
Jika saja Liu Ryu tidak memiliki pertahanan yang sangat kuat, dapat dipastikan tubuhnya akan tercabik-cabik hanya dalam hitungan detik.
" Sepertinya aku harus serius." Gumam Liu Ryu, lalu menarik napas dalam-dalam.
Sraaiiingg!
Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping raja peri angin, lalu mengayunkan kepalan tangannya.
Bboooom!
Sebuah pukulan yang sangat kuat membuat tubuh raja peri angin terpental hingga melebihi satu kilometer.
Namun pertahanan ratu peri api juga tidak bisa dianggap enteng, sehingga tubuhnya tidak mengalami apapun, bahkan tidak ada satupun kulitnya yang lecet.
" Pukulanmu cukup kuat." Raja peri angin yang kembali melesat ke arah Liu Ryu, kini seakan mengejek kemampuan Liu Ryu.
Liu Ryu menaikan sudut bibirnya, karena sepanjang perjalanannya ke daratan Muktho, lawannya juga semakin kuat.
Sementara itu langit yang sangat gelap terus menyerang Liu Ryu dengan pusaran angin puyuh, membuat Liu Ryu berusaha untuk menghindar.
" Sihir Angin, Cakar Pembelah Langit."
Creeessh! Creeessh! Creeessh!
Siluet cakar raksasa keluar dari ruang hampa, mengarah kepada Liu Ryu dengan kekuatan penuh.
Liu Ryu menaikan alisnya, karena tingkat ketajaman siluet cakar raksasa tersebut tidak bisa dianggap enteng.
" Seni Naga Kehampaan, Perisai Agung."
Buussshh!
Liu Ryu menciptakan Qi unsur Kehampaan membentuk perisai energi di depannya.
Traaang!
Bboooom!
Benturan keras dari siluet cakar raksasa, membentur perisai transparan yang diciptakan Liu Ryu.
Traaang!
Bboooom!
Perisai energi yang diciptakan oleh Liu Ryu langsung pecah juga, memantulkan kembali, membuat Liu Ryu ataupun raja peri angin semuanya terpental puluhan.
" Uhuuuk, Uhuuuk Uhuuuk."
Ratu peri api batuk hingga berkali-kali dimana mulutnya mengeluarkan darah segar, sambil memegang dadanya yang sangat sakit.
Ratu peri api menatap tajam ke arah Liu Ryu. Tidak menyangka bahwa sosok itu bisa memantulkan kembali serangannya.
Di sisi lain, Liu Ryu kembali bangkit berdiri, sambil mengusap darah di mulutnya. Meskipun tubuh Liu Ryu tidak mengalami lecet sedikitpun, namun dia juga mendapatkan luka dalam.
" Sihir Angin, Ledakan."
Buussshh!
Raja peri angin kembali merapalkan sebuah mantra sihir, hingga terlihat satu-persatu gelembung udara keluar dari tangannya, melesat ke arah Liu Ryu.
Melihat belasan gelembung udara melesat ke arahnya, Liu Ryu langsung menyatukan kedua telapak tangannya.
" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."
Buussshh!
Qi unsur Kehampaan membentuk bola raksasa, melesat dengan kecepatan tinggi, menuju ke arah gelembung udara.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Satu-persatu gelembung udara membentur bola Kehampaan, hingga menciptakan ledakan energi yang menyebar ke berbagai arah.
Akibat efek benturan keras dari kedua serangan, membuat tanah dibawah mereka tercipta kawah raksasa.
" Aarrgggh."
Wuush!
Raja peri angin yang terlihat sangat marah, langsung melesat ke arah Liu Ryu, sambil mengarahkan kedua telapak tangannya.
Wuush!
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak kembali menciptakan gelombang kejut yang membuat tanah gersang semakin rusak.
Di sisi lain, wanita peri angin yang menyaksikan dari kejauhan, kini memasang wajah serius karena sosok yang menjadi lawan suami mereka memiliki kekuatan besar.
" Apa yang harus kita lakukan untuk membantu suami kita?" Tanya salah satu wanita peri angin.
" Jika kita mendekati pertarungan, maka akan memperburuk keadaan." Jawab wanita peri angin lainnya, karena efek benturan energi dari kedua belah pihak bisa membuat mereka mati seketika.
