SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 419. Kematian Raja Siluman Katak


Disamping memiliki kulit yang sangat tebal, raja siluman katak juga memiliki kulit yang sangat keras.


Beruntung Liu Ryu memiliki Pedang Naga Petir, yang mampu melukai tubuh raja siluman katak.


Saat raja siluman katak mulai bangkit berdiri dan tubuhnya mulai pulih, Liu Ryu sudah berdiri di atas punggung raja siluman katak.


Merasakan Liu Ryu sudah berdiri di atas punggungnya, raja siluman katak dengan buru-buru melompat sekuat tenaga agar Liu Ryu bisa terjatuh dari punggungnya.


Namun Liu Ryu sudah memperhitungkan sebelumnya, sehingga sekuat apapun raja siluman katak melepaskan diri, dia tidak bisa menjatuhkan Liu Ryu dari punggungnya.


Di sisi lain Liu Ryu yang berada di punggung raja siluman katak, langsung mengayunkan Pedang Naga Petir yang diselimuti elemen Kehampaan.


Craaash!


Craaash!


Craaash!


Tebasan demi tebasan dari Liu Ryu, membuat luka sayatan di punggung raja siluman katak semakin dalam dan membesar.


Aarrgggh! Aarrgggh! Aarrgggh!


Raja siluman katak meraung keras, karena setinggi apapun efek regenerasi yang dia miliki, tentu tidak akan mampu menyembuhkan luka sayatan yang ditimbulkan secara terus-menerus.


" Tangkapan yang sangat besar." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah benda berwarna hijau tua yang muncul di bekas luka sayatan dari Pedang Naga Petir.


Liu Ryu dengan buru-buru memegang Inti Roh dari raja siluman katak, lalu menariknya ke Dunia Quzhu.


" Dewa sialan... Aku akan membunuhmu." Raja siluman katak yang sangat marah karena Liu Ryu sudah mengambil Inti Roh miliknya, kini mengeluarkan cairan bening untuk menyelimuti tubuhnya.


Wuush!


Liu Ryu melompat dari atas punggung raja siluman katak, karena cairan bening tersebut memiliki racun korosif yang sangat mematikan.


" Tidak menyangka raja siluman katak ini masih menyimpan kekuatan, meskipun Inti Roh miliknya sudah diambil." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah raja siluman katak dari kejauhan.


Cairan bening yang keluar dari tubuh raja siluman katak membuat pepohonan yang dia lewati langsung mengecil hingga menghilang.


" Jika saja satu tetes racun dari raja siluman katak terkena tubuh seorang Kultivator yang sudah mencapai Bintang Kaisar, dapat dipastikan tubuhnya akan meleleh." Liu Ryu menggelengkan kepala, karena di dunia yang dia anggap sangat lemah, masih memiliki kemampuan besar.


Meskipun racun korosif dari raja siluman katak tidak mampu membunuhnya, namun paling tidak, Liu Ryu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan diri, meskipun dia sendiri sudah kebal terhadap racun.


Wuush!


Raja siluman katak melompat ke arah Liu Ryu, sambil mengayunkan kedua gada di tangannya.


Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengayunkan pedangnya untuk menyambut kedatangan raja siluman katak.


Slaaash!


Sebuah tebasan yang sangat kuat, mengandung energi tipis membentuk pedang sabit raksasa keluar dari Pedang Naga Petir ke arah raja siluman katak.


Craaash!


Tubuh raja siluman katak terbelah menjadi dua bagian, dengan ukurannya yang sangat besar.


Bboooom! Bboooom!


Potongan tubuh raja siluman katak terjatuh hingga membentur tanah, dimana tubuhnya mulai menyatu kembali.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Saat Liu Ryu melihat tubuh raja siluman katak mulai menyatu, Liu Ryu langsung menjatuhkan Hujan Kehampaan.


Aarrgggh!


Kroook!


Kroook!


Raja siluman katak meraung keras, secara perlahan tubuhnya mulai mengecil hingga seukuran telapak tangan.


Wuush!


Raja siluman katak menatap ke arah Liu Ryu penuh dengan kebencian, karena dirinya sekarang sudah seperti katak biasa.


