
Satu-persatu semua putra Raja Naga Langit menolak untuk ikut pergi ke Benua Timur, karena mereka menganggap bahwa tidak memiliki keuntungan.
" Ayah... Begini saja. Bagaimana kalau kita gunakan portal teleportasi saja? Dengan begitu, kami akan datang ke Benua Timur tanpa harus membuang waktu." Putra Ke-5 Raja Naga Langit memberi usul, karena dia hanya ingin menonton peperangan yang menurutnya tidak perlu membutuhkan bantuan mereka.
Raja Naga Langit yang melihat keras kepala dari semua putranya, kini hanya menggelengkan kepala karena apa yang mereka katakan ada benarnya.
Hanya saja Raja Naga Langit begitu terobsesi dengan tawaran yang diberikan oleh Raja Langit Timur, sehingga dia tidak ingin terjadi kerugian besar bagi Kerajaan Naga Langit.
" Baiklah, aku akan membuat portal teleportasi saat tiba di Benua Timur." Raja Naga Langit merasa tidak keberatan jika harus menggunakan portal teleportasi, meskipun membutuhkan Sumberdaya yang cukup banyak.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini salah satu Jenderal Besar melaporkan bahwa semua pasukan Kerajaan Naga Langit sudah bersiap untuk pergi ke Benua Timur.
Tanpa membuang waktu, Raja Naga Langit keluar dari Istana lalu mengeluarkan 20 kapal udara untuk membawa pasukan.
" Dengarkan semuanya! Kita akan berangkat ke Kekaisaran Han terlebih dulu sebelum menghancurkan Kekaisaran Taiyang." Raja Naga Langit memberitahukan bahwa mereka harus melewati jalur di wilayah Kekaisaran Han, karena jika melewati jalur lain, kapal udara akan kesulitan untuk menaklukkan alam yang sangat ekstrim.
" Baik Yang Mulia Raja. " Jawab mereka serempak, lalu naik ke kapal udara.
Setelah semua pasukan sudah masuk ke dalam kapal udara, Raja Naga Langit pun langsung masuk ke kapal udara yang lain, lalu meminta kepada mereka untuk berangkat.
*******
( Istana Kristal )
Liu Ryu dan Istrinya yang sedang berada di ruangan lantai dasar Istana Kristal, kini sedang berbincang kecil untuk menikmati kebersamaan mereka.
Disamping itu juga, Liu Ryu sedang mempelajari teknik Tuan-Hamba yang pernah dia pelajari sebelumnya.
Berbeda dengan Pil Tuan-Hamba, teknik Tuan-Hamba bisa membuat seseorang langsung patuh, namun kesadaran mereka tetap ada.
Hanya saja teknik Tuan-Hamba seperti mengikat kontrak jiwa kepada target, sehingga seumur hidupnya selalu patuh kepada tuannya.
" Suamiku, apa kami bisa mempelajari teknik itu?" Tanya Long Que Zhu.
" Ya... Dengan kemampuan fisik kalian sekarang, aku yakin kalian bisa menggunakan teknik Tuan-Hamba. Namun untuk skala besar, kalian harus menggunakan Batu Roh." Liu Ryu menjelaskan tentang teknik Tuan-Hamba.
Karena teknik Tuan-Hamba hanya mampu membuat segel kontrak jiwa sebanyak tiga orang, agar tidak terjadi kesalahan Liu Ryu menganjurkan kepada Istrinya agar menggunakan Batu Roh jika ingin menggunakan teknik Tuan-Hamba dalam skala besar.
" Suamiku, untuk masalah itu kamu tenang saja. Hasil jarahan dari pasukan suku Raksasa sebelumnya cukup membantu." Xie Xian tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari teknik yang baru.
" Baiklah, aku akan mengajarkan kepada kalian." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan sebuah cahaya dari keningnya.
Wuush! Wuush! Wuush!
Cahaya itupun seakan terbagi menjadi beberapa bagian hingga masuk ke dalam kening Sheng Zhishu dan yang lain.
Tanpa membuang waktu, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain langsung mengambil tempat duduk bersila untuk mempelajari teknik Tuan-Hamba.
Sedangkan Liu Ryu sendiri terus memperhatikan semua istrinya yang sedang mempelajari teknik Tuan-Hamba.