Semua wanita peri angin terlihat panik karena baru pertama kali melihat suami mereka kesulitan untuk mengalahkan musuhnya.
" Jika seperti ini terus, maka suami kita akan mengalami kekalahan." Wanita peri angin lainnya berpikir bahwa raja peri angin tidak mampu bertahan lama, karena dia sudah banyak mengeluarkan tenaga.
Sedangkan Liu Ryu sendiri masih terlihat tenang, meskipun sudah mendapatkan serangan dari raja peri angin.
Mendengar perkataan dari rekannya, semua wanita peri angin yang tersisa, memasang wajah serius karena itu artinya kemungkinan besar bahwa suami mereka akan mengalami kekalahan.
" Bagaimana dengan tawaran orang itu sebelumnya? Lagi pula dia terlihat sangat tampan dan berwibawa." Salah satu wanita peri angin memberi usul agar menyerahkan diri mereka untuk menjadi Istri Liu Ryu, jika suami mereka mati.
" Aku pikir juga begitu. Jika kita melakukan perlawanan, justru kita akan kehilangan nyawa." Wanita peri angin yang lain juga setuju untuk menyerahkan diri kepada Liu Ryu.
Semua wanita peri angin mengangguk setuju jika harus menjadi wanita Liu Ryu, agar mereka bisa hidup.
" Tapi apakah dia akan mau menjadikan kita sebagai istrinya?" Salah satu wanita peri angin merasa ragu, karena mereka sebelumnya telah berhadapan dengan Liu Ryu.
" Jika begitu, lebih baik kita mengatur rencana, agar orang itu tidak membunuh kita."
" Aku juga setuju. Jika kita berhubungan badan dengannya, aku yakin kemampuan kita meningkat pesat."
Semua wanita peri angin sedang berdiskusi agar Liu Ryu bisa memaafkan mereka.
" Bagaimana kalau kita menggunakan kemampuan khusus dari suku peri itu?" Tanya salah satu wanita peri angin, karena untuk semua wanita suku peri memiliki sihir khusus.
Sihir khusus yang disebut adalah sihir pesona yang bisa menggaet lawan jenis dengan bantuan beberapa jenis bunga yang memiliki aroma wangi.
" Aku setuju." Jawab semua wanita peri angin dengan serempak.
" Karena orang itu ingin mengambil Inti Sel milik kita, kita harus menyiapkan sihir pesona di ruangan itu." Salah satu wanita peri angin memberi usul.
Semua mengangguk setuju, lalu meninggalkan tempat tersebut menuju goa tempat tinggal mereka.
Di sisi lain, Liu Ryu yang sedang bertukar serangan dengan raja peri angin, kini melesat ke sebuah arah.
" Seni Naga Kehampaan, Tebasan Sang Agung."
Creeessh!
Qi unsur Kehampaan membentuk siluet pedang raksasa mengarah kepada raja peri angin yang melayang di udara.
Melihat kejadian tersebut, raja peri angin memasang wajah serius, lalu merentangkan kedua tangannya.
" Sihir Angin, Kubah Angin."
Buussshh!
Sebuah kubah raksasa mengelilingi tubuh raja peri angin, diikuti terpaan angin kencang mengelilingi kubah raksasa.
Bboooom!
Siluet pedang raksasa membentur kubah raksasa, hingga menciptakan gelombang energi yang membuat kerusakan di sekelilingnya.
Traaang!
Dalam hitungan detik, kubah raksasa mengalami retakan hingga raja peri angin merasakan tekanan yang sangat kuat berasal dari siluet pedang raksasa.
Aarrgggh!
Bboooom!
Merasakan tekanan yang sangat kuat, raja peri angin berteriak keras merasakan seluruh tubuhnya seakan remuk, diikuti ledakan Qi unsur Kehampaan bersarang pada tubuhnya.
" Uhuuuk." Raja peri angin memuntahkan segumpal darah, dimana pandangannya mulai kabur.
Raja peri angin tidak menyangka bahwa nasibnya akan berakhir di tangan Liu Ryu, karena sebelumnya dia berpikir bahwa dia akan mudah mengalahkan Liu Ryu.
Wuush!
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu melesat ke arah raja peri angin, sambil mengayunkan Pedang Naga Petir di tangannya.