SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 299. Berkeliling


Setelah melakukan pertarungan cukup lama, kini Liu Ryu dan Istrinya beserta semua bawahannya berhasil mengalahkan gerombolan belalang sembah.


Aura Pembunuh yang keluar dari tubuh mereka juga semakin kuat karena sudah banyak korban yang mati di tangan mereka.


" Bawa kembali anggota kita yang mati dalam medan pertempuran. Kuburkan mereka dengan layak." Liu Ryu memberi perintah kepada bawahannya untuk membawa mayat prajurit yang mati.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab beberapa prajurit, lalu membawa mayat rekannya kembali ke Benua Timur.


Sedangkan beberapa prajurit yang tersisa, kini langsung masuk ke pintu portal dimensi yang telah berhasil mereka kuasai.


Dari 27 Kerajaan itupun menyebar ke salah satu dari delapan pintu portal dimensi, Sedangkan Liu Ryu dan Istrinya langsung masuk ke portal dimensi yang terakhir.


" Pertarungan yang mengerikan." Gumam Shang Wushuang, yang baru pertama kali melakukan pertarungan yang seakan tidak ada habisnya.


Begitupun dengan 73 saudarinya juga merasa ngeri karena sudah banyak membunuh korban.


" Nanti kalian akan terbiasa dengan pertarungan seperti itu. Dunia Kultivator memang sangat kejam, tidak ada tempat bagi yang lemah." Tai Bai mengakui kejeniusan 74 wanita itu karena cara bertarung mereka sudah mencapai sempurna.


Liu Ryu pun meminta kepada Istrinya agar menyebar ke berbagai arah untuk mengumpulkan Sumberdaya secepat mungkin.


" Sumberdaya di tempat ini sangat banyak. Sayangnya sepuluh portal dimensi ini saling terhubung di dunia yang lain." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah hamparan Sumberdaya di depannya.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu mengarahkan kedua tangannya kedepan untuk menarik hamparan Sumberdaya di depannya.


Seperti sedang berjalan di taman sendiri, Liu Ryu terus menarik Sumberdaya yang dia lewati tanpa ada satupun yang tersisa.


" Dengan begini, Kekaisaran Atas Awan tidak lama lagi akan menjadi yang terkuat di Benua Timur." Liu Ryu tersenyum puas atas keberhasilan mereka untuk menaklukkan sepuluh portal dimensi.


Setelah melakukan penelusuran cukup lama, kini Liu Ryu dan Istrinya kembali berkumpul, karena tidak ada lagi harta dan Sumberdaya yang berada di tempat itu.


" Suamiku, Sumberdaya di tempat ini jauh lebih banyak dari portal dimensi yang pertama kali kita buka." Sheng Zhishu tersenyum puas karena untuk beberapa saat, mereka tidak perlu mengumpulkan Sumberdaya lagi.


" Ya... Tapi kita juga banyak pengikut. Jadi kita juga harus memperkuat anggota kita." Sekalipun Liu Ryu dan Istrinya bisa mencapai puncak Kultivator, namun jika para prajurit memiliki tingkat Kultivasi masih rendah, tidak mudah untuk mengalahkan Kekaisaran Langit.


Tentu karena Kaisar Langit adalah penguasa di Benua Tengah. Itu artinya Kekaisaran Atas Awan harus menghadapi semua Kultivator yang berada di Benua Tengah.


Setelah semuanya sudah keluar dari pintu portal dimensi, Liu Ryu langsung menutup kembali segel portal dimensi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.


" Yang Mulia Kaisar, Ini hasil Sumberdaya yang kami kumpulkan." Satu-persatu perwakilan dari 27 Kerajaan memberikan beberapa Cincin Ruang kepada Liu Ryu.


" Mmmm... Tunggulah beberapa hari lagi, nanti kami akan mengirim Pil Susu Awan ke tempat kalian." Meskipun beberapa dari 27 Kerajaan bisa menciptakan Pil, namun kualitasnya tidak seperti Pil ciptaan Liu Ryu dan Istrinya.


Oleh karena itu, Liu Ryu dan Istrinya berniat untuk menciptakan Pil Susu Awan dari Sumberdaya yang mereka kumpulkan.