" Aku tidak menyangka bahwa para siluman disini seakan menolak kematian." Liu Ryu menggelengkan kepala.


Meskipun sebelumnya tubuh raja siluman katak sudah terbelah menjadi dua bagian, namun masih mampu bertahan hidup dengan menyatukan diri meskipun kemampuannya sudah menghilang.


Kroook! Kroook! Kroook!


Tubuh kecil raja siluman katak melompat untuk menjauhi Liu Ryu, karena dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi Liu Ryu lagi.


" Selamat berjuang untuk bertahan hidup. Semoga kamu tidak menjadi santapan hewan buas yang lain." Ucap Liu Ryu, lalu melesat ke arah Dewi Arinia dan Elena yang sedang bertarung.


Di tempat lain, Dewi Arinia dan Elena juga sudah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan pasukan siluman katak.


Kini kedua wanita itu sudah menggunakan sepasang pedang sabit untuk menghadang pasukan siluman katak yang memiliki kecepatan tinggi.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Meskipun Dewi Arinia dan Elena sudah dikepung oleh ratusan pasukan siluman katak, namun keduanya masih mampu bertahan.


Dengan setiap ayunan dari pedang sabit yang berada di tangan mereka, keduanya mampu membunuh satu-persatu pasukan siluman katak yang mendekati mereka.


Kroook! Kroook! Kroook!


Semua pasukan siluman katak memasang sikap waspada, karena setiap rekannya yang menyerang kedua wanita itu, akan mati dengan kondisi tubuh tidak lengkap.


" Ini waktu yang tepat untuk menggunakan teknik itu." Saat pasukan siluman katak sedang berkumpul untuk menyerang, Dewi Arinia memberi isyarat.


" Ya..." Jawab Elena, lalu menyalurkan Qi pada sepasang pedang sabit di kedua tangannya.


Dewi Arinia juga melakukan hal yang sama, langsung menyalurkan Qi dalam jumlah besar pada sepasang pedang sabit.


Wuush! Wuush! Wuush!


Secara bersamaan, kedua wanita itu mengayunkan kedua pedangnya hingga terlihat bayangan pedang sabit membentuk cahaya tipis yang memadat.


Keempat bayangan pedang sabit raksasa melesat ke arah pasukan siluman katak yang sedang berkumpul dengan kecepatan tinggi.


Craaash! Craaash!


Puluhan pasukan siluman katak mati dalam kondisi tubuh terpotong, tanpa menyadari serangan yang begitu tiba-tiba.


Wuush! Wuush!


Keduanya pun menggunakan kesempatan tersebut untuk bergerak ke arah pasukan siluman katak yang lain.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Tebasan demi tebasan dari kedua wanita itu, membuat pasukan siluman katak lari kocar-kacir, karena tidak memiliki harapan untuk mengalahkan kedua wanita itu.


" Hmmm... Kalian yang terlebih dulu menyerang kami. Jadi jangan harap untuk melarikan diri." Kedua wanita itu melesat ke berbagai arah untuk membunuh pasukan siluman katak yang berlarian.


Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini Dewi Arinia dan Elena telah berhasil membunuh semua pasukan siluman katak.


Seperti biasanya, Liu Ryu mengambil Inti Roh mereka dengan dibantu kedua Istrinya, lalu memasukkan mayat mereka ke Dunia Quzhu.


Meskipun Inti Roh pasukan siluman katak sangat kecil dan hanya seukuran jempol kaki, namun masih bisa digunakan untuk mengisi lautan Qi milik Liu Ryu.


" Sebaiknya kita mencari tempat untuk beristirahat. Kita harus memulihkan diri sebelum melanjutkan perjalanan." Ucap Liu Ryu, lalu membawa kedua Istrinya mencari tempat untuk beristirahat.


Kedua wanita itupun mengangguk pelan, lalu berjalan mengikuti Liu Ryu yang sudah berada di bawah pohon rindang.


Liu Ryu mengumpulkan kayu kering untuk membuat api unggun, karena dia ingin menikmati perjalanan mereka.


Sedangkan Dewi Arinia dan Elena langsung mengambil tempat duduk bersila untuk memulihkan diri karena Qi mereka banyak terkuras.