan berserakan di Dunia Quzhu, kini hanya tersisa sedikit demi mempertahankan Formasi Cakar Hitam.
Kraaack! Kraaack! Kraaack!
Terdengar sebuah bunyi dari pelindung yang kini banyak retakan, dimana mereka memasang posisi siap bertarung.
" Dengarkan semuanya! Gunakan aura kalian semua untuk menekan pergerakan pihak lawan." Liu Ryu mengingatkan kepada seluruh pasukan yang berada di tempat tersebut.
Dengan sebuah anggukan, semua pasukan langsung memegang Pedang Biru di tangan mereka untuk siap bertarung.