
Dari informasi yang diserap Qin Shuomei, mereka pun bergegas menuju ke sebuah tempat dimana letak markas perampok.
Setelah memakan waktu selama setengah hari, Liu Ryu dan Istrinya telah berada di sebuah hutan yang tidak jauh dari kota kecil.
Di hutan tersebut, terlihat sebuah bangunan yang cukup besar dimana sekelilingnya diberikan tembok yang terbuat dari kayu.
" Suamiku, sepertinya mereka sangat banyak." Meskipun berkata demikian, Tai Bai terlihat bersemangat untuk menjajal kemampuannya.
Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka juga tidak sabar ingin menghancurkan markas para perampok tersebut.
" Mmmm... Aku pikir didalamnya banyak sekali Sumberdaya." Ucap Liu Ryu, lalu melompat dari kudanya sambil mengalirkan Qi pada kepalan tangannya.
Wuush!
Liu Ryu melemparkan bola Kehampaan mengarah pada pintu gerbang yang terbuat dari kayu.
Bboooom!
Dalam satu kali serangan, tembok tersebut hancur berkeping-keping, dimana beberapa penjaga yang berada di tempat itu langsung menjadi kabut darah.
" Ada serangan!"
Teng! Teng! Teng!
" Ada serangan!"
Terdengar suara teriakan dari berbagai arah diikuti suara lonceng yang menandakan adanya bahaya.
Tidak lama kemudian, ratusan anggota perampok mulai berdatangan, sambil menatap ke arah Liu Ryu dan Istrinya yang sudah berdiri di depan mereka.
" Siapa kalian? Apa kalian bosan hidup?" Salah satu sosok yang terlihat marah karena markas mereka diketahui.
" Banyak bicara." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah kelompok perampok sambil mengayunkan pedangnya.
Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka juga langsung berpindah tempat ke arah kelompok perampok yang di depan mereka.
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Dalam satu kali ayunan, Pedang Naga Petir mampu membunuh tiga orang sekaligus.
Tentu Liu Ryu mengalirkan Qi dalam jumlah besar pada pedangnya, sehingga Pedang Naga Petir diselimuti elemen Kehampaan.
" Sialan... Kenapa kita bisa berurusan dengan mereka." Sosok yang sebelumnya berbicara, kini terlihat panik karena rekannya sudah banyak yang terbunuh.
" Hentikan!" Terdengar suara dari arah bangunan yang berada di depan mereka, sambil menatap ke arah pertarungan.
Namun Liu Ryu dan Istrinya sama sekali tidak menghiraukan ucapan tersebut, terus membunuh kelompok perampok yang berlarian ke berbagai arah.
" Sepertinya kamu bisa membuatku sedikit berkeringat." Ucap Liu Ryu yang kini sudah berdiri di depan Ketua perampok.
" Lancang! Kalian tidak tau akan berhadapan dengan siapa?" Ketua perampok yang terlihat marah langsung melompat seraya mengayunkan pedangnya ke arah Liu Ryu.
Melihat hal itu, Liu Ryu juga tidak tinggal diam langsung mengayunkan pedangnya untuk menangkis tebasan dari Ketua perampok.
Traaang! Traaang! Traaang!
Benturan pedang dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.
Di sisi lain Bing Ruyue yang menggunakan jarum es, kini mengendalikan jarum tersebut sehingga membuat anggota perampok berjatuhan tanpa mengetahui siapa pelakunya.
Bahkan di setiap langkahnya, membuat udara di sekitar berubah drastis, dimana beberapa sosok yang mencoba untuk mendekati Bing Ruyue, langsung menjadi patung Es.
Di sisi lain Sheng Zhishu juga tidak mau kalah, terus melemparkan bola api ke arah anggota perampok yang sedang berlarian.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai tempat, membuat anggota perampok yang terkena imbas serangan, langsung hancur berkeping-keping.
" Ternyata Kitab pemberian tiga pelindung itu membuat daya serangku semakin meningkat." Gumam Sheng Zhishu sambil melancarkan serangannya.
" Kekuatan macam apa ini?" Beberapa sosok yang menyaksikan kejadian tersebut, merasakan tubuhnya terasa lemas,. karena sosok yang menjadi lawan mereka diluar kemampuan mereka.
