
Jin Niu pun melanjutkan ceritanya. Dimana sejak jutaan tahun yang lalu, dimana sepasang Peri cahaya tersedot ke tubuh Kerang yang merupakan Hewan Roh yang sedang Berkultivasi.
Namun terjadi suatu keanehan, dimana energi dari tubuh kerang tersebut semakin lama semakin berkurang.
Sehingga saat Kerang itu hancur berkeping-keping, muncul dua Kerang berwarna putih dan merah yang merupakan wujud dari Peri cahaya.
Karena tidak bisa kembali ke Dunianya, untuk bertahan hidup kedua Kerang itu banyak sekali menyerap Inti Roh sehingga mereka bisa berubah wujud menjadi manusia.
Untuk melanjutkan keturunan mereka, kedua kerang itu kembali bermeditasi menggunakan spiritual mereka untuk melahirkan kerang yang baru.
Hingga bertahun-tahun Kerang tersebut semakin bertambah banyak dan menjadi Ras baru yaitu Kerang Langit, karena tidak seperti Kerang biasanya.
" Namun karena keberadaan mereka diketahui oleh Ras Dewa, dan Ras yang lainnya, mereka mendapatkan sesuatu yang spesial dari Kerang Langit. Dimana Mutiara kerang langit bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan Senjata Roh maupun baju Zirah. Terlebih untuk Inti Roh Kerang Langit, bisa meningkatkan kekuatan jiwa seseorang yang menyerapnya."
" Bahkan mutiara kerang langit memiliki khasiat lain, tergantung dari jenis dan usianya." Jin Niu menjelaskan kepada Ryu.
" Lalu bagaimana kalian bisa menyebar di berbagai tempat?" Ryu kembali bertanya.
" Ya... Karena banyak para Kultivator ataupun Hewan Roh mengetahui kemampuan khusus kami, maka banyak yang memburu kami hingga salah satu dari leluhur kami membuat teleportasi secara acak." Jawab Jin Ke.
" Dulu kami hidup layaknya manusia. Namun ada sedikit perbedaan dimana kami hanya menggunakan kekuatan spiritual untuk berkembang biak seperti yang dilakukan oleh para Peri." Jin Niu melanjutkan penjelasan.
" Lalu kenapa Jin Ke Jin Qiu dan yang lain sebelumnya tidak bisa berubah wujud menjadi manusia?" Tanya Ryu yang masih penasaran.
" Itu karena darah Peri cahaya dalam diri mereka belum aktif. Beruntung aku yang sebagai pelindung kerang langit masih hidup. Jika tidak, maka selamanya mereka tidak bisa melakukan perubahan wujud." Jawab Jin Niu.
Mendengar dari penjelasan tersebut, kini Ryu mengangguk mengerti.
Namun yang menjadi pertanyaan bagi Ryu, karena dia sudah pernah bertemu dengan salah satu Peri cahaya saat berada di Dunia Fana.
Ryu masih mengingat jelas bagaimana perjuangan Xin Chie yang membawanya ke Gunung Es tempat pintu dimensi ke Dunia Peri cahaya untuk mencari rumput jiwa peri agar bisa menyembuhkan akar spiritualnya yang rusak.
" Dewa Agung... Leluhur kami pernah mengatakan, jika kami menemukan Rumput jiwa peri dan rumput cahaya, maka kami akan menjadi Peri cahaya seutuhnya. Hanya saja kami sedikit ada perbedaan dari Peri cahaya pada umumnya." Jin Niu sedikit ragu untuk menjelaskan kepada Ryu.
Tentu Ryu mengetahui maksud mereka, dimana mereka tidak bisa lagi menjadi bola cahaya layaknya Peri cahaya.
Karena mereka sekarang sudah memiliki fisik yang baru, tentu tidak bisa lagi berkembang biak dengan menggunakan kekuatan spiritual.
" Aku tau yang kalian maksud. Kalian tidak bisa lagi menjadi bola cahaya? Dan kalian juga hanya bisa mendapatkan keturunan dengan cara seperti layaknya manusia." Ryu menatap ke arah mereka secara bergantian hingga membuat mereka saling berpandangan.
" Benar Dewa Agung. Saat kami menjadi Peri cahaya, maka kami tidak terlihat lagi oleh orang lain yang tidak memiliki kemampuan khusus. Kecuali kami meneteskan darah kami kepada orang itu." Jin Niu menjelaskan tentang yang dia ketahui dari leluhur mereka.
