
Di balik pepohonan, kini terlihat beberapa sosok wanita yang semuanya memiliki gaun berwarna hijau daun, sehingga penyamaran mereka terlihat sempurna.
" Siapa orang itu?" Tanya salah satu sosok dengan nada pelan, kepada rekannya.
" Aku juga tidak tau. Sepertinya dia berasal dari Dewa tertinggi." Sosok yang lain ikut bersuara.
Puluhan sosok itu tidak lain adalah wanita peri angin yang bertugas menjaga perbatasan dengan wilayah peri api.
" Apa kita melaporkan kejadian ini kepada suami kita?" Tanya wanita peri angin yang lain.
" Tidak perlu! Dengan jumlah kita, kita bisa membunuh orang itu." Ucap wanita peri angin yang lainnya.
Puluhan wanita peri angin itupun mengangguk setuju, lalu melesat ke arah Liu Ryu.
Melihat kedatangan puluhan wanita peri angin yang melayang di udara, Liu Ryu menyipitkan matanya karena mereka memiliki niat membunuh yang sangat kuat.
" Jadi ini wujud dari peri angin?" Pikir Liu Ryu, sambil menatap ke arah puluhan sosok yang terlihat muda dan cantik.
" Apa tujuanmu datang kesini?" Tanya salah satu wanita peri angin, sambil menatap tajam ke arah Liu Ryu.
Meskipun suara tersebut sangat anggun, namun Liu Ryu dapat merasakan bahwa puluhan wanita peri angin sama sekali tidak ramah kepadanya.
" Tujuanku kesini untuk mencari Inti Sel yang berada di hutan ini." Jawab Liu Ryu, sambil meningkatkan kewaspadaan.
Mendengar perkataan dari Liu Ryu, puluhan wanita peri angin saling berpandangan, karena Inti Sel yang dimaksud adalah harta berharga yang dimiliki raja peri angin yang merupakan suami mereka.
" Datang kesini, sama artinya dengan mengantar nyawa."
" Kebetulan sekali, kami sudah lama tidak membunuh seorang Dewa. Jadi dagingmu bisa membantu perkembangan kami."
Beberapa wanita peri angin menjilati bibirnya, seakan mendapatkan mangsa yang empuk dan bisa meningkatkan kekuatan mereka.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu menaikan alisnya, karena wanita peri angin begitu bernafsu untuk memakan dagingnya.
" Kalian begitu sangat cantik, sangat disayangkan jika harus mati."
" Aku memiliki tawaran untuk kalian. Lebih baik kalian menyerahkan diri dan menjadi wanitaku." Ucap Liu Ryu, sambil menjilati bibirnya, meskipun dia hanya membual.
Mendengar ucapan tersebut, puluhan wanita peri angin terlihat geram, seketika angin puyuh menyelimuti tubuh mereka.
" Lancang!"
Wuush!
Wuush!
Wuush!
Satu-persatu wanita peri angin melesat ke arah Liu Ryu sambil menciptakan bola angin di kepalan tangan mereka.
" Baiklah jika itu pilihan kalian. Tawaranku hanya sekali, jadi aku tidak segan lagi untuk membunuh kalian."
Buussshh!
Qi unsur Kehampaan menyelimuti kedua kepalan tangan Liu Ryu, lalu melesat ke arah wanita peri angin yang melesat ke arahnya.
" Seni Naga Kehampaan, Teknik Pelahap."
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Liu Ryu memukul satu-persatu wanita peri angin, hingga tubuh mereka seakan terhisap di kepalan tangan Liu Ryu.
Melihat kejadian tersebut, wanita peri angin yang lain memasang wajah serius, karena setiap serangan tinju Liu Ryu membuat rekan mereka langsung musnah.
Tentu Liu Ryu bisa menyerap kemampuan dari wanita peri angin untuk meningkatkan kualitas elemen Kehampaan yang dia miliki, sehingga semakin banyak peri yang dia bunuh, maka kemampuannya semakin meningkat.
" Sialan. Orang ini memiliki kekuatan besar." Wanita peri angin tidak menyangka bahwa Liu Ryu dengan mudah mengalahkan mereka.