Setelah itu Pil Susu Awan bisa dibagikan ke 27 Kerajaan yang mendukung Kekaisaran Atas Awan.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak.


" Mmmm... Sekarang kalian boleh kembali ke Benua Timur. Untuk sementara waktu, kalian harus mengolah Aura Pembunuh kalian terlebih dulu." Liu Ryu mengingatkan kepada para prajurit agar Aura Pembunuh tidak menggangu perkembangan mereka.


Dengan sebuah anggukan, satu-persatu mereka menuju ke portal teleportasi untuk kembali ke Kerajaan masing-masing.


" Sebaiknya kita juga kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan menuju portal teleportasi yang diikuti Istrinya.


*******


Dua bulan telah berlalu, Liu Ryu dan Istrinya hanya fokus menciptakan Pil Susu Awan untuk meningkatkan Kultivasi seluruh pendukung mereka.


Beberapa Jenderal juga diperintahkan untuk mengantar Pil Susu Awan kepada setiap Kerajaan.


Begitupun dengan Kelima Jenderal Besar, 30 Jenderal yang ditempatkan di 30 kota wilayah Kekaisaran Atas Awan, mereka juga diberikan Pil Susu Awan dalam jumlah banyak agar bisa memimpin wilayah mereka masing-masing.


Sesaat Jiang Caiping muncul di Istana Kekaisaran Atas Awan lalu mengeluarkan puluhan peti yang berisi Sumberdaya.


" Siapa yang memberi Sumberdaya sebanyak ini?" Ucap Liu Ryu, sambil menatap puluhan peti yang berisi Sumberdaya.


" Para pelayan Assosiasi Senjata mengatakan bahwa Sumberdaya ini berasal dari Benua Selatan." Ucap Jiang Caiping yang baru saja membawa puluhan peti tersebut dari Assosiasi Senjata.


" Tidak perlu mempertanyakan dari mana asal Sumberdaya ini. Yang penting kita bisa membuat Pil Susu Awan lagi." Ucap Xin Chie, lalu membawa peti tersebut ke ruang Sumberdaya.


Melihat Istrinya yang begitu bersemangat untuk menciptakan Pil Susu Awan, Liu Ryu memilih keluar dari Istana Kekaisaran Atas Awan untuk melihat perkembangan para prajurit.


Saat Liu Ryu berdiri di jembatan pelangi, kini terdapat beberapa pelayan yang sedang mengambil ikan di danau tersebut.


Para pelayan itu adalah pemberian dari Walikota Lanshui, yang pernah kalah taruhan di Daxue.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Sambut para pelayan, saat melihat kedatangan Liu Ryu.


" Mmmm... Lanjutkan saja pekerjaan kalian." Ucap Liu Ryu, lalu melanjutkan langkahnya.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak lalu melanjutkan pekerjaan mereka.


Tentu para pelayan itu sangat senang, mereka juga mendapatkan kehidupan yang layak. Meskipun mereka seorang budak, namun Liu Ryu dan Istrinya tidak pernah memperlakukan mereka dengan kasar.


" Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri dan Ratu memang sangat baik. Meskipun status mereka sangat tinggi, namun tidak pernah memberi hukuman kepada kita." Ucap salah satu pelayan, saat Liu Ryu sudah berada di tempat yang jauh.


" Saudara benar. Jika dibandingkan dengan majikan kita dulu, kita sering mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan."


" Ya... Mungkin kita adalah orang yang paling beruntung dibandingkan dengan para budak diluar sana."


Sebuah diskusi dari para pelayan yang sedang melakukan pekerjaan mereka dengan baik.


Di sisi lain Liu Ryu yang sedang berkeliling untuk melihat para prajurit, kini langsung kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan karena mengingat hari sudah gelap.


" Suamiku, semuanya sudah selesai." Ucap Xin Chie, saat melihat kedatangan suami mereka.


" Kalian selalu melakukan pekerjaan dengan baik." Ucap Liu Ryu sambil berjalan lalu duduk di kursi kebesarannya.


Hanya satu sosok yang sedang berdiri di ruangan tersebut, yaitu Shang Wushuang, karena 203 kursi yang lain sudah ditempati oleh Liu Ryu dan Istrinya yang lain.