SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 296. Rencana Kerjasama


( Istana Kekaisaran Han )


Di sebuah ruangan rapat Istana Kekaisaran Han, terlihat beberapa sosok yang sedang berdiskusi mengenai berdirinya Kekaisaran Atas Awan yang berbatasan dengan Kekaisaran Han.


" Pengawal... Apa saja yang kamu ketahui tentang Kekaisaran Atas Awan?" Tanya Han Kiang yang begitu gelisah saat mendengar kabar tentang Istana Kekaisaran Atas Awan.


" Yang Mulia Kaisar, kami tidak mengetahui dengan jelas. Namun yang kami ketahui yaitu wilayah yang dulunya hanya terdapat hamparan pasir, kini telah disulap menjadi lahan subur."


" Bahkan beberapa mata-mata terbaik kita yang menyamar menjadi warga biasa, juga mengatakan bahwa Istana Kekaisaran Atas Awan sangatlah megah dan mewah menjulang tinggi seakan berdiri di atas awan." Pengawal pribadi Han Kiang menjelaskan situasi yang berada di wilayah Kekaisaran Atas Awan.


Pria itu juga menjelaskan bahwa Kekaisaran Atas Awan memiliki enam Kerajaan dan 30 kota hingga mencapai perbatasan Kekaisaran Taiyang yang dulunya hanya terdapat kabut beracun.


" Yang Mulia Kaisar, kami tidak bisa masuk ke dalam pintu gerbang Istana Kekaisaran Atas Awan, karena dijaga dengan ketat, bahkan dilindungi Formasi yang sangat kuat." Pengawal pribadi itu juga menjelaskan bahwa tidak ada celah sedikitpun untuk menyelinap masuk ke dalam tembok yang melindungi Istana Kekaisaran Atas Awan.


Mendengar ucapan tersebut, Han Kiang memasang wajah masam, karena mata-mata terbaiknya tidak berhasil menyelidiki Istana Kekaisaran Atas Awan.


Namun hal yang menjadi pertanyaan bagi Han Kiang, siapa yang membangun sebuah Istana yang begitu besar dan megah? Siapa yang membuat 30 kota hanya dalam waktu singkat?


Lalu dari mana keenam Kerajaan yang muncul secara tiba-tiba di Benua Timur dan siapa Kaisar dari Istana Kekaisaran Atas Awan?


" Yang Mulia Kaisar, lebih buruknya adalah tidak hanya para pedagang, para bangsawan, dan para saudagar yang menjalin kerjasama dengan pihak Istana Kekaisaran Atas Awan, tapi juga beberapa Klan yang berasal dari Kekaisaran Han." Pengawal tersebut menjelaskan secara hati-hati, karena dia sendiri sangat kagum dengan kemegahan Istana Kekaisaran Atas Awan.


Begitupun dengan keenam Kerajaan yang berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Atas Awan, juga sangat makmur karena dibebaskan dari pajak.


" Pengawal, apa saja nama Kerajaan itu?" Tanya Han Kiang.


" Sepengetahuan kami yaitu Kerajaan Gu, Kerajaan Qing, Kerajaan, Shen, Kerajaan Jiang, Kerajaan Song dan Kerajaan Sin." Jawab pengawal tersebut.


Mendengar keterangan dari pengawalnya, Han Kiang sedikit mengerutkan kening, karena baru pertama kali mendengar nama Kerajaan itu.


Namun hanya satu Kerajaan yang membuat Han Kiang langsung kaget, yaitu Kerajaan Jiang yang wilayahnya sudah diambil alih oleh Kekaisaran Han dan Kekaisaran Taiyang.


Tentu Han Kiang sangat khawatir, karena tidak menutup kemungkinan bahwa Kekaisaran Atas Awan akan membantu Kerajaan Jiang untuk merebut kembali wilayah Kerajaan Jiang.


" Pengawal, bagaimana dengan kekuatan dari Kekaisaran Atas Awan?" Tanya Han Kiang yang terlihat serius.


" Semua prajurit yang berjaga rata-rata mencapai Bintang Alam." Jawab pengawal tersebut dengan singkat.


" Gluug." Han Kiang menelan ludah kasar karena tidak menyangka bahwa Kekaisaran Atas Awan memiliki prajurit sekuat itu.


Jika saja prajurit yang berjaga rata-rata mencapai Bintang Alam, lalu bagaimana dengan para komandan , para Jenderal dan Kaisarnya?