" Sudah cukup lama mereka latihan tertutup. Tapi mereka belum bisa mencapai Bintang Kaisar." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah ruang Kultivasi dimana tempat Han Linxi dan Haruki sedang Berkultivasi.
Untuk memastikan keanehan dari dantian milik Haruki, Liu Ryu berencana untuk melakukan Kultivasi Ganda bersamanya agar bisa mengetahui sesuatu yang ada pada tubuh Haruki.
" Sepertinya mereka terlalu bersemangat untuk mengejar ketertinggalan mereka." Gumam Liu Ryu.
Sesaat Liu Ryu teringat wilayah terlarang Naga Kuno, yang menurutnya tempat itu sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan fisik mereka.
" Sambil menunggu mereka selesai berlatih, aku akan membawa benda itu ke tempat ini." Gumam Liu Ryu, lalu berpindah tempat ke wilayah terlarang Naga Kuno.
Saat berada di wilayah terlarang Naga Kuno, Liu Ryu menatap ke arah batu besar yang berjejer membentuk sebuah lingkaran.
" Semoga saja tempat ini bermanfaat untuk mereka." Ucap Liu Ryu, lalu menaruh Batu Bintang mengelilingi Altar Naga Kuno.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung membuat pola gerakan yang sangat rumit, lalu meletakkan telapak tangannya di Altar Naga Kuno.
Buussshh!
Dalam satu tarikan nafas, Altar Naga Kuno menghilang dari pandangan, dimana Liu Ryu juga langsung kembali ke Dunia Quzhu.
Di Dunia Quzhu, Liu Ryu mencari tempat yang cocok untuk menempatkan Altar Pemanggilan Naga Kuno, hingga tatapannya tertuju pada sebuah gunung yang tinggi.
Gunung tersebut terletak cukup jauh dari Istana Kristal, dimana Liu Ryu langsung menciptakan gunung tersebut menjadi lebih luas.
" Semoga saja aku bisa menemukan darah Naga Kuno lagi." Liu Ryu yang sudah berada di puncak gunung, langsung meletakkan Altar Pemanggilan Naga Kuno.
" Sempurna." Gumam Liu Ryu, lalu kembali ke Istana Kristal.
Di dalam Istana Kristal, kini Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain sudah menyelesaikan latihan mereka, dimana terlihat sebuah senyuman puas dari wajahnya.
" Suamiku, kami telah berhasil menguasai teknik itu." Sheng Zhishu dan yang lain terlihat senang karena bisa mempelajari teknik Tuan-Hamba yang terbilang sangat sulit.
" Tentu saja, karena kalian adalah Istriku. Tidak hanya sangat cantik, tapi juga sangat kuat." Ucap Liu Ryu seraya menggoda Istrinya.
Mendengar ucapan tersebut Xie Hua dan Nan Sian saling berpandangan lalu menarik lengan Liu Ryu dan mendorongnya ke sebuah kursi.
" Suamiku, sepertinya kedua putra mahkota ini ingin dimanja oleh ayahnya." Xie Hua dan Nan Sian yang sudah berada di pangkuan Liu Ryu, kini meminta kepada suaminya untuk membelai perut mereka mulai mulai membesar.
Liu Ryu pun mengusap perut kedua Istrinya, lalu menciumnya dengan lembut.
" Anakku... Aku harap kalian cepat keluar. Aku tidak sabar ingin menimang bayi." Ucap Liu Ryu, sambil meletakkan telinganya di bagian perut kedua Istrinya seolah ingin mendengar sesuatu.
" Mana untuk ibunya?" Xie Hua memanyunkan bibirnya, dengan pipinya yang mengembung karena ingin mendapatkan perhatian khusus dari suaminya.
Begitupun dengan Nan Sian, juga bersikap manja kepada Liu Ryu, membuat Sheng Zhishu dan yang lain saling berpandangan.
Melihat tingkah kedua istrinya, Liu Ryu menggelengkan kepala lalu mencium kening kedua Istrinya.
" Untuk kedua Permaisuriku, aku akan memberikan apapun yang kalian inginkan." Liu Ryu tertawa kecil sambil mencium kedua wanita yang duduk di pangkuannya.