SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 292. Memasuki Goa


Seandainya saja sejak jutaan tahun yang lalu Xu Tianpeng berhasil membujuk keluarga Shang yang lain agar bisa menjadi istrinya, maka dia akan mengambil janin raksasa agar menjadi anaknya.


Sayangnya ruang bawah tanah hutan larangan tidak bisa diakses oleh siapapun kecuali keluarga Shang itu sendiri.


Pertemuan antara Xu Tianpeng dan 101 keluarga Shang hanya ketika 101 wanita itu pergi ke hutan larangan.


Saat itulah Xu Tianpeng berhasil membujuk Shang Caiyuan dan 26 saudarinya menjadi Istrinya.


" Suamiku, apa kamu menyesal karena tidak berhasil memperistri saudari kami?" Tanya Shang Caiyuan saat melihat ekspresi dari suaminya.


" Itu semua salah kalian. Jika saja waktu itu kalian tidak membunuh mereka, mungkin mereka bisa menjadi Istriku." Xu Tianpeng menghela nafas berat, karena Shang Caiyuan menggunakan cara kasar dan membunuh saudarinya.


" Maafkan kami suamiku. Kami harus membunuh mereka karena mereka menolak." Shang Caiyuan merasa bersalah karena tidak mendengar perintah suaminya.


" Tidak masalah... Nanti aku akan beberapa Kultivator untuk mencari keberadaan mereka." Xu Tianpeng tersenyum lebar karena apa yang dia lakukan, selalu didukung Istrinya.


Tentu Shang Caiyuan dan yang lain juga sangat senang karena mendapatkan seorang suami yang paling kuat di Dunia Tiantang.


Bahkan saat mendengar nama Kaisar Langit saja banyak para Kultivator menjadi gemetar.


Sudah berapa banyak jumlah korban yang berjatuhan di tangan Xu Tianpeng dan Istrinya, sebelum mereka menguasai Kekaisaran Langit.


Hingga sampai puncak kejayaannya, Xu Tianpeng berhasil menduduki Kursi Kekaisaran Langit dan menjadikan beberapa Kekaisaran atau Kerajaan yang berada di Benua Tengah dibawah kekuasaannya.


Semenjak itulah Xu Tianpeng melebarkan kekuasaan di benua lainnya, jika di tempat itu memberikan keuntungan besar bagi Kekaisaran Langit.


Bahkan tidak segan menghancurkan Kekaisaran atau Kerajaan yang lain jika menolak keinginannya.


Salah satunya adalah Kekaisaran Gu yang berada di Benua Utara dan Kerajaan Jiang yang berada di Benua Timur sebagai contoh kekejaman Kaisar Langit.


" Suamiku, bagaimana dengan para Kultivator yang kamu kirim ke hutan larangan?" Tanya Shang Caiyuan.


" Semoga saja salah satu dari merekalah yang berhasil membangkitkan saudari kalian itu. Dengan demikian, akan lebih mudah untuk mengambilnya."


" Meskipun tidak berhasil, paling tidak mereka sudah banyak membunuh para Kultivator dari benua yang lain." Xu Tianpeng tersenyum lebar, karena Kultivator yang dia kirim adalah Kultivator yang memiliki kemampuan khusus.


Dengan demikian janin raksasa berada di tangan Kultivator kirimannya. Meskipun Xu Tianpeng tidak bisa menyerap khasiat dari janin raksasa, namun masih bisa digunakan oleh Istri dan pendukung setianya.


*******


Di sebuah tanah lapang, Liu Ryu menatap ke beberapa arah. Jika dilihat dengan mata telanjang, maka tempat tersebut hanya terdapat hamparan hijau.


Namun itu semua bukanlah hamparan hijau yang sangat luas, melainkan sebuah kota tersembunyi yang dilindungi oleh Formasi.


Berkat pemahamannya tentang Formasi, Liu Ryu membuat pola gerakan yang sangat rumit, untuk membuka Formasi tersebut.


Buussshh!


Saat Liu Ryu menyentuh dinding transparan, hamparan hijau yang sebelumnya, kini digantikan dengan sebuah kota.


" Kota ini sepertinya tidak berpenghuni. Tapi kenapa bisa berada di tempat ini?" Gumam Liu Ryu sambil berjalan menyusuri kota tersebut.


Buussshh!


