SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 422. Membantu Penyerapan


Karena ratu siluman laba-laba berpikir bahwa Liu Ryu bisa memaafkannya, dia kembali menjelaskan bahwa ibunya dan puluhan wanita yang lain juga ikut menyembah raja siluman laba-laba.


Terlebih raja siluman laba-laba akan menjamin keselamatan penduduk kota tersebut, asalkan setiap hari mereka harus memberikan korban untuknya.


Semakin lama pengikut ibuku semakin bertambah banyak, sehingga semua wanita yang tinggal di kota itu menjadi budaknya.


Sedangkan untuk para pria satu-persatu dijadikan sebagai tumbal, hingga tidak ada satupun yang tersisa.


Saat itulah para wanita penyihir menggunakan sihir teleportasi untuk mencari korban dari berbagai kota yang lain untuk dijadikan sebagai korban raja siluman laba-laba.


Selain menjadi penyembah raja siluman laba-laba, semua wanita yang tinggal di kota itu menjadi istri dari raja siluman laba-laba.


Saat itulah ratu siluman laba-laba terlahir bersama saudara-saudarinya meskipun berbeda ibu.


Namun akibat sihir teleportasi tidak bisa digunakan lagi, para wanita yang berada di kota itu tidak bisa lagi pergi ke kota lainnya.


Pada akhirnya satu-persatu para wanita yang menjadi Istri dari raja siluman laba-laba juga harus menjadi tumbal dari raja siluman laba-laba itu sendiri.


" Karena itulah aku dan saudaraku yang lain mencari cara untuk menghadapi raja siluman laba-laba yang merupakan ayahku sendiri."


" Pada akhirnya salah satu dari Ibu kami yang akan dijadikan sebagai tumbal, dia secara sukarela menelan racun yang sangat mematikan." Ratu siluman laba-laba menjelaskan bahwa saat itulah kondisi raja siluman laba-laba melemah, karena dia juga terkena racun mematikan itu saat memakan wanita yang menjadi tumbalnya.


Meskipun demikian untuk membunuh raja siluman laba-laba, mereka harus bersatu untuk membunuhnya ketika sedang memulihkan diri saat terkena racun.


" Saat itulah kami berhasil membunuh ayah kami sendiri. Saat itu ibuku meminta kepadaku untuk menyerap Inti Roh milik ayahku, sehingga aku tidak bisa mengendalikan diri dan membunuh semua saudara dan Ibuku sendiri." Ratu siluman laba-laba menutup pembicaraannya.


Ratu siluman laba-laba menatap ke arah Liu Ryu, lalu mengeluarkan sebuah senjata untuk membunuhnya.


Namun Liu Ryu yang sudah menyadarinya, kini langsung mengayunkan pedangnya untuk menebas leher ratu siluman laba-laba.


Craaash!


Sebuah tebasan dari Pedang Naga Petir, membuat ratu siluman laba-laba tidak sempat menghindar, hingga menyemburkan darah segar dari lehernya.


" Ka... Kau." Ratu siluman laba-laba menunjuk ke arah Liu Ryu.


Ratu siluman laba-laba seakan tidak percaya bahwa dia masih kalah cepat dari Liu Ryu.


" Sepertinya ceritamu memang benar. Tapi sayangnya aura membunuh yang kamu miliki tidak bisa hilang." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah ratu siluman laba-laba yang tersungkur ke tanah sambil memegang lehernya yang hampir putus.


" Apa kamu tidak memiliki belas kasihan terhadap seorang wanita?" Tanya ratu siluman laba-laba dengan sisa kehidupannya.


" Aku tidak pernah memandang siapapun yang memiliki niat jahat kepadaku. Sekalipun kamu menggunakan wajahmu agar aku bisa berbelas kasihan." Ucap Liu Ryu dengan nada datar, lalu meninggalkan tempat itu untuk menemui kedua Istrinya.


Dalam hitungan detik, ratu siluman laba-laba sudah tidak bernyawa lagi, dimana secara perlahan tubuhnya mulai mengecil hingga berubah menjadi laba-laba biasa.


