SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 280. Pertarungan Sengit


Pemimpin Organisasi Singa Darah itu merasa heran karena baru pertama kali melihat sosok yang tidak pernah takut dengannya.


Meskipun sosok tersebut bukanlah pemimpin utama Organisasi Singa Darah, namun keberadaannya sangat disegani oleh kawan ataupun lawan.


Jika saja bukan karena jarak antara Kekaisaran Han dan Kekaisaran Tanah Merah sangatlah jauh, maka sosok tersebut tidak akan muncul untuk memberikan bantuan kepada anggota perampok.


" Siapa mereka ini? Mengapa mereka tidak takut sekalipun kepadaku?" Gumam sosok tersebut, sambil menatap ke arah Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta yang tidak menghentikan pertarungan mereka.


" Tuan." Ketua perampok berkeringat dingin karena Pasukan Semesta tidak berhenti membunuh bawahannya, meskipun di tempat itu sudah ada anggota Organisasi Singa Darah.


Meskipun aura yang dilepaskan oleh anggota Organisasi Singa Darah sangat kuat, namun Liu Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta seakan tidak berpengaruh terhadap aura tersebut.


" Jika punya nyali, ikut denganku." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu melesat ke sebuah arah agar tidak menggangu pertarungan antara pasukan Semesta.


" Lancang!" Singa yang memiliki ukuran paling besar langsung melesat ke arah Liu Ryu.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain, juga langsung menghadang kelompok Singa.


Di sisi lain Liu Ryu yang sedang dikejar oleh pemimpin Organisasi Singa Darah, kini membalikkan badannya saat berada di tempat yang cukup jauh.


" Aku tidak segan lagi untuk membunuhmu." Pemimpin organisasi Singa Darah yang sangat marah karena telah dipermainkan, kini langsung melompat ke arah Liu Ryu.


" Lakukan saja jika kamu mampu." Liu Ryu langsung berubah wujud menjadi Naga Agung.


Melihat perubahan wujud dari Liu Ryu, pemimpin Organisasi Singa Darah membulatkan mata lebar-lebar karena tidak menyangka bahwa sosok tersebut juga memiliki perubahan wujud.


" Demi-Human? Tidak! Pemuda ini bukan berasal dari Klan Naga." Ucap pemimpin organisasi Singa Darah.


Ggooooaaarr!


Bersamaan dengan raungannya, pemimpin organisasi Singa Darah menciptakan pelindung elemen cahaya.


Wuush!


Liu Ryu melesat dengan kecepatan tinggi, layaknya meteor langsung mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan tebasan.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Benturan serangan antara kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah hingga pepohonan yang berada di sekitar langsung tumbang.


" Bagaimana mungkin pemuda ini memiliki kekuatan sebesar ini?" Pemimpin organisasi Singa Darah terlihat serius sambil melakukan serangan.


Straaing!


Liu Ryu berpindah tempat ke bagian belakang Singa sambil mengayunkan pedangnya.


Merasakan adanya bahaya dari arah belakang, pemimpin organisasi Singa Darah langsung membalikkan badannya dengan cepat.


Ggooooaaarr!


Raungan keras kembali terdengar, membuat Liu Ryu yang berada di area raungan tidak sempat menghindar.


" Pantas saja dia sangat sombong." Gumam Liu Ryu, lalu menyilangkan kedua tangannya untuk menciptakan pelindung.


Bboooom!


Benturan antara raungan dari pemimpin organisasi Singa Darah,. bertemu dengan pelindung yang diciptakan oleh Liu Ryu menciptakan gelombang kejut, membuat Liu Ryu terpental puluhan meter.


Straaing!


Liu Ryu yang kini sudah bangkit berdiri, langsung berpindah tempat ke arah Singa Darah.


Craaash!


Ggooooaaarr!


Liu Ryu yang sudah berada di kaki kanan bagian depan sosok Singa, kini berhasil menebas lengan Singa tersebut yang membuatnya meraung kesakitan.


Straaing!


Craaash!


Ggooooaaarr!


Liu Ryu berhasil membuat luka sayatan di kaki Singa raksasa tersebut di bagian kakinya.


" Cakaran Penghancur Gunung."


Pemimpin organisasi Singa Darah kembali melompat ke arah Liu Ryu dengan menggunakan kekuatan yang dia miliki, lalu menerkam ke arah Liu Ryu.


