
Meskipun hanya berbentuk bayangan, sosok itu mengeluarkan aura Intimidasi yang sangat kuat, membuat siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan.
" Xu Zhou... Sudah jutaan tahun aku menunggumu, namun kamu masih terlihat sangat lemah. Bahkan kamu sama sekali tidak cocok untuk menggunakan namaku." Ucap sosok tersebut yang tidak lain adalah Dewa Ashura yang asli.
Dewa Ashura menggelengkan kepala, karena perjanjiannya kepada Xu Zhou ( Dewa Ashura samaran ) belum mampu membalaskan dendamnya kepada Xu Tianpeng.
" Maafkan aku tuan... Pamanku itu sudah meninggalkan Dunia Tiantang, sehingga aku tidak mengetahui keberadaannya." Xu Zhou berkeringat dingin, karena perjanjian jutaan tahun yang lalu tidak bisa dia ingkari.
Xu Zhou adalah keponakan angkat Xu Tianpeng sendiri, dimana Patriak Klan Xu adalah kakeknya.
Meskipun Xu Tianpeng bukan berasal dari Klan Xu, namun karena bakatnya dan terlahir dari alam semesta, Patriak Klan Xu mengambilnya sebagai putra angkatnya.
Namun saat Xu Tianpeng tumbuh dewasa, dia memiliki ambisi untuk menguasai Kekaisaran Langit, sehingga membunuh ayah angkatnya tanpa sepengetahuan Xu Zhou.
Pada saat itu Xu Tianpeng memiliki seorang putri dari keluarga Klan Shang, membuat Xu Zhou merasa tertarik dengannya.
Namun Xu Tianpeng tidak menyetujuinya, sehingga dia membunuh ayah Xu Zhou yang merupakan saudara angkatnya sendiri, membuat Xu Zhou bersumpah untuk membunuhnya.
Dewa Ashura yang tinggal di sebuah Planet yang mendengar sumpah dari Xu Zhou, langsung menawarkan kesepakatan dengan memberikan setetes darahnya dan Pedang Dewa Ashura kepada Xu Zhou.
Sebagai gantinya, Xu Zhou harus membunuh Xu Tianpeng dan Istrinya agar dipersembahkan kepada Dewa Ashura.
Namun Xu Tianpeng terlalu kuat, sehingga Xu Zhou tidak berhasil membunuhnya, hingga berkali-kali mendapatkan kegagalan, meskipun pernah membawa bencana besar di Dunia Tiantang.
" Kesabaranku sudah habis. Aku tidak mau mendengar alasan darimu lagi." Bersamaan dengan ucapannya, Dewa Ashura mengambil kembali setetes darahnya yang merupakan segel perjanjian kepada Xu Zhou.
Aarrgggh!
Xu Zhou berteriak kesakitan, karena merasakan tubuhnya seakan terbakar.
Seketika tubuh Xu Zhou diselimuti kabut hitam, hingga secara perlahan tubuhnya mulai mengecil hingga berubah menjadi sebuah Pil.
" Sepertinya aku harus memetik hasil dari yang aku taburkan sejak jutaan tahun yang lalu." Gumam Dewa Ashura, karena ada beberapa sosok yang mendapatkan anugerah darinya.
Dewa Ashura tidak menyangka bahwa Xu Zhou berhasil menciptakan hukum ruang waktu di Istananya, sehingga dia bisa meningkatkan Kultivasi di Dunia Yuzhou.
Namun itu tidak cukup bagi Dewa Ashura, karena hukum ruang waktu seperti sebuah mainan baginya.
Meskipun demikian, Dewa Ashura tidak berani menggunakan tubuh aslinya pergi ke Planet Bumi, karena penguasa Planet Bumi akan menekan tingkat Kultivasinya, sehingga hanya bisa mencapai Bintang Dewa.
Namun berkat perjanjian darah, pecahan jiwa Dewa Ashura bisa mendatangi makhluk yang memiliki perjanjian darah dengannya, tanpa diketahui oleh penguasa Planet Bumi.
Bukan hanya Dewa Ashura, melainkan beberapa penguasa Planet yang lain juga bisa melakukan hal yang sama, jika ada makhluk yang mendapatkan anugerah dari mereka.
" Sepertinya aku harus mencari kandidat yang cocok untuk mewarisi pedang milikku dan setetes darahku." Gumam Dewa Ashura, lalu menghilang diikuti tiupan angin.