Dengan instingnya sebagai hewan melata, laba-laba itupun dengan buru-buru mencari tempat yang aman agar tidak menjadi santapan hewan buas yang lain.


" Suamiku." Ucap kedua wanita itu, lalu berjalan mendekati Liu Ryu.


" Ternyata kali ini pertarungan kalian lebih cepat dari sebelumnya." Ucap Liu Ryu, sambil memperhatikan keadaan sekitar, dimana tempat itu sudah bersih dari mayat pasukan siluman laba-laba.


Itu artinya Dewi Arinia dan Elena sudah memasukkan semua mayat pasukan siluman laba-laba ke dalam Cincin pemulihan milik mereka.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu dan Istrinya kembali melanjutkan perjalanan sambil mencari keberadaan kota yang diceritakan oleh ratu siluman laba-laba sebelumnya.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah hutan yang sangat lebat, namun sedikit ada perbedaan karena tempat itu terlihat seperti bekas permukiman warga karena masih terdapat beberapa bangunan yang sudah hancur.


" Suamiku, mengapa di tempat ini seperti bekas permukiman warga?" Elena merasa heran karena di tengah hutan terdapat reruntuhan bangunan.


Bahkan Dewi Arinia dan Elena dapat memperkirakan bahwa permukiman tersebut jauh lebih luas dari kota Ludya.


" Semua warga disini sudah lama tidak tersisa lagi. Jadi hanya meninggalkan puing-puing bangunan." Jawab Liu Ryu, sambil melangkahkan kakinya untuk mencari sesuatu yang berharga yang ditinggalkan oleh warga sebelumnya.


Namun setiap perjalanan, Liu Ryu dan kedua Istrinya tidak berhasil menemukan sesuatu yang berharga di tempat itu, yang kemungkinan sudah diambil oleh ratu siluman laba-laba.


Tentu untuk manusia, sangat beresiko jika menyerap Inti Roh siluman tanpa perhitungan yang matang.


Seperti yang dialami oleh ratu siluman laba-laba. Meskipun dia berasal dari manusia, namun dia akan berubah wujud menjadi sosok yang menakutkan sehingga dia akan berubah menjadi siluman laba-laba.


Perjalanan mereka pun terus berlanjut, hingga berkali-kali bertemu dengan raja atau ratu siluman yang mendiami hutan yang sangat luas itu.


Kini Liu Ryu dan kedua Istrinya berhasil mengumpulkan 12 Inti Roh dari raja atau ratu siluman yang berhasil Liu Ryu bunuh.


" Untuk sementara waktu kita kembali ke Istana Kristal." Ucap Liu Ryu, lalu membawa kedua Istrinya ke Dunia Quzhu.


Berkat bantuan energi dari pasukan siluman yang mereka bunuh di sepanjang perjalanan, kini energi yang berada di Dunia Quzhu mulai membaik, meskipun masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan Sumberdaya yang berada di tempat itu.


Liu Ryu membawa kedua Istrinya ke ruang Kultivasi, agar kedua Istrinya bisa meningkatkan Kultivasi ke tahap selanjutnya.


" Mulai sekarang kalian fokus untuk meningkatkan kualitas garis darah dan memurnikan tubuh kalian." Ucap Liu Ryu, Lalu mengeluarkan 12 Inti Roh yang memiliki ukuran tiga kali ukuran manusia dewasa.


Kedua wanita itupun mengangguk pelan, lalu mengambil posisi duduk bersila, dimana Liu Ryu juga ikut menyalurkan Qi kepada kedua Istrinya selama proses penyerapan.


" Ingatlah yang kalian pelajari sebelumnya. Jika salah sedikit, maka tubuh kalian akan meledak." Liu Ryu mengingatkan kepada kedua istrinya.


Dewi Arinia dan Elena langsung memejamkan mata, lalu menyentuh salah satu Inti Roh yang berada di depan mereka.


Buussshh!


Energi yang sangat kuat, keluar dari Inti Roh yang mereka sentuh, dimana kedua wanita itu merasakan tubuh mereka seperti ditusuk ribuan jarum.


Namun Liu Ryu kembali mengingatkan kepada kedua Istrinya agar jangan sampai kehilangan konsentrasi.