SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 349. Pergi Ke Dunia Yuzhou.


( Benua Selatan )


Di sebuah Istana Kekaisaran Es, yang awalnya hanya berbentuk Kerajaan, kini terlihat beberapa sosok yang berada di ruang rapat Istana.


Salah satunya adalah Dewa Ashura itu sendiri yang sudah mengetahui bahwa Kaisar Langit atau Xu Tianpeng ingin menguasai Dunia Yuzhou.


" Sia-sia aku pergi ke Dunia Tiantang ini, ternyata dia ingin menguasai Dunia Yuzhou tempat kekuasaanku." Dewa Ashura terlihat kesal karena dia sudah mendapatkan kabar bahwa Xu Tianpeng dan pengikutnya telah menguasai salah satu Kekaisaran yang berada di Dunia Yuzhou.


" Dewa Ashura, lalu apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Bing Luozhe yang merasa tidak enak karena Dewa Ashura dan bawahannya banyak membantu mereka.


" Tidak ada pilihan lain, kami akan kembali ke Dunia Yuzhou. Itu adalah kesempatan untuk mengalahkan Kaisar Langit, karena disana dia hanya bisa mencapai Pendekar Semesta tahap akhir."


" Dengan demikian, kemenangan akan ada di pihak kami." Ucap Dewa Ashura, lalu mengirim pesan jiwa kepada pengikutnya untuk bersiap pergi ke Benua Timur.


Tentu Dewa Ashura ingin meminta bantuan kepada Liu Ryu, karena hanya dialah yang bisa melintasi ruang waktu tanpa terkena hukum alam semesta.


" Kalau begitu, aku akan meminta kepada para prajurit untuk ikut bersama kalian." Bing Luozhe ingin membalas kebaikan Dewa Ashura yang sudah banyak membantu mereka.


" Tidak perlu! Kami masih bisa melawan mereka, jika mereka berada di Dunia Yuzhou." Ucap Dewa Ashura, lalu keluar dari Istana, menuju ke halaman depan Istana untuk bertemu dengan pengikutnya.


" Salam Dewa Ashura." Sambut para pengikutnya serempak.


" Mmmm... Kalian boleh kembali ke dunia kecil milikku! Aku akan bertemu dengan teman lamaku." Ucap Dewa Ashura, lalu mengibaskan tangannya untuk membawa bawahannya ke dunia kecil.


Tanpa membuang waktu, Dewa Ashura langsung menghilang dari pandangan, menuju ke Benua Timur karena dia sudah mengetahui dimana tempat tinggal Liu Ryu.


*******


Di Istana Kekaisaran Atas Awan, kini Liu Ryu dan Istrinya juga semua selirnya sedang berbincang kecil untuk membicarakan tentang keberangkatan mereka ke Benua Tengah.


Saat mereka sedang berbincang, kini tiba-tiba pemimpin penjaga masuk ke ruangan tersebut sambil menundukkan kepala.


" Salam Yang Mulia Kaisar. Di luar, ada orang yang ingin bertemu dengan Yang Mulia Kaisar." Ucap sosok tersebut, sambil menundukkan kepala.


" Bertemu denganku? Penjaga, apa kamu tau siapa dia?" Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena dari perkataan pemimpin penjaga, bahwa sosok tersebut bukan berasal dari Kekaisaran.


" Tidak tau Yang Mulia. Tapi dia mengatakan bahwa dia adalah teman lama Yang Mulia Kaisar." Jawab pemimpin penjaga.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu mengingat siapa yang dimaksud pemimpin penjaga, namun tidak menemukan apapun.


" Baiklah, bawa dia kesini." Liu Ryu memberi perintah kepada pemimpin penjaga, karena dia sendiri merasa penasaran dengan sosok yang disebutkan.


Pemimpin penjaga itupun memberi hormat, lalu meninggalkan ruangan tersebut menuju ke pintu gerbang Istana Kekaisaran Atas Awan.


Tidak lama kemudian, muncul sosok pria yang terlihat masih muda dan sangat berwibawa sambil menatap ke arah Liu Ryu dengan sebuah senyuman dari wajahnya.


" Dewa Ashura?" Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena sosok tersebut bertingkah seperti manusia biasa.


Sepengetahuan Liu Ryu, Dewa Ashura bisa berpindah tempat sesuka hatinya dan paling tidak dia bisa mengirim transmisi suara kepadanya.