Saat Liu Ryu berada di tempat yang cukup jauh dari pelindung transparan, Formasi tersebut menutup kembali, dimana Liu Ryu terus melangkahkan kakinya.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu telah berada di sebuah tembok yang menjulang tinggi seakan menembus awan.


" Sepertinya di dalam tembok ini, tempat menanam Sumberdaya." Ucap Liu Ryu, lalu membuka pintu raksasa tersebut dimana disambut hamparan tanaman Sumberdaya.


" Sumberdaya ini sangatlah banyak. Tapi belum cukup untuk membuat Kekaisaran Atas Awan menjadi yang terkuat." Gumam Liu Ryu, sambil menarik Sumberdaya tersebut.


Tentu apa yang dikatakan Liu Ryu memang benar, karena Kekaisaran Atas Awan hanya baru berdiri kurang dari dua tahun.


Sedangkan Kekaisaran atau Kerajaan yang lain sudah turun temurun sejak jutaan tahun yang lalu, tentu kekuatan mereka sangat besar.


Selesai mengumpulkan Sumberdaya, Liu Ryu kembali melanjutkan ke tempat lain, dengan menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mengumpulkan Sumberdaya.


Bahkan beberapa kali Liu Ryu berpapasan dengan para Kultivator lainnya, namun tidak ada niat untuk saling bertarung karena semuanya juga memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengumpulkan Sumberdaya.


Terlebih saat para Kultivator tidak menemukan janin raksasa, maka mereka memilih untuk mencari Sumberdaya sebanyak mungkin agar bisa mengganti Batu Roh yang mereka keluarkan sebelumnya.


" Saudara... Siapa orang yang menggunakan topeng dan baju Zirahnya itu? Orang itu sudah gila, bagaimana mungkin dia menjelajahi hutan larangan ini hanya seorang diri." Salah satu sosok yang berpapasan dengan Liu Ryu, saat mencari Sumberdaya.


" Biarkan saja! Jika dia mati, itu bukan urusan kita." Kultivator yang lain sama sekali tidak tertarik dengan keberadaan Liu Ryu.


Meskipun Liu Ryu menggunakan topeng dan baju Zirah, namun beberapa Kultivator yang pernah berpapasan dengannya dapat memperkirakan bahwa sosok tersebut masih muda.


*******


Kini hari ini adalah hari terakhir bagi para Kultivator untuk menjelajahi hutan larangan, dimana Liu Ryu telah berhasil menemukan tempat Sumberdaya yang ditunjukkan oleh Shang Wushuang.


" Semoga saja masih sempat." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah goa raksasa yang berada di depannya.


Goa itu merupakan tempat yang ditunjukkan oleh Kalajengking raksasa sebelumnya, dimana tidak ada yang berani memasuki goa tersebut.


Buussshh!


Saat Liu Ryu melangkahkan kakinya ke mulut goa, kini dia merasakan energi tidak kasat mata yang menekan tubuhnya.


" Pantas saja Kalajengking raksasa itu tidak berani memasuki goa ini." Gumam Liu Ryu sambil mengangkat kakinya selangkah demi selangkah untuk masuk ke dalam goa.


Aarrgggh!


Baru lima langkah Liu Ryu masuk ke dalam goa, kini dia merasakan seluruh tubuhnya seperti terbakar dan ditusuk ribuan jarum.


" Sialan... Energi macam apa ini." Liu Ryu berjalan dengan berjongkok sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.


Bahkan Liu Ryu sesekali menopang tubuhnya dengan kedua tangannya di lututnya agar bisa menyeimbangkan diri.


Tap....


Tap....


Tap...


Selangkah demi selangkah Liu Ryu memasuki goa tersebut dimana tubuhnya seakan ditimpa beban yang berat.


Setelah satu langkah kedelapan, Liu Ryu mengerang kesakitan karena tubuhnya seakan remuk.


Bahkan berkali-kali Liu Ryu mencoba untuk mengendalikan pikirannya agar tidak pingsan saat memasuki goa tersebut.


" Jika seperti ini, aku tidak sempat untuk melihat isi dari goa ini." Gumam Liu Ryu, karena tekanan energi tersebut membuatnya tidak bisa bergerak cepat.


Namun Liu Ryu sama sekali tidak pernah menyerah, karena dia berfikir dibalik siksaan yang begitu berat, pasti ada sesuatu yang berharga.


Dengan pemikiran seperti itu, membuat Liu Ryu memiliki dorongan yang kuat untuk mencari tau apa yang ada di dalam goa.