" Saudari... Apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu wanita peri angin.
" Kita harus meminta bantuan kepada suami kita." Jawab wanita peri angin yang lain.
Semua mengangguk setuju, lalu memejamkan mata untuk mengirim sinyal kepada raja peri angin yang merupakan suami mereka.
Tidak lama kemudian, Liu Ryu menyipitkan matanya karena dia dapat merasakan bahwa ada kekuatan besar yang sedang terbang ke arahnya.
" Lari!"
Wuush! Wuush! Wuush!
Liu Ryu menyipitkan matanya, karena kecepatan wanita peri angin memiliki kecepatan yang sangat tinggi.
Buussshh!
Satu sosok langsung berdiri di depan Liu Ryu, dengan tatapan dingin, karena Liu Ryu sudah banyak membunuh Istrinya.
" Kamu sudah banyak membunuh Istriku, maka hukumannya adalah mati."
Buussshh!
Bersamaan dengan ucapannya, raja peri angin menciptakan angin puyuh untuk melindungi tubuhnya.
Wuush!
Raja peri angin melesat dengan kecepatan tinggi, sambil mengayunkan tangannya yang diselimuti bola angin.
Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan Qi pada kepalan tangannya, lalu melesat ke arah raja peri angin.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah hingga pepohonan mulai bertumbangan.
Kecepatan raja peri angin juga tidak main-main, dimana dia mampu mengimbangi kecepatan Liu Ryu.
" Kemampuanmu boleh juga. Tapi sayangnya kamu telah berhadapan dengan orang yang salah." Ucap raja peri angin di sela pertukaran serangannya.
" Jangan terlalu percaya diri." Liu Ryu masih terlihat santai, sambil bertukar serangan dengan raja peri angin.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak kembali menciptakan kawah besar di bawah mereka, hingga menciptakan gempa bumi.
Raja peri angin menyipitkan matanya karena tidak menyangka bahwa Liu Ryu juga memiliki kemampuan besar.
" Pantas saja dia dengan mudah membunuh Istriku." Pikir raja peri angin di sela pertukaran serangannya.
Wuush!
Raja peri angin melesat cepat ke sebuah arah, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.
Buussshh!
Ratu peri api melepaskan angin tornado, membuat pepohonan yang berada dibawahnya langsung mati, hingga mengering.
" Kemampuan serangan angin ini cukup kuat." Pikir Liu Ryu, sambil menatap ke arah raja peri angin yang melayang di udara.
" Seni Naga Kehampaan, Pelahap Kekosongan."
Buussshh!
Sebuah cincin raksasa membentuk lubang hitam melahap angin tornado dari raja peri angin, hingga dalam hitungan detik, terpaan angin mulai mereda.
" Sihir Angin, Badai Angin."
Duaarr!
Raja peri angin bersuara dengan lantang, sambil mengangkat tangannya, hingga langit menjadi gelap diikuti badai angin kencang menerpa tubuh Liu Ryu hingga terpental berkali-kali.
" Cukup menarik." Liu Ryu kembali bangkit berdiri, lalu terbang ke udara, sambil menatap ke arah langit.
Liu Ryu menyipitkan matanya, karena fenomena alam yang sangat mengerikan, dia langsung menyelimuti tubuhnya dengan elemen Kehampaan.
Wuush! Wuush! Wuush!
Pusaran angin puyuh muncul dari berbagai arah, menuju ke arah Liu Ryu hingga berkali-kali, membuat Liu Ryu merasa nyeri di sekujur tubuhnya.
Di sisi lain raja peri angin menyipitkan matanya, karena sihir yang dia gunakan masih belum mampu membunuh Liu Ryu.
" Baru pertama kali aku menggunakan sihir ini selama dalam pertarungan melawan para Dewa tertinggi. Tapi kenapa Dewa yang satu ini masih mampu bertahan?" Gumam raja peri angin, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Di sisi lain, Liu Ryu juga memasang wajah serius, karena pusaran angin puyuh yang seakan mengejarnya sangat mengerikan.