Jika saja pihak Istana Kekaisaran Han mengetahui bahwa semua prajurit Kekaisaran Atas Awan semuanya hanya mencapai Bintang Alam maka mereka tidak takut sekalipun kepada mereka.


Tentu itu semua karena semua anggota pasukan Semesta melakukan Kultivasi secara serentak, sehingga tingkat Kultivasi mereka sama rata.


" Jika begitu, para Komandan mereka pasti sudah mencapai Bintang Bumi, para Jenderal pasti mencapai Bintang Langit dan Jenderal Besar pasti mencapai Bintang Raja." Han Kiang memperkirakan bahwa kemampuan prajurit Kekaisaran Atas Awan tidak bisa dianggap remeh.


Dengan kata lain Kaisar dari Istana Kekaisaran Atas Awan dapat dipastikan sudah berada diatas Bintang Raja.


" Yang Mulia Kaisar, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Perdana Menteri yang juga sedang berada di tempat itu.


Tanpa menjawab apapun, Han Kiang mengeluarkan sebuah peta lalu memusatkan fikirannya untuk membuka segel peta.


" Berikan peta wilayah Kerajaan Jiang ini kepada Kekaisaran Atas Awan! Aku tidak ingin sampai ada peperangan." Han Kiang memberikan gulungan peta tersebut kepada pengawalnya.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Pengawal itupun mengambil gulungan peta, sambil menundukkan kepala.


Tentu Kaisar Han Kiang tidak ingin berurusan dengan pihak Kekaisaran Atas Awan yang menurutnya sangat kuat. Terlebih lagi permasalahan di wilayah perbatasan Kekaisaran Taiyang.


Untuk prajurit Kekaisaran Han sendiri hanya memiliki garis besar Bintang Suci, para komandan mencapai Bintang Alam, para Jenderal mencapai Bintang Bumi dan para Jenderal Besar mencapai Bintang Langit, meskipun ada beberapa yang sudah mencapai Bintang Raja.


Sedangkan Han Kiang sendiri sudah mencapai Bintang Kaisar karena sudah berusia jutaan tahun dan tentu dengan dukungan Sumberdaya yang berlimpah.


*******


( Kekaisaran Taiyang )


Kaisar Haguro juga terlihat serius karena kabar berdirinya Kekaisaran Atas Awan di perbatasan mereka.


Dari mata-mata yang dikirim ke wilayah Kekaisaran Atas Awan, dia juga mengetahui bahwa untuk prajurit yang berjaga saja sudah rata-rata mencapai Bintang Alam.


Dengan kata lain Kekaisaran Atas Awan tidak bisa dianggap remeh, karena mereka juga menganggap bahwa para komandan mencapai Bintang Bumi, para Jenderal mencapai Bintang Langit dan Jenderal Besar dapat dipastikan sudah mencapai Bintang Raja.


Prediksi itu bukan tanpa dasar, karena ada enam Kerajaan yang dibawah kekuasaan Kekaisaran Atas Awan.


" Pengawal... Berikan peta wilayah Kerajaan Jiang ini kepada Kekaisaran Atas Awan!" Kaisar Haguro tidak ingin mengambil resiko besar jika harus berperang melawan Kekaisaran Atas Awan.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Ucap pengawal tersebut, lalu mengambil gulungan peta.


" Mohon maaf Yang Mulia Kaisar, bukankah ini kesempatan terbaik untuk menjalin kerjasama dengan pihak Istana Kekaisaran Atas Awan?" Perdana menteri mengeluarkan pendapatnya.


" Perdana menteri, kerjasama seperti apa yang kita tawarkan?" Tanya Haguro.


" Bukankah Kerajaan Jiang adalah pemilik Assosiasi Senjata. Senjata buatan Assosiasi Senjata memiliki kualitas tinggi." Perdana menteri memberi usul agar pihak Istana Kekaisaran Taiyang bisa menjalin kerjasama untuk mendapatkan senjata dari Assosiasi Senjata.


Sesaat Kaisar Haguro terdiam sejenak, sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.


" Untuk Sumberdaya, kita masih kekurangan. Hanya besi spiritual saja yang kita miliki." Kaisar Haguro merasa ragu untuk menjual besi spiritual kepada Assosiasi Senjata, karena benda itu sangat berharga.


" Yang Mulia Kaisar, besi spiritual memang harta paling berharga yang tidak bisa didapatkan di tempat lain, karena kemampuannya setara dengan batu meteor."


" Tapi kita banyak tambang besi spiritual di wilayah Kekaisaran Taiyang. Jadi kita bisa menjualnya dengan harga tinggi." Perdana menteri memberi usul.