
Mendengar perkataan dari Liu Ryu, Patriak Klan Chu bernafas lega karena artinya Klan mereka tidak kehilangan pencaharian.
" Tuan muda Ryu, aku Chu Zao Patriak Klan Chu dengan senang hati mengelola Daxue ini."
" Jika demikian, mulai bulan depan kami akan memberikan Sumberdaya yang sesuai dengan nilai pendapatan dari Daxue ini." Chu Zao tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk bekerjasama dengan Liu Ryu yang merupakan saudagar kaya dari Benua Barat.
Sebagai bentuk kesungguhan Chu Zao dalam bekerjasama, dia mewakili Klan Chu memberikan beberapa Sumberdaya kepada Liu Ryu.
Tentu Klan Chu pada saat sekarang sangat membutuhkan Batu Roh daripada Sumberdaya, karena untuk melindungi wilayah Klan mereka dimana sebelumnya telah banyak menghabiskan Batu Roh untuk mengaktifkan pelindung.
" Terimakasih tuan Zao, senang berbisnis dengan anda." Ucap Liu Ryu, lalu membuat surat kesepakatan yang baru.
Di sisi lain Tai Bai dan saudarinya juga sedang mengambil hasil taruhan mereka sebelumnya di meja taruhan.
Begitu juga dengan Wu Tian, dia juga mengambil hasil taruhan sebelumnya.
Beberapa petugas yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas berat, karena Assosiasi Senjata memiliki kekayaan yang tidak terukur jumlahnya.
" Tuan muda... Aku akan meminta kepada beberapa anggota Klan untuk mengurus tempat ini." Ucap Chu Zao saat menandatangani perjanjian mereka.
Chu Zao juga memberikan Lencana Klan Chu kepada Liu Ryu, agar tidak mengalami kendala ketika bepergian ke wilayah Kekaisaran Han yang lain.
Setelah kesepakatan telah ditandatangani, Liu Ryu berpamitan kepada Chu Zao lalu membawa ketujuh Istrinya dan Wu Tian kembali ke Assosiasi Senjata.
Sedangkan Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta yang lain telah kembali ke Assosiasi Senjata dan kembali ke wujud aslinya.
Dengan demikian tidak ada yang mengetahui penyamaran mereka sebelumnya.
Di Assosiasi Senjata yang sekarang terdapat lima lantai, dimana lantai dasar dan lantai dua dijadikan sebagai tempat menjual berbagai senjata.
Sedangkan untuk lantai tiga dijadikan sebagai ruang kerja dan ruang pertemuan, serta lantai empat dan lima dijadikan sebagai tempat peristirahatan Liu Ryu dan Istrinya.
Untuk Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta ditempatkan di penginapan, sementara membuat bangunan yang lain.
Liu Ryu memang bisa menciptakan bangunan dengan singkat, namun hal itu tentu akan menarik perhatian orang lain.
" Salam tuan muda." Sambut pasukan Semesta dengan serempak.
" Mmmm... Shuijing, Jiu... Kita harus memperluas tempat ini. Berikan ini kepada Walikota." Ucap Liu Ryu lalu mengeluarkan sebuah lembaran kertas yang berisi sebuah catatan.
Tentu Liu Ryu membutuhkan bantuan Walikota Lanshui agar menjadi penyambung lidah kepada warganya.
Liu Ryu juga memberikan 100 juta Batu Roh kepada Tou Shuijing agar bisa diberikan kepada Walikota Lanshui untuk melancarkan rencananya.
" Baik tuan muda." Ucap Tou Shuijing dan Jiu Tou She, lalu meninggalkan ruangan tersebut menuju ke kediaman Walikota.
" Wu Tian, kamu cari ahli bangunan di kota ini." Ucap Liu Ryu sambil menoleh ke arah Wu Tian.
" Baik tuan muda." Wu Tian menundukkan kepala, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Setelah itu, Liu Ryu meminta kepada pasukan Semesta yang lain untuk mencari berbagai informasi mengenai wilayah Kekaisaran Han.
Tentu dengan Batu Roh yang tidak terhitung jumlahnya, mereka dengan mudah untuk membeli tanah ataupun bangunan dari beberapa warga di Kota Lanshui.