" Apa kabar teman lamaku? Sudah lama tidak bertemu." Dewa Ashura tersenyum ramah kepada Liu Ryu, seakan memiliki ikatan persahabatan diantara keduanya, meskipun berbeda generasi.


" Tidak perlu memanggilku seperti itu. Meskipun perbedaan generasi kita jauh berbeda, namun dari segi Kultivasi, kita sudah sama." Dewa Ashura menggelengkan kepala, karena Liu Ryu terlalu sopan kepadanya.


Tanpa membuang waktu, Dewa Ashura langsung mengutarakan tujuannya agar Liu Ryu bisa membantunya pergi ke Dunia Yuzhou.


Dewa Ashura juga menceritakan bahwa Kaisar Langit sedang melakukan penyerangan terhadap Dunia Yuzhou.


Bahkan yang paling berbahaya adalah Kaisar Langit ingin menjadikan Dunia Yuzhou seperti Dunia Tiantang.


Dengan demikian para Kultivator yang tinggal di Dunia Yuzhou bisa menaikkan tingkat Kultivasi mereka, karena dia membawa Permata Bumi dari Benua Tengah.


" Kaisar Langit ingin melanggar hukum alam semesta, karena dia akan mengorbankan para Kultivator yang berada di Dunia Yuzhou sebagai tumbalnya."


" Jika itu terjadi, maka seluruh alam semesta akan mengalami perubahan dan merusak aturan alam semesta." Dewa Ashura menjelaskan betapa berbahayanya jika itu terjadi.


Semua makhluk dari dunia lain akan keluar dan merusak peradaban manusia, hewan buas, peri, bahkan ras Iblis.


Jika itu terjadi, maka akan muncul makhluk yang baru yang memiliki kekuatan besar, bahkan semua Kultivator tidak akan mampu membendung banyaknya makhluk berbentuk monster tersebut.


" Tapi para prajuritku sedang mengunjungi Istri mereka di Dunia Nuse, jadi aku tidak bisa banyak membantu." Meskipun Liu Ryu juga ingin membantu, namun dia juga memikirkan para prajuritnya yang masih berada di Dunia Nuse.


" Untuk masalah itu, kamu tidak perlu khawatir. Aku hanya meminta bantuanmu untuk mengantar kami saja." Ucap Dewa Ashura, karena dia juga memiliki banyak pasukan.


" Baiklah, aku ikut denganmu." Jawab Liu Ryu.


" Suamiku, kami juga ikut." Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga tidak ingin ditinggalkan oleh suami mereka saat bepergian.


Tentu untuk melintasi ruang waktu, membutuhkan waktu yang tidak diketahui dan tidak menutup kemungkinan akan memakan waktu selama bertahun-tahun.


Melihat keteguhan hati Istrinya, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, karena Sheng Zhishu dan yang lain juga lebih senang berpetualang.


" Istriku, untuk sementara waktu, kalian jaga Istana ini." Ucap Liu Ryu kepada Xie Hua dan Nan Sian.


Bagaimanapun keduanya adalah Permaisuri Kekaisaran Atas Awan, sehingga mereka dibutuhkan untuk mengatur kepemimpinan di Kekaisaran Atas Awan.


" Baiklah, kami akan tinggal disini." Meskipun ingin sekali bersama suami mereka, namun Xie Hua dan Nan Sian juga harus mengatur Istana Kekaisaran Atas Awan.


Terlebih keduanya sedang hamil, sehingga bisa menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan ketika melintasi ruang waktu.


" Yang Mulia Kaisar, apa kami boleh ikut bersama kalian?" Tanya Long Tianyi dan selir lainnya.


" Kalian tinggal disini saja! Tenaga kalian masih dibutuhkan di Kekaisaran Atas Awan." Jawab Liu Ryu, lalu membawa mereka menuju ke portal teleportasi yang berada di depan jembatan pelangi.


Saat sudah sampai di portal teleportasi raksasa, Liu Ryu meminta kepada Istrinya untuk tinggal di Dunia Quzhu, sehingga hanya dia dan Dewa Ashura saja yang masuk ke dalam portal teleportasi.


Dengan sebuah anggukan, Sheng Zhishu dan yang lain langsung kembali ke Dunia Quzhu, dimana Liu Ryu langsung meletakkan tumpukan Batu Roh pada ruang yang berada di portal teleportasi.


Buussshh!


Portal teleportasi mengeluarkan cahaya, dimana Liu Ryu dan Dewa Ashura langsung menghilang dari pandangan.