" Aku tau kalian membutuhkan 'Yang' Matahari untuk mencapai tahap sempurna bagi yang berjenis kelamin perempuan dan membutuhkan 'Yin Bulan' untuk mencapai tahap sempurna bagi yang berjenis kelamin laki-laki." Ryu bicara dengan santai, membuat Jin Niu dan yang lainnya membulatkan mata.
" Dari mana Dewa Agung mengetahui rahasia itu?" Jin Niu merasa heran karena Ryu bisa mengetahui apa yang pernah disampaikan leluhur mereka.
" Sayangnya untuk mendapatkan 'Yang' Matahari bukanlah perkara mudah. Aku rasa kami tidak akan pernah mendapatkannya." Jin Niu terlihat murung.
Tentu Ryu akan mencari cara untuk menjadikan Naga Kerang ciptaannya bisa mencapai tahap sempurna.
Terlebih perjalanan mereka masih sangat jauh, maka tidak menutup kemungkinan Ryu akan menggabungkan semua darah Ras Peri dari berbagai Sub Ras.
Bahkan bisa digabungkan dengan darah Ras Iblis ataupun Ras Dewa. Tentu Ryu juga menciptakan untuk dirinya sendiri dan istrinya.
" Dewa Agung... Jika diizinkan, apa kami bisa diajarkan untuk mempelajari teknik yang Dewa Agung perlihatkan sebelumnya?" Jin Niu memberanikan diri untuk bertanya.
" Tidak masalah, aku rasa kedua teknik itu sangat cocok untuk kalian." Ryu sama sekali tidak keberatan untuk membagikan pengetahuannya.
Dengan demikian Ras Naga Kerang akan lebih cepat untuk mendapatkan pemurnian darah.
" Baiklah, kalian maju satu-persatu kedepan." Ryu mengeluarkan sebuah cahaya berwarna keemasan.
Dengan sebuah anggukan kecil, Jin Niu, Jin Ke, Jin Qiu dan yang lainnya langsung membentuk barisan.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung menyentuh kening mereka satu-persatu agar mereka bisa mempelajari teknik Pelahap Jiwa Bintang dan Pelahap Raga Bintang.
Setelah memberikan pengetahuan tentang kedua teknik tersebut, kini raut wajah Jin Niu dan yang lain berseri-seri karena mereka dapat merasakan kedua teknik tersebut sangat kuat meskipun cukup sulit untuk dipelajari.
" Baiklah, kalian boleh kembali ke Istana Kristal. dimana kalian bisa mempelajari teknik itu di ruang Kultivasi." Ucap Ryu yang juga terlihat sangat bersemangat.
Tentu dengan kedua teknik tersebut, 70 Naga Kerang bisa membantu Pasukan Semesta untuk menghalau Hewan Roh yang sudah tidak terhitung jumlahnya.
Sebenarnya bukan Hewan Roh, lebih tepatnya makhluk hidup yang berada di tempat itu adalah gabungan dari darah Iblis, darah Peri dan darah Dewa.
Hanya saja bentuk mereka seperti Hewan Roh. Hal itu bisa terjadi karena mereka sudah berada di persimpangan ke Dunia yang lain.
Meskipun garis darah mereka tidak murni, namun tetap saja akan menjadi masalah besar.
" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak, diikuti Ryu mengibaskan tangannya untuk mengembalikan mereka.
" Haaahh... Aku tidak menyangka jika di persimpangan Dunia ini memiliki Hewan Roh yang tidak masuk akal." Ryu bergumam lalu berpindah tempat ke Istana Kristal.
Hal itu memang wajar, karena sudah ribuan tahun tempat itu tidak pernah dijamah oleh siapapun.
Tentu semua Hewan Roh akan berkembang lebih pesat, karena tidak mendapatkan gangguan apapun.
Saat berada di Istana Kristal, Ryu disambut oleh istrinya, dimana mereka langsung menyuguhkan hidangan kepada Ryu.
" Suamiku, sepertinya 70 Naga kecil itu sangat bersemangat." Ucap Jiu Wei Hu sambil menikmati hidangannya.
" Aku telah membuat nama baru untuk mereka. lebih cocoknya mereka disebut Naga Kerang." Ucap Ryu sambil menikmati hidangan yang disajikan.
Tentu 22 Istrinya juga setuju dengan pemberian nama tersebut, karena sisik mereka terbuat dari kulit kerang.