" Suamiku, apa kamu ingin menguasai kota ini?" Tanya Tai Bai.
Bahkan Liu Ryu bisa membeli tanah dan bangunan dengan harga lebih tinggi hingga tiga kali lipat dari harga normal.
Dengan demikian Assosiasi Senjata akan menjadi penguasa mutlak di Kota Lanshui, di bagian bisnis.
*******
Satu bulan telah berlalu, sudah banyak tanah ataupun bangunan yang Liu Ryu beli, karena banyak sekali warga yang tergiur dengan harga yang ditawarkan.
Bahkan dengan bantuan Walikota Lanshui, wilayah Assosiasi Senjata semakin luas karena bangunan di sekitarnya sudah dibeli oleh Liu Ryu.
Tentu Walikota Lanshui sangat tergiur dengan Batu Roh yang diberikan oleh Liu Ryu, sehingga dia sangat bersemangat untuk menjadi penyambung lidah Assosiasi Senjata.
" Sialan, aku telah tertipu oleh pemuda itu." Gumam Walikota Lanshui, sambil menatap tumpukan Batu Roh yang diberikan oleh Liu Ryu.
" Sepertinya Assosiasi Senjata ingin menguasai kota ini. Tapi bagaimana caranya aku melaporkan kejadian ini kepada Yang Mulia Kaisar?" Walikota Lanshui terlihat kebingungan karena tidak ada bukti kejahatan yang Liu Ryu lakukan, selain hanya berbisnis.
Sesaat Walikota Lanshui tersenyum pahit karena jumlah Batu Roh yang diberikan oleh Liu Ryu masih tidak sebanding dengan harta yang dia pertaruhkan di Daxue.
Bahkan para budaknya juga sudah ada di tangan Liu Ryu, yang dipekerjakan di Assosiasi Senjata.
" Meskipun aku adalah Walikota yang menguasai Lanshui ini, tapi Assosiasi Senjata yang memegang kendali." Walikota Lanshui memasang wajah masam karena Assosiasi Senjata tidak hanya bergerak di bidang penjualan senjata, melainkan berbagai bisnis lainnya.
*******
Sementara di Assosiasi Senjata, kini sudah melebarkan sayap ke berbagai tempat sudut kota, diantaranya adalah Penginapan, restoran, dan pelabuhan.
Tentu para pemilik penginapan dan restoran tidak mampu bersaing dengan Assosiasi Senjata, karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga normal.
" Bagaimana cara kita bersaing melawan Assosiasi Senjata itu? Mereka berkembang pesat di kota ini." Tanya salah satu saudagar yang mendirikan sebuah restoran.
Di bangunan tersebut banyak sekali para saudagar kaya yang berkumpul untuk mencari solusi untuk mengatasi masalah mereka.
" Awalnya aku kira dalam satu bulan ini mereka akan bangkrut karena terlalu banyak membeli tanah dan bangunan di kota ini."
" Tapi kenyataannya mereka malah berkembang pesat, bahkan berani menawarkan harga murah."
" Ya... Jika seperti ini terus, maka pemasukan kita semakin menurun. Dengan demikian, kita tidak mampu membayar gaji karyawan kita."
Sebuah diskusi dari para saudagar yang merasakan usaha mereka akan terancam, jika tidak memiliki para pelanggan.
" Kita harus menyewa Kultivator untuk menghancurkan usaha mereka." Salah satu saudagar memberi usul.
" Aku setuju! Tapi untuk menyewa Kultivator yang sudah mencapai Bintang Bumi, apa kita mampu membayarnya?" Tanya saudagar lainnya.
" Itu terlalu mahal. Jika menggabungkan semua harta yang kita miliki, hanya mampu menyewa Kultivator Bintang Bumi."
" Apa kita hanya menyewa sepuh Kultivator Bintang Suci saja? Aku yakin dengan sepuluh Kultivator Bintang Suci sudah cukup."
Sebuah diskusi yang begitu alot, karena dengan menyewa sepuluh Kultivator Bintang Suci artinya mereka menghabiskan semua harta yang mereka miliki.
Jika itu gagal, maka semua saudagar yang berada di kota Lanshui akan gulung tikar dan tentu mereka akan pergi dari kota tersebut.