Ketua perampok yang menyaksikan kejadian tersebut, kini memasang wajah jelek karena baru pertama kali mereka ditindas seperti itu.
" Apa kalian berasal dari aliran Hitam?" Tanya Ketua perampok di sela pertarungannya.
Tentu Ketua perampok bertanya seperti itu, jika kelompok yang menjadi lawan mereka berasal dari aliran Hitam, maka mereka bisa bernegosiasi.
" Tidak." Jawab Liu Ryu dengan singkat.
" Jika kalian berasal dari aliran Putih, tidak seharusnya kalian melakukan pembantaian seperti ini." Ketua perampok berbicara dengan Liu Ryu, agar mereka menghentikan pertarungan tersebut.
Ketua perampok yang sudah banyak melakukan pertarungan, tentu sangat memahami tentang dunia Kultivator.
Bagi aliran Putih, pasti akan memaafkan mereka. Namun bagi Liu Ryu dan Istrinya, sama sekali tidak memberikan kesempatan kedua kepada para perampok tersebut.
" Kami bukan berasal dari aliran manapun. Tujuan kami adalah membunuh siapapun yang layak untuk dibunuh." Liu Ryu mengalirkan Qi dalam jumlah besar pada Pedang Naga Petir, lalu membelah ruang kosong.
Wuush!
Elemen Kehampaan yang memadat membentuk bilah pedang, melesat ke arah Ketua perampok.
Melihat kejadian tersebut, Ketua perampok membuka matanya lebar-lebar, lalu menyilangkan kedua tangannya untuk menciptakan pelindung mengelilingi tubuhnya dengan mengeluarkan elemen cahaya.
Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat, membuat Ketua perampok tidak mampu menahan serangan tersebut membuatnya terpental membentur bangunan hingga hancur.
" Bajingan! Kalian tidak tau akan berhadapan dengan Organisasi Singa Darah." Ketua perampok berteriak keras berusaha untuk menakut-nakuti Liu Ryu dan Istrinya.
Ketua perampok itupun berusaha untuk bangkit berdiri dan berharap agar Liu Ryu dan Istrinya menghentikan aksinya.
Wuush!
Kraaack!
Liu Ryu yang tiba-tiba muncul di hadapan Ketua perampok, lalu mencekik leher pria tersebut.
" Justru kami ingin meraup keuntungan dari Organisasi Singa Darah."
Kraaack!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mematahkan leher Ketua perampok hingga kehilangan nyawa.
Sesaat Liu Ryu mengambil Cincin Ruang milik Ketua perampok, dimana menemukan banyak sekali Sumberdaya.
" Terimakasih karena telah mengumpulkan Sumberdaya selama bertahun-tahun untukku." Ucap Liu Ryu, lalu menoleh ke arah Istrinya yang sedang bertarung.
Tidak ingin mengganggu kesenangan Istrinya, Liu Ryu membersihkan puing-puing bangunan hingga menemukan sebuah terowongan bawah tanah.
Tanpa menunggu lama, Liu Ryu menuruni tangga tersebut untuk memeriksa lorong yang berada di depannya.
Liu Ryu yang sudah berada di ruang bawah tanah, kini disambut dengan pemandangan yang sangat mengerikan.
Di ruangan bawah tanah, terdapat banyak sekali para tawanan, dimana kondisi mereka sangat memprihatinkan.
Terlebih untuk tawanan wanita, dimana kedua tangan dan kaki mereka diikat dan tanpa menggunakan sehelai kain pun.
" Kenapa pihak Istana Kekaisaran Han tidak mengetahui hal ini?" Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah mereka yang terlihat sangat ketakutan.
Terlebih saat melihat Liu Ryu yang menggunakan topeng yang mengerikan, tentu para tawanan tidak berani bersuara karena menganggap bahwa sosok tersebut bagian dari kelompok perampok.
" Untuk masalah ini, biar Istriku yang membebaskan mereka." Tatapan Liu Ryu tertuju pada sebuah pintu yang terkunci rapat.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu melanjutkan langkahnya menuju ke arah pintu tersebut yang terbuat dari bahan logam yang sangat kuat.