Craaash! Craaash! Craaash!


Cakaran demi cakaran yang dilepaskan oleh pemimpin Organisasi Singa Darah, membuat Liu Ryu sedikit terpojok.


" Kecepatannya semakin meningkat. Bahkan aku tak sempat menggunakan teknik teleportasi." Gumam Liu Ryu, sambil menangkis cakaran dari pihak lawan.


Melihat ekspresi dari wajah Liu Ryu, pemimpin Organisasi Singa Darah tersenyum lebar karena Liu Ryu terlihat kewalahan.


" Jangan senang dulu! Aku masih belum menggunakan kemampuanku." Ucap Liu Ryu di sela pertarungannya.


Bbbzzzttt! Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!


Kini tubuh Naga Agung yang merupakan wujud dari Liu Ryu telah diselimuti elemen Kehampaan yang bergerak liar ke berbagai arah.


Begitupun dengan Pedang Naga Petir yang ada di tangannya, juga diselimuti elemen Kehampaan.


Traaang! Traaang! Traaang!


Benturan antara Pedang Naga Petir dan cakar dari pemimpin organisasi Singa Darah yang sangat keras layaknya logam, kini keduanya terlihat seimbang.


Dengan wujud Singa raksasa, pemimpin organisasi Singa Darah juga diselimuti elemen api yang tidak kalah kuat dari pelindung yang diciptakan oleh Liu Ryu.


Kini wilayah pertarungan antara kedua belah pihak menciptakan tanah gersang dan membentuk kawah besar.


" Kekuatan macam apa ini? Pria itu masih mampu bertahan, meski harus berhadapan dengan pemimpin organisasi Singa Darah." Gumam Ketua perampok di sela pertarungannya melawan Tou Shuijing.


Bahkan gelombang energi yang ditimbulkan oleh benturan serangan dari kedua belah pihak berkali-kali melesat ke arah anggota perampok yang sedang bertarung melawan pasukan Semesta, membuat mereka terluka parah.


Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga tidak kalah sengit, dimana anggota organisasi Singa Darah juga memiliki kemampuan fisik dan serangan yang sangat kuat.


Pertarungan mereka pun satu-persatu melepaskan aura yang mereka miliki, sehingga gabungan dari aura kedua belah pihak membuat anggota perampok langsung muntah darah.


Keadaan pasukan Semesta juga tidak dalam keadaan baik-baik, dimana akibat tekanan gelombang kejut yang dilepaskan oleh anggota organisasi Singa Darah seakan menekan pergerakan mereka.


" Lepaskan aura yang kalian miliki." Teriak Tou Shuijing saat menyaksikan beberapa anggota Pasukan Semesta semakin melemah.


Wuush! Wuush! Wuush!


Satu-persatu anggota Pasukan Semesta melepaskan Aura Dewa Naga, membuat mereka mampu menahan aura dari pihak lawan.


Melihat kejadian tersebut, anggota organisasi Singa Darah memasang wajah jelek karena tidak menyangka bahwa kelompok pihak lawan juga memiliki teknik aura.


" Bunuh mereka semua!" Teriak Jiu Tou She yang memiliki ukuran raksasa yang sedang bertarung melawan kelompok Singa yang merupakan peliharaan anggota perampok.


Di sisi lain Liu Ryu juga telah melakukan pertarungan sengit, dimana sosok yang menjadi lawannya memiliki kemampuan pertahanan yang kuat.


Jika saja Liu Ryu tidak menggunakan wujud Naga Agung dan melepaskan Aura Dewa Agung, maka dapat dipastikan dia akan mengalami kekalahan.


" Aku akui kehebatanmu anak muda. Di usiamu yang kurang dari seratus tahun, bisa mengimbangi kekuatanku." Ucap pemimpin organisasi Singa Darah sambil melakukan serangan cakaran ke arah Liu Ryu.


" Usia tidak menjamin kemampuan." Ucap Liu Ryu yang terus mengayunkan pedangnya untuk menangkis ataupun menyerang pihak lawan.


Mendengar ucapan tersebut, pemimpin organisasi Singa Darah memasang wajah jelek karena, Liu Ryu sudah meremehkan dirinya yang sudah berusia jutaan tahun.