*******
Di sebuah Istana yang berada di Planet yang baru, kini terlihat Xu Tianpeng sedang duduk di kursi kebesarannya, sambil menatap ke arah Istri dan selirnya.
Meskipun Xu Tianpeng sudah mencapai ranah half Immortal tahap menengah, namun dia seakan tidak berdaya karena beberapa Istri dan selirnya sudah menjadi target para penguasa Planet.
Terlebih Xu Tianpeng masih belum bisa menjadi salah satu penguasa dunia, sehingga dia tidak bisa menyelamatkan Istri dan selirnya.
" Tidak masalah suamiku. Kami bersedia untuk dijadikan sebagai Pil. Dengan demikian, kami masih tinggal bersama kalian." Ucap salah satu Istri Xu Tianpeng, karena mereka tidak tidak memiliki pilihan lain.
Jika Xu Tianpeng tidak bergerak cepat untuk mengambil keputusan, maka tidak lama lagi para penguasa Planet akan menjadikan Istri dan selirnya sebagai Pil, karena belum mampu melepaskan belenggu dari penguasa Planet.
" Maafkan aku! Jika aku bertemu dengan Dewa Agung, maka aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri." Xu Tianpeng merapatkan giginya, karena sudah berkali-kali Liu Ryu menggagalkan rencana.
Mulai dari rencananya untuk mendapatkan pemilik Tubuh Abadi, hingga menggagalkan rencananya menjadi salah satu penguasa dunia.
Bahkan rencana untuk menguasai dunia tempat Liu Ryu tinggal sekarang juga belum berhasil, karena sudah banyak bawahannya yang menjadi korban dari Dewi Malam dan ratu peri merah.
Meskipun Xu Tianpeng memiliki kuasa di Planet ciptaannya dan sudah mencapai ranah half Immortal tahap menengah, namun tidak bisa pergi ke Planet Bumi lagi, sebelum bawahannya menguasai dunia itu.
" Baiklah, kita memulainya dari sekarang! Waktu kita tidak banyak."
" Ya... Dengan demikian, suami kita masih memiliki waktu untuk membalaskan dendam kepada Dewa Agung dan para penguasa Planet yang menjadikan kita sebagai bidak catur.
Satu-persatu Istri dan selir Xu Tianpeng yang terikat oleh penguasa Planet, memejamkan mata.
Buussshh!
Satu-persatu Istri dan selir Xu Tianpeng, diselimuti kabut hitam, hingga secara perlahan mulai mengecil hingga berubah menjadi sebuah Pil.
Xu Tianpeng mengulurkan tangannya untuk menyimpan Pil tersebut pada Cincin miliknya, agar tidak bisa diambil oleh para penguasa Planet.
Tidak lama kemudian, terlihat belasan bayangan sosok raksasa yang muncul dari ruang hampa, sambil menatap ke arah Xu Tianpeng.
Belasan sosok itu tidak lain adalah penguasa Planet yang merasakan bahwa tetesan darah yang mereka berikan kepada beberapa Istri dan selir Xu Tianpeng semenjak mereka lahir, kini menghilang begitu saja.
" Dimana para wanita itu?" Tanya salah satu penguasa Planet, karena tidak merasakan kehadiran tetesan darahnya di tempat itu.
Begitupun dengan beberapa penguasa yang lain, juga ingin memetik hasil dari anugerah yang mereka berikan kepada makhluk hidup, namun tidak merasakan kehadiran mereka lagi.
" Pergilah! Mereka tidak ada disini." Ucap Xu Tianpeng dengan nada mengancam, karena belasan sosok itu hanyalah sebuah bayangan.
Jika saja belasan sosok itu adalah tubuh asli, maka Xu Tianpeng akan membunuh mereka, karena planet yang dia tempati sekarang adalah miliknya.
" Kamu berani menentangku? Datanglah ke ruang angkasa!" Salah satu penguasa Planet mengancam Xu Tianpeng.
" Ciiih... Jika kamu memiliki nyali, kamu sendiri yang datang kesini." Xu Tianpeng bukanlah orang bodoh, jika dia keluar dari planet miliknya, maka dia dengan mudah dikalahkan.
Namun jika bertarung di tempat kekuasaannya, maka Xu Tianpeng tidak gentar menghadapi mereka.
Dengan kata lain, semua penguasa Planet akan menjadi tidak terkalahkan, jika berada di kandang mereka masing-masing.
Meskipun terlihat kesal, bayangan penguasa Planet itupun menghilang dari pandangan, diikuti tiupan angin.